Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 19


__ADS_3

Di Ruang Tamu, 07.54 p.m.



"Sekar, mari kita duduk..!" ucap kevin, sekar mengangguk. Kevin dan sekar duduk bersama, "Bagaimana dengan perjalanan mu tadi, kamu tidak susah menemukan rumah ku, kan..?" ucap kevin basa-basi. "Tidak, senior. Aku datang ke sini naik taxsi tadi, jadi aku bisa mememukan rumah senior dengan mudah.. " ucap sekar.


"Syukurlah.. " ucap kevin, "Oh ya, senior. Anda ingin membahas acara resepsi nya sekarang atau..?" ucap sekar. "Nanti saja.. ", "Em, sekar. Aku belum sarapan pagi nih, bagaimana jika kita sarapan dulu..?" ucap kevin, sekar terdiam.


"Senior berniat mengajak ku sarapan, aku harus bilang apa sekarang. Ku terima saja atau ku tolak..?" batin sekar.


"Maaf senior, lebih baik senior saja.Aku akan menunggu di sini.." ucap sekar. Kevin terkejut mendengar penolakan sekar. "Eh, ternyata lagi ada tamu ya, vin..?" ucap Ibu dari arah tangga, kevin dan sekar tersentak lalu menoleh ke asal suara.


"Kenapa sekar ada di sini, tak mungkin dia datang ke sini begitu saja. Pasti, kevin yang sudah mengundang nya.." batin ibu


Sekar dan kevin seketika berdiri, kevin pun mencari alasan karena tak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya. "Iya, Bu. Aku memang sengaja mengundang sekar ke rumah, karena aku ingin mengajak nya berdiskusi mengenai acara resepsi..." ucap kevin.


Ibu menghampiri kevin dan sekar, "Oh, begitu..", "Sekar, akhir nya ada waktu untuk kita bertemu lagi.. " ucap ibu sambil tersenyum. "Selamat pagi, tante. Maaf, jika kedatangan saya mendadak seperti ini dan mungkin sudah mengganggu pagi anda.. " ucap sekar sambil menundukkan badan nya.


"Ah, jangan bilang begitu.Tidak menganggu sama sekali kog, justru tante senang ngelihat kamu mau berkunjung ke rumah tante.. " ucap ibu. Sekar tersenyum, "Wah, Terimakasih atas pengertian nya ya, tan.. " ucap sekar.


"Syukurlah, tante ketty tidak terganggu akan kedatangan ku. Jujur, aku sempat takut tadi.. " batin sekar.


"Kelihatan nya, ibu tidak marah mengetahui fakta bahwa aku sengaja mengundang sekar. Hah, syukurlah... " batin kevin.


"Santai saja, Nak.." ucap ibu, "Vin, kog kamu ngak cerita sih kalau sekar mau datang ke sini..?" ucap ibu sambil menyenggol bahu kevin. "Maaf bu, aku lupa ngasih tau.. " ucap Kevin sambil tersenyum kikuk.


Di sisi lain, ayah tengah menuggu kevin dan istri nya. Namun sayang nya, mereka tak kunjung datang ke meja makan. Ayah pun bangkit dari tempat nya dan berniat mencari keberadaan kevin dan istri nya.


Ayah mencari-cari mereka di mana pun, namun mereka tak terlihat dan ternyata mereka tengah berada di ruang tamu. "Dik, kevin, kenapa kalian masih ada di sini dan ngak datang ke meja makan. Aku nungguin kalian loh, sejak tadi..!!" ucap ayah sambil berjalan ke arah ruang tamu.

__ADS_1


Ayah terkejut saat melihat kehadiran sekar yang kini berada di tengah - tengah kevin dan istri nya. "Oh, lagi ada tamu ya, siapa gadis ini..?" ucap ayah.Ibu, kevin, dan sekar tersentak, mereka langsung menoleh ke asal suara, "Mas.." ucap ibu. Ayah tersenyum sambil berjalan menghampiri mereka bertiga.


"Maaf ya mas, aku masih ngobrolsama sekar..." ucap ibu sambil meraih lengan suami nya yang baru saja datang. "Ngak papa, dik. Oh, jadi gadis ini nama nya sekar. Apa dia teman nya kevin..?" ucap ayah, Ibu mengangguk. "Iya, dia kenalan nya kevin.. " ucap ibu.


"Selamat pagi, om. Saya teman nya mas kevin, saya datang ke sini atas undangan nya .. " ucap sekar sambil tersenyum. Ayah melirik kevin, "Kog kamu ngak cerita, vin. Kalau teman mu mau datang ke sini..?" ucap ayah. "Maaf, ya yah.." ucap kevin.


"Mas, sekar ini adik kelas nya kevin di SMA dulu dan kebetulannya lagi. Dia juga jadi IO di wijaya grup, itu loh IO yang ibu maksut kemarin. Sekar yang akan mengurus resepsi nya erik nanti.." ucap ibu.


Ayah tertegun, dan ia menguarai senyum, "Oh, jadi dia IO yang kamu maksud tempo hari..." ucap ayah, ibu mengangguk. Ayah melihat sekar, "Salam kenal ya, saya om vernone. Saya ayah nya kevin.. " ucap ayah sambil mengulur kan tangan nya kepada sekar. Sekar mengerti lalu membalas uluran tangan pria itu, "Iya om, salam kenal juga.." ucap sekar.


