Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 25


__ADS_3

"Pli, kog ora mbok jak gabung cah e. Aku yo pengen weruh, pengen kenalan aku..?" ucap pak kumis sambil melihat cang kipli yang baru saja duduk. "Durung wayah e, kowe kenalan karo cah kae. Aku dewe wae durung cedak karo bocah e, mengko nk wes cedak lagek tak kenalno nang kowe.. " ucap cang kipli.


Pak kumis mengernyit, "Owalah, durung cedak bak no. Tak fikir ta uwes.. " ucap pak kumis sambil mencomot sepotong kue yang ada di nampan. "Ojo mbok fiker ta, mengko wedi ne awak mu kakean fikiran cak. Iso iso mbledoss utek e.. " ucap cang kipli.


Pak kumis tertawa sebelum sempat memakan kue nya, "Mbledos jare, mbok fikir utek ku ban motor.." ucap pak kumis. "Yo, ngono meh podo yak e.. " ucap cang kipli sambil tertawa, "Kurang ajar, kowe.. " ucap pak kumis sambil menoyor bahu cang kipli.


"Ngone pli..kog iso awak mu kenal karo cah kae, nang ndi leh kenal..?" ucap pak kumis. "Aku yo ora sengojo kenal bocah kui, wingi de.e ne ngodani putu ku pas ning cafe cak.." ucap cang kipli sambil menyandarkan tubuh nya ke kursi.


Pak kumis mulai paham, "Ngodani putu mu, ngeser yak e..?" ucap pak kumis. "Paleng o.." ucap cang kipli, "Tanah putu mu kae ayu og pli koyok almarhum zullaikah, wajar lak akeh wong lanang sing ngeser.." ucap pak kumis.


"Iya, koyok copyan e bojo ku ayu ne.." ucap cang kipli sambil melirik pak kumis, "Tapi pli...bocah kae yo lumayan lo, ganteng ketok e yo mapan.." ucap pak kumis sambil melirik Rio.


Cang kipli melirik Rio, Rio baru saja selesai sarapan. "Nk ganteng, tanah praupane wes ngono cak. De.e ne yo omong bolak balik ning ngarep ku.. " ucap cang kipli.


Pak kumis terkejut, "Omong ngonowi..","Ya allah, pede ne ora umum ya.. " ucap pak kumis.Cang kipli mengangguk, "Iya, lha piye meneh. Bocah zaman sak iki wes akeh sing podo wani karo wonk tuo.. " ucap cang kipli.


"Duduk wani cak, ngone kemplinthi. Yo wajar sih nek menurut ku, cah kuto og. Lha awak e dewe jok cilik dolanan e ning kali haha.. " ucap pak kumis. Cang kipli tertawa mendengar ucapan pak kumis, "Dolanan e karo iwak hahaha.."ucap cang kipli.


____________________________________________


...Rumah Sekar, 13.58 p.m....



Kevin


Ckitt...

__ADS_1


Mobil kevin baru saja tiba di depan gerbang rumah sekar, kevin segera keluar dari mobil lalu beralih ke sisi kiri mobil. Kevin membukakkan pintu untuk sekar, sekar pun keluar.


Kini kevin dan sekar sudah berdiri di dekat gerbang. Mereka berhadapan dan saling memandang satu sama lain. Kevin meraih kedua tangan sekar, "Sekar, aku minta maaf ya.Kita ngak bisa jalan-jalan terlalu lama, karena aku masih ada urusan setelah ini.. " ucap kevin.


"Iya mas, ngak papa..", "Dan, makasih juga karena kamu mau nganterin aku pulang.. " ucap sekar. Kevin tersenyum lebar dan langsung memeluk sekar, "Jangan bilang makasih, ini satu keharusan buat aku.." ucap kevin.


"Aku sayang banget sama kamu, makasih ya sayang. Soal yang di pantai tadi .. " ucap kevin, sekar membalas pelukan kevin. "Sama - sama sayang.." ucap sekar.


Selang beberapa saat..


Kevin melepas pelukan nya lalu mengecup dahi sekar, "Sayang, aku harus balik sekarang.. " ucap kevin. "Iya, mas.." ucap sekar, kevin hendak pergi namun sekar menahan nya. "Hati-hati di jalan ya.. " ucap sekar, kevin tersenyum lalu mengangguk.


Kevin memasuki mobil nya, tak berselang lama mobil kevin mulai beranjak pergi dari hadapan sekar.


