
"Mumpung masih jam istirahat, kita ke ruangan kakak ku yuk. Kita diskusiin di sana, kebetulan istri nya juga lagi ada di kantor.. " ucap kevin, sekar mengangguk. "Boleh, ayo. Kita temui mereka.. " ucap sekar.
Kevin dan sekar bangkit dari teman nya, "Makanan nya ku bawa sekalian, ya.. " ucap sekar. Sekar mengambil kantung makan nya, "Sini, biar aku aja yang bawa..!" ucap kevin. Sekar menggeleng, "Ngak usah, biar aku aja.." ucap sekar, kevin menarik paksa kantung yang di bawa sekar.
"Udah lah, biar mas aja yang bawa.. " ucap kevin, sekar pun menyerah. "Makasih ya, mas.. " ucap sekar. Kevin tersenyum lalu meraih tangan sekar dan mengajak nya keluar bersama.
_____________________________________________
...Ruangan Ceo, 12.12 p.m....
Lila
"Egh, enak banget. Ke sebelah sini dek, kaku rasa nya.. " ucap Erik sambil menunjuk tengkuk nya. Lila sebagai istri yang baik pun menuruti perintah Erik dan mulai memijat tengkuk suami nya. "Nah, di situ. Pelan-pelan mijit nya ya.." ucap Erik.
"Mas seneng banget loh. Punya istri cantik, pintar mijit lagi.." ucap Erik sengaja menggoda Lila. Lila tersipu malu, ia merasa senang setiap kali di puji oleh suami nya.
Lila semakin bersemangat memberi pijatan pada leher Erik. "Sayangg, kamu muji aku terus dari tadi. Apa ngak ada yang lain gitu, selain pujian..?" ucap Lila sambil memanyunkan bibir nya.
Erik mengernyit, "Yang lain, yang lain apa tuh..?" ucap Erik, erik sengaja berpura-pura tidak peka. "Yang lain lah. Masak aku mau di puji terus, mas.." bisik Lila di telinga Erik.
Erik tertawa pelan, "Iya, deh. Nanti malam, kita jalan-jalan ke mall ya.. " ucap Erik. Lila tersenyum puas dan dengan spontan mencium pipi Erik dari samping.
"Eh.. ", Erik terkejut, "Mas di cium nih.. ?" ucap Erik sambil mengusap bekas ciuman yang ada di pipi kiri nya. Lila tertawa pelan, " Itu bayaran buat mas, karena mas erik selalu pengertian sama Lila.. " ucap Lila.
__ADS_1
"Makasih ya, dek. Kalau soal pengertian, itu udah jadi kewajiban aku sebagai suami.Suami kan harus sayang sama istri.. " ucap Erik. Lila speechles mendengar ucapan erik, "Iya, iya. My hubby, your so perfect husbands.." bisik Lila.
Erik tersenyum salting, kemudian Erik meraih tangan Lila lalu mendaratkan ciuman di sana, "I love you so much, beby.. " ucap Erik. Erik dan Lila saling saling pandang, ada rasa bahagia di hati masing-masing.
Tok.. Tok.. Tok..
Erik dan Lila tersadar kemudian menoleh ke arah pintu. "Siapa itu..?" ucap Erik, Erik dan Lila merasa penasaran dengan seseorang yang tadi mengetuk pintu. Tak berselang lama terdengar sebuah jawaban yang menghilang kan rasa penasaran mereka.
"Ini aku kak, kevin.. ", "Apa boleh aku masuk sekarang..?" ucap kevin yang masih berada di luar pintu. "Oh, ternyata itu kamu vin. Ya sudah, masuk saja dek..!!" ucap Erik.
Erik melihat Lila, "Itu cuma kevin, sayang.." ucap Erik, Lila mengerti. Lila mulai berfikir, "Ada apa ya, ngak biasa nya kevin datang ke sini..?" batin Lila.
Kevin mulai masuk ke dalam terlebih dulu, di susul oleh sekar yang mengekori nya dari belakang. "Selamat siang, kak. Maaf ya, kevin jadi nganggu waktu istirahat kakak.. " ucap kevin.
