Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 50


__ADS_3

^^^Jakarta Selatan, 18 Desember 2020^^^


...Ballroom Krisantium, 18.58 a.m....



3 hari sudah berlalu, gedung yang awal nya berisi kerangka kini sudah berubah menjadi tempat resepsi yang cantik dan mewah.


Sekar


"Sekar.. " panggil Aya dari arah utara. Saat itu sekar tengah berbincang dengan para pelayan hingga tak menyadari panggillan Aya, asistentnya. "Duh, pasti sekar ngak dengar deh.." gumam Aya. Aya pun menghampiri Sekar yang tengah berdiri di sisi timur.


"Semua hidangannya sudah siap kan, sudah lengkapkan ya..?" ucap sekar sambil melihat catatan. "Sudah, Bu. Semuanya sudah beres, sudah jadi seperti permintaan anda.. " ucap ketua pelayan. Sekar yang mendengarnya tersenyum puas, "Bagus, bagus. Nanti setelah acara pembukaan, semua hidangan langsung di sajikan saja ya kepada para tamu...!" ucap sekar.


Para pelayan saling pandang sesaat, "Baik, Bu.." ucap mereka. Sekar menutup catatannya, "Dan satu lagi, kue-nya langsung di letakkan di tengah saja ya.." ucap sekar menunjuk ke arah tengah.


Ketua mengangguk, "Siap, Bu.." ucap ketua pelayan. Kemudian ketua melirik aji, "Ji, aji. Nanti kamu ke belakang ya ambil kue-nya lalu taruh di sana..!" ucap ketua memberi arahan. "Baik, Pak.. " ucap aji. Aji melihat semua orang, "Saya, permisi dulu..!" ucap aji setelah itu beranjak pergi ke belakang.


Selang beberapa saat..


"Bha..!!" ucap Aya sengaja mengangetkan sekar dari belakang, sekar pun terkejut. "His, Ayaa..!!" geram sekar, Aya tertawa melihat reaksi sekar. "Jangan ngagetin aku..., kamu kayak anak kecil deh sukanya jahil.." ucap sekar berpura-pura memarahi temannya. Aya pun berhenti tertawa, "Abisnya, kamu di panggil ngak dengar sih. Ya udah, aku kagetin aja.." ucap Aya sambil manyun.


Sekar melirik Aya, "Kapan? sorry ya. Aku ngak dengar tadi, kalau tau pasti ku jawab.. " ucap sekar sambil tersenyum. "Iya, ngak papa. Tapi sekar, kamu jangan terlalu tegang begini. Dari tadi aku lihat kamu mondar - mandir terus, berasa lagi nyiapin acara anaknya presiden.. " ucap Aya meledek sekar.


Sekar tersenyum kikuk, ia memang sangat serius dengan acara resepsi kali ini. Apalagi ini adalah acara resepsi milik Lila dan Erik, calon kakak iparnya. Sekar pun berusaha keras agar tak mengecewakan mereka, tentunya juga untuk mendapatkan simpati dari sang calon mertua.

__ADS_1


"Siapa yang tegang? Aa.. aku ngak tegang kog. Aku biasa aja, perasaan kamu aja kali.." ucap sekar ngeles. Aya merasa jika sekar tengah berbohong, entah kenapa sekar seperti orang yang sedang menyembunyikan sesuatu. "Hm, begitu ya. Pantes aja, teman ku satu ini dapat julukkan karyawan teladan di kantor. Bagus, bagus, kamu memang pekerja keras, Nak.." ucap Aya sambil merapikan jas sekar.


Sekar tertawa, ia merasa lucu saat di puji oleh Aya. "Apa sih, ya. Siapa sih yang jadi karyawan teladan, aku ngak ngerasa begitu.. " ucap sekar ngeles. ''Ih, ngak mau ngakuin ya. Asal kamu tau ya, semua orang di kantor pada tau kali. Sekar adalah sosok anak angkat pak wijaya yang hilang .." ucap Aya menggoda sekar.


Drapp..


Drapp..


"Ehem.. ", "Lagi ngomongin apa sih? Kelihatannya seru sekali hehe.. " ucap Pak wijaya yang baru saja datang. Sekar dan Aya seketika terkejut, mereka langsung melihat sosok atasannya. Aya tersenyum kikuk, seperti maling yang tertangkap basah. Aya langsung ketakutan sekaligus gugup melihat atasannya, ia langsung berlindung di belakang sekar.


"Selamat pagi, pak. Aduh, bapak terlihat tampan sekali malam ini hehe.. " ucap Aya sambil cengar - cengir. Pak Wijaya terkekeh, "Terimakasih, pujiannya ya Aya. Kamu juga terlihat cantik.. " ucap Pak Wijaya. Aya tertegun "Makasih pak, atas pujiannya.." ucap Aya sambil menyetuh lengan sekar untuk meredakan rasa gugupnya.


"Selamat malam ya, Pak. Semoga Anda suka dengan hasil kerja yang saya lakukan dan tim..." ucap sekar pada atasannya. Pak Wijaya tersenyum, lalu mengedarkan mata melihat ke sekeliling.


