
Sekar
Sekar dan Kevin hendak menemui orang tua mereka yang saat itu sedang berkumpul di dekat kolam renang.
"Untung saja ya, Mas. Si Aya mau percaya sama alasan kita. Ngak tau deh, gimana jadinya kalau kita ketahuan bohong sama dia .." ucap Sekar yang kemudian tertawa mengingat kejadian di resto tadi.
Kevin tertawa, "Iya.., beruntungnya lagi. Jeff bisa berakting dengan baik di depan mereka loh, sumpah. Yang tadi itu, lucu banget .." ucap Kevin teringat sandiwara sakit perut yang di lakukan Jeff.
"Iya, ya. Lucu banget, dia.." ucap Sekar sambil menutup mulutnya karena ia tak kunjung berhenti tertawa.
Sekar dan Kevin terus berjalan, hingga akhirnya mereka pun sampai di pinggir kolam renang. Nampak dari kejauhan, kedua orang tua mereka sedang asik mengobrol. Di sana juga ada Lila dan Erik, dua sejoli itu tengah bermesraan tak jauh dari tempat para orang tua berkumpul.
"Eh.., itu dia mereka! Akhirnya.., yang di tunggu-tunggu datang juga. Si calon pengantin kita.. " teriak Ketty yang antusias saat ia pertama kali melihat kedatangan Sekar dan Kevin.
Semua orang langsung memenegok ke arah dua sejoli itu. "Sekar, Kevin, sini Nak..!" ucap Puspa sambil mengayuhkan tangan, menyambut kedatangan mereka. Sekar dan Kevin tersenyum, mereka berdua mempercepat langkah masing-masing.
Kini mereka sampai di hadapan seluruh keluarga, "Selamat malam, Ibu, Ayah.." ucap Kevin dan Sekar bergantian. "Selamat malam juga, sayang.." ucap Ketty bersemangat. "Selamat malam juga.." ucap Puspa sembari mengulas senyum.
"Ya, malam .." jawab Pak Vernone dan Pak Abi bersamaan. Kemudian, kedua pria paruh bayah itu kembali focus pada papan catur yang ada di tengah-tengah mereka. Tak berselang lama, "Scak ..!" teriak Pak Abi girang, Pak vernone berdecak kesal atas kekalahannya.
"Bisa-bisanya, aku kalah lagi. Ini yang ke-dua kali nya loh.." resah Pak vernone sambil mengusap pelipisnya. Pak Abi cengar-cengir, "Hari ini aku yang beruntung haha, sudah lah tak apa. Kita bisa bermain lagi, aku janji, aku akan mengalah kali ini.." ucap Pak Abi menenangkan calon besannya.
__ADS_1
Pak Vernone tersenyum kikuk, "Ya sudah, mari kita main lagi. Awas saja jika kamu menang lagi, aku pasti ngambek..!" ancam Pak vernone dengan selingan tawa di akhir kalimat. Pak Abi tertawa mendengar ancaman dari besannya yang tak terdengar menakutkan sama sekali.
Sekar dan Kevin saling pandang, mereka tersenyum puas melihat kedua orang tua mereka yang semakin akrab dari hari ke hari. Di sisi lain, Lila tersenyum sinis, ia benar-benar muak melihat kesenangan yang terurai di wajah Sekar dan Kevin.
"Baru begitu saja.. kalian sudah senang, Cih. Lihat saja, sampai mana kebahagian itu berpihak pada kalian.." bantin Lila sambil menatap sinis dua sejoli itu dari tempatnya.
"Kevin, Sekar.. Jangan diam saja, ayo duduk. Lihat lah, ibu sudah memesan banyak makanan untuk jamuan malam ini.." ucap ketty teramat senang. Sekar dan Kevin tersenyum sekilas, setelah nya duduk berdampingan bersama kedua wanita paruh bayah itu.
Puspa mengernyit, ia mulai menyadari ketiadaan sosok Sela di tengah-tengah mereka. Puspa melihat Sekar, "Sekar, adik mu di mana Nak. Bukankah kalian bersama tadi, kenapa dia tak ikut kalian kemari..?" tanya ibu dengan raut wajah kebingungan.
Sekar terdiam sejenak, ia memutar otak mencari alasan yang pas. "Ah, itu Bu. Adik lagi istirahat di kamar, setelah ikut makan malam bersama kami..." ucap Sekar ragu-ragu.
Puspa yang tadi bingung, kini ia pun mengerti. Ia tertawa, "Hehe, dasar anak itu. Habis kekenyangan makan, pasti bawaan nya pengen tidur.. " ucap puspa yang percaya begitu saja dengan ucapan Sekar.
Puspa berhenti tertawa, "Ah, iya Jeng. Sela lagi sibuk kuliah sekarang, dia ambil jurusan kedokteran di universitas atma jaya.." ucap puspa. "Wah.., calon dokter ya. Bagus itu, saya fiir jurusan Sela itu desain, sama seperti kakak nya. Ternyata, beda ya Jeng.." ucap Ketty terkejut.
