
...Ballroom Krisantium...
Sekar
"Nona Sekar, lapor. Saya sudah mengihimbau anak buah saya untuk berjaga di setiap titik koordinasi.." ucap ketua keamanan. Sekar tersenyum, "Terimakasih, atas laporannya ya. Terimakasih juga karena anda dan tim sudah bekerja dengan baik.. " ucap Sekar.
Ketua tersenyum, "Sama - sama, Nona. Ya sudah, saya pamit kembali bekerja .." ucap ketua. Sekar mengangguk, ketua keamanan tersenyum sesaat lalu beranjak pergi.
Sekar mengedarkan pandangannya melihat sekeliling, netranya terfocus pada singgasana pengantin. Perlahan Sekar mengurai senyum melihat singgasana pengantin yang sudah terisi oleh pasangan Erik dan Lila.
"Semoga kalian selalu di berkati dan di berikan rumah tangga yang sempurna oleh Tuhan yang Maha Esa.. " batin Sekar sepenuh hati.
Saat Sekar tengah termenung, Kevin datang dan langsung memeluknya dari arah belakang. "My love.." ucap Kevin lirih. Sekar sedikit terkejut, lalu menoleh ke samping melihat sosok yang tengah memeluknya.
Nafas kevin begitu terasa di dekatnya, "Eh, Mas Kevin.." ucap Sekar. Kevin tersenyum, "Iya, ini aku.." ucap nya sedikit berbisik. Sekar menjadi salah tingkah di peluk oleh kevin, wajahnya berubah merona seiring jantungnya yang mulai berdebar.
"Mas Kevin, tolong lepasin dulu ya. Ngak enak pelukan di sini, nanti di lihat para tamu.. " bisik Sekar mencoba membujuk sang kekasih. "Iya, ya. Nih, aku lepasin.. " ucap Kevin yang perlahan mengendurkan pelukannya.
Sekar menghela nafas lega, ia sempat khawatir bila nanti ada orang yang melihatnya tengah berpelukan dengan seorang pria. Meski pria itu adalah kekasihnya sendiri, ia merasa tak pantas dan malu untuk berpelukan di tempat terbuka. Apalagi mengingat ia tengah bekerja saat ini, bukan sebagai tamu undangan.
"My love, maaf ya. Aku baru datang.. " ucap Kevin sambil mengengam tangan Sekar. Sekar tersenyum pada sang kekasih, "Ngak masalah sayang, coba ku lihat sebentar.. " ucap Sekar yang mulai memperhatikan sosok pria di hadapannya dari atas sampai bawah.
"Kenapa, sayang? Aku kelihatan jelek ya atau jasnya kurang cocok..?" ucap Kevin cemas. Sekar menggeleng, "Tidak, siapa yang bilang kamu jelek? Ini bagus, pantas di pakai kamu.. " ucap Sekar. "Kamu serius? Ngak lagi bohong kan. Aku yang milih sendiri loh, tadi sebelum ke sini aku mampir ke butik dulu.. " ucap Kevin.
"Wah, selera kamu bagus juga ya.Udah pintar pilih pakaian sendiri hehe.. " ucap Sekar memuji. Kevin tersenyum lebar, "Iya, lah. Apalagi soal pacar, aku pintar kan karena seleranya cuma kamu ..." ucap Kevin menggoda sang kekasih. Sekar tersipu malu, ia menahan tawa mendengar gombalan kevin.
Breeengg...
__ADS_1
Breengg...
Breengg...
Breeengg...
Aya tiba - tiba saja muncul sambil memukul panci dengan spatula. Sekar dan kevin pun terkejut dan langsung menutup telinganya masing - masing.
Breeengg...
Breenggg...
"Haduh, berisik sekali.. " ucap Kevin lirih, Aya tak menggubris ucapan kevin dan masih asik memukuli panci. "Ayaaa.. ! Berhenti, berisik sekali Aya.. " ucap Sekar membujuk temannya. Aya pun berhenti memukuli panci, ia tertawa lepas melihat reaksi dua sejoli yang baru saja kepergok olehnya.
"Aya! Apa yang kamu lakukan. Kenapa datang kemari sambil memukuli panci..?" ucap Sekar tak habis fikir dengan tingkahlaku Ay. "Eits, kamu jangan marah dulu, Sekar. Seharusnya aku yang bertanya, kalian ini lagi ngapain di sini..?" ucap Aya mengintimidasi.
"Yeah, aku ketahuan.." batin Sekar.
