
Jeff menurunkan ponselnya, lalu memutus sepihak sambungan telfon mereka. "Gue ngak salah dengar kan tadi, barusan itu dia bilang ... cinta, sama gue..?" gumam Jeff yang kemudian menyandarkan kepalanya ke jok.
Tut..
...Tut.....
^^^Panggilan berakhir...^^^
Di ujung telfon, Sela terkejut dan langsung menutup mulutnya karena ia tersadar jika tadi melamun saat bertelfonan dengan Jeff. Sela mengecek riwayat panggilannya, ternyata ia dan Jeff bertelfonan hanya memakan waktu 10 detik saja.
Sela mencoba menelfon Jeff kembali, namun Jeff malah menolak telfonnya. Sela mengulangi panggilannya sampai 3 kali, tetapi pria itu tetap menolak untuk menjawab telfon darinya.
Sela berdecak kesal, "Jeff lagi kenapa sih? Kenapa telfon gue ngak di angkat juga sama dia, di reject terus dari tadi. Hih..!" resah Sela pada ponselnya.
Ting..
[Jangan nelfon terus, gue udah mau sampai ke hotel nih. Jangan lupa, lo harus berdiri di lobi! Sambut gue layaknya tamu VIP ya, Sel.. 😝] dari Jeff.
Sela tercengang, "Astaga..., nih cowok emang ngeselin ya. Gue telfon ngak di jawab, malah ngechat kayak gini. Huh, untung aja lo ganteng kalau engak gue slepet nanti ..!" ucap Sela menahan kesal.
Sela menutup ponselnya, ia bangkit dari tempatnya. Setelah itu beranjak dari sana dan beralih ke depan lobi. Tak berselang lama, mobil Van warna putih mulai berhenti di depan Sela.
Sela memundurkan langkahnya ke belakang satu kali, ia takut salah orang. Selang beberapa saat, sesosok pria mulai keluar dari mobil. Pria itu tak lain adalah Jeff. Jeff menurunkan koper nya dari bagasi, setelah ia membayar tip kepada si sopir taxsi.
Sela langsung menghampiri Jeff lalu menyapa pria itu, "Jeff.. " ucapnya. Jeff menoleh, "Ya.." ucap Jeff sambil mengurai senyum.
Sela dan Jeff kini saling pandang, "Syukurlah, Jeff. Akhirnya, lo tiba juga di sini dengan selamat, gue senang bisa ngelihat lo lagi. Selamat datang di Bali, ya...!" ucap Sela sambil menepuk bahu Jeff pelan.
Jeff tersenyum tipis, "Iya, gue juga .." ucapnya lirih. "Gimana perjalanan lo tadi, ah ya. Lo udah sarapan belum..?" ucap Sela cemas. Jeff malah tertegun dan mengulas senyum memandangi Sela.
Sela nampak cantik dengan balutan mini dress motif floral, bagai sosok gadis manis di musim semi. Sela mengernyit, ia heran karena pria di hadapannya hanya tersenyum dan tak kunjung menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
"Jeff.." ucap Sela sambil mengoyahkan bahu Jeff sesaat. Jeff pun tersadar, "Egh.." , "Lo tanya apa tadi? Maaf, gue kurang focus.. " ucap Jeff cengengesan. Sela tersenyum kikuk, "Tadi gue nanya, lo udah sarapan apa belum..?" ucap Sela mengulangi ucapannya.
"Udah kog, tadi gue sempat sarapan dikit sih di pesawat. Tapi ya gitu, masih aja lapar.." ucap Jeff sambil mengusap perutnya. Sela terkekeh, "Kebetulan banget .., gue juga belum sarapan nih. Nanti kita sarapan bareng ya, tapi sebelum itu lo harus cek in dulu.." ucap Sela. Jeff mengangguk.
Saat Sela hendak membawa Jeff masuk ke dalam lobi, ia tak sengaja melihat Sekar dan Kevin yang baru saja kembali dari pantai. Sela tertegun sesaat, setelah itu melihat Jeff yang kini melamun menatapnya.
