
Clarisa langsung menghampiri Rio, "Rio, kamu dari mana aja tadi. Aku nungguin kamu loh dari tadi.. " ucap clarisa sambil meraih tangan Rio. Rio menepis tangan clarisa, "Gue ngak nyuruh lo nunggu ya, lebih baik lo sekarang pergi dari sini..!" ucap Rio mengertak.
Clarisa merasa sedih, "Yo, kamu jangan begitu sama aku. Aku jauh-jauh datang ke sini karena aku kangen sama kamu.." ucap clarisa.
Rio tertawa pelan, "Lo kangen sama gue..?" ucap nya. Clarisa mengangguk lalu memeluk Rio dengan erat, Rio langsung mendorong tubuh clarisa dengan kasar. Clarisa sedikit terpental ke belakang, sindy yang melihat nya terkejut. "Yo, lo apa-apaan sih. Kasar banget jadi cowo.. !" bentak sindy sambil memegangi tubuh clarisa.
"Lo jangan kasar gini sama clarisa. Dia ke sini baik-baik mau minta maaf sama lo, yo.. " ucap sindy, Rio merasa jengah. Rio menghela nafas nya kasar dan berkata kembali, "Gue mohon sin, tolong lo jangan terlalu belain dia. Lo ngak tau duduk masalah nya apa, jadi jangan salah paham sama gue.. " ucap Rio.
"Mendingan, lo berdua sekarang cabut gih dari sini. Ngak usah main-main lagi ke rumah gue, gue butuh ketenangan..." ucap Rio, rio sengaja mengusir mereka secara halus.
"Lo, ngak papa kan sa..?" ucap sindy, "Gue ngak papa, Rio lagi marah sama gue. Wajar jika dia bersikap kayak gini.. " ucap clarisa. Sindy mengendurkan pegangan nya pada bahu clarisa, clarisa pun berdiri tegap kembali.
Rio merasa muak dengan situasi nya saat ini, ia berusaha mengacuhkan kedua gadis itu dan berniat masuk ke dalam rumah. Saat Rio hendak membuka pintu rumah nya, "Tunggu, yo. Jangan masuk dulu.. " ucap clarisa menghentikan langkah Rio.
Rio melirik clarisa, "Apa lagi sih..?" resah Rio. "Yo, aku minta maaf. Aku janji deh, aku ngak bakal nyakitin kamu lagi.Tolong maafin aku ya.." ucap clarisa dengan mata yang berkaca-kaca.
Rio terdiam sesaat, ia merasa tak enak hati melihat clarisa yang hendak menangis. "Okey, lo gue maafin. Tapi jangan berharap lebih dari itu, karena di mata gue. Lo udah ngak ada arti nya lagi, paham kan.." ucap Rio. Clarisa tersentak.
Braakkk...
Rio masuk ke dalam rumah begitu saja dan menutup pintu nya dengan kasar. Rio langsung mengunci nya dari dalam lalu menghela nafas panjang.
"Maafin gue sa, gue ngak bermaksud kasar sama lo. Tapi emang ini kenyataan nya, kita udah ngak ada hubungan lagi. Lo udah tega nyakitin gue sampai gue ngak bisa ngasih hati lagi.. " batin Rio.
Di sisi lain, Clarisa menangis karena sakit hati mengetahui Rio yang tak mau memberi nya kesempatan sedikit pun. Sindy dengan perhatian menenangkan Clarisa, "Sa, lo yang sabar ya. Lebih baik, kita pulang sekarang yuk.." ucap sindy, Clarisa mengangguk.
...Selingkuh, cinta terindah di atas dosa. Hanya berujung penyesalan di akhir cerita. Hanya seorang yang berhati setia, yang mampu menolak terpaan sang badai.......
_____________________________________________
...Di kamar, 18.54 a.m...
Kevin..
__ADS_1
Kevin tengah memandangi view kota jakarta dari jendela kamar nya, malam ini cuaca di luar nampak cerah tak seperti biasa nya yang selalu hujan.Rasa dingin yang setiap malam hadir tiba-tiba saja menghilang, tubuh nya terasa hangat. Kali ini kevin merasakan suasana yang berbeda.
