
"Ya .., ucapan lo emang benar, john. Mulai sekarang, gue akan lebih terbuka sama lo ..." ucap Jeff. Johnny tersenyum puas, "Akhirnya, lo sadar juga, Jeff. Mumpung kita masih ada waktu sebelum berangkat kerja. Ayo, ceritakan dulu masalahmu ..!" ucap Johnny. Jeff mengatur nafasnya dan mulai menceritakan masalahnya pada Johnny.
10 menit kemudian..
"Jadi.., cewek yang kita lihat di parkiran tadi malam itu adalah cewek yang lo suka..?" ucap Johnny sambil menutup mulutnya tak percaya. Jeff mengangguk, "Yeah.., dia orangnya..".
Johnny memperhatikan Jeff, wajah pria itu menjadi murung setelah selesai menceritakan masalahnya. Jika johnny berada di posisi Jeff, ia juga akan merasakan hal yang sama.
"Lo yang sabar ya, Jeff. Gue tau lo pasti sakit hati, kan. Lalu.., setelah lo ngelihat kejadian di parkiran tadi malam. Apa lo masih suka sama dia..?" ucap Johnny. Jeff tersentak. "Ten-tentu saja masih, dia tetaplah gadis yang baik di mataku. Mungkin.., tadi malam dia melakukan nya karena terbujuk rayuan pria itu. Bisa saja, kan?" ucap Jeff mencoba membela Sekar di depan Johnny.
Johnny tertawa, "Jeff.., apa lo selalu buta ya setiap kali jatuh cinta . Apa lo ngak lihat semalam, cewek yang lo suka lagi asik ciuman sama cowok lain. Itu satu tanda kalau mereka punya hubungan spesial.." ucap Johnny menjelaskan.
Jeff tersentak. "Ta-tapi john, lo jangan salah paham dulu. Belum tentu juga mereka saling menyukai, bisa saja kan mereka hanya cinta sepihak..." ucap Jeff menyangkal.
"Jeff, Jeff, jangan terlalu naif lah jadi orang! Sampai lo nuduh hubungan mereka hanya cinta sepihak. Apa cewek yang lo suka pernah bilang begitu, lo tau dari mana soal hubungan mereka? Gue malah ngerasa, kalau sekarang lo lagi ngomongin diri lo sendiri. Ya, kan...?" ucap Johnny sengaja menyindir Jeff.
Jeff terkejut, "Gue, kenapa jadi gue? Gue ngak ngerasa begitu..." ucap Jeff membantah ucapan johnny. Johnny menggeleng pelan, "Coba lo introspeksi diri dulu, yang sekarang gue lihat. Lo lagi jatuh cinta tapi lo doang yang ngerasain. Ngak tau deh, cewek yang lo suka itu suka juga apa ngak sama lo..." ucap Johnny.
Jeff terdiam, ia merasa tersindir dengan ucapan Johnny. Memang benar, selama ini Jeff sudah berasumsi sendiri bahwa dirinya dan Sekar memiliki ikatan spesial. Padahal, selama ini hubungan mereka tak lain hanyalah sebatas berteman. Jeff juga belum pernah sekalipun menanyakan pada Sekar, tentang kelanjutan hubungan di antara mereka.
Jeff mengusap rambutnya, ia merasa pusing memfikirkan masalahnya. "Terus, sekarang gue harus gimana, John. Gue suka sama dia, udah dari lama, John. Gue ngak bisa..., ngak bisa ngelihat dia sama cowok lain .." ucap Jeff begitu frustasi.
__ADS_1
Johnny meminum air sejenak, setelah itu ia kembali bicara. "Lo harus jujur sama doi, bilang sama dia kalau lo suka banget sama dia. Entah nanti lo di terima atau engaknya, itu urusan belakangan yang penting lo udah usaha .." ucap Johnny.
Jeff tertegun, "Begitu, ya. Tapi nanti..., kalau dia benaran nolak gue gimana?" ucap Jeff yang over thingking lebih dulu. "Yeah.., terpaksa. Lo harus move on dari dia, lupain dia kalau perlu karena dia ngak mungkin mau sama lo.. " ucap Johnny sambil menertawai keluguan Jeff.
Jeff cemberut, "Gampang banget ya, lo nyuruh gue move on. Dia cewek idaman gue, john. Pasti susah buat ngelupain dia.. " ucap Jeff. "Ada kog caranya, cara jitu move on dari cewek yang lo suka ... " ucap Johnny sambil cengar- cengir.
"Gimana caranya, kasih tau gue donk?" ucap Jeff penasaran, Johnny tertawa. "Kog lo malah ketawa, sih. Ayo lah, kasih tau gue apa caranya?" ucap Jeff mendesak johnny. Johnny menghentikan tawanya, "Sini, gue bisikin!" ucap johnny sambil mengayunkan tanganya tiga kali.
