Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 60


__ADS_3

...Di halte, 20.19 a.m....



"Iya.., ini gue..!" ucap Jeff datar, Sela mengurai senyum. "Ayo, pu .. " ucap Jeff yang terpotong karena Sela langsung memeluknya.


"Jelangkung.., akhirnya ada orang yang mau nyamperin gue. Gue senang banget ngelihat lo lagi, gue takut di sini..." ucap sela begitu senang sambil memeluk Jeff dengan erat.


Degh..


Jeff membatu seketika, pelukan sela terasa hangat dan menyenangkan hingga membuat jantung Jeff berdebar.


"Ada apa denganku, kenapa aku bisa ngerasain ini sama sela.." batin Jeff yang sadar jika jantungnya berdegub kencang .


Hiks..


Hiks..


"Makasih, ya. Makasih banget karena lo mau nyamperin gue, gue takut banget tadi. Untung aja, ada lo yang datang tepat waktu.. " ucap Sela yang kembali menangis di pelukan Jeff.


Hiks..


Hiks..


Jeff jadi ikut bersedih mendengar tangisan sela. "Sel.., jangan nangis. Berhenti ya, jangan nangis lagi.. " ucap Jeff lirih sambil mengusap punggung sela. "Gue takut banget.., Jeff. Candy te-ga sama gue, di-dia nyuruh gue buat pulang sen-di-ri. Gue takut, ta-kut banget sama gelap.. " ucap sela di sela isakannya.


Jeff yang peka, ia langsung membalas pelukan sela. Pelukan Jeff sukses membuat hati sela menghangat dan nyaman saat di perlakukan seperti itu. "Udah ya.., sekarang lo ngak usah takut lagi. Gue ada di sini, lo ngak perlu sedih dan ngak usah khawatir lagi. Okay..?" ucap Jeff

__ADS_1


Sela mengendurkan pelukannya, kini kedua matanya melihat wajah Jeff sambil mengurai senyum. "Ma-makasih ya, lo baik banget sama gue. Gue juga mau berhenti nangis kog.." ucap sela sambil mengusap pipinya.


Jeff meraih tangan sela, "Jangan di usap pakai tangan, nanti iritasi. Sebentar ya..!" ucap Jeff sambil merogoh saku jasnya, kemudian mengeluarkan sapu tangan yang tersimpan di dalam sana. "Nih, pakai sapu tangan gue aja. Lebih halus dan ngak bikin iritasi .." ucap Jeff menyerahkan sapu tangan itu kepada sela.


Sela menerima sapu tangan yang di berikan oleh Jeff, ia mulai mengunakan sapu tangan itu untuk menyeka pipi dan kelopak matanya yang basah. Jeff melamun menatap sela, tanpa sadar tangannya bergerak sendiri merapikan poni sela yang berantakan. Sela terdiam merasakan sentuhan tangan Jeff yang sedang bergerak di wajahnya.


Jeff merapikan rambut sela ke belakang sambil senyum-senyum sendiri. "Cantik.." gumam Jeff , sela mengernyit. "Apa tadi..?" ucap Sela sengaja memastikan pendengarannya. Jeff tersadar, ia langsung menjauhkan tangannya dari wajah sela. "Ngak.., ngak ada..." ucap Jeff ngeles.


Sela tersenyum, "Aku ngak mungkin salah dengar, tadi Jeff bilang kalau aku cantik. Ah.., ternyata gini ya rasanya di puji sama cowok.." batin sela senang.


Jeff dan sela saling melirik, "Ayo, kita ke mobil. Gue anterin lo pulang, sekarang..!" ucap Jeff. Sela mengangguk, Jeff merangkul sela dan membawanya masuk ke dalam mobil. Setelah itu, Jeff pun mengantar sela pulang ke rumahnya.


__________________________________________


...Rumah Sekar, 20.22 a.m....



Sekar


Dari kedua belah pihak keluarga, mereka sama- sama setuju untuk mempercepat pernikahan kevin dan sekar. Mereka sudah memantapkan hati memilih tanggal 25 nanti sebagai tanggal pernikahan, apalagi mengingat tanggal itu adalah tanggal spesial bagi umat kristiani.


25 Desember 2020, akan menjadi moment tak terlupakan bagi kevin dan sekar. Dimana meraka akan mengikat janji pernikahan bersamaan dengan perayaan Hari Raya Natal.


