Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 31


__ADS_3

Lila mengalihkan pandang nya ke arah lain, di dalam hati ia tengah merutuki diri nya. "Astaga, sial banget hari ini. Kenapa aku harus ketemu sama sekar di sini, aku ngak mau ketemu sama dia.." batin Lila.


"Loh, kalian kog malah diam. Ayo, kenalan dong.. " ucap Erik, Lila dan sekar tersentak. "Ah, itu.. " ucap Lila dan sekar bersamaan, seketika mereka diam kembali.


"Apa-apaan sih, kenapa pakai acara ngomong barengan segala. Ya tuhan.. " batin Lila.


"Duh, kog jadi barengan sih.." batin sekar.


Erik dan kevin terkejut mendengar sekar dan Lila yang bicara bersamaan. "Ya ampun, kalian kog bisa barengan gitu. Ah, jadi gemas deh kayak kakak adik gitu ya vin.." ucap Erik sambil melirik kevin. Kevin mengangguk, "Iya kak, lucu ya. Bisa barengan gitu ngomong nya hahaha.. " ucap kevin.


Sekar dan Lila tersenyum kikuk, "Mereka kog jadi ketawa sih, emang nya ada yang lucu.. " batin sekar dan Lila.


"Hm, mas kevin. Aku mau ke kamar mandi dulu ya, aku kebelet .. " ucap sekar lirih. Kevin mengernyit, "Eh, kebelet..?", "Kamu mau mas temenin ngak..?" ucap kevin, sekar menggeleng. "Ngak usah, aku bisa sendiri.." ucap sekar dengan tersipu malu.


Setelah berpamitan pada kevin, sekar pun beranjak keluar dan berniat mengunjungi toilet sejenak. Di sisi lain tepat nya di ruangan Ceo, erik, kevin dan Lila saling pandang.


"Vin, sekar kog pergi. Dia pergi ke mana..?" ucap Erik, kevin tersenyum. "Sekar tadi bilang mau ke toilet, kak.." ucap kevin.


Erik mengangguk paham, "Ya sudah, lebih baik kita duduk di sana dulu yuk sambil menunggu kembali nya sekar..." ucap Erik sambil menunjuk ke arah sofa.


Kevin mengangguk, "Ya, kak. Mari.. " ucap kevin. Erik merangkul kevin hingga sampai ke dekat sofa, kemudian mereka duduk berdua di sana. Sedangkan Lila, Lila masih enggan untuk beranjak dari tempat nya.


"Kevin bilang kalau sekar pergi ke toilet, ada apa dengan dia..?. Apa dia ngak berani ketemu sama aku.. " batin Lila.


"Nih kak, ku bawain makanan. Sebenar nya ini dari sekar buat aku, tapi karena kita sehati jadi di makan bareng-bareng saja.." ucap kevin sambil meletakkan kantung makanan nya ke atas meja.


"Wah, kamu baik banget vin. Kakak jadi terharu hehe.." ucap Erik. Kevin melihat Lila, ia merasa heran karena Lila masih berdiam diri di dekat pintu."Oh ya, kak. Kak Lila kog diam aja di situ, ajakin duduk di sini gih.. !" ucap kevin.


Erik tersadar, lalu ia menengok ke arah Lila. "Eh, iya. Lila masih di situ aja.." ucap Erik lirih, erik melihat kevin. "Vin, kakak samperin Lila dulu ya.. " ucap Erik, kevin mengangguk. "Iya, kak. Silahkan.. " ucap kevin.

__ADS_1


Erik beranjak dari tempat nya, kemudian menghampiri istri nya yang masih berdiam diri di dekat pintu. "Lila sayang.. " ucap Erik, Lila tersadar dan seketika menoleh ke arah Erik yang tengah berjalan ke arah nya. "Ah, iya sayang.. " ucap Lila.


Kini Erik sudah berdiri di hadapan Lila, kemudian erik menyentuh bahu istri nya. "Dek, kamu kenapa. Kog diam aja di sini, ayo duduk di sana sama mas dan kevin.." ucap Erik. Lila tersenyum tipis, "Aku ngak papa mas. Nanti aku bakal duduk kog, tapi aku izin ke toilet dulu ya.." ucap Lila.


Erik mengernyit, "Ke toilet, kamu kebelet juga ya..?" ucap Erik sambil tertawa pelan. "Iya mas, tiba-tiba aja aku pengen ke toilet.. " ucap Lila cengengesan. "Ya sudah, buruan gih ke toilet..!" ucap Erik, Lila mengangguk.


"Sebentar ya.." ucap Lila sambil menyentuh bahu suami nya sesaat. Lila pun beranjak keluar, ia sengaja berbohong pada Erik. Sejujur nya Lila pergi ke toilet karena berniat menghampiri sekar.


