
...Cafe Tanamera...
"Kak, kog diem aja. Gimana, boleh ya..?" ucap Riri, Rio tersenyum tipis. "Hm, gimana ya dek. Kayak nya ngak bisa deh.." ucap Rio. Riri mengernyit, ada rasa kecewa mendengar penolakan Rio.
"Yeah, padahal aku udah berharap tadi. Aku pengen banget lebih kenal sama kakak .. " ucap Riri dengan polos nya. Rio tersenyum kikuk, "Maaf ya dek, tapi kakak ngak bisa. I'am so sorry, gril.." ucap Rio.
Riri menghela nafas, "Yes, its okay. Maaf ya kak, karena aku sudah menganggu waktu kakak.." ucap Riri menyerah. Rio mengangguk, "Iya, ngak masalah dek.. " ucap Rio.
________________________________________
Riri membalikan badan, lalu berjalan gontai ke arah meja nya semula. Keysa terkejut saat melihat ekspresi Riri yang nampak sedih, ada banyak pertanyaan di benak nya.
"Ri, lo kenapa. Are you okay, bestie..?" ucap keysa saat riri sudah duduk di hadapan nya.
Riri menatap sendu keysa, "Gue gagal.." ucap Riri. Keysa tertegun, "Gagal..?", "Masak iya sih, gue lihat tadi lancar-lancar aja tuh. Seriusan gagal..?" ucap keysa.
Riri menutup wajah nya dengan tangan lalu membuka nya kembali, "Sumpah, gue malu banget. Lo si nyebelin, sya.." ucap Riri sambil memukul meja pelan. Keysa terdiam, ia merasa bersalah karena sudah meminta Riri mendekati pria tadi yang tak lain adalah Rio, "Sorry ri, gue ngak tau kalau ujung-ujung nya bakalan gagal. Jangan marah ya, jangan sedih.." ucap keysa menenangkan Riri.
Riri menatap keysa malas, lalu menghela nafas nya sesaat. Jujur, ada rasa kesal dan gondok di hati nya apabila teringat moment pendekatan nya tadi pada Rio. "Iya, gue ngak bakal marah sama lo.Tapi untuk sekarang, gue masih malu banget.." ucap Riri.
__ADS_1
Riri merutuki keluguan nya, keysa menatap nya cemas. "Ri, sekali lagi maafin gue ya. Maaf, maaf, nanti gue bayarin deh makanan lo .." ucap keysa sambil menyentuh tangan riri. Riri tersenyum tipis, "Beneran ya, gue lagi bete banget nih sama lo. Lo harus tanggung jawab pokok nya..!" ucap Riri. Keysa mengangguk tanda setuju.
_________________________________________
Rio menggeleng pelan, "Ada-ada aja, sih.. " ucap nya lirih saat teringat keluguan Riri. Rio meraih sendok dan lanjut menyantap pancake nya, "Hm.. Hm.." gumam Rio.
Kemala masih memperhatikan Rio dari arah pantri, ia masih merasa penasaran dengan gadis yang menghampiri Rio tadi. Ia juga sedikit merasa kesal, namun kemala belum menyadari bahwa ia tengah merasa cemburu.
Rio melirik kemala, mata mereka kini saling bertemu. Rio mengurai senyum termanis, kemala tersipu malu hingga membuat nya menjadi salah tingkah sendiri. Kemala yang tengah malu, ia langsung menunduk wajah nya dan mengalihkan focus nya pada kopi yang tengah ia buat.
"Hih, kenapa Rio senyum kayak gitu. Bikin aku malu aja..." batin kemala.
Rio tertawa pelan, kemala yang salah tingkah terlihat sangat lucu di mata nya. "Kemala, kemala.. " gumam Rio sambil menyentuh bibir nya dengan tangan.
Rio bangkit dari tempat nya, lalu berjalan ke arah pantri. Ia menghampiri kemala, lalu duduk di kursi yang ada di depan nya. Rio berniat mengajak gadis itu bicara sejenak, sebelum ia kembali ke kantor.
"Hay, kemala.. " ucap Rio, kemala mendongak kan wajah nya. "Hay juga.. " ucap kemala lirih, Rio tersenyum. "Lo lagi apa..?" ucap Rio, kemala mengernyit. "Ah.. Ini yo, lagi buat kopi pesanan kamu.." ucap kemala, "Hm, gitu.." ucap Rio. Kemala tersenyum tipis, "Iya.." uap nya.
