
Sekar dan sita membawa lila masuk ke dalam ruangan khusus. Di sisi lain, caca mulai membantu Erik mencarikan setelan jas yang cocok.
Sita mulai menunjukkan 3 gaun dengan desain yang berbeda, yang tentu nya sangat sesuai dengan postur tubuh lila. Lila memperhatikan gaun - gaun itu, mata nya langsung terfocus pada gaun warna pink.
Lila menghampiri gaun itu, menyentuh nya sambil mengagumi keindahannya. "Gaun ini, cantik sekali.." batin Lila. Sekar dan sita saling pandang, mereka saling melempar senyum melihat lila yang nampak terpesona pada gaun pink itu.
Lila melirik sita, "Aku mau mencoba gaun ini, boleh ya..?" ucap lila antusias. Sita tersenyum, "Tentu saja, boleh. Mari, ikut saya..!" ucap sita.
Lila tersenyum lebar, "Ah, ya.." ucap Lila senang.
Sita membawa lila ke ruang ganti bersama gaun pilihan nya. Di sisi lain sekar memilih berdiam diri di tempatnya, ia tak berfikir untuk ikut bersama mereka. Sekar sangat tau bahwa lila tak mungkin menyukai kehadirannya.
Tiba-tiba saja, sekar teringat pada kevin. Sekar tersenyum sesaat, ia merogoh saku celana nya lalu mengeluarkan ponsel yang ada di dalam sana. Sekar mengaktifkan ponsel nya, ternyata sudah ada 5 notificasi yang tertera di layar.
Notificasi whatsapp
Ting..
[My love, kamu lagi apa..?] dari kevin.
[Sudah makan siang belum, aku lagi istirahat nih hehe.. ] dari kevin.
[Kangeeennn, My love.. ] dari kevin.
Ting..
[Sekar, tolong atur jadwal meeting saya ya. Si jenni lagi ngak masuk, saya mengandalkan kamu...!!] dari Pak wijaya.
Ting..
[Sekar, apa kabar.. ?] dari Jeff.
"Jeff.. " ucap sekar lirih, ia begitu terkejut mendapat sebuah pesan dari jeff. Sekar menutup mulut nya tak percaya, ia berfikir bahwa jeff sudah melupakan nya selama ini. Mereka memang sudah lama tak berkomunikasi, semenjak kepulangan sekar ke indonesia dulu.
Tapi kini ia mendapat sapaan lagi dari pria itu, sosok pria yang penuh dengan kenangan saat mereka kuliah bersama di kota sidney. Sekar tersenyum lebar sambil memandangi satu kolom pesan dari jeff, sekar merasa bahagai dan dengan cepat membalas pesan dari jeff.
Tak..Tak.. Tak..
[I'm fine, Jeff. Bagaimana dengan kabar mu..?] dari sekar.
[Bagaimana kabar di sidney, apa keluarga mu baik- baik saja, my friend..?] dari sekar.
Selang beberapa saat...
__ADS_1
Sekar menanti balasan dari Jeff, namun pria itu tak kunjung membalas pesan nya. Sekar bolak balik mengecek ponsel nya, hanya ada balasan chat dari kevin dan juga atas nya. Sekar merasa sedih, jujur ia sangat berharap agar jeff dengan cepat membalas pesan dari nya.
Sekar melihat profil jeff, tertulis bahwa ia aktif 3 jam yang lalu. "Yeah, aku terlambat.." gumam sekar lirih. "Kenapa aku ngak ngecek whatsapp dari tadi, sih.." rutuk sekar, ia menyesal karena terlambat membalas pesan dari Jeff, sahabat nya.
Ting..
[Sayang ku, kamu sibuk ya. Kog pesan ku cuma di baca saja..?] dari kevin.
Degh..
"Astaga, kog aku jadi lupa.." ucap sekar merasa bersalah. Sekar mulai mengetik balasan untuk kevin.
Tak.. Tak.. Tak..
[Maaf ya, sayang. Tadi ku tinggal sebentar, aku masih di butik nih ngurusin fithing baju sama mas erik dan mbak lila..] dari sekar.
Ting..
[Oh, gitu. Aku fikir kamu tadi ke mana, oh ya. Nanti malam, nonton film yuk. Mau ngak, sayang..?] dari kevin.
