Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 45


__ADS_3

...Ruang Tamu, 18.19 a.m....



Jeff terkejut, "Hah, pergi..?, dia pergi ke mana..?" ucap Jeff penasaran. Sela tersenyum, "Ngak tau, lagian bukan urusan gue juga.. " ucap sela. Sela sengaja membohongi Jeff, padahal gadis itu sangat tau jika sekar tengah pergi kencan bersama kevin.


"Masak sih, lo ngak tau..?" ucap Jeff tak percaya, sela tersenyum tipis. "Emang gue ngak tau, mau gimana lagi.. " ucap sela, Jeff merasa sedih. Jeff terdiam sesaat, lalu ia membuka aplikasi whatsapp yang ada di ponsel nya dan mulai mengirim pesan pada sekar.


Tak.. Tak.. Tak..


[Sekar, aku lagi ada di rumah mu. Kata adik mu, kamu sedang ada di luar ya..?] dari Jeff.


Jeff bolak-balik membuka ponsel nya, namun sekar tak kunjung membalas pesan dari nya. Jeff melihat-lihat sekitar, hanya ada sela dan diri nya di ruang tamu.


"Seperti nya, sekar memang tengah keluar malam ini. Seharusnya, aku memberitahunya lebih dulu jika aku hendak kemari. Ini memang salah ku, aku terlalu bodoh..!" rutuk Jeff, jeff mengusap wajah nya.


Sela terus memperhatikan jeff sedari tadi, tiba - tiba ia merasa bersalah. Sela mulai merasa kasihan melihat Jeff yang nampak sedih, seperti nya pria itu tengah menahan kecewa karena tak bisa bertemu dengan kakak nya.


Ibu baru saja kembali dari belakang sambil membawa nampan berisi 3 gelas minuman dan sepiring camilan. Sela bangkit dari tempatnya lalu menghampiri wanita paruh bayah itu, sela dengan perhatian membantu ibu nya menyajikan bawaan nya ke atas meja.


"Maaf ya, nak. Kamu jadi nunggu lama.." ucap ibu, jeff tersenyum. "Ngak papa, tan. Makasih ya tan, tante sudah berbaik hati menerima tamu seperti saya.. " ucap Jeff lembut. Ibu tersenyum, "Ah.., santai saja nak. Kamu kan tamu di sini dan juga teman nya sela. Tentu saja, ibu harus baik sama kamu..." ucap ibu.

__ADS_1


Sela dan Jeff saling pandang, "Teman..?, sejak kapan gue temenan sama nih cewek. Astaga.." batin Jeff. Sela tersenyum kikuk, "Ya, kali gue temanan sama dia. Bikin tensi darah gue naik aja, tiap hari ngajakin gelud.. " batin sela.


Ibu dan sela duduk bersama di sofa yang ada di samping jeff, ibu tersenyum pada jeff. "Nak, silahkan di cicipi. Maaf ya, ada nya cuma sirup sama cookies saja.. " ucap ibu. "Oh, ya.. ngak masalah tan. Sebenarnya, tante ngak perlu sampai repot - repot begini. Aku ngak lama kog di sini.." ucap jeff tersenyum.


"Hm, gitu.. ", "Hm, tante sampai lupa nanya nih. Nama kamu siapa nak, lalu apa kamu satu kampus ya sama sela..?" ucap ibu penasaran.


Jeff tertegun, "Perkenalkan, nama saya Jeff tante dan maaf, saya bukan teman nya sela. Tapi saya temannya sekar dari sidney.. " ucap Jeff menjelaskan.


Ibu terkejut, "Yeah, aku fikir dia teman nya sela. Aku jadi salah ngomong gini, ini semua gara - gara sela, kenapa dia ngak cerita sama aku. Jadi, salah paham kan .." batin ibu sambil menatap kesal sela, sela tersenyum kikuk. Sela tau ibu nya kini tengah menahan kesal, terlihat jelas dari ekspresi wajah nya.


"Sidney, dia bilang teman kakak dari sidney. Apa mereka temanan saat kakak kuliah di sana ya..?" batin sela.


"Hm, ternyata kamu teman nya sekar. Duh, maaf ya.. tante baru tau, nak.." ucap ibu. Jeff tersenyum, "Ngak papa, tante. Saya juga baru saja berkunjung ke sini, wajar kalau tante ngak tau.." ucap Jeff.


"Oh ya, tan. Sekar ada di mana ya, aku ngak ngelihat dia dari tadi..?" ucap Jeff, ibu tersadar.