"Maaf ya yo, kamu jadi nunggu lama. Soal nya yang lain lagi repot, jadi kopi nya aku yang buat sendiri.. " ucap kemala. Rio tersenyum lebar, "Santai aja kali, gue ngerti kog. Lagian, gue malah seneng karena lo yang buatin kopi nya. Berasa spesial .." ucap Rio menggoda kemala.
Blush, wajah kemala seketika merona, "Spesial apa nya, ngak juga ah.. " ucap kemala. Rio terkekeh, "Beneran, spesial loh. Kamu nya aja yang ngak nyadar.." ucap Rio. "Hm.. terserah kamu aja, deh.. " ucap kemala sambil menahan malu.
__ADS_1
Rio senyum-senyum sambil memandangi wajah kemala. "Oh ya, la. Kakek lo di mana, kog ngak kelihatan..?" ucap Rio, kemala mengernyit. "Kakek..?", "Hm, itu. Kakek lagi istirahat di belakang yo.." ucap kemala.
Rio mengangguk paham, "Mumpung si kakek lagi istirahat, apa gue minta sekarang aja ya..." batin Rio.
"La, apa boleh gue minta sesuatu..?" ucap Rio, kemala melirik Rio. "Sesuatu apa..?" ucap kemala bingung. "Hm.. itu, gue mau minta nomer ponsel lo, La.." ucap Rio ragu - ragu.
Kemala terdiam, ia berfikir sesaat. "Tapi buat apa..?" ucap kemala, Rio cengengesan. "Ya, kalau gue punya nomer lo kan. Gue bisa telfon dan chatingan sama lo, apalagi kalau ada yang penting. Biar lebih gampang aja.. " ucap Rio.
"Oh.." ucap kemala sambil meletakkan sendok. Rio memandangi kemala, ia merasa cemas dan takut jika kemala akan marah pada nya. "Mana ponsel nya, sini. Biar ku catat kan nomer ponsel ku.." ucap kemala sedikir ragu.
Rio tersenyum puas, rasa cemas yang di rasa seketika hilang begitu saja. Kini Rio merasa bahagia, seperti memenangkan sebuah lotre meski nilai nya hanya 12 digit.
Rio segera mengeluarkan ponsel nya yang ada di saku jas, kemudoan menyerahkan nya pada kemala. Gadis itu langsung meraih ponsel itu dan mulai mengetikkan nomer telfon nya di ponsel Rio.
Kemala melihat Rio, "Sudah, ini ponsel nya.. " ucap kemala sambil menyerahkan ponsel di tangan nya pada Rio. Rio meraih nya, "Makasih ya, la. Gue fikir, lo bakal nolak buat ngasih nomer telfon lo tadi.. " ucap Rio. Kemala mengernyit, "Ya, engak lah. Toh, cuma nomer ponsel aja bukan hal lain juga.." ucap kemala.
"Sekali lagi makasih ya La, semoga aja. Lo ngak nyesel karena udah ngasih nomer telfon lo ke gue.. " ucap Rio sembari tersenyum. Kemala menggeleng pelan, "Ngak mungkin aku nyesel, kan kita teman. Tukeran nomer itu sudah hal wajar... " ucap kemala.
"Iya, benar.." ucap Rio, "Lalu, soal mobil lo yang masuk ke bengkel tempo hari. Gimana, lancar aja kan..?" ucap Rio penasaran. "Maaf ya, gue baru sempat nanya soal ini sekarang hehe.. " ucap Rio. Kemala tersenyum, "Soal mobil itu, lancar aja yo. Pelayanan di sana ramah, servisannya juga bagus. Aku suka... " ucap kemala.
Rio merasa lega, "Syukur deh, kalau lo suka.." ucap Rio. "Iya yo, makasih ya. Untung aja ada kamu waktu itu, kalau ngak ada kamu. Ngak tau deh, aku mau minta tolong sama siapa.." ucap kemala sambil membayangkan kejadian tempo hari.
__ADS_1
Rio tersenyum tipis, "Ah.. jangan berlebihan, waktu itu aku kebetulan lewat aja. Sebagai manusia yang baik, kita harus saling membantu sesama kan.. " ucap Rio.
Kemala tersenyum sambil memandangi wajah Rio, "Kelihatan nya, Rio ini termasuk tipe orang yang tulus.." batin kemala.