Sekar cengengesan, "Ya, begitu.." ucapnya lirih. Aya mendekatkan telinganya pada Sekar, suaranya yang kecil masih dapat di dengar olehnya. "Nah, ketahuan. Wow, ini berita bagus. Akhirnya sahabat ku satu ini punya pacar. Ngak jomblo lagi deh... " teriak Aya senang.
Sekar dan Kevin saling pandang, mereka tersenyum kikuk. "Aya, sudah ya. Tidak usah berlebihan..!" ucap Sekar sambil meraih lengan Aya. Aya pun berhenti berteriak, beberapa orang yang lewat melihat ke arah mereka.
"Kamu jangan teriak-teriak begitu. Ngak enak, tuh mereka semua pada ngelihatin kita.. " bisik Sekar. Aya mengamati orang-orang yang ada di belakangnya, ia tersenyum kikuk menahan malu atas ulahnya sendiri. "Maaf, Sekar. Aku kelepasan tadi.." bisik Aya. Sekar menghela nafas, "Iya, ngak masalah.." ucap Sekar.
Beberapa orang yang barusan melihat pun kini beranjak pergi, mereka kembali mengacuhkan keberadaan Aya, Sekar dan Kevin. Mereka bertiga saling pandang, "Sekar, tadi aku mencarimu. Tenrnyata kamu ada di sini, eh tau nya lagi pacaran.. " ucap Aya. Sekar tertawa pelan, "Maaf, maaf.. " ucapnya sedikit merasa bersalah.
"Iya, aku maafin. Lalu, siapa pria ini..?" ucap Aya penasaran. Sekar melirik Kevin, "Ah, kenalin ini Mas Kevin. Pacarku.. " ucap Sekar sambil mengedipkan mata pada Aya. Aya mengangguk paham, lalu memcoba mengulurkan tangannya ke arah Kevin.
"Kenalin, aku Aya. Asistent sekaligus temannya Sekar di kantor.." ucap Aya, Kevin tersenyum sambil membalas uluran tangan Aya. "Kevin, salam kenal ya.." ucap Kevin. Aya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
__ADS_1
"Laki-laki ini tampan sekali, sekar sangat beruntung mendapatkannya.. " batin Aya.
___________________________________________
...Di Meja Tamu, 19.20 a.m....
Jeff
Jeff memasuki gedung pernikahan Erik dan Lila, dua hari yang lalu ia mendapat undangan virtual dari Erik. Kedua perusahaan mereka kin tengah menjalin kerjasama, wajar saja jika Jeff menyempatkan hadir dalam acara bahagia salah satu relasinya.
Jeff perlahan berjalan masuk sambil melihat - lihat sekitar, ia berfikir akan bergabung dengan salah seorang yang ia kenal. Sepasang mata Jeff langsung tertuju pada sosok pamanya, Pak Wijaya.
Tak menunggu lama, Jeff langsung menghampiri meja pamannya yang kala itu tengah duduk sendirian. "Selamat malam, paman..!" ucap Jeff begitu sampai di dekat meja. Pak Wijaya mendongak dan melihat sosok Jeff, ia mengulas senyum bahagia mendapati sosok keponakannya yang sudah dewasa.
"Jeff ? Ini benar keponakanku? Aku tak salah lihat kan.." ucap Pak Wijaya masih tak percaya. Jeff mengangguk, "Iya, paman. Ini aku Jeff, senang rasanya bisa berjumpa lagi dengan paman.." ucap Jeff memberi hormat.
Pak Wijaya tersenyum, "Ayo, duduklah Jeff. Temani pamanmu di sini..!" ucapnya begitu senang. "Baik, paman.." ucap Jeff sambil menarik kursi yang berada di samping pamannya. Setelah itu jeff mendudukinya dan mulai mengobrol kembali dengan sang paman.
Selang beberapa saat..
Sekar mengajak satu orang pelayan menghampiri meja atasannya. "Ayo, sajikan di sini.." ucap gadis itu pada pelayan. "Baik, Nona.." ucap pelayan. Pelayan itu mulai menyajikan hidangan yan ia bawa atas meja Pak Wijaya.
"Nah, begitu bagus.." ucap Sekar memuji pelayan. Jeff sedari tadi memperhatikan sosok gadis kantoran yang kala itu berdiri di samping pelayan."Sekar.." ucap Jeff memberanikan diri menyapa lebih dulu, Sekar yang di panggil langsung menoleh ke asal suara.
Sekar terkejut, "Jeff..?" ucapnya begitu melihat sosok yang tadi memanggil. Jeff tersenyum manis melihat sekar, akhirnya mereka bisa berjumpa kembali setelah sekian lama.
__ADS_1