Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 12


__ADS_3

Restaurant Krisantium, sekitar pukul 12.28 p.m.



"Iya, kemarin ibu anda memang mengajukan tema autdoor pada staff kami.." ucap sekar, aku mengernyit. "Tapi, bukankah bulan ini sudah mulai musim penghujan. Apa tidak lebih baik, jika tema nya di ganti indoor saja..?" ucap ku.


Sekar melirik ku, "Anda tenang saja, di gedung krisantium sudah di lengkapi atap kaca. Jadi, anda tidak perlu khawatir.. " ucap nya. Aku mengangguk paham, "Oh ya, satu lagi.Saya juga ingin mengajukan tema indoor pada anda. Apa anda berminat..?" ucap sekar.


"Maksud mu, acara nya indoor outdoor begitu..?" ucap kevin, sekar mengangguk. "Iya.. itu maksud saya, rencana saya nanti acaraformal nya di bagian indoor dan yang outdoor untuk bagian acara kedua.. " ucap sekar.


Aku mengangguk paham, "Boleh juga, tapi. Aku belum bisa mengiyakan nya sekarang juga, karena aku harus mendiskusikan nya dulu dengan ibu.. " ucap ku.Sekar tersenyum, "Tidak masalah, senior. Saya dengan setia akan menunggu jawaban anda.." ucap sekar.


"Lalu, kamu memiliki kekasih atau tidak. Apa ada jawaban nya..?" ucap ku penasaran. Sekar terkejut, "Eh, ke, kenapa tiba-tiba menanyakan hal ini..?" ucap sekar dengan gugup.


"Tidak tiba-tiba kog, ini adalah pertanyaan umum. Jadi, apa jawaban nya..?" ucap ku.Aku dan sekar saling memandang, sekar tertegun. "Ah, itu..saya masih sendiri.." ucap sekar sambil mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


"Dia bilang masih sendiri.Syukurlah.. aku masih beruntung.. " batin kevin.


Aku tersenyum puas mendengar jawaban sekar, "Begitu ya, apa bisa aku mendapatkan nomer ponsel mu..?" ucap ku. Sekar salah tingkah, "Un..untuk apa..?" ucap nya gugup.


"Ya.. tentu saja, aku membutuhkan nomer ponsel mu. Supaya kita bisa bicara kembali mengenai acara ini.." ucap ku. Sekar menghela nafas nya, ia merasa lega mendengar ucapan kevin. Sekar sempat berfikir jika kevin tengah modus pada nya.


"Ah iya.. saya sampai lupa, kita kan sedang ada kerja sama. Wajar, jika senior meminta nomer ponsel saya.. " ucap sekar, aku tersenyum.


"Dia terlihat salting, lucu sekali.." batin kevin.


Sekar merogoh saku nya lalu mengeluarkan kartu nama nya, kemudian ia memberikan kartu nama itu pada ku. "Ini kartu nama saya, anda bisa menghubungi nomer saya yang ada di kartu.." ucap sekar. Aku meraih kartu nama itu, ku amati sesaat lalu ku simpan ke dalam saku jas.


"Akhir nya, aku bisa mendapatkan nomer ponsel sekar.." batin kevin.


"Terimakasih ya.." ucap ku, "Ya, sama-sama.." ucap sekar. "Apa ponsel mu aktif 24 jam, mungkin akan menghubungi mu saat sengang.." ucap ku.

__ADS_1


"Iya, ponsel saya aktif 24 jam.." ucap sekar, "Berarti kamu ngak tidur, karena kamu tadi bilang kalau ponsel kamu aktif 24 jam.. " ucap ku, aku sengaja menggoda sekar.


Sekar tersentak, "Ti, tidak.. bukan begitu. Saya juga tidur kog, tapi kadang-kadang suka bangun tengah malam.. " ucap sekar. Aku tertawa pelan, saat ini sekar terlihat lucu di mata ku.


"Hm begitu.." ucap ku, sekar mengangguk. Ku lihat jam yang ada di tangan ku, sebentar lagi jam kantor akan segera di mulai. "Sekar.. aku harus segera kembali ke kantor sekarang juga. Nanti desain-desain ini kamu kirimkan saja ke alamat email ku atau ke email ibu ku saja ya.. " ucap ku.


"Baik, Senior. Saya ucapkan terimakasih atas waktu nya ya.. " ucap sekar, aku tersenyum. "Terimakasih kembali, dan untuk makanan nya biar saya yang bayar.. " ucap ku.


