Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 11


__ADS_3

Restaurant Krisantium, sekitar pukul 12.15 p.m.



Pelayan mengantarkan pesanan ku dan sekar, lalu pelayan itu menyajikan makanan nya di hadapan kami. "Terimakasih ya.." ucap ku dan sekar kepada pelayan.


"Iya, sama-sama. Silahkan, di cicipi tuan, nona..!" ucap pelayan. Aku dan sekar pun mengiyakan ucapan pelayan, kemudian pelayan itu berpamitan pada kami lalu beranjak pergi.


"Mari, kita makan..!" ucap ku, sekar tersenyum.


Di sela makan siang, aku sesekali mencuri pandang pada sekar. "Cantik.." batin ku.


Hari ini Sekar memang nampak cantik dengan setelan kantor warna biru muda. Entah kenapa, dia selalu mempesona dengan nuansa biru.


"Sekar.. " ucap ku lirih, sekar melirik ku. "Ya.." ucap nya. "Sudah lama ya, kita tidak bertemu seperti ini.." ucap ku. Sekar berhenti mengunyah, "Iya, sudah lama sekali.." ucap sekar sambil menatap makanan nya.


"Kamu kangen ngak sama aku ..?" ucap ku dengan tersipu malu. Sekar terkejut, ia terdiam sesaat. "Ma, maksud nya kangen. Apa..?" ucap sekar. Aku dan sekar saling pandang, "Ya, maksud ku tadi. Kamu kangen ngak sama senior kamu satu ini..?" ucap ku.


Kangen satu arti dengan rindu, dan satu kata yang terkadang meluap-luap agar segera di utarakan. Namun, itu semua tergantung rasa yang perlahan keluar dari bibir manis mu. Entah mengapa, aku berharap lebih. Berharap lebih pada rasa mu, meski aku tau. Belum tentu kau merindukan aku..!!.


"Entah penglihatan ku yang salah, atau aku yang terlalu Geer. Aku melihat semburat merah di wajah sekar. Apa dia sedang malu..?" batin kevin.


Sekar tertawa, aku heran melihat nya. "Duh, Senior.." ucap sekar. "Tolong, jangan becanda dengan ku. Aku takut salah tangkap nanti hehe.. " ucap sekar.

__ADS_1


"Salah tangkap, becanda..?" batin kevin.


"Aku, aku ngak lagi becanda. Kenapa kamu mikir, kalau aku lagi becanda ..?" ucap ku. Sekar berhenti tertawa, "Maaf, aku ngak bermaksud begitu. Kalau di tanya kangen sama senior atau ngak. Kangen sih, tapi dikit.. " ucap sekar.


Aku tersenyum tipis, "Hm.. kamu kangen apa dari aku..?" ucap ku. Sekar tertegun, dia menatap ku sebelum bicara kembali. "Senior kan, cowok paling baik dan ramah di SMA dulu. Wajar, kalau aku kangen.." ucap sekar sambil tersenyum.


"Terimakasih tuhan, ternyata di ingatan sekar. Aku adalah sosok pria yang baik.." batin kevin.


"Aku juga kangen sama kamu.. " ucap ku lirih, sekar terkejut. "Senior kangen sama aku, kangen apa nya..?" ucap sekar sambil tertawa pelan. "Kangen semua nya.." ucap ku, sekar langsung tersipu malu.


Sekar mengalihkan pandangan nya, lalu dia melanjutkan makan siang nya. "Oh ya, sekar. Saat aku di luar negri, kamu lanjut kuliah di mana..?" ucap ku. Sekar melirik ku, "Aku kuliah di jakarta aja, kak.Tapi ya sempet juga kuliah tiga tahun di ausy.." ucap sekar.


"Di Ausy, universitas mana..?" ucap ku penasaran, "Universitas of thecnology sidney.." ucap sekar. "Kamu ngambil jurusan apa di sana..?" ucap ku. "Jurusan desain, kak.." ucap sekar sambil melahap steack nya.


Sekar tertegun, "Senior, kuliah di jerman. Ngambil jurusan apa..?" ucap sekar antusias. "Jurusan managemant bisnis.. " ucap ku, "Lalu, sekarang senior kerja di mana. Maaf, kalau aku terkesan kepo..?" ucap sekar. Aku tersenyum, "Ngak masalah, saat ini aku bekerja di perusahaan keluarga ku .. " ucap ku.


