
Lila terkejut, "Pacar..?, sejak kapan mereka jadian. Kenapa aku bisa kecolongan gini, huh sial.. " rutuk Lila.
Erik tersenyum lebar, "Wah, ini berita bagus. Ternyata kalian sudah jadian, aku fikir kalian masih tahap pdktan aja.. " ucap Erik. Kevin dan sekar tersenyum, "Puji tuhan, kami sudah jadian kak. Ya, baru aja sih belum lama ini.." ucap kevin.
"Nah, karena sekarang kak Erik dan mbak Lila udah tau soal hubungan ku dan sekar. Aku harap, semoga kalian mau mendukung hubungan kami berdua.. " ucap kevin. Erik tersenyum, "Hm.. kalau soal itu, kamu tenang aja. Pasti kakak dukung kog, yang penting kamu bahagia vin.. " ucap Erik sambil menyentuh bahu kevin.
"Apa - apaan sih mas Erik, kenapa asal main dukung aja. Gampang banget ..!!" rutuk Lila.
Kevin dan sekar tersenyum puas, "Makasih ya, kak.." ucap kevin, "Mas Erik, makasih ya.. " ucap sekar. "Sama - sama, yang terpenting sekarang kalian harus rukun terus. Siapa tau, nanti hubungan kalian bisa langgeng sampai nikah.. " ucap Erik sembari tertawa. Kevin dan sekar pun tertawa karena salting.
"Oh ya, vin. Kamu sama sekar nemuin kita ada perlu apa, apa ada sesuatu yang penting..?" ucap Lila sengaja memecahkan suasana. Semua orang tersadar dan seketika suasana nya berubah menjadi serius.
"Gini kak, aku sama sekar ke sini karena ingin membahas acara resepsi kalian nanti, iya kan sekar.. " ucap kevin sambil melirik sekar. " Iya benar, saya selaku IO yang akan menangani acara kalian. Saya ingin membasah nya secara langsung bersama mas Erik dan mbak Lila selaku pemilik acara.." ucap sekar.
"Hm, boleh, boleh. Silahkan..!" ucap Erik, "Baik, mari kita mulai diskusi nya.. " ucap sekar. Sekar mulai menerangkan semua nya sambil membuka beberapa file yang ada di laptop nya. Kevin dan Erik memperhatikan penjelasan sekar dengan seksama, di sisi lain Lila sengaja mengacuhkan sekar dengan berpura - pura melihat ponsel nya.
Sekar mulai menunjukkan beberapa contoh desain undangan pada kevin dan Erik, saat itu sekar melirik Lila sesaat. "Kayak nya Lila memang sengaja nyuekin aku, ah. Sudahlah, ngak papa .." batin sekar, ia merasa sedih.
"Nah, ini ada beberapa contoh desain undangan yang aku recommend banget untuk acara mas erik dan mbak lila kali ini.. " ucap sekar, erik mengangguk paham. "Kayak nya yang ini bagus deh, aku suka.. " ucap erik sambil menunjuk salah satu desain.
"Oh yang ini, ini emang bagus sih. Kelihatan elegan reall nya.." ucap sekar. "Aku juga, aku juga suka sama pilihan kakak.." ucap kevin saat melihat desain nya. Erik tersenyum puas, "Wah, pada setuju nih. Terus, kalau menurut kamu dek. Kamu suka yang mana..?" ucap Erik sambil melirik Lila.
__ADS_1
Lila tersadar dan dengan cepat menutup ponsel nya, "Eh, iya. Apa tadi..?" ucap Lila sambil melihat semua orang. Erik menatap lila malas, "Dek, tutup dong ponsel nya. Kita lagi diskusi loh, kog kamu malah asik main ponsel dari tadi.." ucap Erik.
Lila tersentak, "Sorry mas, aku ngak bermaksud main ponsel kog. Tadi ada chat dari teman ku, ngak mungkin dong aku cuekin.. " ucap Lila, ia sengaja berbohong. "Udah di bales kan, kalau sudah. Sekarang tutup dulu ponsel nya, ngak enak di lihat sama mereka.. " ucap Erik sambil mencengkram tangan istri nya.
Lila terdiam, ia merasa takut setiap kali Erik menatap nya dengan tajam. Lila pun mengalah, ia menutup ponsel nya sambil menahan rasa kesal. Erik tersenyum puas, ia merasa senang karena Lila mau mematuhi perintah nya.
