Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 73


__ADS_3

...Kamar Jeff, 09.57 p.m....



"Gue kan cuma cerita, apa salahnya sih..!" ucap Sela ketus sambil memanyunkan bibirnya. Jeff tersenyum tipis, "Ya, ya. Gini deh, biar lo ngak iri lagi sama gue. Sekarang, gue bakal ngizinin lo buat pakai fasilitas di kamar ini sepuasnya.." ucap Jeff yang mencoba menyenangkan hati Sela.


Sela tersenyum lebar, "Lo serius..?" ucap Sela yang senang sambil menutup mulutnya tak percaya. "Ya.., gue serius.." ucap Jeff.


"Yeee.., asiikkk..!" ucap Sela kegirangan sambil bertepuk tangan. Jeff tersenyum tipis, "Jangan senang dulu. Gue ngizinin lo juga ada syarat nya..!" ucap Jeff.


Sela terdiam, "Syarat, syarat apaan..?" ucapnya yang berubah bingung. "Syaratanya, lo harus janji sama gue kalau lo ngak bakalan berantakin kamar ini. Gue tipe orang yang suka bersih, sampai gue lihat kamar ini jadi kotor cuma gara-gara lo. Awas aja..!" ucap Jeff setengah mengancam.


Sela tersenyum tipis, "Oh.., kalau soal itu. Lo tenang aja, ngak usah khawatir. Gue bukan tipe cewek jorok kog .." ucapnya meyakinkan Jeff.


"Ya udah, kalau gitu gue mau pakai baju dulu. Mending, lo duduk dulu di situ gih atau lo mau duduk di dekat kolam sana juga boleh ..." ucap Jeff sambil melepas ikatan handuk kimono-nya di hadapan Sela.


Seketika Sela langsung beranjak keluar, tepat nya ke arah kolam lalu duduk di kursi yang ada di sana. Jeff mengamati kepergian Sela, "Dasar, cewek penakut.." ucapnya sembari tersenyum.

__ADS_1


Jeff pun beranjak ke kamar mandi dan bersalin di sana. Di saat yang bersamaan, Sela sedang tersipu malu dengan apa yang ia lihat barusan. Jeff begitu santai melepas ikatan handuknya tepat di depan matanya. Sela mengusap wajah nya sesaat, mencoba menghilangkan bayangan Jeff yang terus menari-nari di fikirannya.


10 menit kemudian..


"Sela..." panggil Jeff yang berjalan ke arah Sela sambil membawa nampan berisi makanan. Selepas bersalih, Jeff langsung memesan satu set sarapan lewat room servise sebelum ia hendak kembali menemui Sela.


Sela melihat kedatangan Jeff, "Wah, pas banget gue udah kelaparan dari tadi. Ternyata, lo lama di dalam karena ini ya..." ucap Sela.


"Maaf ya, gue jadi bikin lo nunggu lama.." ucap Jeff merasa bersalah. "Ah.., ngak papa kog. Lo santai aja.." ucap Sela sambil mengamati makanan yang ada di meja.



Jeff mengamati Sela yang sedang makan dengan lahap, ia mengulas senyum. "Nanti kalau lo masih ngerasa lapar, bilang ya.Biar gue pesanin lagi.." ucap Jeff sambil mengiris pancake yang ada di piring.


Sela mengernyit, menelan makannya setelah itu menjawab ucapan Jeff. "Ngak, ngak usah. Ini udah cukup kog, kalau kebanyakan nanti gue jadi gendut kayak babi ..". Jeff tertawa, "Kog jadi babi sih, emang lo udah pernah ngelihat babi yang asli...?" ucap Jeff sambil menutup mulutnya dengan tangan.


"Hm, belum. Tapi sering sih lihat di drakor, babi guling. Pernah lihat juga, saat babi-nya itu di panggang di atas tungku api.. " ucap Sela yang begitu jujur. Jeff tertawa lagi, "Pernah nyoba, yang lo bilang babi guling itu rasanya enak loh..?" ucapnya.

