Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 77


__ADS_3

...Cafe Tanamera...



Rio dan Kemala kembali tersenyum, mereka tertawa lebih tepatnya menertawai ketegangan di antara mereka yang kini berakhir mengejut kan. Cang kipli tersenyum senang, melihat tawa lepas dua pasang anak muda yang ada di hadapannya.


"Ehemm.., ya sudah. Kalau begitu, kakek tinggal ke belakang ya. Kalian lanjutkan saja lagi pembicaraan tadi.." ujar cang kipli, Rio dan kemala berhenti tertawa. "Eh.., kenapa kakek pergi? Kakek ngak mau ikutan ngobrol sama kami, kami lagi ngomongin hal yang seru loh.." ucap Rio yang mencoba mencegah kepergian Cang kipli.


"Nggak.., lebih baik kalian saja yang ngobrol. Kakek mau lanjut ngaji di belakang. Oh ya, La. Nanti jangan kamu habisin semua martabak nya ya, tolong kamu sisain juga buat kakek.." ucap cang kipli.


"Iya, Kek. Kakek tenang saja, ngak bakal Mala habisin sendiri kog..." ucap Kemala sambil meletak kan secangkir kopi milik Rio ke atas meja.


"Ya sudah, kakek ke belakang dulu! Kalian berdua yang baik-baik. Kamu juga bule china, jangan keseringan gombalin cucuku ya..!" ucap cang kipli.


Rio tersenyum kikuk, "I-iya, Kek. Saya nggak sering kog, cuma kadang-kadang saja.." ucap Rio sambil cengar-cengir. Kemala jadi tersipu mendengar ucapan Rio, Cang kipli tersenyum simpul. Kemudian, pria paruh bayah itu mulai beranjak pergi dari hadapan mereka.


Selang beberapa saat..


Kini Rio dan Kemala beralih duduk di set meja yang ada di depan teras cafe. Mereka kembali melanjutkan obrolan mereka yang sempat tertunda saat di dalam cafe tadi.


Rio dan Kemala saling pandang, mereka saling melirik sebelum salah satu dari mereka kembali bicara. Rio berdehem, "Duduk di sini enak ya, anginnya bikin hati kita jadi sejuk.." ucap Rio sambil melihat sekitar.


"Iya, benar. Biasanya.., aku juga sering duduk di sini, apalagi pas aku lagi suntuk di dalam cafe. Duduk kayak gini sambil diam, rasanya nyaman banget .." ucap Kemala sambil menghirup udara luar cafe.


"Bikin lega hati kan, emang iya. Nyaman banget duduk di sini, apalagi ... di temanin bidadari sholehah kayak lo, La .." ucap Rio cengengesan.

__ADS_1


Kemala tertawa pelan, "Ih.., Rio.. kan aku udah bilang sama kamu. Aku belum sesolehah itu, malu tau kamu ledekin itu setiap kali kita ketemu.." ucap Kemala sambil menutup mulutnya.


"Maaf, maaf. Gue becanda, lagian emang benar kog. Kamu di lihat-lihat sudah mirip gadis sholehah, pakaiannya tertutup, berhijab dan kamu juga pandai bersikap.." ucap Rio.


"Ya.., alhamdulillah kalau kamu fikir begitu. Aku masih belajar nih, masih banyak salah juga, Yo.." ucap Kemala sembari tersenyum.


"Banyak salah itu wajar, La. Ngak papa kog, asal kan nanti kamu mau mengintrospeksi diri. Kamu harus belajar lebih giat lagi, setiap orang bisa jadi sosok yang lebih baik kog. Yang penting kita masih ada tekad .." ucap Rio memberi saran.


Kemala mengangguk, "Iya, Yo. Makasih ya, seneng deh. Kita bisa sharing kayak gini, ternyata kamu orangnya dewasa, ya. Meskipun kita ngak seiman, tapi kamu hebat karena kamu bisa memberikan ku saran seolah-olah kita sama .." ucap Kemala.


"Ya, sama-sama. Tadi gue sempat bayangin ada di pososi kamu .." ucap Rio. Kemala tertegun, "Tadi itu.., kamu sempat bayangin agama ku juga, nggak..?" ucap Kemala sengaja memancing Rio.


Rio menghela nafas, "Ya, ke bayang. Tapi, cuma sebentar. Aku masih sama.., agama ku juga.." ucap Rio ragu-ragu.


