
...Perpustakaan, 18.54 a.m....
Sela
Jeff terkekeh pelan saat mendapati case ponsel sela yang bergambar babi warna pink. Sela melirik jeff, "Kenapa ketawa, emang ada yang lucu..?" ucap sela sinis. Jeff berhenti tertawa, "Ngak ada.. " ucap Jeff ngeles.
"Aneh banget sih, nih cowok.." batin sela.
Sela menatap tajam Jeff, Jeff yang di tatap sela seperti itu, ia langsung berpura-pura melihat ke arah jalanan. Sela melihat ponsel nya, sudah ada beberapa notificasi panggilan tak terjawab beberapa menit yang lalu.
Sela menekan satu nomer dan kini beralih ke panggilan suara. Ya, saat ini sela berniat menelfon balik orang yang baru saja menelfon diri nya. Sela mendekatkan ponsel nya ke dekat telinga, ia tengah menanti jawaban dari seseorang yang ada di ujung telfon.
Panggilan terhubung..
'Hallo, kak.. ?' ucap sela senang.
'Sela.., akhir nya ke sambung juga. Sel, kamu lagi dimana? kakak khawatir nih ..' ucap sekar cemas.
'Kak, jangan khawatir. Aku ngak papa kog, sekarang aku lagi di perpus yang ada di jln. Hasannudin itu..' ucap sela.
'Hm, ternyata kamu lagi ada di sana. Ini lagi hujan sel, biar kakak jemput ya. Sekarang..! ' ucap sekar cemas.
'Iya, kak. Boleh, tapi aku ngak ngerepotin kakak kan..?' ucap sela.
'Ngak, dek. Sama sekali ngak repot, kakak jemput ya sekarang..' ucap sekar.
'Iya, kak. Aku tunggu ya di sini, di depan teras perpus..' ucap sela.
__ADS_1
''Iya, dek. Tungguin ya.. ' ucap sekar.
'Iya, hati-hati di jalan ya kak..' ucap sela senang.
Panggilan berakhir..
Sela merasa lega saat mendengar kakak nya yang hendak menjemput nya pulang. Sela sempat merasa takut melihat hujan nya yang semakin deras dan tak kunjung berhenti. Sela mengengam ponsel nya erat, ia berusaha agar tak khawatir berlebihan.
Jeff saat itu masih berdiri di samping sela, ia tengah asik merokok. Jeff menarik rokok nya lalu menghela nafas nya dalam. "Udah lama banget, gue ngak ngerasain suasana sepi kayak gini.. " batin Jeff.
Jeff tersadar jika ia tak sendirian saat ini, masih ada sela di dekat nya yang terus saja berdiam diri sambil mengengam ponsel nya. Jeff melirik sela, ia tertegun sesaat sambil mengamati paras cantik sela yang menujukkan ciri khas gadis indo.
Jeff tersenyum penuh arti, lalu dengan cepat mengalihkan focus nya ke arah lain. Jeff enggan menatap sela lebih lama, ia takut tergoda akan kecantikan alami gadis itu.
"Dia cuma gadis menyebalkan.. " gumam Jeff.
Sela melirik jam tangan nya, waktu berlalu begitu cepat hingga hampir menunjuk ke arah angka 7 malam.
...Wush.....
Tiba-tiba angin berhembus dengan kencang dari arah utara kemudian menerpa sela dan Jeff. Sela mendadak panik lalu seketika mendekat ke arah Jeff yang ada di samping nya. "Arghh.. " pekik sela sambil mencengkram kemeja jeff, sela menutup mata dan berniat berlindung pada Jeff.
Jeff tersentak, ia ikut merasa panik saat angin bertiup dengan kencang nya. Namun ia tak merasa takut sama sekali, Jeff lebih mencemaskan sela. Saat ini sela nampak ketakutan dan mungkin berharap perlindungan dari nya.
Jeff membuang putung rokok nya secara asal, kemudian jeff langsung memeluk tubuh sela tanpa meminta izin pada pemilik nya terlebih dahulu. Sela masih terus terpejam, rasa takut membuat nya tak sadar saat kedua tangan Jeff memeluk tubuh diri nya.
