
Rio mengernyit, "Loh, kenapa. Kenapa ngak langsung ke rumah lo aja..?" ucap Rio. Kemala terkejut, "Jangan yo, nanti aku jelasin deh alasan nya.." ucap kemala.
"Pokok nya, nanti kamu turunin aja aku di depan rumah nomer 10 ya .." ucap kemala, "Oh okay. Gue ikut lo aja deh .." ucap Rio. Kemala tersenyum.
Motor Rio perlahan berhenti di depan rumah nomer 10, saat itu keadaan di sekitar kompleks nampak sepi. Hanya ada 2 kendaraan yang melewati mereka.
Rio mematikan motor nya, lalu melirik kemala yang masih duduk manis di belakang nya.
"Nah, sudah sampai. Silahkan, turun.." ucap Rio, gadis itu mengangguk. Kemala perlahan turun dari motor Rio, Rio dengan perhatian membantu nya turun.
Kemala mulai melepas helm nya lalu mngembalikan nya ke pada Rio. "Ini helm nya..!" ucap kemala, "Iya.. " ucap Rio sambil meraih helm nya. Rio meletakkan helm nya ke motor, lalu ia turun dari motor nya dan berniat berpamitan pada kemala.
Rio dan kemala kini berhadapan, mereka saling pandang. "Hm.. Jadi, rumah lo yang nomer 12 itu..?" ucap Rio. "Iya, itu rumah ku. Maaf ya, karena aku minta kamu nurunin aku di sini. Aku begitu karena takut, aku takut. Kita berdua akan di marahi Abi.. " ucap kemala cemas.
Rio mengernyit, "Abi, dia siapa..?" ucap Rio, "Abi itu ayah dalam bahasa arab.." ucap kemala. Rio tersenyum kikuk sambil mengusap tengkuk nya. "Maaf ya, gue ngak tau.." ucap Rio, kemala tersenyum. "Ngak papa. Oh ya, kamu punya nomer nya bang coky. Aku mau tanya-tanya soal mobil ku tadi.." ucap Kemala.
Rio tertegun, "Astaga, aku sampai lupa ngasih tau soal itu. Sebentar ya.." ucap Rio. Rio mengeluarkan dompet nya lalu menyerahkan kartu nama bengkel ke pada kemala. "Ini kartu nama bengkel nya, di situ ada nomer costemer servis nya juga.." ucap Rio. Kemala menerima kartu nama itu, "Makasih Rio, kamu membantu banget.. " ucap kemala.
Rio tersenyum, "Sama-sama..". "La, udah malam nih, gue balik dulu ya.." ucap Rio. Kemala tersadar lalu melirik sekitar, "Eh iya, udah malem banget.." ucap kemala. "Aku juga mau pulang ke rumah, sekali lagi makasih ya yo.." ucap kemala.
Rio tersenyum, "Sebelum gue pulang, gue pengen ngucapin selamat malam sama lo.. " ucap Rio, kemala tersenyum manis. "Selamat malam juga, Rio.." ucap kemala. "Ya sudah, sampai jumpa lagi ya.. " ucap Rio, "Iya, sampai jumpa lagi. Hati-hati ya yo.. " ucap kemala.
Rio menaiki motor nya lalu mengenakan helm nya. Rio tersenyum sejenak ke arah kemala sambil menyalakan motor nya, "Gue duluan.. " ucap Rio, kemala mengangguk.
__ADS_1
Rio mengemudikan motor nya meninggalkan tempat tadi, tepat nya meninggalkan kemala sendirian di sana. Kemala senyum-senyum menatap punggung Rio yang perlahan menjauh dari tempat nya berdiri, setelah bayangan Rio tak terlihat lagi. Kemala pun beranjak pergi dari tempat nya.
Flash back Off
Rio tersenyum saat teringat moment pertemuan nya dengan kemala. "Hoam.. ", tiba-tiba Rio menguap sambil menutup mulut nya dengan tangan.
Rio mulai merasakan kantuk yang tak tertahan lagi, Rio segera bangkit dari tempat nya lalu membuang putung rokok ke wadah nya. Setelah itu Rio mendekati ranjang nya dan membaringkan diri di sana kemudian terlelap begitu saja.
__________________________________________
Jakarta Selatan, 13 Desember 2020 . Di Meja Makan, sekitar pukul 07.01 p.m.
Kevin
Aku mendapati ayah dan ibu sudah berada di sana, ayah tengah membaca koran dan ibu sedang membantu bibi menyiapkan sarapan.
Aku tersenyum melihat mereka, "Selamat pagi semua nya.." ucap ku. Mereka bertiga langsung menoleh ke arah ku, "Selamat pagi juga, kevin.." ucap ayah dan ibu dengan senyuman mereka.
"Selamat pagi juga, den.." ucap bibi, aku tersenyum ke arah bibi. Ku hampiri meja makan lalu duduk di samping ayah, ayah menutup koran nya lalu menyimpan nya di bawah meja.