Kemala tersenyum getir, "Ah.., iya, ya. Benar seperti itu, tak masalah. Tuhan kita tetaplah sama, hanya berbeda penyebutan saja kan.." ucap Kemala bersikap toleransi. Rio mengangguk.


"La.., sejujurnya gue datang ke sini karena gue mau pamitan sama lo. Gue mau pergi ke Bali besuk, di sana cuma tiga hari kog.." ucap Rio.


Kemala tersenyum, "Tumben.., kamu pamitan segala sama aku. Aku sepenting itu ya, buat kamu..?" ucap Kemala menggoda Rio. Rio tersipu, "Ya, penting ngak penting sih. Egh.. , penting kog.. " ucap Rio ragu-ragu.


Kemala terkekeh, "Ya, ya. Terus.., kamu ke Bali itu ada tujuan apa. Ada kerjaan di sana, kah..?" tanya Kemala. Rio menggeleng, "Enggak.., gue ke Bali karena temanku ada yang mau menikah di sana.." ucap Rio.


"Kalau boleh tau, teman kamu itu namanya siapa? Soalnya, aku juga ada teman yang mau menikah di Bali. Temanku itu cewek kog dan dia tetanggaan sama aku. Namanya Sekar.." ucap Kemala yang merasa de javu.


Rio terkejut, "Sekar? Serius, itu nama teman lo ..?" ucap Rio tak percaya. "Ya, serius. Kamu masih ingat ngak, waktu kamu nganterin aku pulang. Nah, waktu itu kita berhenti di rumah no. 10 dan kebetulan itu rumahnya Sekar..." ucap Kemala sambil memainkan jari-jari nya.

__ADS_1


Rio tersentak, ia berfikir sesaat mengingat-ingat kejadian waktu itu. Rio pun sadar, jika Sekar yang di maksud Kemala adalah sosok Sekar yang sama.


"Ya, gue ingat. Astaga.., ternyata lo temannya Sekar ya. Mana kalian tetanggaan lagi, kalau gue sendiri sih udah temenan lama sama si Kevin, calonnya Sekar .." ucap Rio antusias.


"Wah.., bisa kebetulan ya. Dunia memang lah sempit, sampai takdir mempertemukan kita yang sama-sama dekat dengan mereka .." ucap Kemala senang. "Ya, lo benar. Mungkin.., takdir memang sedang berpihak pada kita.." ucap Rio.


...________________________________________...


...Restaurant Kuta, 18.12 a.m....



"Jeff ngak papa kan, ya? Yang tadi itu dia kelihatan kesakitan gitu, apa dia lagi sakit perut..?" tanya Aya pada Sekar dan Kevin. Sekar dan Kevin saling pandang, mereka tersenyum kikuk.


"Aya, kamu yang tenang, ya! Jeff udah di tolong sama Sela, tadi kan mereka bilang mau ke toilet. Mungkin saja, tadi Jeff lagi salah makan.." ucap Sekar beralasan. Aya terdiam.


"Hm.., gitu ya. Semoga aja.., Jeff ngak kenapa - napa. Aku jadi khawatir sama dia, mana yang nolongin Sela lagi. Bisa ngak ya, dia ngurusin Jeff.." ucap Aya sambil mengigit jarinya.


"Aya, sudah lah! Jeff akan baik-baik saja, kamu ngak perlu sampai secemas ini. Sela pasti bisa mengurus Jeff dengan baik, kita do'a kan saja ya semoga hanya sakit perut biasa..." ucap Kevin menenangkan Aya.


Aya mengangguk, "Ya, semoga saja.." ucap Aya yang masih saja khawatir. "A-apa aku samperin mereka saja, ya. Siapa tau, Sela butuh bantuan ku.." ucap Aya.


"Jangan..!" ucap Kevin dan Sekar bersamaan, Aya terdiam. "Ke-kenapa jangan? Aku benaran khawatir loh sama Jeff..." ucap Aya yang panik sendiri.


"Ngak usah, Ya..!" ucap Kevin, "Iya, ngak usah. Kamu ngak perlu nyamperin mereka, barusan Sela ngechat aku. Dia bilang, setelah urusan di toilet selesai. Dia mau nganterin Jeff ke kamar nya, biar Jeff juga lekas istirahat.." ucap Sekar terpaksa berbohong.

__ADS_1


__ADS_2