Jeff memilih diam, ia takut bersuara dan tak ingin membuat sela menjauh. Angin perlahan berhenti dan mulai tenang seperti sedia kala, sela pun menghela nafas lega.
__ADS_1
Sela mulai membuka mata nya perlahan, mata nya terbelalak, ia begitu terkejut saat mendapati diri nya yang tengah berada di pelukkan jeff. Sela langsung mendorong tubuh jeff dengan kasar, lalu ia sedikit memundurkan langkah nya ke belakang.
"Iiih, ngapain lo meluk gue. Ngak sopan banget sih jadi cowok, dasar buaya..!! " ucap sela ketus. Jeff tersentak, "Seenak nya aja lo ngatain gue buaya, gue cuma bantuin lo tadi.." ucap Jeff kesal. Sela mengernyit, "Bantuin ya bantuin aja tapi ngak usah sampai meluk juga kali, lagian gue juga ngak butuh bantuan lo kog.." ucap sela.
Jeff menghela nafas, "Songong banget sih jadi cewek, eh. Denger ya, siapa juga yang mau pelukan sama lo. Gue cuma kasihan tadi, lo kelihatan takut dan kedinginan .. " ucap Jeff menerangkan.
Sela tersadar, "Eh, iya ya. Gue emang ngerasa takut tadi.." batin sela. "Kenapa diam ?, seharus nya lo berterimakasih sama gue. Gue meluk lo biar lo ngak kedinginan, ngak ada maksud lain juga .." ucap Jeff. Sela menatap tajam Jeff, "Ngak, ngapain juga gue harus berterimakasih sama lo. Lo yang enak, gue tetap ngenes.. " ucap sela.
Jeff memutar bola mata nya malas, "Susah ya ngomong sama lo, bocil. Ngeselin..!!" ucap Jeff.
Sela terkejut, "Lo ngatain gue apa?, bocil. Eh, gue segede ini masih di bilang bocil, mata mas nya kelilipan ya.. ?" ucap sela.
Jeff tersentak, "Siapa juga yang kelilipan, mata gue masih sehat ya.." ucap jeff. Sela manyun, "Sipit tuh, kelilipan jahe kali.. " ucap sela asal. Jeff menatap tajam sela, ia merasa kesal saat sela menyingung fisik nya. Sela terkekeh, ia merasa senang melihat reaksi Jeff atas ucapan nya.
Tint..
...Tint.....
Suara klakson yang berasal dari mobil Toyota putih, yang mulai berhenti di dekat teras perpustakaan merdeka. Jeff dan sela langsung terfocus ke arah mobil itu, sela tersenyum puas saat melihat nya. Mobil itu tak lain adalah mobil milik sekar, kakak nya sela.
Kaca bagian kemudi perlahan turun menampakkan sosok gadis yang ada di dalam nya. Sekar tersenyum manis ke arah sela, "Sel, ayo naik..!" ucap sekar, sela mengangguk dan mulai mendekati mobil sekar.
Jeff tertegun saat mata nya melihat sosok gadis yang ada di dalam mobil. Sosok yang tidak asing lagi untuk nya, sangat familiar dan penuh kenangan bagi nya.
"Sekar.. " ucap Jeff lirih.
Jeff masih tertegun di tempat nya, terasa sulit untuk mendekat meski hati nya ingin sekali bergerak menghampiri gadis itu. Kaca mobil gadis itu mulai menutup kembali seiring kesadaran Jeff yang kian nyata.
__ADS_1
Mobil itu mulai bergerak dan pergi begitu saja, meninggalkan Jeff sendirian di tempat itu. Sama sekali tak ada sapaan atau senyuman sesaat dari gadis itu, padahal Jeff berharap jika sekar mampu mengenali sosok nya yang sekarang.
"Sekar..", "Sekar, tunggu..!!" teriak jeff sambil menatap kepergian mobil itu. "Sekar.. " gumam nya lirih, ia merasa sedih karena baru saja tersadar untuk mengejar kepergian sekar. Jeff terlewat, ia menyerah tat kala melihat mobil itu yang kian menjauh dari pandangan nya.