
Jakarta selatan, 10 Desember 2020.
19.02 a.m.
"Terimakasih ya, atas bantuan nya. Aku ngak tau harus apa, untung ada kamu.. " ucap kemala. "Sama-sama, sesama manusia. Kita harus saling tolong menolong, kan.." ucap Rio.
Kemala tertegun, ia merasa kagum akan kepribadian Rio. "Tapi ngak semua orang bisa sepeduli kamu, you're a good man.." ucap kemala. Rio tertawa, "Haha..thanks, pujian nya.." ucap Rio. Rio dan kemala saling Padang. Entah kenapa, ada rasa bahagia di hati masing - masing.
"Oh iya, kita belum kenalan kan.." ucap Rio sambil mengaruk pelan pelipis nya. Kemala tertawa pelan, "Eh, iya. Ya allah, aku sampai lupa.." ucap kemala.
Allah..?
Rio tertegun, "Allah itu siapa..?" ucap Rio. Kemala berhenti tertawa lalu memandangi Rio. "Astaga.. kamu ngak tau, allah itu siapa..?" ucap kemala. Rio menggeleng.
Kemala seketika terdiam, Rio tersenyum kikuk.
"Allah itu tuhan ku, kalau kamu. Apa nama tuhan mu bukan Allah..?" ucap kemala. Rio menggeleng, "No, my god jesus.." ucap Rio.
Kemala terhenyak lalu menutup mulut nya dengan tangan. "Maaf, maaf. Aku ngak tau, tapi its okay. No problem, kita harus bersikap toleransi meski pun beda agama.." ucap kemala.
Rio mengernyitkan alis nya, "Jadi, kamu islam. Maaf ya, karena gue kristen.." ucap Rio. Kemala berusaha tersenyum, meski ada sedikit rasa kecewa di hati nya.
"Santai saja, oh ya. Nama ku kemala, kamu bisa memanggil ku mala.." ucap kemala. Rio tersenyum manis, lalu mengulurkan tangan nya ke pada gadis di hadapan nya itu.
"Kenalin, gue Rio. Rio leonard.. " ucap Rio, rio menunggu uluran tangan kemala. Namun, gadis itu sengaja mengacuhkan uluran tangan nya. Kemala memang enggan untuk membalas uluran tangan Rio, karena pria di hadapan nya sekarang bukanlah mahrom nya.
__ADS_1
Kemala hanya memberi salam pada Rio, "Maaf ya, aku tidak bisa bersalaman dengan mu. Kita bukan muhrim, agama ku melarang nya.." ucap kemala.
Rio tersenyum tipis lalu menurunkan tangan nya. "Ah, tidak masalah. Maaf, aku tidak tau jika bersentuhan di larang oleh agama mu.." ucap Rio. Kemala tersenyum, "Jangan minta maaf, kamu tidak mungkin mengerti karena kamu bukan orang islam.." ucap nya.
"Iya, kamu benar. Aturan di agama kita sangatlah berbeda.." ucap Rio. "Tidak, masih ada 1 kemungkinan yang sama.. " ucap kemala.
Rio mengernyit, "Apa itu..?" ucap Rio. "Tuhan kita hanya satu, hanya beda nama saja.." ucap kemala sambil tersenyum.
Tuhan hanya satu, jika tuhan hanya satu. Lalu, siapa tuhan yang sebenar nya..?.
Rio terdiam, ia tengah berfikir.
Tint.. Tint.. !!
Suara klakson mobil mengangetkan Rio dan juga kemala. Rio yang semula tengah berfikir, fikiran nya langsung buyar seketika.
Kemala dan Rio saling pandang, lalu tersenyum kikuk. "Apaan sih, bang. Siapa juga yang berduaan, nih ada mobil juga.." ucap Rio sambil memukul pelan mobil kemala yang ada di belakang nya.
Kini coky sudah berdiri di hadapan Rio dan kemala. "Sorry hehe, gue cuma becanda tadi.." ucap coky. "Gue juga becanda.." ucap Rio sambil tersenyum.
"Yo, nih cewe sapa. Baru lihat gue, biasa nya lo kan sama si ono.." ucap coky sambil menyenggol bahu rio, rio cengengesan "Duh, bang coky. Mulut nya lemas banget sih.." batin Rio.
