Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 43


__ADS_3

Lila


"Apa-apan sih tuh cewe, berani - berani nya caper sama mas erik. Dasar, ganjen .. !" umpat Lila di ambang pintu.


Lila bergegas menghampiri caca dan suami nya, caca dan erik terkejut melihat kedatangan lila. Lila menatap tajam caca, ia langsung menyenggol caca hingga caca bergeser ke samping.


Caca sangat terkejut atas perlakuan lila barusan, di sisi lain erik memilih diam dari pada bertanya akan sikap istri nya yang tak sopan pada caca. Erik sangat tau bahwa lila tipe istri pencemburu, saat ini lila tengah salah paham pada caca.


"Biar aku aja ya, mas. Kan, aku istri kamu.. !" ucap Lila sambil melirik caca, caca tersentak. Lila menyentuh dasi yang ada di leher suami nya dan mulai memakaikan nya hingga nampak rapi. Erik tersenyum lebar, "Terimakasih, istri ku sayang.." ucap Erik.


"Sepertinya.. dia salah paham pada ku, pasti dia mikir kalau aku lagi deketin suami nya. Padahal kan, ngak begitu.. " batin caca cemas.


Selang beberapa saat..


Sekar dan sita menghampiri lila, caca dan erik yang ada di ruangan sebelah. Sita mendekati caca, "Ca, gimana tadi. Udah dapet setelan yang pas belum..?" ucap sita. Caca tersadar dari lamunan nya, "Eh, iya. Sudah, kak.. " ucap caca gugup.


Sekar mendekati Erik dan Lila, "Wah, setelan nya kelihatan keren di pakai mas Erik. Gimana, mas Erik suka kan..?" ucap sekar. Erik tersenyum puas, "Makasih pujian nya, aku suka banget sama yang ini. Nyaman, pas di badan ku.. " ucap Erik sambil memutar badan nya sesaat.


Sekar tersenyum lebar, "Menurut mbak Lila, gimana setelan nya. Bagus, ngak..?" ucap sekar, Lila melirik sekar. "Ya, pasti bagus lah kan yang makai mas erik .." ucap Lila sinis, sekar tersenyum tipis.


Erik menatap Lila tajam, "Dek, jangan gitu ngomong nya..!!" ucap erik menekan lila. Lila menghela nafas, "Iya, mas .." ucap lila datar. Erik tersenyum kembali, kemudian erik menyentuh wajah istri nya. "Nah, gini kan cantik. Oh ya, gimana tadi. Udah dapat belum gaun nya, kamu suka kan sama gaun yang ada di sini..?" ucap Erik.


Lila tersenyum, "Sudah, mas. Tau ngak, gaun pilihan ku cantik banget. Kamu pasti suka, nanti ku tunjukkin deh pas di rumah .. " ucap Lila senang. Erik tertegun, "Dari cara mu bicara, kayak nya beneran bagus. Mas senang dengar nya.. " ucap Erik sambil mengelus pipi lila.

__ADS_1


"Iya.. " ucap Lila, Erik melihat sekar. "Sekar, aku pilih setelan yang ini saja ya. Sama gaun nya lila sekalian.." ucap erik. "Iya, mas.. " ucap sekar, sekar melirik caca. "Ca, langsung di bungkus aja ya..!" ucap sekar. Caca mengangguk.


15 menit kemudian...


Kini mereka semua tengah berada di dekat meja resepcionis, Erik sedang melakukan pembayaran dengan di bantu oleh caca dan sekar. Di sisi lain sita tengah asik mengobrol dengan Lila, mereka sedang berdiskusi soal trend fashion terbaru.


Setelah selesai mengurus kuitansi, Erik dan Lila berpamitan pada sekar dan sita. Erik dan Lila mulai beranjak keluar dari butik, sekar melihat sita. "Sit, aku juga pamit ya. Aku harus balik ke kantor, sekarang.. " ucap sekar. Sita tertegun, "Eh, kog buru-buru banget sih. Ngak mau makan siang dulu gitu, sama aku..?" ucap sita.