Sekar mengangguk paham, "Hm gitu.. " ucap sekar. "Iya, kalau kamu sendiri. Kamu kerja jadi IO sejak kapan..?" ucap ku. "Ya.. sekitar 3 tahunan lebih, dulu aku magang. Setelah lulus jadi pegawai tetap.. " ucap sekar.


"Hm.. yang semangat ya, kerja nya..!" ucap ku, aku memang sengaja menunjukkan rasa perhatian ku pada sekar, agar dia peka. Sekar mengangguk, "Senior juga. Semangat..!!" ucap nya.


Aku dan sekar bertukar senyuman. "Senior, ayo makan lagi. Makanan nya jangan sampai di anggurin.." ucap sekar. Aku tersadar, "Eh, iya. Duh, aku sampai lupa.." ucap ku. Sekar tertawa pelan, aku pun melanjutkan makan siang ku.


10 menit kemudian...

__ADS_1


Aku dan sekar baru saja menyelesaikan makan siang kami. Sekar tengah minum jus, ku lihat ada noda saus di tepian bibir nya. Ku raih selembar tisu yang ada di meja, aku berniat membersihkan noda yang ada di bibir sekar.


"Sekar.. " ucap ku, sekar berhenti minum lalu menoleh kepada ku. "Ya, ada apa..?" ucap sekar, aku dan sekar saling memandang. "Kamu diam dulu ya, jangan bergerak.." ucap ku. Sekar terkejut, "Loh kenapa, ada apa..?" ucap nya cemas.


Ku ulurkan tangan kiri ku untuk meraih dagu sekar, sekar mungkin tengah bingung dengan sikap ku. Pelan-pelan aku mulai mengusapkan tisu yang tengah ku pegang tadi ke tepi bibir sekar. Sekar terdiam menatap ku, sedangkan aku masih asik membersihkan noda saus di bibir nya.


"Senior..kenapa senior bersikap seperti ini..?" batin sekar.


"Nah, sudah.. " ucap ku, ku jauhkan tangan ku dari wajah sekar lalu ku letakkan tisu nya ke meja. Sekar masih tertegun, ia masih tak percaya dengan situasi tadi.


"Maaf ya, tadi.. aku hanya berniat membersihkan noda saus di bibir mu. Maaf, kalau aku terkesan lancang.." ucap ku sambil melirik sekar, sekar mengurai senyum. "Ah, tidak masalah. Seharus nya, aku berterimakasih pada senior.. " ucap sekar.


"Makasih ya.. " ucap sekar sambil menyentuh bibir nya. Entah kenapa, sikap nya saat ini terlihat manis di mata ku. Aku tersenyum, "Sama-sama.. " ucap ku.


"Oh ya.. bagaimana kalau kita mulai saja meeting nya. Karena aku masih ada jadwal untuk menemui klient yang lain.. " ucap sekar. Aku mengangguk, "Ya sudah, mari kita mulai meeting nya.. "ucap ku.


"Pertama-tama saya ucapkan terimakasih, atas kesedian anda untuk memakai jasa IO dari perusahan kami, Wijaya corporation. Kami akan berusaha sebaik mungkin, untuk memberikan kepuasan atas kepercayaan yang anda berikan pada IO kami.. " ucap sekar.


"Ini adalah profosal desain untuk acara resepsi nanti, tempat acara resepsi nanti akan di selenggarakan di gedung krisantium.." ucap sekar sambil menunjukkan gambar desain yang ada di laptop nya. "Ibu ku, minta tema outdoor ya..?" ucap ku sambil melihat-lihat desain nya.


"Iya, kemarin ibu anda memang mengajukan tema autdoor pada staff kami.." ucap sekar, aku mengernyit. "Tapi, bukankah bulan ini sudah mulai musim penghujan. Apa tidak lebih baik, jika tema nya di ganti indoor saja..?" ucap ku.


Sekar melirik ku, "Anda tenang saja, di gedung krisantium sudah di lengkapi atap kaca. Jadi, anda tidak perlu khawatir.. " ucap nya. Aku mengangguk paham, "Oh ya, satu lagi.Saya juga ingin mengajukan tema indoor pada anda. Apa anda berminat..?" ucap sekar.

__ADS_1


__ADS_2