Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 6


__ADS_3


NB : Visual Rio Leonard dan Kemala Dzikia.


Flash Back on


Jakarta selatan, 10 Desember 2020. Pukul 18.54 a.m.Sore hari kini berlalu menjadi malam..


"Yo, gue pulang duluan ya...!" ucap Ferdi pada Rio. Rio melihat ferdi, "Ya, lo duluan aja. Gue masih ada kerjaan dikit.." ucap nya. "Okay, Bro. Lo juga ceketan pulang ya, jangan di forsir kerjanya.." ucap Ferdi. "Ya.. " ucap Rio sambil mengetik papan keyboard yang ada di depan nya.



Rio masih enggan untuk beranjak dari meja kerja nya, ia masih asik berkutat pada laptop nya yang ada di depan mata. Sudah 2 tahun, Rio bekerja sebagai ketua divisi di kantor nya.


Ferdi adalah asistent Rio, sekaligus teman karib nya di kantor.


Selang beberapa menit..


Tak.. tak.. tak..


"Huft.. akhir nya, selesai juga.." ucap Rio sambil menjauhkan tangan nya dari laptop. Rio menghela nafas nya, "Syukurlah, kerjaan nya selesai tepat waktu..". "Jadi.. gue masih bisa datang tepat waktu ke Gor, pasti teman-teman sudah sampai di sana.. " ucap Rio.


Hari ini tepat nya di Gor Pancasila ada pertandingan sepak bola dari klub jakarta melawan klub dari Bandung. Rio yang ikut serta sebagai suporter di haruskan datang ke Gor sebelum pertandingan nya di mulai.


Rio mulai mengemasi barang-barang nya, lalu memasukkan nya ke dalam tas. Kemudian Rio melepas dasi nya lalu membuka dua kancing kemeja nya, sehingga membuat dada nya sedikit terekspos. Setelah selesai berkemas, Rio beranjak keluar dari ruangan nya.

__ADS_1


Rio berjalan ke parkiran sebelah utara, tempat di mana motor KLX nya terparkir di sana. Tak berlama-lama, Rio pun menaiki motor nya dan mulai mengemudikan nya meninggalkan area kantor.


30 menit kemudian....


Di perjalanan Rio menuju Gor pancasila, tepat nya di tepi jalan. Rio mendapati sebuah mobil tengah berhenti di sisi kiri jalan raya, bersamaan dengan gadis berhijab yang nampak ke bingungan saat itu.


"Tuh cewe kenapa ya, apa mobil nya mogok.?" batin Rio sambil tetap mengemudikan motor nya. Rio yang memiliki jiwa penolong, akhirnya merasa simpati dan tergerak untuk membantu gadis itu.


Rio lalu membelokkan motor nya ke tempat gadis itu dan berhenti tepat di dekat nya. Setelah berhenti, Rio melepas helm nya kemudian turun dari motor.


Gadis tadi membuka cap mobil nya, lalu melihat-lihat mesin di dalam nya. Gadis itu belum menyadari akan kedatangan Rio, karena gadis itu sedang berdiri membelakangi nya.


"Duh, gimana nih. Aku ngak paham mesin lagi..." resah gadis itu, Rio tengah berjalan perlahan-lahan ke arah nya. Saat gadis itu memundurkan langkah nya ke belakang, Bugh.


Gadis itu menabrak Rio yang tiba-tiba berada di belakang nya. Rio dengan cepat menangkap lengan gadis itu, agar gadis itu tak sampai terjatuh.


Gadis itu terkejut lalu dengan cepat menatap wajah Rio, kedua safire mata mereka akhir nya bertemu. Rio dan gadis itu saling menatap, mereka sama-sama terpesona melihat satu sama lain.


Selang beberapa detik...


Gadis itu tersadar lalu menjauhkan diri nya dari tubuh Rio. "Maaff, maaf. Aku ngak tau kalau kamu ada di belakang tadi.." ucap kemala, kemala tersipu malu. Rio tersenyum, "Ngak papa kog, santai aja.. " ucap nya.


Rona merah di pipi masing-masing, mulai terlihat jelas. Mereka sama-sama salting dan berusaha mengalihkan focus nya ke arah lain.