Aku pun berdiri dari tempat ku, sekar ikut berdiri. "Tidak usah, senior. Saya bisa membayar makan siang ku sendiri.. " ucap sekar. "Sudah, biar aku saja yang bayar..!" ucap ku sambil merapikan jas. "Ya sudah, kalau mau nya begitu.Makasih ya senior.. " ucap sekar.


"Ya, ya sudah. Aku duluan ya.. " ucap ku, sekar tersenyum. "Silahkan, senior.." ucap sekar. Setelah berpamitan pada sekar, aku pun beranjak pergi dari hadapan nya.


_________________________________________


Sekar


...Di rumah sekar, sekitar pukul 18.01 a.m....



Sekar baru saja pulang, ia tengah berdiri di depan teras sambil memencet bel rumah nya.


Tak berselang lama, seorang wanita paruh bayah yaitu ibu tiri sekar. Wanita itu membukakan pintu untuk nya, sekar tersenyum melihat nya.


"Ibu.. " ucap sekar, ibu tersenyum. "Sekar, syukurlah kamu sudah pulang nak.. " ucap ibu. "Iya, bu. Baru saja.." ucap sekar sambil mengurai senyum. Ibu menghampiri sekar lalu mengajak putri nya masuk ke dalam rumah.


Di ruang tamu...



"Sekar, ibu tadi sudah membuat makan malam. Kamu ke kamar saja dulu, bersih-bersih setelah itu ke meja makan ya.. " ucap ibu sambil merangkul bahu sekar, sekar tersenyum lebar. "Iya, bu. Ya sudah, sekar ke kamar dulu.." ucap sekar. "Iya, nak.. " ucap ibu.

__ADS_1


Sekar pun beranjak pergi ke kamar nya yang berada di sebelah barat ruang tamu. Sekar melirik ibu nya sesaat, "Aku bersyukur, memiliki ibu penganti seperti dia.. " batin sekar.


Sekar melangkah kembali menuju kamar nya, ia merasa letih dan tubuh nya juga terasa lengket akibat keringat setelah seharian bekerja. Sekar berniat ke kamar mandi, agar ia bisa segera membersihkan diri.


Selang beberapa menit...



Sekar masih berada di kamar nya, ia tengah menyisir rambut nya di depan cermin. Tiba-tiba ia teringat moment pertemuan nya siang tadi dengan senior nya, kevin.


"Senior.. " gumam sekar, sekar senyum - senyum dan kembali salah tingkah. Tiba-tiba wajah sekar berubah menjadi murung, "Hah, ngak seharus nya aku jadi Geer begini.. " batin sekar.


Sekar teringat akan masa lalu yang menyedihkan, ia merasa menjadi sosok tak sempurna bila di sandingkan dengan kevin.


"Aku ngak boleh salah paham akan sikap senior, dia memang orang nya yang baik. Dia baik ke semua orang, mana mungkin dia suka sama aku.. " gumam sekar.


Braakk...


Sekar terkejut lalu seketika menoleh ke arah pintu, ternyata yang datang adalah sela, adik tiri nya. "Kakak...!" panggil sela dari ambang pintu, gadis muda itu lalu berlari ke arah sekar.


Sela langsung memeluk sekar, "Eh.." pekik sekar. "Kakaak.. " ucap sela, "Adik, jangan lari begitu. Toh, kakak hanya di sini.. " ucap sekar sambil melirik adik nya.


Sela melepas pelukan nya pada tubuh sekar, "Biarin, abis nya sela baru bisa ngelihat kakak. Kakak sibuk sih, ngak ada waktu buat sela.. " ucap sela sambil manyun. Sekar tersenyum, "Adik, kakak kan kerja buat kamu. Biar adik kakak ini, hidup nya cukup.. " ucap sekar.


"Selalu saja itu alasan kakak, ngak tau apa kalau sela kangen.. " ucap sela, sekar pun menarik tubuh sela ke pangkuan nya. "Adek kakak, kangen ya. Mau jalan-jalan ngak..?" ucap sekar.


Sela yang tadi nya manyun langsung ceria kembali. "Ah, yang bener. Mau, mau.. " ucap sela, "Ya sudah, setelah makan malam. Kita jalan berdua yuk.. " ucap sekar. Sela mengangguk, "Iya, ya.. " ucap sela.


NB : Visual Sela Ayu Atmaja


__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya ku yang lain, judul nya Cinta Dalam ASA...



__ADS_2