"Eng-ngak, Jeng. Tentu saja, beda. Setiap anak kan punya bakat masing-masing, syukur Jeng.. dulu IPK terakhir Sela bagus. Jadi ya, dia punya kesempatan buat masuk ke jurusannya yang sekarang.." ucap Puspa yang bangga dengan pencapaian anak keduanya itu.
Ketty tersenyum, "Sama, kalau begitu Jeng. Kedua putra ku juga punya bakat yang berbeda, yang satu suka marketing dan yang satu nya lagi ngedesain.." ucap Ketty teringat akan masa muda anak-anak nya.
"Hm, gitu ya Jeng. Ngak papa lah beda, nanti tinggal kita asah saja kemampuannya .. " ucap Puspa. Ketty mengangguk, "Ya, betul Jeng.." ucap Ketty sembari mengurai senyum.
"Lagi ngomongin apa, sih. Seru, banget kayak nya..?" celetuk Erik. Erik dan Lila baru saja menghampiri mereka berempat, kemudian dua sejoli itu duduk di sofa yang tak jauh dari tempat Ketty dan Puspa.
__ADS_1
"Biasa lah, Rik. Obrolan orang tua, kamu mau ikutan ngobrol sama kita ya, hehe..?" ucap Ketty yang kemudian tertawa. Erik terkejut, "Ng, ngak deh Bu. Aku mau ngobrol sama Kevin saja, kalau aku ikutan obrolan orang tua. Takutnya, malah jadi ngak paham, Bu.. " ucap Erik mengelak.
Ketty dan Puspa sontak tertawa, "Ya sudah, kalau kamu memang mau ngobrol sama Kevin. Ya, ajakin ngobrol sana..!" titah Ketty di sela tawanya. Erik tersenyum, lalu mengkode Kevin dengan memainkan matanya. Kevin pun mengerti, mereka sama-sama bangkit dari tempat masing-masing lalu memisah dari para wanita.
Melihat Erik dan Kevin yang semakin menjauh, Lila mengulas senyum licik kemudian ia beralih duduk di samping Sekar. Sekar terkejut akan kehadiran Lila, yang kini gadis itu duduk tepat di sampingnya.
Spontan Sekar mengeser tubuhnya ke samping, jujur saja ia tak ingin berdekatan dengan Lila. Lila sendiri juga menyadari jika Sekar sengaja mengindarinya. Bukannya marah, Lila tersenyum puas mendapati Sekar yang tak nyaman saat berdekatan dengannya.
Lila meraih segelas sirup yang ada di meja, ia berniat memberikannya pada Sekar. "Sekar, ini untuk mu..!" ucap Lila sambil menyodorkan segelas sirup itu pada Sekar. Sekar tersentak, ia terdiam dalam fikirannya.
"Ambillah, ini enak. Cuacanya gerah begini, minum sirup kan segar.." titah Lila sembari tersenyum penuh arti. Sekar masih tak bergeming, ada keraguan di hatinya antara menerima dan menolak pemberian Lila.
Tiba-tiba, "Sekar, ayo di ambil saja Nak. Lila lagi perhatian nih sama kamu, sirup nya enak kog. Ibu udah nyobain tadi.." celetuk Ketty. Sesaat Sekar terkejut, dengan terpaksa ia meraih segelas sirup yang di sodorkan Lila. Lila tersenyum lebar.
"Nah, gitu donk. Kamu jangan sungkan ya sama aku, aku orangnya baik kog. Ngak bakal gigit juga hehe.. " ucap Lila sambil menatap sinis Sekar, seperti tatapan harimau yang mengintimidasi mangsanya.
Sekar tersenyum tipis, "Ya, baiklah. Terimakasih ya..!" ucap Sekar sambil mengayuhkan gelas sirupnya pelan. "Sama-sama, kamu mau yang lain juga ngak? Ini ada kue loh, cookies, ada buah juga.. " ucap Lila, ia sengaja berpura- pura simpati pada calon adik iparnya itu.
"Ah, enggak. Ngak usah, nanti saja. Kalau mau, aku bisa ambil sendiri kog..." ucap Sekar sambil tersenyum kikuk. Sekar sangat tau jika saat ini Lila hanya berpura-pura baik padanya, mungkin semua itu ia lakukan karena ada Puspa dan Ketty.
Sekar mencoba memalingkan wajah nya. Ia tak nyaman dengan tatapan Lila, tatapan calon kakak iparnya itu terasa menusuk.Di Saat Sekar mulai meminum segelas sirup yang di berikan oleh Lila tadi, tiba-tiba saja Lila membisikkan sesuatu ke telinga Sekar.
"Anggap saja itu racun, racun pertama untukmu. Selamat ya, atas pernikahan mu adik ipar..!" bisik Lila. "Uhuk, uhuk.." Sekar seketika terbatuk, Lila langsung meraih tisu lalu memberikan nya pada Sekar.
__ADS_1
"Pelan-pelan saja, adik. Jangan terburu- buru ya.." ucap Lila sambil mengusap pundak Sekar. Sekar tersenyum getir, ia meraih tisu yang di berikan Lila. Lalu menyapukan tisu itu ke bibir nya yang basah.