Setelah berjabat tangan, "Saya senang karena kita bisa bertemu di sini, apalagi kamu datang jauh-jauh ke rumah saya. Jujur, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan mengenai acara resepsi itu..", "Tapi sebelum kita membahas nya, mari kita sarapan bersama terlebih dulu..." ucap ayah. "Iya sekar, benar kata om. Lebih baik, kamu ikut sarapan dulu bersama kami..." ucap ibu.


"Iya, aku sependapat dengan ibu. Sekar, ayo. Ikut lah sarapan bersama keluarga ku.." ucap kevin sambil menatap sekar. Sekar terdiam, "Sekar, mari kita ke belakang. Kita sarapan dulu.. " ucap ibu. "Iya, om, tante.. " ucap sekar sembari mengulas senyum.


Sekar pun terpaksa mengiyakan ajakan keluarga kevin, dan memilih ikut sarapan bersama dengan mereka. Ia sulit untuk menolak, apalagi yang mengajak adalah orang yang lebih tua.


____________________________________________


Di Meja Makan, 07.59 p.m



Kini mereka berempat sudah sampai di meja makan, "Sekar, ayo duduk nak.. " ucap ibu, "Ya, silahkan duduk nak.. " ucap ayah. "Iya, om, tante.." ucap sekar, sekar pun duduk di samping kevin. Sedangkan ayah dan ibu duduk di hadapan mereka.


Bibi menghampiri meja makan sambil membawa teko besar berisi air putih. Bibi mulai menuangkan nya di gelas masing - masing, saat tiba giliran bibi menuangkan air di gelas sekar. "Terimakasih ya, Bi.." ucap sekar, "Sama - sama, neng cantik.." ucap bibi. Lalu Bibi beralih ke samping kevin dan mulai mengisi gelas nya.


"Sekar.... gadis ini punya tata krama, aura juga bagus.Tidak salah, jika kevin suka sama dia.. " batin ibu.


"Hari ini ada yang spesia loh, karena kevin yang masak menu sarapan hari ini. Kata nya, kevin sengaja masak buat kita, Mas.. " ucap ibu. Ayah tersenyum, "Wah, bagus itu. Itu tanda nya kevin sayang sama kita, sering - sering masak ya vin. Biar ayah sama ibu sering makan, masakan kamu hehe .." ucap ayah.

__ADS_1


Kevin tersenyum, "Iya, tapi kevin ngak janji ya. Kan ayah sama ibu tau, kevin sudah mulai kerja. Kevin cuma bisa di hari libur saja.. " ucap kevin sambil membalikkan piring nya. "Ngak papa, ayah sama ibu ngerti kog.. " ucap ayah sambil menyendok nasi goreng milik nya.


Sekar masih terdiam dan enggan mengambil lauk nya, ia hanya minum air putih sedari tadi. Kevin melirik sekar, ia paham sekali bahwa saat ini tengah merasa canggung.


Kevin pun berinisiatif untuk mengambil makanan untuk nya. Kevin meraih piring sekar dan mulai mengisi nya dengan berbagi lauk yang kevin masak tadi.


"Se, senior..", "Senior, tidak perlu repot-repot. Aku bisa mengambil makanan ku sendiri.. " ucap sekar panik, ibu yang melihat nya tertawa pelan. "Ngambil sendiri apa nya, kamu diam saja dari tadi. Sudah.. lebih baik kamu diam saja, ini lagi ku ambilin.. " ucap kevin, sekar pun terdiam.


"Sekar, kamu ngak usah malu-malu gitu. Kalau mau apa pun, ya ambil saja. Anggap saja, kamu lagi makan di rumah sendiri.. " ucap ibu. Sekar tersenyum kikuk, "Ah, iya tan..." ucap sekar. Kevin meletakkan piring sekar kembali dan kembali duduk di kursi nya.


Sekar terbelalak saat melihat piring nya yang penuh dengan makanan. "Ayo, di makan. Ini semua makanan bergizi, kamu pasti suka.. " ucap kevin, sekar tersenyum kikuk.


Sekar menarik ujung kemeja kevin, "Ada apa..?" ucap kevin sambil mendekat ke sekar. "Ini terlalu banyak, kamu sangat berlebihan.. " bisik sekar, "Ah, masak iya sih..?" ucap kevin, kevin malah senang melihat isi piring sekar yang penuh dengan masakan buata nya.


"Aku serius, aku ngak mungkin bisa ngehabisin semua ini.. " bisik sekar, kevin memandangi sekar lalu tertawa renyah. "Ya, ngak masalah. Biar kamu gendut dikit.. " ucap kevin. Sekar terkejut, ia tak habis fikir dengan ucapan kevin.


"Pokok nya, kalau aku ngak habis. Ini salah senior ya.. " ucap sekar sambil menahan kesal. Sekar berdo'a terlebih dahulu, saat tengah berdo'a kevin mengatakan sesuatu di telinga nya.


"Kamu tau ngak, aku buat semua makanan itu spesial buat kamu seorang. Tolong, hargai usaha ku sedikit.." ucap kevin. Sekar tertegun, rasa kesal nya tiba-tiba terganti dengan rasa haru.


"Jadi, senior masak semua ini buat aku. Aku ngak nyangka, masih ada orang yang perhatian sama aku, selain keluarga ku sendiri...." batin sekar.


Sekar tersenyum dan mulai menyuapi diri nya dengan makanan yang terjasi di piring. Saat kunyahan kedua, "Masakan nya enak, meski pun sedikit pedas.. " batin sekar.


NB : Visual makanan nya, gaes..



__ADS_1


__ADS_2