Aya dan sekar tersenyum, mereka sangat senang mendengar pujian dari mulut atasannya. "Ah, iya terimakasih Pak.. " ucap Aya, "Terimakasih kembali, Pak.." ucap sekar sambil menundukkan kepala.


Pak wijaya tersenyum, kemudian ia melihat Aya. "Aya, saya haus.Tolong, ambilkan teh untuk saya.." ucap Pak wijaya sengaja menyuruh Aya pergi. Aya tersentak, "Ah, iya Pak.. akan saya ambilkan. Tunggu, sebentar...!" ucap Aya. Aya pun beranjak pergi meninggalkan Sekar dan Pak Wijaya.


Pak Wijaya dan sekar saling pandang, "Pak jaya, maaf jika saya bertanya. Apa Anda salah satu satu tamu di sini karena tak biasanya bapak datang ke lokasi..?" ucap Sekar. "Itu yang ingin saya katakan ke kamu, saya mendapat undang kemarin. Kebetulan, jadwal saya kosong malam ini jadi saya datang.. " ucap Pak wijaya.


"Hm, begitu. Ya sudah, mari saya antar ke meja tamu, Pak. Saya tidak ingin membuat Anda terlalu lama berdiri.. " ucap sekar, Pak Wijaya mengangguk. Sekar membawa atasannya untuk duduk di salah satu meja yang kosong.


Sekar menarik kursi untuk atasannya, setelah itu Pak Wijaya pun duduk di sana. "Terimakasih ya, Sekar. Kamu pengertian sekali.. " ucap Pak wijaya senang. Sekar tersenyum, "Bapak lebih tua dari saya, wajar jika saya bersikap seperti ini.. " ucap Sekar.


"Anak ini begitu baik dan sangat menghormati orang yang lebih tua, dia memang pantas di juluki anak angkatku di kantor.." batin Pak wijaya.

__ADS_1


"Pak, Anda tunggu di sini saja ya. Para tamu akan segera datang, saya izin untuk kembali bekerja. Permisi .." ucap sekar. "Iya, silahkan..!" ucap Pak wijaya sembari tersenyum. Sekar pun beranjak pergi dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


____________________________________________



Lila


Lila, Erik dan kedua orang tua mereka terkagum - kagum melihat keindahan tempat acara resepsi yang begitu mewah dan cantik. Semuanya nampak sama seperti yang ada di desain, ada kepuasaan tersendiri di hati mereka mengetahui bagaimana hasil kinerja tim IO dari perusahan Sekar. Sangat memuaskan


Lila tertegun, ia tak menyangka jika hasilnya akan sebagus ini. "Astaga, tempat ini jauh lebih bagus dari yang ku perkirakan tempo hari. Aku benar - benar kalah dari Sekar, harus ku akui. Dia memang sangat pintar di bidangnya.. " batin Lila terpesona.


Aya yang melihat kedatangan mereka, ia langsung berhampur ke arah mereka yang tengah berdiri di pintu masuk. "Selamat malam, tuan, nyonya.. " ucap Aya ramah. Mereka melihat Aya, "Selamat malam juga ..." ucap mereka bersamaan.


"Pasti yang cantik dan tampan ini adalah pemilik acaranya kan, selamat datang ya. Perkenalan nama saya Aya, saya asistentnya nona Sekar.." ucap Aya. Lila mengamati Aya dari atas sampai bawah, "Beruntung sekali, Sekar. Dia memiliki asistent pribadi.. " batin Lila iri.


"Nona Aya, kalau boleh tau. Di mana Sekar, kami ingin sekali bertemu dengannya..?" ucap Erik. Aya tertegun, "Maaf ya, Tuan. Nona sekar tengah mengurus bagian keamanan, jadi biar saya saja ya yang menemani kalian.. " ucap Aya.


"Hm begitu, ya sudah tak masalah. Kami akan menemuinya nanti.." ucap Erik. "Baiklah, tak usah berlama - lama. Mari, saya antarkan ke dalam.. !" ucap Aya. Mereka mengangguk, kemudian berjalan mengikuti Aya hingga ke singgasan pengantin.


"Silahkan duduk, semuanya..!" ucap Aya, "Baik.." ucap mereka. Mereka semua pun duduk di tempat masing - masing, Erik dan Lila kini duduk di kursi yang ada bagian tengah.


"Dek, kamu senang ngak? Acara kita malam ini begitu indah ya, semoga semuanya berjalan dengan lancar.. " ucap Erik sambil mengamati sekeliling. "Tentu saja senang, Mas. Ini sangat indah dan cantik, kita do'a kan saja semoga acaranya juga berjalan dengan baik.. " ucap Lila sambil menatap Erik. Erik mengangguk, lalu tersenyum manis pada istrinya.


"Mengalah, tidak semudah itu. Aku adalah pemenangnya dan kamu akan tetap berada di bawah kaki ku.. " batin Lila tersenyum licik.

__ADS_1


__ADS_2