Jeff berdiri lalu menyondongkan tubuhnya ke arah johnny, Johnny pun melakukan hal yang sama. "Dengerin baik-baik ya!" ucap Johnny, Jeff mengangguk. "Caranya itu.., kissing.. " bisik johnny.
Jeff mengernyit, "Kissing? Ciuman, pakai cara itu?" ucap Jeff heran. Jeff mengubah posisinya hingga ia duduk kembali. Johnny juga melakukan hal yang sama. "Iya..., 99% cowok akan jatuh cinta lagi saat mereka berciuman dengan lawan jenis. Berciuman tak hanya bisa membangkitkan nafsu si cowok tapi juga bisa mendekatkan hati mereka satu sama lain..." ucap Johnny menjelaskan.
Jeff menggeleng, "Lo udah pantes John jadi psikolog. Ngak usah kerja lagi di kantor gue ya, saran lo terlalu berbahaya. Bukannya move on malah bikin gue khilaf nanti .." ucap Jeff menolak dengan keras.
"Becanda Bos, gitu aja kenapa di bawa serius sih. Gue kan cuma pengen ngasih lo saran yang udah ke bukti, itu aja. Khasiatnya benar - benar kerasa kog, kalau lo ngak percaya cobain aja, gih..!" ucap Johnny. Jeff tersentak, "Dih, ogah. Gue ngak bakalan kissing sama sembarang cewek ya, gue kan cowok mahal .. " ucap Jeff membanggakan diri.
Johnny tertawa, "Haduh.., kebanyakan jaim dia. Tau-tau jadi perjaka tua, baru tau rasa nanti..!" gumam Johnny. Jeff mengernyit, "Lo ngomong apa barusan?" ucap Jeff menatap sinis johnny. Johnny cengengesan, "Ngak..., engak ada.." ucap Johnny ngeles.
Selang beberapa saat..
"Jeff.., lo ada waktu ngak? Nanti malam..., temanin gue ketemuan sama cewek yuk. Gue belum hafal nih sama jalanan jakarta, bantuin gue ya. Please..." ucap Johnny. Jeff menghela nafas, "Iya.., gue bantuin.Tapi selasai nganterin lo, gue langsung cabut ya. Gue ngak pengen jadi obat nyamuk..." ucap Jeff datar.
__ADS_1
"Iya, ngak papa deh. Yang penting lo mau nganterin gue, gue udah bersyukur banget kog. Makasih ya, hehe.. " ucap Johnny senang, Jeff tersenyum tipis.
___________________________________________
...Cafe Crandypretty, 19.08 a.m....
Jeff
"John, gue cabut sekarang ya! Nanti kalau lo mau balik ke apartemen, lo tinggal pesan Grab aja.." ucap Jeff yang hendak berdiri dari kursinya.
"Eh.., tunggu Jeff. Lo kenapa main cabut aja sih, jangan pulang dulu ya. Nanti bakal ada dua cewek kog yang datang, gebetan gue bawa teman katanya..!" ucap Johnny sambil menari - menarik tangan Jeff.
Jeff berusaha melepas tangannya dari genggaman johnny, namun johnny malah mendorong tubuhnya sehingga ia kembali terduduk ke kursi. "Arghh.., lo apa-apaan sih John. Gue mau pulang nih, kenapa lo jadi nodorong gue sih. Biarin gue pulang ya..!" ucap Jeff membujuk Johhny.
"Ngak..., ngak boleh. Lo harus tetap stay di sini, Jeff. Seengaknya lo ketemu dulu sama mereka ya. Siapa tau kan, lo bakalan naksir salah satu dari mereka.. " ucap Johnny tersenyum penuh arti. Jeff merasa tertekan, ingin rasanya ia lekas kabur dari cafe namun Johnny terus saja menghalanginya.
"Selamat malam..!" ucap candy dan sela yang baru saja datang, Jeff dan Johnny seketika berhenti berdebat. Mereka langsung menoleh ke asal suara, suara tadi berasal dari dua gadis cantik yang saat ini sudah berdiri di hadapan mereka.
"Iya, selamat malam juga cantik ..!" ucap Johnny begitu ramah membalas sapaan candy, gebetannya. Di sisi lain, Jeff begitu terkejut melihat sosok gadis yang tengah berdiri di samping candy, gadis itu adalah Sela.
__ADS_1
"Sela.., kenapa dia bisa ada di sini? Aku ngak lagi salah lihat, kan.." batin Jeff sambil mengedipkan matanya berulang kali. Namun, sosok Sela di hadapannya memanglah nyata.
Sela sedang berdiri di samping candy, gadis itu tengah focus dengan ponselnya dan belum menyadari akan kehadiran Jeff saat itu. Jeff mulai mencari ide untuk melarikan diri, ia tak ingin berurusan lagi dengan Sela.