
Di meja makan...
Ibu tersenyum, "Makasih ya, vin. Oh ya satu lagi, IO nya itu.. dulu satu SMA sama kamu loh.." ucap ibu. Aku terkejut, "Satu SMA..?" ucap ku. Ibu mengangguk, "Iya,kalian satu SMA. Dia orang nya baik vin, kamu pasti senang pas ketemu sama dia.." ucap Ibu cengengesan.
"Aku dan dia satu SMA, siapa ya..?" batin kevin.
Selang beberapa menit..
Aku baru saja menyelesaikan sarapan ku, "Ayah, ibu. Aku sudah selesai.." ucap ku. "Aku juga .." ucap ayah. Aku dan ayah bangkit dari tempat nya, ibu memperhatikan ku dan ayah.
"Mas, vin. Kalian mau berangkat ke kantor sekarang ya..?" ucap ibu. "Mas berangkat nanti, dik. Ngak tau kalau kevin.." ucap ayah, ibu melihat ku. "Kalau kamu, vin..?" ucap ibu, "Kevin mau berangkat sekarang, bu. Toh, ini adalah hari pertama kevin bekerja, kevin ngak mau telat.." ucap ku.
Ayah dan ibu tersenyum ke arah ku, "Vin, ayah suka semangat kamu. Pertahankan..!!" ucap ayah. "Siap, yah.. " ucap ku sambil tersenyum.
"Ya sudah, kevin berangkat dulu.. " ucap ku.
Aku hendak melangkah pergi, "Tunggu, vin.. " ucap ibu. Tiba-tiba ibu menghentikan ku, aku pun menoleh kembali pada nya. "Kevin sayang, kamu mau di buatin bekal ngak..?" ucap ibu, kevin mengernyit. "Ngak usah, bu. Aku bisa makan siang di kantor nanti.. " ucap ku.
"Tapi, viiinn.." ucap ibu, "Udah, bu. Ngak usah, aku bisa makan siang di kantor kog. Ibu jangan khawatir.. " ucap kevin. "Ya sudah, tapi nanti kamu jangan sampai lupa makan ya.." ucap ibu.
Aku mengangguk, "Iya, bu. Ya sudah, kevin izin berangkat kerja dulu.." ucap ku kepada ayah dan ibu. "Iya, vin.." ucap ayah dan ibu, setelah berpamitan. Aku pun beranjak dari meja makan.
____________________________________________
Jakarta selatan, 13 Desember 2020
Di kantor, sekitar pukul 07. 45 p.m.
Aku baru saja keluar dari lift, kini aku tengah menginjakkan kaki di lantai 3. Terlihat di ruangan lantai 3, sudah ada beberapa staff yang tengah duduk di kursi kerja mereka.
Aku pun menghampiri mereka dan berniat menyapa sejenak, sebelum aku masuk ke dalam ruangan ku.
Mereka berempat menyadari kehadiran ku, lalu mereka mengulas senyum ke arah ku. "Selamat pagi, semua nya.." ucap ku sambil tersenyum. Mereka berempat langsung berdiri dari tempat nya, mereka nampak sungkan pada ku.
__ADS_1
"Selamat pagi juga, tuan.. " ucap mereka, "Salam kenal ya, saya kevin. Direktur keuangan yang baru.." ucap ku. "Salam kenal juga, tuan. Kami senang bisa bekerja dengan anda.." ucap mereka.
"Kami semua juga sudah tau, jika tuan kevin akan bergabung di perusahaan ini.. " ucap Bimo. Aku tertegun, "Pasti dari ayah saya ya.." ucap ku. Mereka mengangguk, "Iya, tuan.." ucap Bimo. Ku hela nafas ku, "Em.. kalian jangan terlalu formal dengan saya. Kita di sini sama-sama kerja, jadi tidak perlu sungkan. saya akan menjadi teman kalian.." ucap ku.
Mereka tersenyum pada ku, " Hm.. ya sudah, silahkan kalian duduk kembali. Saya hanya ingin menyapa saja .." ucap ku. "Baik, tuan.." ucap mereka.
Aku pun melangkah kembali ke ruangan ku, yang tempat nya ada di sebelah barat ruangan staff.
___________________________________________
Setelah kevin beranjak pergi, para staff yang ia sapa tadi mulai bergibah. "Ya tuhan, anak kedua bos seganteng itu ya..." ucap Sindy pada Lia. "Iya, sin. Ternyata pak kevin ganteng nya 11,12 sama bos Erik.. " ucap Lia terpesona.
"Iya, duh. Jadi pengen deh.." ucap Sindy sambil senyum-senyum . "Pengen apa tuh, kalau gue sih pengen ngarungin. Gue bawa pulang sekalian.." ucap Lia. Sindy tersenyum, "Kalau gue, gue mau ajak doi ke KUA aja. Biar cepet di halalin.. " ucap Sindy.
"Lo kan islam, ya ngak seiman sama si doi, sin..?" ucap Lia. Sindy cemberut, "Nama nya juga ngehalu, jangan rusak halu gue donk..ih..!!" ucap Sindy. Lia tertawa, "Iya deh, maaff maaff.." ucap Lia.
