
Kevin menghela nafasnya, ia menurunkan koper Jeff kembali. "Ya udah deh, nih gue balikin. Gue bantuin lo buat cek in aja ya, lo puas kan sekarang.. " ucap Kevin becanda. Jeff tertawa.
____________________________________________
...Lobi hotel, 09.22 p.m....
Jeff
Kevin dan Jeff menghampiri Resepcionis, Jeff mulai mengisi data diri di buku tamu. Di sisi lain Sekar mengajak Sela kembali ke kamar mereka dan membiarkan kedua pria itu mengobrol bersama.
Selang beberapa saat, Jeff akhirnya berhasil cek in. Jeff mengurai senyum pada Kevin, "Lo baik banget sih mau nemenin gue dari tadi, makasih ya.." ucap Jeff.
"Santai aja, Bro. Lo kan temannya Sekar, itu arti nya lo juga teman gue. Sekarang kita temanan ya dan sesama teman lo ngak perlu berterima kasih sama gue .." ucap Kevin.
Jeff tertegun, "Pantas aja ... sekar milih dia jadi calon suaminya, dia di penuhi aura positif yang jarang di miliki orang lain.." batinnya.
"Okay, mulai sekarang kita temenan ya. Gue harus banyak belajar dari lo nih, Bro. Apalagi soal cerita percintaan lo sama si Sekar. Gue masih gini-gini aja nih, masih free hehe.. " ucap Jeff becanda.
Kevin tertawa, "Apa yang perlu lo pelajarin dari gue sih, kalau pada dasarnya cinta itu datang dengan sendirinya, Bro. Gue sama sekar itu ibaratkan orang asing yang punya niat serius aja, Bro. Kalau kita sama-sama udah ngerasa cocok. Buat apa sih, kita nunggu lama lagi ya, kan..!" ucap Kevin.
"Yeah, lo benar. Ucapan lo barusan patut di contoh,semoga hubungan lo sama si Sekar langgeng terus ya.." ucap Jeff sambil menepuk bahu Kevin sekali. "Egh, makasih ya do'a-nya.." ucap Kevin sembari tersenyum.
Saat itu Jeff menyadari, jika yang di ucapkan Kevin memang lah benar. Selama ini Jeff terus tertarik pada Sekar, namun ia tak pernah berani mengungkapkan perasaannya. Hingga gadis itu kini memilih Kevin, sosok pria asing yang baru di kenalnya tetapi memiliki segudang niat yang nyata. Bukan semu seperti perasaannya.
Jeff menghela nafas, "Urusan cek in udah beres, gue pamit ke kamar dulu ya, Bro. Kita akan ketemu lagi nanti.." ucap Jeff sambil meraih kopernya.
"Ya, gue juga. Gue juga mau ke kamar nih, abis jogging. Badan rasanya lengket semua hehe.." ucap Kevin. Jeff mengangguk, "Ya udah, kalau gitu gue duluan, ya..!" ucap Jeff yang kemudian berjalan ke arah selatan sambil menarik kopernya.
Kevin tersenyum tipis, ia mengamati kepergian Jeff. "Gue ngak nyangka, ternyata Sekar bisa dekat sama cowok lain selain gue, calon suami nya. Dan pria itu adalah lo, Jeff. Gue ngerasa, kalau lo bukan teman pria biasa..." batin Kevin.
__ADS_1
___________________________________________
...Di Kamar, 09.21 p.m....
Sekar
"Kakak, kenapa kakak malah ngajakkin aku ke sini? Aku kan masih mau ngobrol sama Jeff..!" ucap Sela heran, sesampainya di kamar Sekar langsung melepas tarikannya pada tangan Sela.
Sekar memandangi Sela, adiknya kini sedang kebingungan dengan sikapnya. "Kamu masih bisa bicara dengannya nanti. Tapi sebelum itu, kakak mau bicara sama kamu..!" ucap Sekar.
Sela mengernyit, "Soal apa?" ucapnya penasaran. Sekar menghela nafas, "Kenapa tiba-tiba kamu mengundang Jeff, seharusnya kamu tanya dulu sama kakak. Kakak setuju apa enggak buat ngundang dia, sekarang kakak jadi bingung karena Jeff beneran datang ke sini .. " ucap Sekar.
"Ah, soal itu ya. Kenapa bingung sih kak? Apa salahnya kalau aku ngundang si Jeff. Jeff juga teman kakak loh, wajar kalau aku ngundang dia.." ucap Sela yang membela dirinya.
"Tetap aja kamu salah, ini acara kakak ya Sela. Kakak ngerti, kalau Jeff itu juga teman kakak. Tapi ngak seharusnya kamu ngundang dia tanpa minta izin dulu dari kakak, kakak kecewa sama kamu..!" cecar Sekar.
Sekar terkejut, "Kamu ngomong apa sih, apa nya yang janggal. Kakak cuma lagi kecewa aja sama kamu karena kamu ngak mau minta izin dulu..." ucap Sekar ngeles.
"Serius cuma karena itu? Tapi yang ku lihat sekarang beda loh. Kakak kelihatan ngak tenang, sepertinya kakak sedang merasakan sesuatu ya, kan..?" ucap Sela mengintimidasi.
