Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 41


__ADS_3

...Butik KALMERS...



Sekar


Sekar baru saja masuk ke dalam butik kalmers, lalu ia menghampiri sita si owner butik yang tengah mengobrol dengan karyawan nya di meja resepcionis.


"Sitha..?" ucap sekar antusias, Sita menoleh ke belakang. "Hay, sekar.." ucap sita, "Apa kabar, bestie. Lama ngak ketemu ya.." ucap sita sambil cipika cipiki dengan sekar.


Sekar tersenyum, "Aku baik, bagaimana dengan mu..?" ucap sekar sambil menyentuh lengan sita. "Ya, seperti yang kamu lihat sekarang. Maaf ya, kita jarang ketemu setiap kali kamu berkunjung ke sini.." ucap sita merasa bersalah.


"It's okay, bestie. Kamu pasti punya kesibukan yang lain. Tak masalah, kawan.." ucap sekar. "Makasih ya, bestie. Kamu pengertian sekali.." ucap sita tersenyum.


"Oh ya, bestie. Kamu datang ke sini ada perlu apa, mau belanja ya..?" ucap sita penasaran. Sekar tersadar, "Bukan,sit. Aku ke sini karena ada janji sama klient, aku mau fithing baju di sini. Kemarin aku udah janjian kog sama si caca, asistent kamu.. " ucap sekar.


"Oh, gitu. Jadi kamu udah janjian ya sama caca, maaf ya aku belum tau..." ucap sita, sekar mengangguk. "Ngak papa..", "Hm, caca kemana ya Sit, kog ngak kelihatan..?" ucap sekar. Sela mengernyit, "Ah, itu. Dia lagi di belakang, lagi makan siang kayak nya. Biar ku panggilan ya, sebentar .." ucap sita.


Sita hendak pergi ke belakang, namun dengan cepat sekar menghentikan nya. "Jangan Sit, biarin aja. Biar si caca makan siang dulu, toh klient ku juga belum datang .. " ucap sekar sambil menyentuh tangan sita. Sita tersenyum, "Iya, deh. Ya sudah, sekarang kita duduk dulu yuk, di sana.. " ucap sita sambil menunjuk sofa.


"Iya, ayo.." ucap sekar, sekar mengikuti sita yang jalan terlebih dahulu. Sekar dan sita kini duduk bersama di sofa, sofa nya terletak di sisi kiri meja resepcionis.


_________________________________________


Di Mobil, 12.06 p.m.


Lila

__ADS_1


Erik melirik Lila, wajah istrinya sedang di tekuk seperti tengah menahan amarah. Erik melepas Siftbel nya, lalu erik mengelus pipi kanan sela dari samping. "Dek, jangan cemberut dong. Senyum gitu biar kelihatan cantik.. " ucap Erik.


Lila melirik suami nya, "Ngak bisa, aku lagi bad mood nih.. " ucap Lila. Erik menghela nafas sesaat, "Sayang, udah ya. Jangan over thingking terus, ngak baik loh buat kesehatan kamu. Kamu harus inget nasehat dokter rina kemarin .." ucap Erik menasehati.


Lila berusaha tersenyum meskipun hanya ke pura-puraan saja. "Nih, aku udah senyum. Udah ya, jangan ceramahin aku lagi. Bisa-bisa kepala ku jadi muter-muter nanti.. " ucap Lila. Erik tertawa, "Muter-muter yang gimana sih, emang nya di masukkin ke blender hehe.. " ucap Erik.


Lila ikut tertawa, "Ngak tau, ah. Pokok nya ya gitu .." ucap Lila, Erik tertawa lagi sambil melirik Lila. Cups, Erik mendaratkan ciuman di pipi Lila, wajah Lila langsung merona.


"Sayang ku, jangan ngambek telus ya hehe.. " ucap Erik sambil memeluk Lila, Lila tersenyum geli. "Ih, apa sih. Kayak anak kecil aja tau ngak, aku tetep ngambek nih hehe.. " ucap Lila. Erik melepas pelukan nya, "Ngak, kamu ngak boleh ngambek lagi.. " ucap Erik sambil mengerakkan telunjuk nya.


Lila tersenyum lebar, "Dah, yuk kita turun. Jangan sampai sekar jadi nungguin kita terlalu lama.. " ucap Erik. Saat suami nya mengucap nama sekar, Lila merasa kesal kembali.


"Sekar lagi, sekar lagi..!" rutuk Lila.


Lila melepas Siftbel nya dengan gerakan malas, sejujur nya ia enggan untuk keluar dari mobil apalagi hendak menemui sekar, rival nya. Kini erik dan Lila sudah keluar dari mobil, lalu erik menghampiri Lila dan merangkul nya masuk ke dalam butik.