"Oh ini bang, kenalin. Ini kemala, temen gue.." ucap Rio sambil melirik kemala. Kemala tersenyum tipis, "Salam kenal ya bang, saya kemala.." ucap kemala. Coky tertegun melihat kemala lalu pandangan mata nya memperhatikan gadis itu dari atas ke bawah.
"Aduh neng, kog cakep bener sih si eneng teh. Eneng teh makan apa, kog bisa bening begini..?" ucap coky cengensan. Kemala tersenyum kikuk, "Makasih, pujian nya bang.. " ucap nya.
__ADS_1
Rio melirik coky, "Baang, jangan norak donk. Kayak ngak pernah lihat yang glowing aja.. hadeh.." ucap Rio. "Eh, teh Rio. Gue ngak norak ya, tapi gue lagi menganggumi ciptaan tuhan yang seindah ini.." ucap coky sambil melirik kemala.
Rio yang mendengar nya, ingin muntah. "Ya elah bang, gue minta lo ke sini buat apa tadi..?, dereg mobil kan. Abang lupa ya.." ucap Rio.
Coky tersenyum tipis, "Bentaran napa, buru-buru amat. Ngak bisa gitu ngelihat gue seneng, mumpung ada yang bening juga.." ucap coky. Coky masih mengamati kemala, kemala yang di awasi oleh nya merasa tak nyaman.
"Baaang..!!" ucap Rio mengertak, coky kaget lalu melihat Rio. "Aya naon, si budak teh..?" ucap coky heran, Rio tersenyum kesal. "Lo jangan ngelihatin temen gue terus lah bang, kasihan dia. Tatapan lo tuh serem, ntar dia takut.." ucap Rio meledek.
Coky merasa tersindir, "Rio, rio. Gue handsome begini, serem dari mana nya. Dedek mala yang cantik, mas coky ngak serem kan, ya.." ucap coky sambil tersenyum genit ke pada kemala. Kemala hanya menganguk pelan.
Rio merasa kesal, "Udah, udah. Udah ngelihat nya, sekarang bang coky dereg aja nih mobil. Gue sama kemala pulang dulu..." ucap Rio.
Rio langsung menarik tangan kemala ke arah motor nya, tanpa menunggu jawaban dari coky.
Coky terkejut, "Eh, lo berdua. Kenapa main cabut aja sih, ngak asik banget.. " teriak coky. "Bodo amat, lo focus aja. Dereg tuh mobil bang..!" ucap Rio setengah teriak.
Kemala tertegun saat Rio mengengam tangan nya, ia tak bisa menolak apalagi mengucapkan sepatah kata apa pun. Rio membawa kemala hingga sampai ke motor nya, Rio dan kemala berhenti di dekat motor klx yang tengah terparkir itu.
Rio dan kemala saling pandang, lalu Rio melepas genggaman tangan nya pada jemari gadis itu. "Maaff ya, gue ngak bermaksud mengang tangan lo tadi. Abis nya, gue kesel sama bang coky karena dia ngelihatin lo terus, kan ngak sopan jadi nya.." ucap Rio.
Kemala senyum-senyum, "Duh, Rio gentle man banget sih.. " batin nya.
"Lo pasti ngerasa ngak nyaman kan, di lihatin bang coky kayak tadi.." ucap Rio cemas. Kemala tersadar, "Eh, iya.. aku ngak papa kog.." ucap nya. Rio mengernyit, "Lo yakin ngak papa, tapi tolong jangan di masukin ke hati ya. Bang coky emang suka gitu.." ucap Rio.
"Beneran, gue ngak papa kog. Santai aja, nama nya juga laki-laki.. " ucap kemala. Rio tersenyum, " Syukur deh. Oh ya.. ini kan udah malam, gue takut lo ke malaman di sini apalagi sama cowok kayak gue..". "Gue ngak enak sama orang tua lo, lebih baik lo gue anterin pulang ya sekarang.. " ucap Rio.
__ADS_1
"Rio mau nganterin aku pulang, duh. Gimana nih, aku takut nanti di marahi abi.." batin kemala.
Kemala tengah berfikir, Rio menyentuh bahu nya sambil mengatakan "Gimana, kog diem aja..?" ucap Rio. Kemala tersadar dari fikiran nya lalu menatap Rio sesaat. "Lo mau ngak, gue anterin pulang. Udah malam juga, gue ngak mau sampai lo ke maleman di sini..!" ucap Rio. Kemala hanya mengangguk, rio tersenyum mengetahui jawaban kemala.