Sela langsung memeluk Jeff di saat Sekar dan Kevin hampir mendekati area lobi. Sejenak Jeff terkejut saat Sela tiba-tiba memeluknya, "Sela... kenapa dia meluk gue, apa dia pengen nyambut gue dengan ngasih pelukan kayak gini..?" batin Jeff.
Jeff sangat senang saat Sela memeluknya tanpa di minta. Perlahan ia membalas Sela dengan merengkuh tubuhnya dan memberikan pelukan di sana.
Sela tersenyum puas, sejujurnya ia hendak memberitahu Jeff akan kedatangan Sekar dan Kevin namun karena ia fikir Jeff sudah peka jadi Sela mengurungkan niatnya.
Sekar menghentikan langkahnya di anakan tangga yang pertama, ia tertegun melihat Jeff dan Sela yang kini berpelukan di depan mata nya. Kevin juga ikut menghentikan langkahnya, lalu ia melihat Sekar yang mendadak berhenti.
Kevin merasa heran karena Sekar tiba-tiba saja berhenti, "My love, kamu kenapa berhenti. Ada apa..?" ucap Kevin sambil menyentuh lengan Sekar. Sekar melihat Kevin, ia menggeleng.
"Engak.., ngak ada apa-apa.." ucap Sekar yang jadi ling lung. "Hm, aku fikir kamu kenapa. Ya sudah, ayo kita masuk.." ucap Kevin. "Ya.." ucap Sekar lirih.
Sekar menghela nafasnya, lalu mengikuti Kevin yang kembali menaiki tangga hingga mereka sampai di teras lobi. Pandangan Kevin dan Sekar terus mengawasi dua pasang pria dan wanita yang sedang berpelukan di lobi, Kevin menghentikan langkahnya saat menyadari jika wanita yang berpelukan saat ini adalah Sela.
Perlahan Sela melepas pelukannya pada tubuh Jeff. Jeff pun melakukan hal yang sama, mereka saling pandang. "Kamu suka sambutan ku, kan? Selamat datang ya, Jeff.." ucap Sela lirih sambil menyentuh wajah Jeff.
Jeff tersenyum tipis, lalu menarik pinggang Sela hingga lebih mendekat ke tubuhnya. "Aku suka, kamu cukup peka hari ini. Lalu.., apa maksud dari ucapanmu saat di telfon tadi. Apa kamu diam-diam mulai tertarik padaku..?" ucap Jeff.
Sela terkejut, "Ucapan, ucapan yang mana..? Perasaan, gue ngak ngomong apa-apa sama dia.. " batin Sela bingung.
Sela tersenyum kikuk, "Ten-tentu saja, aku tertarik. Bagaimana bisa aku ngak tertarik sama kamu, kamu pria yang luar biasa.." ucap Sela setengah berbisik.
Jeff tersenyum lebar, "Akhirnya .., kamu mau mengakuinya. Ayo, ulangi ucapanmu saat di telfon tadi. Aku mau mendengarnya lagi..!" ucap Jeff mendesak Sela.
Sela mengernyit, "Hah.., ucapan yang mana, gue jadi bingung gini. Emang, gue ngomong apa sih..?" batin Sela yang lupa akan ucapannya sendiri.
__ADS_1
Sekar memberanikan diri berjalan mendekati Jeff dan Sela. "Sekar, kamu mau ke mana?" ucap Kevin yang terkejut karena Sekar pergi begitu saja. Kevin langsung menyusul Sekar yang berniat menghampiri adiknya dan sosok pria asing itu.
"Sela, Jeff.." panggil Sekar yang kini sudah berdiri di samping Sela. "Sekar.." ucap Jeff saat melihat kedatangan gadis itu, Sekar menoleh. "Jeff.., kenapa kamu bisa ada di Bali? Seingat ku, aku tak mengundangmu ke sini.." ucap Sekar penasaran.
Jeff dan Sela saling pandang, "Ah.., itu kak. Jeff datang ke sini atas undanganku, dia kan juga teman kakak. Jadi ku rasa.., tak masalah jika aku mengundangnya ke pernikahan kakak.." ucap Sela menjelaskan.