Ayah memperhatikan ku, "Putra ayah, kamu terlihat tampan hari ini. Ayah merasa senang, bisa melihat mu mengenakan setelan jas seperti ini.. " ucap ayah. Aku tersenyum, "Ayah bisa saja, bukan nya ayah yang lebih tampan.." ucap ku sambil membalikkan piring yang ada di meja.
"Ya, kalau itu memang benar. Tapi, kamu jauh lebih tampan karena lebih muda dari ayah.. " ucap ayah. Aku terkekeh, "Ya, terserah ayah saja lah.." ucap ku.
__ADS_1
Ibu meletakkan seporsi sandwick ke atas meja, kemudian ikut duduk bersama kami. "Ayah dan anak ini, mau adu ke tampanan ya hehe.. " ucap ibu. "Ah, tidak dik. Kalau aku adu ke tampanan dengan kevin. Aku pasti kalah telak.. " ucap ayah sambil tertawa. Ibu dan aku tertawa.
"Mas, kamu jangan khawatir. Di mata ku, kamu selalu menjadi pemenang nya.. " ucap ibu. Ayah menyentuh tangan ibu, ibu tersenyum manis ke pada ayah. "Ibuu, aku merasa cemburu.. " ucap ku, ayah dan ibu tertawa melihat ku. "Astaga mas, anak mu lagi cemburu pada ku.." ucap ibu.
"Kita terlalu romantis dik, jadi dia cemburu. Salah sendiri, kenapa masih ngejomblo vin.." ucap ayah. Aku tertawa, "Ngak, ngak jadi deh. Kevin ngak jadi cemburu kalau gitu, bakal di sindir soal jomblo akhir nya.." ucap ku. Aku mulai melahap sandwick yang tengah ku pegang. Ibu dan ayah tertawa, "Vin, vin. Kamu gemesin deh.. " ucap ibu.
10 menit kemudian....
Aku, ibu dan ayah tengah memakan buah yang baru saja di kupas oleh bibi. Aku melahap satu potongan apel, tiba-tiba aku teringat dengan ucapan ku pada ibu dini hari tadi.
"Apa ibu sudah menceritakan nya pada ayah, tapi ku perhatikan.. ekspresi ayah masih sama seperti biasa nya.. " batin kevin.
"Sepi juga ya, kalau ngak ada Erik dan Lila.. " ucap ayah. Aku dan ibu melihat ayah, "Mas, mereka kan lagi honeymoon. Baru di tinggal dua hari aja, udah ngerasa sepi. Kangen ya.. " ucap ibu.
"Ya, kangen aja sama Erik.." ucap Ayah sedih.
Aku sangat mengerti perasaan ayah, kakak ku Erik adalah anak kesayangan ayah. Memang selama ini, yang lebih dekat dengan ayah adalah Erik. Mereka sangatlah mirip dari segi kepribadian, sedangkan aku, aku lebih dekat dengan ibu dan menjadi anak kesayangan nya.
"Yah, ayah yang sabar ya.Toh, kak Erik di sana hanya 5 hari..." ucap ku. Ayah tersenyum, "Iya, kamu benar. Kenapa ayah terdengar seperti anak kecil ya,vin.. " ucap ayah. "Wajar mas, karena setiap hari kamu selalu bersama dengan Erik. Wajar jika kamu kangen.. " ucap Ibu.
Ayah tersenyum, "Ngak papa. Toh, di sini ada kalian. Aku bisa ngabisin waktu bersama kevin dan kamu dik.. " ucap ibu. Aku dan ibu tersenyum.
"Oh ya vin, ibu bisa minta tolong ngak sama kamu..?" ucap ibu. "Bisa bu, mau minta tolong apa..?" ucap ku. "Gini vin, ibu mau nyiapin acara resepsi buat Erik dan Lila. Rencana nya sih, akan di gelar di gedung Krisantium di tanggal 18..".
"Iya, lalu..?" ucap ku. "Ibu kan kemarin udah telfon IO nya, ibu nyuruh IO nya datang ke kantor nanti siang. Ibu minta tolong, nanti kamu temui IO nya ya. Soal nya ibu ada meeting sama investor.." ucap ibu. "Oh gitu.. ya sudah, nanti biar kevin aja yang nemuin IO nya.. " ucap ku.
__ADS_1
Ibu tersenyum, "Makasih ya, vin. Oh ya satu lagi, IO nya itu.. dulu satu SMA sama kamu loh.." ucap ibu. Aku terkejut, "Satu SMA..?" ucap ku. Ibu mengangguk, "Iya,kalian satu SMA. Dia orang nya baik vin, kamu pasti senang pas ketemu sama dia.." ucap Ibu cengengesan.
"Aku dan dia satu SMA, siapa ya..?" batin kevin.