"Tadi mas erik mau nanya apa..?" ucap Lila, Lila dan Erik saling pandang. "Mas tadi nanya sama kamu. Kamu suka ngak sama desain undangan yang aku pilih..?" ucap Erik sambil menunjuk satu desain yang ada di laptop sekar. Lila melihat desain nya, jujur ada rasa suka saat ia melihat desain itu. Namun di sisi lain, Lila merasa gengsi untuk mengakui bahwa diri nya suka dengan desain buatan sekar.
"Pilihan mas Erik bagus juga, eh. Tapi desain ini kan dari sekar, ngak mungkin dong aku suka desain dari dia.. " batin Lila.
"Mas serius suka yang ini, lihat nih. Biasa aja tau ngak, aku ngak mau.. " ucap Lila sambil mengalihkan pandangan ke arah lain. Erik, sekar dan kevin terkejut mendengar ucapan Lila.
"Dek, ini bagus loh. Coba deh di lihat baik - baik, jangan asal ngomong biasa gitu.. " ucap Erik berusaha membujuk istri nya. Lila menatap Erik malas, "Apa sih yang perlu di lihat, itu biasa aja mas. Kelihatan kayak undangan orang miskin, ngak level buat undangan acara kita .." ucap Lila sambil menatap sinis ke arah sekar.
_____________________________________________
...Lobi kantor, 12.10 p.m....
Rio
__ADS_1
Rio tengah berjalan ke arah pintu keluar Lobi, tiba-tiba ferdi meneriaki nama nya dari arah utara. "Yo, yo. Tunggu, yo..!!" ucap Ferdi, Rio berhenti dan seketika menoleh ke arah ferdi.
Ferdi langsung menghampiri Rio, kini ferdi sudah berdiri di hadapan nya. "Ada apa, fer..?" ucap Rio menatap heran ferdi. Ferdi menghela nafas nya sesaat, "Ngak ada, gue cuma mau nanya. Lo mau pergi ke mana..?" ucap ferdi penasaran.
"Oh itu, gue mau cari minum sebentar sekalian makan siang.. " ucap Rio, ferdi mengangguk paham. " Hm gitu, emang lo mau makan siang di mana sih..?" ucap ferdi.
Rio mengernyit, "Kalau sekarang sih, gue ngak tau mau makan di mana. Gampang lah, nanti tinggal mikir aja pas jalan.. " ucap Rio. "Yo, gue mau minta tolong nih. Boleh ya...?" ucap ferdi.
"Hm boleh, mau minta tolong apa..?" ucap Rio. Ferdi tersenyum lebar, "Gini yo, nanti kan ada meeting sama klient besar. Lo kan mau keluar nih, tolong nanti sekalian beliin kopi ya.." ucap ferdi.
"Oh gitu, iya deh. Nanti gue beliin sekalian.. " ucap Rio sembari tersenyum. "Alhamdulillah, kalau lo mau. Gue minta maaf ya yo, jadi ngerepotin lo nih.." ucap ferdi sambil menyentuh lengan Rio.
Rio tersenyum tipis, "Udah lah, santai aja. Gue ngak ngerasa di repotin.." ucap Rio. Ferdi tersenyum puas, "Makasih ya yo, ya udah. Gue mau balik kerja dulu, masih ada tugas nih.. " ucap ferdi. Rio mengangguk, "Ya, sana gih. Yang semangatt ya ..!!" ucap Rio. "Ya, ya.. " ucap ferdi, ferdi pun beranjak pergi dari hadapan Rio.
Rio melanjutkan langkah nya hingga sampai di area parkiran, Rio menghampiri motor nya lalu mulai menaiki nya. Setelah itu, Rio mengemudi kan motor trail meninggal kan area kantor.
Selang beberapa menit..
Di tengah perjalanan, tiba-tiba Rio teringat akan cafe tanamera. Entah kenapa, ia merasa rindu dan berfikir untuk berkunjung lagi ke cafe itu. Apalagi di tambah ada sosok kemala di sana, hingga membuat nya mengulas senyum karena rasa rindu yang mendera.
...~☕~...
__ADS_1
...Tak terbantahkan, merindumu itu terasa sangat manis dan nikmat.Mengalahkan aroma manis dan sensasi pahit kopi yang kau buat.....
...~☕~...