__ADS_1


Sela terkejut, "Gue sih belum pernah, emang lo sendiri pernah makan kog lo tadi bisa bilang enak..?" ucapnya penasaran. "Pernah lah, kan di luar negri banyak. Pernah makan satu atau dua kali, selebihnya daging sapi.." ucap Jeff berterus terang.


"Hm, gitu.." Ucap Sela sambil melahap irisan buah. "Kenapa? Lo ngak suka ya gue bilang gitu, wajar kog kalau lo ngak suka. Karena lo belum pernah makan, kehidupan di luar negri sangat berbeda jika di bandingkan di sini. Di sana orang-orang berjiwa bebas, hidup tanpa aturan yang penting kita tau etika.." ucap Jeff.


Sela terdiam, "Siapa bilang ngak suka, itu kan hak masing-masing. Mau makan ini, mau minum itu. Ngak ada salahnya, yang penting kita happy.." ucapnya. Jeff tersenyum, "Ucapan lo tadi adalah salah satu cerminan dari sikap toleransi, jika suatu saat lo punya kesempatan tinggal di luar negri. Lo harus bisa pertahanin sikap itu, karena kehidupan di sana ngak mudah.. " ucap Jeff memberi nasehat.


Sela mengangguk, "Ya, gue paham..". "Oh ya, Jeff. Gue mau cerita nih, tadi kan gue sempat ngobrol sama kakak. Bukan ngobrol sih, lebih mirip ke debat. Saat itu kakak marah sama gue, dia bilang kalau dia ngak suka saat gue ngundang lo tanpa seizin dia.." ucap Sela.


Jeff tersentak, "Terus..?" ucapnya. "Terus gue bilang, emang apa salahnya sih gue ngundang lo secara kan lo juga temannya kakak. Tapi kakak tetap aja ngak suka dan dia jadi kecewa sama gue. Gue yang dengar jadi kesal sendiri, terus gue tanya sama dia. Apa kakak jadi marah kayak gini sama aku karena ada rasa suka sama Jeff.." ucap Sela.


"Terus, kakak lo jawab apa..?" ucap Jeff yang antusias, Sela tersenyum tipis. "Dia langsung nyuruh gue pergi, ya udah gue pergi dan gue lari ke sini nyamperin lo. Tapi ... yang gue tangkap dari sikap kakak tadi, kayaknya dia ada rasa deh sama lo.." ucap Sela yang menduga- duga.


Jeff tersenyum, "Hm, gitu ya. Kalau benar, bagus deh. Brarti rencana kita hampir berhasil, ngak sia-sia lah gue ngikutin rencana lo dari kemarin.." ucap nya. "Misalkan nanti rencana kita berhasil, jangan lupa! Lo harus berterima kasih sama gue.." ucap Sela.


"Lo tenang aja, gue ngak bakal ngelupain lo kog. Kalau gue bisa dapetin Sekar lagi, itu artinya lo bisa berkesempatan jadi adik ipar gue.." ucap Jeff tersenyum penuh arti. Sela tertawa, menertawai kebodohannya sendiri karena sudah rela membantu pria itu.


"Tapi, Sel. Lo lihat kan, gue sempat ngobrol bentar sama si Kevin, calon suaminya Sekar itu. Gue perhatiin, ternyata dia orangnya baik ya dan dia juga tipe orang yang positif.." ucap Jeff memuji Kevin. Sela tertegun, "Mas Kevin mah emang baik orang nya, ngak kayak kita. Jahat.." ucapnya sambil tertawa.

__ADS_1


Jeff pun tertawa, ia sedikit tersindir akan ucapan Sela meski seolah becanda. "Yeah.., lo benar. Kita emang jahat, pilihan lah yang membuat kita jadi jahat. Hah .., gue jadi ngak enak sama dia.." ucap Jeff yang teringat akan kebaikan Kevin.


Sela menatap Jeff, "Kalau lo nyuruh gue milih, pasti gue milih Mas Kevin yang jadi kakak ipar gue. Bukan lo, Jeff..." batin Sela.


__ADS_2