Rio berdehem, lalu bicara kembali. "Gue lihat tadi lo kayak orang bingung gitu, apa lo lagi kesulitan..?" ucap Rio sambil menatap kemala. Kemala memberanikan diri untuk membalas tatapan Rio. Meski tak bisa di pungkiri, jika kemala tengah merasa gugup.

__ADS_1


Rio dan kemala saling memandang, "Iya, aku emang lagi bingung soal nya mobil ku tiba-tiba mogok. Terus yang jadi masalah nya, aku juga ngak paham mesin.. " ucap kemala. Rio mengerti apa yang di maksud gadis itu, "Oh gitu.. emh, apa boleh gue cek mesin nya. Siapa tau gue bisa benerin..?" ucap Rio.


Kemala mengangguk, "Oh boleh, silahkan.." ucap kemala sambil tersenyum. Rio mendekati mobil gadis itu lalu mulai melihat-lihat mesin nya. Kemala merasa senang karena Rio bersedia menolong nya, padahal Rio hanyalah orang asing saat ini.


Rio yang suka otomotif langsung tau letak kesalahan pada mobil gadis itu, "Yang bermasalah aki nya, jadi mesin nya ngak kuat ngangkat.." ucap Rio sambil melirik gadis di sebelah nya.


Kemala terkejut, "Oh.. ternyata aki nya ya, duh aku ngak tau.. " ucap nya. "Iya, air aki nya habis. Lebih baik mobil nya di servise ke bengkel aja, mobil nya udah ngak kuat jalan lagi.." ucap Rio.


Kemala menghela nafas nya dalam-dalam, ia terdiam sesaat. Kemala terlihat sedih, Rio yang melihat nya merasa tak tega. "Lo ngak usah khawatir, gue bakal bantuin lo kog.. " ucap Rio, kemala melirik Rio lalu mengurai senyum.


"Lo, ada nomer orang bengkel ngak. Kalau ada, coba di hubungin..?" ucap Rio. Kemala menggeleng, "Maaf, aku ngak punya.. " ucap nya. Rio tersenyum, "Gue ada kog, bentar ya gue telfon orang nya dulu.." ucap Rio. Kemala mengangguk.


Rio merogoh saku nya lalu mengeluarkan ponsel nya. Rio mulai menelfon costemer servis bengkel langganan nya.


Tut.. tut.. tut.. drreettt...


"Hallo, selamat malam. Ini dengan siapa..?" ucap coky. "Hallo bang coky, ini gue Rio.." ucap Rio. "Eh, elu Rio. Gue fikir siapa tadi, ada apa nih..?" ucap coky. "Ini bang, mobil temen gue lagi mogok. Air aki nya habis, lo bisa ngak servise sekarang..?" ucap Rio. "Oh gitu, tapi yo. Anak-anak udah pada pulang semua tinggal gue doang. Gue cuma bisa dereg mobil nya dulu, gimana..?" ucap coky.


"Ngak papa bang, yang penting nih mobil beres.." ucap Rio. "Ya udah, sekarang lo share lokasi nya ya. Biar gue bisa segera otw ke sana..." ucap coky. "Okay bang. Gue tutup dulu telfon nya.." ucap Rio. "Ya, okay.. " ucap coky.


Tut.. tut.. tut.. panggilan berakhir..


Rio memutuskan sambungan telfon nya, lalu dengan cepat mengirimkan alamat lokasi nya saat ini kepada coky. Ting, [ Gue otw.. ] dari coky. Rio tersenyum membaca balasan dari coky.


Rio melihat kemala, gadis itu sedari tadi memperhatikan nya. "Gue udah telfon orang bengkel, nanti mobil lo di dereg dulu sama temen gue.. " ucap Rio, kemala mengangguk.

__ADS_1


"Terimakasih ya, atas bantuan nya. Aku ngak tau harus apa, untung ada kamu.. " ucap kemala. "Sama-sama, sesama manusia. Kita harus saling tolong menolong, kan.." ucap Rio.


Kemala tertegun, ia merasa kagum akan kepribadian Rio. "Tapi ngak semua orang bisa sepeduli kamu, you're a good man.." ucap kemala. Rio tertawa, "Haha.. thanks, pujian nya.." ucap Rio. Rio dan kemala saling Padang. Entah kenapa, ada rasa bahagia di hati masing-masing.


__ADS_2