"Eh, ciwi-ciwi. Kalian ngak usah pada ngehalu deh, pak kevin mana mau sama kalian. Dia kan anak nya bos, mending kalian sama gue aja.. " ucap Bimo. Sindy dan Lia saling pandang, "Idih, ogah. Lo udah punya bini juga, masih aja cari daun muda.." ucap Sindy. "Iya, benar. Lo alay banget, Bim.. " ucap Lia.
"Gue ngak alay ya, siapa tau kan. Ada yang nyantol sama gue hehe.. " ucap Bimo. Sindy dan Lia begidik ngeri, "Sorry ye. Mending kita-kita sama bujang ya, sin.." ucap Lia pada Sindy. "Yoi.. " ucap Sindy. Bimo tertawa, "Ya elah, gitu aja baper. Gue tadi becanda cing.. " ucap Bimo. Mereka tertawa.
___________________________________________
Tak.. Tak.. Tak..
Aku tengah mengerjakan profosal data keuangan bulan kemarin, di dalam ruangan ku.
Ting..!
Ku lirik ponsel ku, layar nya menyala sekejap lalu redup kembali. Seperti nya, ada sebuah pesan yang baru saja masuk. Aku bisa tau dari notificasi nya yang tertera di layar kunci.
Ku raih ponsel ku, ku buka pesan itu lalu ku baca pesan nya. [Vin, jangan lupa nanti ada meeting dengan IO di Restaurant Krisantium, yang dekat kantor kita..!] dari ibu.
[Iya, bu. Terimakasih info nya..] dari ku. Ku kirimkan balasan untuk ibu, Ting..!. [Good luck. Semoga hari mu indah...] dari ibu. Aku tersenyum membaca pesan terakhir.
Tok.. Tok.. Tok..
__ADS_1
"Pak kevin, ini saya Bimo.." ucap Bimo yang baru saja mengetuk pintu. Aku menoleh ke arah pintu, "Silahkan masuk.." ucap ku. Tak berselang lama, Bimo masuk ke dalam ruangan ku.
"Pak, saya mau minta tanda tangan anda.. " uca Bimo sambil berjalan ke arah ku. "Iya.." ucap ku.
____________________________________________
Restaurant Krisantium, sekitar pukul 12.10 p.m.
Aku sudah berada di restaurant krisantium, aku tengah duduk di meja yang sudah di reservasi oleh ibu ku. Seorang pelayan menghampiri ku dan berniat menanyakan pesananan ku.
"Selamat siang, tuan.." ucap pelayan, "Selamat siang juga.." ucap ku. "Tuan, apa anda ingin pesan sesuatu..?" ucap pelayan. "Oh iya.. aku ingin pesan jus alpukat dulu, makanan nya nanti saja.." ucap ku. "Baik, tuan. Silahkan di tunggu, saya akan segera kembali.." ucap pelayan. Aku mengangguk.
10 menit kemudian...
"Nona, silahkan. Ini adalah meja atas nama Bu ketty..." ucap pelayan, "Ah, iya. Terimakasih ya.." ucap sekar.
Aku yang sedari tadi focus pada ponsel, langsung menoleh ke arah dua orang yang tengah berbicara di dekat meja ku. Aku terkejut saat melihat sekar sudah berdiri di hadapan ku.
Kenapa sekar bisa ada di sini, apa dia IO yang di maksud ibu..? batin kevin.
Aku masih terkejut dengan penglihatan ku, ku kedipkan mata ku berkali-kali. Namun sosok sekar masih saja berdiri di hadapan ku, gadis itu mulai menoleh ke arah ku.
Aku dan sekar saling pandang, ku lihat sekar tersenyum kepada ku. Sekar menghampiri ku, "Selamat siang, tuan. Apa anda putra nya ibu ketty..?" ucap sekar, aku mengangguk. "Ya, saya putra nya.." ucap ku, aku masih tertegun menatap nya.
"Boleh saya duduk, tuan..?" ucap sekar, aku tersadar. "Oh ya, silahkan.." ucap ku. Sekar perlahan duduk di samping ku, aku masih terus memperhatikan nya.
"Tuan, saya senang sekali bisa bertemu dengan anda. Oh ya, pasti anda tidak asing dengan saya. Saya sekar, saya adik kelas anda dulu.. " ucap sekar sambil menatap ku. Aku tersenyum, "Iya, saya masih mengingat kamu. Kita baru saja bertemu tadi malam.." ucap ku. "Iya, di acara reuni kemarin.. " ucap sekar.
"Iya. Bagaimana dengan kabar mu, sekar..?" ucap ku. "Aku baik, kalau anda senior..?" ucap sekar. "Aku juga baik.." ucap ku, sekar tersenyum.
"Oh ya, apa tuan mau membahas acara resepsi nya sekarang..?" ucap sekar. "Nanti saja, bagaimana kalau kita makan siang dulu.." ucap ku. "Apa kamu mau, menemani saya makan siang..?" ucap ku pada nya. Aku dan sekar saling pandang, "Ya, baiklah. Saya juga lapar, mari kita makan bersama.." ucap sekar.
Aku merasa senang mendengar jawaban nya, setelah itu aku memanggil pelayan lalu memesankan makan siang ku dan sekar.
__ADS_1
NB : Visual nya Kevin Son dan Sekar Ayu Atmaja.