_________________________________________



Erik


Erik dan Lila baru saja tiba di indonesia, kini mereka tengah berjalan ke arah pintu keluar bandara. Lila dengan manja terus mengandeng tangan suami nya, erik tersenyum puas saat di perlakukan manis seperti itu.


"Sayang, akhir nya kita tiba di indonesia dengan selamat ya.. " ucap Erik, "Iya, mas. Jujur, aku sempat takut saat kita di pesawat tadi. Tapi karena ada kamu, rasa takut nya jadi hilang.. " ucap Lila. Erik tersenyum lebar, lalu menarik hidung istri nya pelan karena gemas.


"Kamu ya, kita baru saja sampai. Kamu sudah mulai gombalin aku .. " ucap Erik. "Ya, ngak papa lah, mas.. " ucap Lila, erik tersenyum manis. Erik dan Lila terus berjalan hingga mereka sampai di lobi bandara.


2 orang petugas datang sambil membawa 2 koper milik erik dan Lila. "Tuan, ini koper - koper anda.." ucap petugas sambil meletakkan koper yang di bawa ke dekat erik. "Terimakasih ya, ini tips untuk kalian..!" ucap erik sambil menyerahkan tips pada dua pertugas itu.

__ADS_1


Petugas itu menerima nya, "Terimakasih tuan, ya sudah. Kami permisi dulu, tuan.. " ucap petugas. "Iya, silahkan.." ucap Erik. Dua petugas itu mulai beranjak pergi.


Kini tinggal Erik dan Lila yang masih berada di area lobi, mereka tengah menunggu kevin yang hendak menjemput mereka sebentar lagi.


Selang beberapa saat...


"Sayanggg, kevin masih lama ya..?" ucap Lila, ia mulai merasa bosan menunggu. Erik melirik jam di tangan nya, baru lewat 5 menit dari waktu yang di janjikan. "Sabar ya, sayang. Mungkin kevin lagi kena macet di jalan.. " ucap erik, erik mencoba menenangkan istri nya.


Lila menghela nafas panjang, "Nyebelin banget sih, huft. Ngak tau apa, gue paling males kalau di suruh nunggu.. " batin Lila. Lila berdecak kesal.


"Kog kevin belum datang juga, ya. Semoga ngak terjadi apa pun di jalan.. " batin erik menahan cemas. Erik mengusap bahu lila, ia sangat tau jika istri nya kini tengah menahan kesal. Terlihat jelas dari raut wajah nya yang mulai di tekuk.


Tint.. Tint..


Tak berselang lama, sebuah mobil jepp hitam mulai berhenti tepat di hadapan mereka. Erik tersenyum lebar melihat kedatangan mobil itu, yang tak lain mobil milik kevin.


"Sayang, lihat. Mobil kevin sudah datang.." ucap erik, Lila seketika tersadar dari lamunan nya. Lila bersemangat kembali saat melihat sosok yang keluar dari mobil yang di maksud Erik.


Kevin yang baru saja keluar dari mobil,seketika bergegas menghampiri Erik dan istri nya. "Kakak.." ucap kevin sambil berjalan ke arah Erik, "Adik.. " ucap erik dengan antusias. Kevin langsung memeluk saja Erik, "Kakak, aku kangen.. " ucap kevin. Erik membalas pelukan adik nya dengan hangat, "Kakak juga kangen.." ucap Erik.


"Astaga, kakak beradik ini seperti tak bertemu saja selama setahun. Sangat membosankan, huft.. " batin Lila.


Kevin melepas pelukan nya pada Erik, "Kak, aku minta maaf ya. Aku sedikit terlambat menjemput kakak, tadi aku masih ada urusan sedikit.." ucap kevin. "Ah, tidak papa. Santai saja.. " ucap Erik sambil menepuk lengan kevin pelan.


"Kau tau, kevin. Kami sudah lama menunggu, memang nya apa urusan mu tadi. Apa sepenting itu, hingga kamu tidak memprioritas kan kami..??" maki Lila.


Erik dan kevin terkejut, mereka saling pandang. "Lila.. !!" gertak Erik, Lila langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain. "Kak Lila, mas Erik. Aku sangat minta maaf ya, tapi tadi ada mobil mogok di jalan. Jadi, aku.. " ucap Kevin.

__ADS_1


"Jadi apa, kamu menolong nya begitu..??" bentak Lila. Lila langsung memotong ucapan kevin, Kevin dan Erik kembali terkejut. "Cukup Lila, jangan bicara lagi..!!" bentak Erik sambil mencengkram tangan Lila.


__ADS_2