_____________________________________________


...Di Toilet, 12.21 p.m....



Crassss...


Sekar tengah mencuci tangan nya di wastafel, lalu sekar meraih sebuah tisu untuk mengelap tangan nya yang basah.


Sekar langsung mengalihkan pandangan nya menatap kaca yang ada di dinding. "Kenapa dia ke sini, apa dia sengaja nyamperin aku.. " batin sekar sambil terus mengelap tangan nya dengan tisu.


Tak..


Tak..


Tak..


"Kenapa kamu muncul lagi, kamu berani banget ya..!!" gertak Lila, sekar yang mendengar nya merasa kesal. Sekar menghela nafas dalam - dalam, kemudian ia memberanikan diri menatap Lila.


"Emang apa salah nya, apa salah ku kalau aku muncul di hadapan kamu..??" ucap sekar datar. Lila mengertak kan gigi nya, ia mulai merasa kesal saat sekar berani menjawab nya.

__ADS_1


"Tentu saja salah, karena aku ngak berharap bisa ketemu lagi sama kamu.." ucap Lila, sekar tersentak. "Kamu fikir, aku berharap ketemu lagi sama kamu gitu. No, kamu salah besar..!" ucap sekar.


Lila tertawa, sekar menatap nya heran. "Astaga, you so stupid gril. Kamu berani ya masuk ke area singa, kamu tau. Singa yang lapar bisa memasang kamu.." ucap Lila sambil menunjuk- nunjuk sekar.


"Cih, kamu bilang aku stupid. Lihat juga sosok mu yang sekarang, kamu ngak lebih dari gadis frik..!!" ucap sekar.


Plaakk..!!


Satu tamparan mendarat di pipi kiri sekar, sekar mengigit bibir nya menahan sakit. Perlahan ia menyentuh bekas tamparan yang baru saja di torehkan oleh Lila.


"I'm not frik gril. Kamu si tukang bully dan ngak tau malu. Dasar, muka tembok..!!" maki Lila, sekar menatap tajam Lila.


...Aku melihat monster sekarang, moster yang dulu di sebut teman ku. Dia teriak maling pada ku, mengejek ku, mengatai ku. Padahal, dia sendiri yang sengaja menyalakan api. ...


"Cukup Lila, apa selama 10 tahun lebih itu masih ngak cukup buat kamu. Aku lelah tau ngak, ngadepin sosok kamu yang sekarang..?" ucap sekar, sekar merasa muak.


Lila tertegun, ia mencerna ucapan sekar namun ego nya masih menolak untuk menyudahi semua nya. Lila menggeleng pelan, lalu ia bicara kembali, "Kamu bilang lelah, siapa yang nyuruh kamu buat ngurusin aku. Kita cuma orang asing dari awal dan aku ngak mau ngelihat kamu lagi..!!" cecar Lila.


Sekar merasa sesak, ia tak habis fikir dengan jalan fikiran Lila. "Oh, jadi gitu. Kita udah lama ngak ketemu, aku fikir kamu bakal minta maaf sama aku atau seengak nya mau bersikap baik. Tapi ternyata, aku salah sangka..." ucap sekar lirih.


Lila merasa tersindir, entah kenapa hati nya terasa sakit saat sekar menyinggung nya tentang kenyataan yang ada.


"Aku ngak peduli sama prasangka kamu, aku cuma mau ingetin satu hal. Jangan berani masuk ke keluarga ku atau pun sampai punya fikiran untuk mendekati kevin..." ucap Lila.


"Apa hubungan nya dengan kevin, kamu cuma kakak ipar nya ya Lila. Ini masalah di antara kita, jangan sampai melebar ke mana-mana.. " gertak sekar.


Lila tertawa, "Oh, aku tau. Kamu ngomong kayak gini karena kamu takut ketahuan kan sama kevin. Ngaku..!!" gertak Lila.


Sekar terkekeh, "Ya tuhan, susah juga ya ngomong sama kamu. Kamu fikir aku bodoh, kevin sudah tau semuanya tanpa aku harus ngaku sama dia. Do you understand, gril..?" ucap sekar.

__ADS_1


Lila terkejut, ia tak menyangka jika kevin sudah mengetahui semua nya. Lila mendadak cemas dan over thingking. "Sekar..", "Jangan bilang, kalau kamu udah ngomong semua nya ke kevin. Kamu ngak bilang, kan..??" ucap Lila.


Sekar tersenyum tipis, "Engak, aku ngak bilang apa pun. Karena aku ngak suka ngejatuhin teman sendiri..." ucap sekar. Lila merasa lega, meski ia juga merasa tersindir karena sekar menyinggung soal teman.


__ADS_2