"Jeng puspa, kami sekeluarga pamit pulang ya. Sekali lagi selamat buat Jeng puspa dan keluarga, kita bakalan jadi besan.." ucap Ketty sambil menyalami puspa, ibunya sekar. "Iya.., Jeng. Selamat juga buat kamu ya, hati-hati di jalan nanti..!" ucap Puspa membalas salam dari ibunya kevin.


"Pak Abi, saya dan keluarga pamit pulang dulu ya..!" ucap Vernone, ayahnya kevin. Pak Abi mengangguk, "Iya, Pak. Hati-hati ya di jalan dan terimakasih juga karena sudah berkunjung ke sini.." ucap Pak Abi, ayahnya sekar.

__ADS_1


Tante ketty menghampiri anaknya kevin yang sedang asik berbicara dengan sekar. "Vin, ayo. Kita pulang dulu, kamu masih bisa ngobrol lagi sama sekar besuk. Udah malam juga nih, ngak enak sama tetangga .." ucap ketty pada kevin. "Iya, Bu.." ucap Kevin menurut.


Tante ketty melihat Sekar, "Sekar, jaga dirimu baik- baik ya. Jaga kesehatan juga, sebentar lagi kamu kan mau menikah.." ucap Ketty sambil mengusap rambut sekar. "Iya, tante.." ucap sekar yang senang akan perhatian dari ibunya kevin.


"Ya sudah, kalau begitu tante sama kevin pulang dulu ya..!" ucap ketty pada sekar, sekar mengangguk. "Iya, tante. Silahkan..." ucap sekar. Tante ketty dan suaminya berjalan keluar lebih dulu. Kevin juga hendak pergi, namun langkahnya tertahan.


Kevin menoleh ke belakang, ia melihat sekar yang masih berdiri di teras. Kemudian, kevin melambaikan ke arah gadis itu. Sekar mengurai senyum dan membalas lambaian tangan Kevin.


_____________________________________________


...Mobil Jeff, 20.23 a.m....


Saat di perjalanan pulang..


Jeff


Jeff melirik sela, gadis itu sedang berkaca sambil membersihkan wajahnya mengunakan sapu tangan yang ia berikan tadi. Jeff senyum - senyum sendiri sambil mengingat setiap moment pertemuannya dengan Sela.


Pertama kali adalah moment di saat mereka berpelukan di teras perpustakaan malam itu, makan di angkringan bersama lalu yang terakhir melihat sela menangis dan berpelukan di halte.


"Maaf ya, jelangkung. Gue malah ngerepotin lo malam-malam gini, mana sapu tangan lo jadi kotor gara-gara gue.. " ucap sela merasa tak enak. Jeff tersadar dari fikirannya, ia kembali melirik sela yang barusan mengajaknya bicara.


"Ngak papa, nanti tinggal di cuci. Muka lo cuma basah nangis ya, bukan kena air comberan.." ucap Jeff dengan nada becanda. "Ih, ngomong nya begitu lagi, kan. Yang bersahabat dikit donk sama gue, abis di peluk juga. Masih aja.., ngeselin .." ucap sela menyindir Jeff.


Jeff terkekeh, "Lo kan yang meluk gue duluan, bukan gue ya yang minta .." ucap Jeff sambil memperhatikan jalan. Sela manyun, "Ya, tetap aja lah. Lo dapat enaknya juga kan, mana... tadi lo meluk gue kencang gitu.. " ucap sela yang jadi baper teringat pelukan di halte tadi.


Jeff jadi salah tingkah, "Gue ngak ada maksud apa-apa kog, tadi gue meluk lo.. karena rasa simpati aja. Jangan salah paham dulu ya .." ucap Jeff menyangkal. Sela tersentak, "Gue, salah paham? Engak ya. Geer banget sih, lo .." ucap sela ikut menyangkal perasaannya.

__ADS_1


Jeff terkejut, entah kenapa ia sedikit kecewa saat sela bilang tidak. Jeff fikir sela tipe orang yang peka, tetapi sela malah ikut membalas sikapnya. Sela sendiri juga sedang berfikir hal yang sama, ia merasa jika Jeff sedang membatasi jarak di antara mereka.


__ADS_2