Kevin tersenyum melihat ribuan lampu yang berkilau di bawah sama, lampu-lampu itu berasal dari gedung dan rumah-rumah penduduk. Seluruh view indah malam ini tengah kevin saksikan dari atas gedung lantai 3 rumah nya.
Lagu jazz klasik yang tengah di putar sangat mendukung suasana bahagia yang sedang kevin rasakan. Andai saja, sekar, gadis yang kevin cinta berada di sini malam ini. Mungkin suasana nya akan jauh lebih romantis, karena kehadiran gadis itu yang mampu menambah rasa.
Kevin meraih ponsel nya dari dalam saku, ia berniat untuk menelfon sekar malam ini. Hanya sekedar basi-basi sebelum malam berganti larut.
Tut.. Tut.. Tut..
Selang beberapa saat...
Dreett, palingan terhubung..
'Hallo, selamat malam..?' ucap sekar.
Deg
Deg
Deg
'Hallo juga..' ucap kevin.
'Maaf, anda dengan siapa..?' ucap sekar.
'Hm.. ini aku kevin.. ' ucap kevin.
'Hm.. ternyata ini anda senior, ada apa senior. Apa ada yang ingin di bicarakan..?' ucap sekar.
'Hm.. anu.. itu.. ' ucap kevin, ia mendadak gugup.
'Eh, anu apa..?' ucap sekar bingung.
'Bukan anu, aku hanya sekedar menelefon mu saja. Aku tidak menganggu mu kan..?' ucap kevin.
__ADS_1
"Tidak, sama sekali ngak nganggu. Senior, jangan berfikir begitu.. ' ucap sekar.
'Kamu lagi di mana, sekar. Kedengaran nya lagi di luar...?' ucap kevin.
'Oh iya, aku memang sedang keluar. Aku sedang makan di cafe bersama adik ku..' ucap sekar.
"Hm begitu, maaf ya. Aku pasti menganggu kalian, karena tiba-tiba menelfon mu seperti ini.." ucap kevin.
"Jangan bicara begitu, santai saja senior. Oh ya, senior menelfon ku ada perlu apa..?" ucap sekar.
'Eh, itu.. aku mau tanya sama kamu, apa kamu memiliki contoh desain yang lain..?' ucap kevin ragu.
'Oh, ternyata soal desain ya. Ada kog, aku punya cadangan desain yang lain. Tapi maaf banget nih, aku ngak bisa ngirimin sekarang.. ' ucap sekar.
'Ngak, ngak papa kog. Santai aja, kamu bisa nunjukkin desain nya besuk.. ' ucap kevin.
'Wah, senior pengertian sekalian. Makasih ya.. ' ucap sekar.
'Iya.. Oh ya, apa besuk. Kamu bisa datang ke rumah ku, untuk menunjukkan desain itu. Mumpung ayah dan ibu ku sedang berada di rumah, kita bisa mendiskusikan nya bersama..' ucap kevin.
'...' sekar terdiam.
'Bagaimana, apa kamu setuju..?' ucap kevin.
'Ya, aku setuju. Baiklah, aku akan datang besuk..' ucap sekar.
"Yess, dia mau datang ke rumah.. " batin kevin, ia merasa senang.
'Okey, aku tunggu kedatangan mu besuk ya. Ya sudah, aku cuma mau ngomong itu aja. Ku tutup dulu telfon nya, ya..' ucap kevin.
'Ah, iya senior. Silahkan.. ' ucap sekar.
Tut.. tut.. tut.. panggilan berakhir ..
Kevin memutuskan telfon nya lalu meletakkan ponsel nya ke atas nakas. "Aargghh..." teriak kevin, ia berteriak bahagia. Kevin masih tak menyangka jika sekar mau menerima undangan dari nya.
__ADS_1
"Besuk sekar akan datang ke sini, aku harus apa sekarang..?" gumam kevin, kevin mulai berfikir. "Ah, iya. Besuk, aku harus menjamu nya dengan baik. Kalau perlu, ku masakan makanan spesial buat dia. Siapa tau setelah ini, sekar akan terkesan pada ku.." gumam kevin sang berantusias.
Kevin menghela nafas, sambil meletakkan kedua tangan nya ke pinggang. "Hah, semoga saja. Dengan pertemuan besuk, ayah dan ibu akan jauh lebih dekat dengan sekar.. " fikir kevin.