Sekar


"Kar, makasih ya. Karena setiap kali ada event, kamu selalu ngerecomendasiin butik aku ke semua klient kamu. Aku ngerasa ke bantu banget, i'am very greatful.. " ucap sita senang.


"Jangan berlebihan, Sit. Aku pilih butik kamu karena aku jatuh cinta sama kualitas nya, performanya juga bagus.. " ucap sekar. Sita tersenyum puas, "Aih, sekar. Aku jadi merasa tersanjung. Makasih loh, pujian nya.. " ucap sita tersanjung.


Selang beberapa saat...


"Dek, Itu dia sekar.. !" ucap Erik sambil menunjuk sekar yang tengah berbicara dengan seorang wanita. Erik melirik Lila, "Yuk, kita samperin dek.." ucap Erik, Lila mengangguk.


"Sekar.. " ucap Erik, Sekar terkejut dan seketika menoleh ke asal suara. "Eh, mas erik, mbak lila.." ucap sekar. Sekar dan sita berdiri, Erik dan lila kini sudah sampai di hadapan mereka. Caca juga sudah kembali dari belakang, kemudian ia menghampiri sekar lalu berdiri di samping atas nya, sita.

__ADS_1


"Selamat siang, mas erik, mbak lila.. !" ucap sekar antusias. Erik tersenyum, "Selamat siang juga.. " ucap Erik. Erik dengan ramah membalas sapaan sekar, sedangkan lila memilih diam sambil memalingkan wajah nya.


"Selamat datang di butik kalmers, tuan, nona. Perkenalkan saya sita, saya owner butik ini..." ucap sita. "Wah, jadi nona ini owner nya ya. Salam kenal ya, saya erik dan ini istri saya lila. Senang bertemu dengan mu.. " ucap Erik. Sita tersenyum lebar, "Saya juga senang.." ucap sita.


"Sit, ca, ini klient yang aku maksud tadi. Mereka ke sini mau fithing baju buat acara resepsi nanti.. " ucap sekar. Sita dan caca mengangguk paham, "Ya sudah, kalau gitu. Ngak usah nunggu lama, mari kita lihat contoh gaun yang ada di dalam yuk. Ada di sebelah utara .. " ucap sita. "Iya benar, mari kita lihat sekarang..!" ucap sekar.


Kini mereka beralih ke sisi utara toko, mereka semua tertegun melihat ratusan gaun yang berada di gantungan, ada yang terpasang pada patung dan juga masih ada gaun tersimpan di lemari khusus.


"Gaun nya banyak banget, mana bagus-bagus lagi.. " batin Lila.


Erik melirik Lila, gadis itu tengah terpesona melihat gaun-gaun yang ada. "Sayang, kamu senang kan. Di sini banyak sekali pilihan nya, pasti bikin kamu betah.. " ucap Erik mengoda lila. Lila tersenyum kikuk, "Ngak juga, ah.. " ucap Lila ngeles.


Sekar menghampiri Lila, "Mbak Lila, ayo ikut saya. Mari, kita coba gaun nya.. " ucap sekar.


Lila menatap tajam sekar, "Ngak, aku ngak mau pergi. Aku tetap di sini sama mas Erik.." ucap Lila ketus.


Sekar terkejut, Erik merasa bersalah pada sekar. Erik menarik tubuh Lila, "Sayang, kamu apa-apan sih. Jangan kayak anak kecil gini, ngak enak tau sama sekar.. " bisik erik. Lila memutar bola mata nya malas, "Tapi aku ngak mau pergi sama dia, aku ngak suka mas.. " bisik Lila.


Erik mengernyit, "Kalau kamu kayak gini terus, ngak bakal selesai. Mau cepat kelar, apa mau ketemu sama sekar terus..?" bisik erik mendesak. Lila melirik suami nya malas, "Iya, iya. Aku ngalah.. " ucap Lila datar.


"Gimana, mbak. Mau ya, biar fithing nya ngak ketunda nanti..?" ucap sekar merayu Lila. Lila menghela nafas, "Ya udah, ayo.." ucap Lila. Sekar tersenyum, "Okay, mari ikut saya dan sita..!" ucap sekar.


Sekar dan sita membawa lila masuk ke dalam ruangan khusus. Di sisi lain, caca mulai membantu Erik mencarikan setelan jas yang cocok.


NB : Jika berkenan mampir ke Simpanan Selebriti ya kak, author berharap dukungan kalian hehe.. I Love you so much, all 🎉...


__ADS_1


__ADS_2