Sekar tersenyum, "Lain kali aja, Sit. Aku takut di tunggu atasan nih, aku pamit dulu ya.. " ucap sekar. Sita mengangguk, "Iya, deh. Hati-hati ya di jalan.. " ucap sita tersenyum. "Iya.. " ucap sekar. Setelah berpamitan, sekar pun keluar dari butik dan kembali lagi ke kantor nya.


__________________________________________


...Rumah sekar, 18.01 a.m....



Jeff


Jeff merasa bahagia karena sebentar lagi, ia akan berjumpa lagi dengan sekar. Jeff mulai memencet bel yang ada di dekat pintu rumah sekar. Ia sangat berharap bahwa sekar yang akan membukakan pintu untuk nya.


Ting.. Tong..


__ADS_1


Di sisi lain tepat nya di ruang tamu, sela tengah asik berkumpul dengan ibu nya. Sela dan ibu nya saling pandang saat mereka mendengar suara bel yang berasal dari pintu rumah mereka. "Sel, ada tamu tuh. Bukain pintu nya, gih..!" ucap ibu. Sela tersenyum, "Apa itu ayah ya, bu..?" ucap sela antusias.


"Ngak tau juga, sel. Tapi kata ayah tadi ada lemburan di kantor, masak iya sih tiba-tiba saja pulang.." ucap ibu. Sela mengernyit, "Hm, gitu.." "Ah, aku tau. Pasti itu candy bu, teman kuliah ku.. " ucap sela. Sela pun berdiri, "Aku bukain pintu nya dulu ya, bu.. " ucap sela bersemangat.


Ting.. Tong..


"Iya, tunggu sebentar..!" teriak sela dari dalam rumah, jeff yang mendengar teriakan itu begitu merasa senang. Jeff berfikir bahwa teriakan tadi adalah suara sekar, sosok gadis yang ingin ia lihat.


Jeff memperhatikan pintu nya, perlahan-lahan pintu rumah sekar mulai terbuka. Kedua mata jeff terbelalak, ia begitu shock saat mendapati sosok gadis yang ada di perpus tempo hari kini sudah berdiri di hadapan nya.


"Malam, can..dy.. !!" sapa sela dari ambang pintu, sela langsung terdiam melihat sosok jeff. Wajah nya mengernyit, sela melangkah keluar sambil terus mengamati sosok jeff berkali - kali.


Jeff tersenyum tipis, "Gue fikir yang bukain pintu si sekar, kenapa yang muncul malah si bocil. Hah, ngeselin..!" batin Jeff.


Sela melihat sosok Jeff dari atas sampai bawah, lalu sela mulai menepuk-nepuk pipi nya tak percaya. "Ah, kayaknya gue lagi mimpi nih. Tapi kenapa nyata gini, kenapa nih cowok ada di sini sekarang..!" ucap sela sambil menunjuk jeff.


Jeff menatap malas sela, "Oey, bangun. Lo lagi ngak mimpi bocil, gue nyata begini di bilang mimpi. Astaga .." ucap jeff. Sela terkejut, "Loh, kog tiba-tiba bisa ngomong sih.." ucap sela.


Jeff menghela nafas, "Aneh banget sih, nih cewek.." batin Jeff. Sela masih menatap jeff tak percaya, "Ih, serem. Kenapa candy teman gue jadi cowok gini, mana jadi cowok songong yang kemarin lagi.. " batin sela.


Sela bergidik ngeri, ia melangkah masuk ke dalam rumah begitu saja lalu menutup pintu nya kembali. Jeff tersentak, "Eh, tunggu. Kog di tutup lagi sih pintu nya, gue ngak di suruh masuk nih. Gue tamu loh, bocil..!" teriak jeff.


Sela tengah bersembunyi di balik pintu, sejujur nya ia mendengar teriakan jeff yang ada di luar. "Lo pergi aja sana, gih. Gue ngak mau nemuin lo, serem tau ngak. Pulang aja sono lo, setan..!!" teriak sela ketakutan.

__ADS_1


Ibu yang sedang membaca majalah, ia terkejut mendengar teriakan sela. Lalu Ibu mengintip ke arah pintu, ia melihat sela masih di sana seperti orang yang menahan panik. Ibu berdiri dari tempatnya dan berniat menghampiri sela untuk menanyakan keadaannya.


__ADS_2