"Ya, Sela benar. Aku datang ke sini, ingin ikut serta meramaikan acara pernikahanmu. Kamu tak keberatan, kan Sekar..?" ucap Jeff
Sekar terdiam, "Aku memang sengaja tidak mengundang Jeff ke acaraku. Tapi kenapa Sela malah mengundangnya, seharusnya sela bertanya dulu kepada ku .." batin Sekar gelisah.
"Sa-sama sekali, aku tak merasa keberatan. Aku minta maaf ya, karena aku tak mengundangmu ke acara ini. Aku fikir mungkin kamu akan sibuk dengan pekerjaanmu yang ada di jakarta, sekali lagi. Aku minta maaf.." ucap Sekar.
"Tidak, aku tidak sibuk. Nyatanya aku ada di sini sekarang, soal undangan. Kau tak perlu merasa bersalah, aku datang ke sini karena Sela yang memintaku.. " ucap Jeff mencoba memanas- manasi hati Sekar.
Sekar merasa canggung, entah kenapa ia tidak senang akan kedatangan Jeff yang berniat menghadiri acara pernikahannya. Sekar juga merasa sedih melihat kedekatan Jeff dan Sela yang semakin intenst.
"Sekar.." panggil Kevin yang baru saja tiba di hadapan mereka, mereka bertiga langsung menoleh ke arah Kevin. "Siapa pria ini? Apa pria ini calon suaminya Sekar.." batin Jeff sambil menatap sosok Kevin.
"Mas Kevin, aku fikir kamu masuk ke dalam tadi..?" ucap Sekar gugup. "Belum, kan tadi aku lagi sama kamu. Tapi kamu nya malah ke sini, nyamperin Sela.." ucap Kevin kebingungan dengan sikap Sekar yang mendadak aneh.
"Ah, iya. Aku lupa.." ucap Sekar sambil cengar- cengir. "Sekar, ini calon suami kamu ya..?" ucap Jeff memberanikan diri bertanya lebih dulu. Kevin dan Sekar menengok ke arah Jeff, "Ya, dia ini calon suamiku. Namanya Kevin, ayo kalian kenalan dulu..!" ucap Sekar.
"Kenalin, nama gue Kevin. Salam kenal, ya.." ucap Kevin sambil mengulurkan tangannya ke arah Jeff. Jeff tersenyum, lalu membalas uluran tangan Kevin. "Gue Jeff, salam kenal juga ya .." ucap Jeff.
Kevin dan Jeff melepas genggaman mereka satu sama lain. "Jeff, kalau boleh tau kamu siapanya Sekar ya, soalnya aku baru lihat kamu sekali ini ..?" ucap Kevin penasaran.
Jeff melirik Sekar sesaat, "Gue teman lama dia dari sidney, kebetulan gue lagi ada kerjaan di jakarta. Terus, gue di undang sama Sela buat hadir di acara pernikahan lo dan Sekar.." ucap Jeff berusaha ramah.
"Hm, gitu ya. Ya sudah, kalau begitu ayo kita masuk ke dalam. Lo pasti belum cek in kan, ayo biar gue temanin ..!" ucap Kevin yang langsung mengangkat koper Jeff dan berniat membawa nya masuk ke dalam hotel.
Jeff terkejut, ia langsung menghentikan Kevin yang berniat membawakan kopernya. "Koper nya biar gue bawa sendiri aja, ya..!" ucap Jeff. "Lo pasti capek habis perjalanan jauh, mending gue aja yang bawa.." ucap Kevin.
__ADS_1
"Ta-tapi ini kan koper gue, gue masih kuat kog buat bawa kopernya sendiri. Ngak usah ya, mending lo bantuin gue buat cek ini aja.." ucap Jeff mendesak Kevin.
Kevin menghela nafasnya, ia menurunkan koper Jeff kembali. "Ya udah deh, nih gue balikin. Gue bantuin lo buat cek in aja ya, lo puas kan sekarang.. " ucap Kevin becanda. Jeff tertawa.