"Sekar.., hm itu. Dia lagi keluar sama kevin, biasa lah anak muda. Palingan juga kencan.. " ucap Ibu.


Jeff terkejut, "Kencan..?" batin jeff sambil menyetuh dada nya. Entah kenapa jantung nya seakan berhenti beriringan dengan dada nya mulai terasa sesak. Jeff mencoba mengatur fikiran dan hati nya, ia menghela nafas sejenak.


Sela melihat Jeff, "Hah.., kasihan.." batin sela. Jeff menghela nafas, "Hm, begitu ya tan. Saya fikir sekar lagi ada di rumah, jadi saya ke sini gitu aja hehe.. " ucap Jeff. "Seharusnya saya ngabarin dia dulu, maaff ya tan sudah menganggu istirahat nya.. " ucap Jeff tersenyum palsu.

__ADS_1


Ibu tersenyum, "Ngak, kamu ngak nganggu kog. Tante malah senang kamu mau main ke sini, apalagi yang kamu bilang tadi kalau kamu jauh - jauh datang dari sidney. Ya, kan sel..?" ucap ibu sambil melirik sela.


Sela tersenyum kikuk, "Ah, iya bu..", "Kamu jangan sedih ya, siapa tau besuk kamu bisa ketemu sama sekar. Yang sabar dulu.. " ucap ibu menenangkan. Jeff tersenyum, "It's okay, tan. Lain kali aku main ke sini lagi, kalau ngak ya janjian dulu sama sekar.. " ucap Jeff.


"Nah, begitu juga boleh.." ucap ibu tersenyum. "Oh ya, tan. Kalau boleh tau, sekar pergi nya sama cowok ya. Soal nya tante nyindir soal kencan tadi..?" ucap Jeff penasaran.


Ibu mengernyit, "Ah, iya. Tadi sebelum kamu datang, ada cowok yang jemput sekar kata nya sih mau ngajakin sekar nonton film di bioskop. Kalau ngak salah sih, nama nya kevin..." ucap ibu.


"Kevin..?, siapa dia.. " batin Jeff, ia berfikir sesaat.


"Ibuuu, aku haus. Aku minum ya, sirup nya hehe.. " ucap sela sengaja memecahkan suasana. Ibu tersadar "Eh..", "Ya, boleh. Sampai lupa karena keasikan ngobrol nih, ayo nak. Di minum dulu sirup nya, cookies nya juga di makan ya. Jangan di anggurin.. " ucap ibu pada jeff.


Jeff mengangguk, "Iya, tante.. " ucap Jeff. Sela berdiri, meraih jus lalu memberikan nya kepada jeff. "Ayo, di minum dulu. Lo pasti haus kan..?" ucap sela lembut, jeff melihat sela. Seketika jeff mengurai senyum, "Makasih ya, sel.." ucap jeff lirih. Sela tersenyum sesaat, lalu duduk kembali di samping ibu nya.


Mereka mulai meminum segelas sirup yang ada di tangan masing - masing. "Ah, segar banget.. " ucap sela, ibu melihat sela. "Enak kan, ibu beli varian baru di toko nya pak slamet.. " ucap ibu senang.


Sela mengangguk, "Sel, kamu ngak pengen belajar lagi. Besuk, kamu ada kelas loh..?" ucap ibu. Sela meletakkan gelas nya kembali ke atas meja, "Aku udah belajar tadi sore bu, nanti malam ku sambung lagi.." ucap sela melihat ibu.


"Sela.. " ucap Jeff, sela menoleh. "Iya.. " ucap sela, mereka saling melihat. "Buku yang kemarin, udah dapat belum..?" ucap Jeff penasaran. Sela berfikir, "Buku..?" batin nya, sela mulai teringat pada buku antalogi yang ia inginkan tempo hari.


"Ya, ya. Aku ingat, soal buku yang kemarin itu. Aku belum dapat, belum ngecek ke perpus lagi soal nya.. " ucap sela. "Hm, gitu. Mau ngak pergi ke sana sama aku, kita pinjam buku nya lagi. Siapa tau buku nya sudah di stample .." ucap Jeff.

__ADS_1


Sela terkejut, ia tak menyangka bahwa Jeff bisa mengatakan hal itu. Saat ini Jeff berfikir ingin mengajak sela pergi keluar, sekalian mencari tau keberadaan sekar pada sela.


"Ngak mungkin kalau si sela ngak tau soal kepergian sekar dan cowok itu. Gue harus bisa ngorek informasi dari dia .." batin Jeff tersenyum penuh arti.


__ADS_2