"Udah lah, Sel. Kamu ngak perlu ngalihin pembicaraan kita, sekarang kita lagi ngebahas undangan Jeff bukan perasaan kakak ya.." ucap Sekar.
Sela tersenyum tipis, "Tentu saja ku bahas, karena kakak lagi sensi sama aku. Dengar ya kak, Jeff datang ke sini itu bukan karena kakak. Tapi karena aku, kita sengaja mau liburan berdua. Pernikahan kakak itu cuma alasan ya, jadi kakak ngak usah geer.. " cecar Sela sengaja memanas-manasi kakaknya.
Sekar tercengang, ia tak sangka jika Sela bisa mengatakan hal itu. "Kakak ngak peduli sama alasan Jeff, mau dia ke sini karena kamu atau kakak. Kakak ngak peduli, kakak tetap kecewa sama kamu karena kamu ngundang dia tanpa seizin kakak..!" gertak Sekar.
"Kecewa? Sela malah lebih kecewa sama sikap kakak saat ini. Sela tau, kakak jadi ngak tenang begini karena kakak ada rasa kan sama Jeff?"
ucap Sela to the point.
__ADS_1
Sekar tersentak, "Cukup, kamu diam. Kakak minta sekarang kamu keluar! Tinggalian kakak sendiri.." ucap Sekar setengah teriak. Kemudian Sekar berjalan gontai ke arah ranjang. Sela menatap sinis punggung Sekar, setelah puas memarahinya dengan seenaknya gadis itu menyuruhnya pergi.
"Okay, aku akan keluar sekarang. Tapi sebelum aku pergi, aku cuma mau ngingetin kakak kalau sebentar lagi kakak akan menikah sama Mas Kevin.Jadi tolong ... atur perasaan kakak, jangan suka baperan ..!" ucap Sela sesaat. Setelah itu, ia melangkah keluar dari kamar.
___________________________________________
...Kamar Jeff, 09.45 p.m....
Sela
Ting.. Tong.
Sela baru saja memencet bel yang ada di dekat pintu kamar Jeff. Selang beberapa saat, pintu kamar Jeff pun terbuka, yang membuka pintu tak lain ialah Jeff sendiri. Pria itu baru saja selesai mandi dan kini berdiri di ambang pintu dengan berbalut handuk kimono navy saja.
Sela memperhatikan Jeff dari atas sampai bawah, wajahnya seketika memerah. Sela meneguk salivanya kembali, "Jeff.., kamu sangat mirip sugar daddy.." batin Sela sambil memicingkan matanya.
Jeff tersenyum penuh arti, "Kenapa ekspresi lo kayak gitu, lo belum pernah ngelihat cowok habis mandi ya..?" ucapnya menggoda Sela. Sela berdehem, ia berusaha keras mengatur rasa gugupnya di hadapan Jeff.
"Apa sih! Gue juga pernah lihat kog. Lo ngak ada bagus-bagusnya tau, jangan sok keren ya.." ucap Sela ngeles. Jeff tersenyum tipis, "Wah.., tega lo ngomong gitu sama gue ya.." ucap Jeff sambil menutup mulutnya tak percaya. Jeff merasa sedang di rendahkan oleh Sela.
Sela tertawa pelan, reaksi Jeff sangat lucu saat ini. Setelah puas menertawai Jeff, Sela langsung melengos masuk ke dalam kamar pria itu. Jeff hanya memperhatikan langkah Sela, ia tak mencegah sedikit pun saat Sela masuk ke kamarnya. Setelah itu Jeff berbalik lalu menutup pintunya kembali.
"Astaga, kamar lo bagus banget sih, Jeff. Mana luas lagi, ada kolam renangnya juga. Ah.., gue jadi iri sama lo.." ucap Sela yang kagum sambil memandang seisi kamar Jeff.
Jeff tersenyum kikuk, "Apa sih yang lo iri in, toh cuma kamar juga. Kamar ini cuma gue sewa ya, bukan kamar gue betulan.." ucap Jeff membantah ucapan Sela.
Sela menghampiri Jeff yang berdiri di dekat ranjang, kini mereka berhadapan. "Tetap aja gue iri, di kamar gue ngak ada kolam renang nya tau. Pasti biaya sewa kamar ini mahal kan ya, sultan emang beda .." ucap Sela berterus terang.
Jeff yang gemas pun menoyor pelan dahi Sela, "Udah ya, lo ngak usah ngeluh. Ngak usah iri juga sama gue, sultan, sultan. Siapa yang lo sebut sultan, ngak ada ya julukan kayak gitu.." ucap Jeff memarahi Sela. Sela manyun sambil mengusap dahinya yang barusan di toyor oleh Jeff.
__ADS_1
"Gue kan cuma cerita, apa salahnya sih..!" ucap Sela ketus sambil memanyunkan bibirnya. Jeff tersenyum tipis, "Ya, ya. Gini deh, biar lo ngak iri lagi sama gue. Sekarang gue ngizinin lo buat pakai fasilitas di kamar ini sepuasnya.." ucap Jeff yang mencoba menyenangkan hati Sela.