Erik bangkit dari tempat nya, "Santai saja vin, kakak juga ngak ngerasa ke ganggu kog.. " ucap Erik. Erik berjalan ke arah kevin, posisi Erik kini menghalangi pandangan Lila yang berusaha melihat sosok kevin dan juga orang yang bersama nya.
"Ternyata ini yang nama nya sekar, dia terlihat seperti gadis yang baik. Pantas saja jika, ayah dan ibu suka sama dia... " batin Erik.
Erik membalas uluran tangan sekar, "Saya Erik, kamu bisa memanggil saya mas atau kakak. Supaya kita kelihatan lebih akrab aja .. " ucap Erik. Sekar menganguk, lalu melepas jabatan tangan nya dari tangan Erik.
"Baik, seperti nya lebih enak dengan menyebut anda mas mungkin. Jujur, saya senang sekali bisa bertemu dengan mas Erik, karena ternyata mas Erik ini adalah kakak dari mas kevin .. " ucap sekar. "Iya, saya juga merasa begitu. Senang bertemu dengan mu.." ucap Erik.
Di sisi lain, Lila merasa penasaran dengan sosok yang ada di tengah-tengah suami dan adik nya. "Duh, pakai acara kehalang tubuh mas erik lagi. Siapa ya, dari suara nya sih seperti nya cewe.. " batin Lila.
"Mas Erik.. " ucap Lila sambil berjalan menghampiri mereka bertiga. Lila semakin mendekat, entah kenapa ada rasa berdebar seiring dengan langkah nya. Erik menoleh ke belakang, "Ya, sayang.. " ucap Erik.
__ADS_1
Mereka bertiga melihat ke arah Lila, di saat yang bersamaan sorotan cahaya matahari membuat pandangan mereka menjadi kabur. "Eh, silau.. " gumam Lila, Erik menghampiri Lila. "Sayang, kamu kenapa..?" ucap Erik, "Aku ngak papa kog, cuma tadi silau aja.." ucap Lila sambil mengatur ke focusan mata nya.
Samar-samar sekar mendengar suara dari sosok istri nya Erik. Jujur, ada rasa familiar saat mendengar suara nya. Namun karena tadi kedua mata sekar tak sengaja terkena sorotan cahaya, sehingga membuat nya sulit untuk melihat sosok istri Erik.
"Sayang, tadi kamu ngomong sama siapa..?" ucap Lila penasaran, Erik saat itu berdiri membelakangi sekar sehingga Lila belum melihat sosok nya. "Hm, itu dek. Mas lagi ngomong sama teman nya kevin.. " ucap Erik.
Lila mengernyit, "Teman nya kevin, siapa..?" ucap Lila. "Ada deh, pokok nya. Ayo, kamu kenalan dulu yuk sama dia.." ucap Erik, Erik menarik tangan Lila dan berniat mempertemukan nya dengan sekar.
Tak..
Tak..
Tak..
Tak.. !!
Lila tertegun saat melihat sosok sekar yang berdiri di samping kevin. Di sisi lain sekar sangat terkejut dengan pemandangan yang tengah ia lihat. Glek, mereka menelan saliva masing - masing.
Kini sekar dan Lila saling menatap dengan sorot mata gelisah satu sama lain. "Sayang, kenalin ini sekar. Teman kevin yang di bilang ayah sama ibu tadi pagi, ayo kenalan.. " ucap Erik antusias.
Kevin menyentuh bahu sekar, sekar terkejut.
"Eh.." pekik sekar, "Sekar, ayo kenalan. Dia Lila, kakak ipar ku.. " bisik kevin, sekar tersenyum kikuk.
Sekar kembali melihat Lila, "Ternyata istri mas Erik adalah Lila, apa yang harus aku lakukan sekarang. Rasa nya sulit sekali, untuk berbicara dengan nya.. " batin sekar.
__ADS_1
Lila mengalihkan pandang nya ke arah lain, di dalam hati ia tengah merutuki diri nya. "Astaga, sial banget hari ini. Kenapa aku harus ketemu sama sekar di sini, aku ngak mau ketemu sama dia .." batin Lila.