Sekar tersenyum lebar dan kembali mengetik balasan.
Tak.. Tak.. Tak..
[Iya, mau. Apalagi pergi nya sama kamu, sayang hehe.. ] dari sekar.
Ting..
[Hm, iya My love. Sarangheo ..] dari sekar.
Ting..
[Sarangheo, hehe.. ] dari kevin.
[Sayang... aku tinggal dulu, ya. Aku harus balik ke kantor lagi nih.. ] dari kevin.
Tak.. Tak.. Tak..
[Iya, sayang ku. Semangat kerja nya ya, My love.. ] dari sekar.
5 menit kemudian...
[Iya. Hm, cium nya mana hehe..?] dari kevin.
"Cium..?" batin sekar, wajah nya langsung merona melihat kata cium yang ada di pesan kevin. "Ih, apa sih maksud nya mas kevin hehe.." gumam sekar.
__ADS_1
Tak.. Tak.. Tak..
[Mulai nakal, ya..?. Muaachh.. ] dari sekar.
Ting..
[Yee, asik. Aku di cium, kamu mau cium juga ngak..?] dari kevin.
[Eh, kog jadi aku..?. Kamu aja ya, sayang.. ] dari sekar.
Ting..
[Ngak mau. Nih, muachh.. ] dari kevin.
Sekar tertawa, ia merasa geli dan tak sanggup lagi menghadapi keuwuan kevin.
Ting..
[Dah, ya. Ku tinggal dulu, jangan lupa nanti malam. Dandan yang cantik ya, sayang.. ] dari kevin.
[Siap, sayang.. ] dari sekar.
Sekar tertawa lagi, ia merasa gemas membaca isi pesan kevin. Sekar langsung menghentikan tawa nya, saat melihat lila dan sita yang baru saja keluar dari ruang ganti.
__________________________________________
Sekar menghampiri sita dan lila, "Gimana tadi, mbak Lila suka ngak sama gaun nya..?" ucap sekar. Lila tersenyum tipis, "Ya, suka.. " ucap Lila, Lila dengan cepat memalingkan wajah nya pada sita.
Sekar tersenyum tipis, "Hah, mau sampai kapan ya dia musuhan terus sama aku. Apa dia ngak capek..?" batin sekar.
"Sit, aku mau yang ini saja. Tolong di bungkus ya, oh ya. Ada setelan buat suami ku ngak, yang serasi gitu sama gaun ini..?" ucap Lila. "Oh, ada, ada. Si caca, asistent ku lagi sama mas erik tadi. Lagi bantuin milih setelan kayak nya.. " ucap sita.
Lila mengernyit, "Hm, gitu. Ya sudah, aku mau samperin suami ku dulu ya. Jangan lupa, gaun nya tolong di urus.. !" ucap lila. Sita mengangguk, "Iya, silahkan. Nanti, aku nyusul.." ucap sita tersenyum.
Lila melirik sekar, lalu memberinya tatapan tajam. Setelah itu lila beranjak pergi, kini tinggal sita dan sekar yang masih berada di ruangan khusus.
Sita menggeleng pelan lalu menghampiri sekar, "Tuh, cewe lagi kenapa sih, kar. Sensi benar sama kamu, ada masalah apa sih..?" ucap sita penasaran. Sekar terkekeh, "Udah lah, biarin aja. Dia emang ngak suka sama aku.. " ucap sekar. Sita terkejut, "Kalau dia ngak suka, ngapain juga makai jasa IO dari kamu. Ngak logis banget deh ..?" ucap sita heran.
"Dia terpaksa, Sit. Ini permintaan mertua nya langsung, mana bisa dia nolak .. " ucap sekar, sita tertawa. "Hehe, ini nih. Power of mertua.. " ucap sita, sekar ikut tertawa. "Ada - ada aja, kamu.. " ucap sekar lirih.
___________________________________________
Lila
Lila menghampiri suami nya yang ada di ruangan sebelah, ia begitu terkejut melihat caca yang dengan leluasa memakaikan dasi kepada suami nya, erik.
__ADS_1
"Apa-apan sih tuh cewe, berani - berani nya caper sama mas erik. Dasar, ganjen .. !" umpat Lila di ambang pintu.