Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 40


__ADS_3

"Sekar..", "Sekar, tunggu..!!" teriak jeff sambil menatap kepergian mobil itu. "Sekar.. " gumam nya lirih, ia merasa sedih karena baru saja tersadar untuk mengejar kepergian sekar. Jeff terlewat, ia menyerah tat kala melihat mobil itu yang kian menjauh dari pandangan nya.


Test..


...Test.....


Hujan yang tadi turun kini berhenti, Jeff masih berdiri mematung di bibir teras perpustakan.


Jeff melangkah mundur, tatapan nya kosong begitu juga hati nya.


"Duh, kenapa aku biarin dia pergi gitu aja sih. Seharus nya aku cegah tadi, hais.. " rutuk jeff.


Drreett...


Jeff tersadar, ia langsung merogoh saku nya lalu mengeluarkan ponsel nya yang baru saja bergetar. Jeff mengamati layar ponsel nya, tertera panggilan atas nama johnny.


Jeff mengernyit, "Johnny..?, kenapa dia menelfon ku.." batin Jeff. Jeff langsung mengeser mode panggilan ke on, lalu Jeff mendekatkan ponsel nya ke telinga.


Panggilan terhubung..


'Hallo, john.. ' ucap Jeff.


'Ya, Hallo. Ini gue johnny, lo lagi di mana jeff..? ' ucap johnny.


'*Gue lagi ada di luar nih, ada apa john. Tumben, lo nelfon gue. Ngak ada masalah*kan di sana..?'' ucap Jeff cemas.


'Ngak ada kog, cepetan balik deh. Gue lagi nunggu lo nih di lobi apartemen, buruan balik gih.. ' ucap johnny mendesak.


'Eh, kapan lo tiba di Jakarta?, ngak ngasih tau gue lagi..' ucap Jeff terkejut.


'Maaf, maaf. Ini juga mendadak, tante melin minta gue ke jakarta buat bantuin lo di kantor. Mau ngak mau ya gue nurut aja... ' ucap johnny.


'Mama..?, astaga. Padahal gue bisa ngurus semuanya sendiri john, lebay banget sih..' ucap Jeff.


'Eh, kog lo jadi ngeluh ke gue sih. Ngeluh aja sana sama nyokap lo, gue bawahan nya ya ikut kata bos aja lah..' ucap johnny.


'Iya, maaf. Abis nya, ngeselin sih..' ucap Jeff.


'Udah deh, lo ngak usah ngeluh lagi. Cepet balik sekarang, lo mau gue nunggu lama di sini ya..?' ucap johnny mengerutu.


'Ah, iya. Sorry, gue lupa. Ya udah, lo tunggu dulu ya di situ. Gue balik nih, on the way.. ' ucap Jeff.


'Okay, sob..' ucap johnny senang.


Panggilan berakhir..


Jeff mematikan ponsel nya, ia bergegas menghampiri mobil nya yang tengah terparkir di parkiran perpus. Setelah masuk ke dalam mobil, jeff langsung mengemudikan mobil nya menuju apartemen nya yang ada di daerah kemang.

__ADS_1


___________________________________________


...Di Mobil, 19.11 a.m....


Saat di perjalanan pulang...


"Sel, tadi kamu lagi sama siapa?, teman ya.. " ucap sekar penasaran. Sela menoleh, "Bukan, kak. Aku ngak kenal sama dia, kami baru aja ketemu.." ucap sela. "Oh, gitu.." ucap sekar, entah kenapa sekar merasa familiar.


"Tau ngak, kak. Masak tadi aku di gangguan sama dia, dia sok kenal, sok dekat gitu sama aku. Modus banget lah. pokok nya.. " ucap sela. Sekar terkejut, "Ah, yang benar sel..?" ucap sekar. Sela mengangguk, "Ih, aku serius kak. Inti nya cowok tadi tuh nyebelin banget, untung kakak cepat datang tadi. Ngak tau deh, aku harus sama dia sampai kapan.." ucap sela.


Sekar terkekeh, "Ah, tau gitu. Kakak lama - lamain aja njemput nya tadi, biar kamu bisa lebih lama lagi ngobrol sama dia hehe.. " ucap sekar. Sela mengernyit, "Dih, kakak kog gitu sih. Ngeselin.. " ucap sela kesal. Sekar tertawa melihat raut wajah sela yang di tekuk karena ulah nya.


"Sel, kamu jangan keseringan jutek gitu sama orang ya. Ngak baik, ngak enak juga di lihat nya. Nanti orang itu bisa salah sangka sama kamu, di kira nya nanti kamu orang nya sombong loh.." ucap sekar menasehati. Sela tersentak, "Eh, iya kak. Ngak lagi deh, maaffin sela ya hehe.. " ucap sela sambil menahan malu.


Sekar tersenyum, "Ngak usah minta maaf, sel. Kamu masih kecil jadi baru paham nanti saat dewasa. Yang penting kamu mau mengoreksi diri ya, biar nanti jadi sosok sela yang manis.. " ucap sekar. Sela tersenyum lebar, "Iya kak, siap. Makasih ya, sarannya.." ucap sela. "Iya, sama - sama.." ucap sekar.


Sela mengedarkan pandangan nya ke jalanan, tiba-tiba saja ia teringat akan sosok pria yang bersama nya tadi. Mulai terbayang moment pelukan nya tadi bersama Jeff, wajah sela mendadak merona begitu saja.


"Ih, dasar cowok ngeselin..!" batin sela.


Sela mengigit jari nya, ia merasa gemas seiring dengan rasa salting yang mendera. Sekar melirik sela, ia merasa heran karena tiba-tiba saja gadis itu terdiam. "Sela lagi kenapa ya, apa dia ngantuk..?" batin sekar.


____________________________________________


...Ruang Keluarga, di Lantai 2....



Kevin


Kevin sedang termenung, saat ini ia tengah memfikirkan sekar. Ada rasa penasaran di hati nya, ada list pertanyaan yang terlintas di benak nya ketika melihat kekasih nya yang nampak gelisah sendirian.


Kevin mengigit bibir nya, ia merasa cemas dan takut jika sekar mengalami kesulitan di luar ketidak tahuan nya. "Sekar, apa masalah yang sedang kamu hadapi..?" batin kevin. Kevin bertanya dalam hati dan tak ada jawaban sama sekali. Apalagi jika orang yang saat ini ia fikirkan, belum tentu mau menceritakan masalah nya.


Ayah dan ibu baru saja keluar dari kamar, mereka melihat kevin duduk sendirian di ruang keluarga. Lalu ibu mengajak ayah untuk menemani kevin di sana, apalagi waktu masih terbilang sore untuk mereka beristirahat di kamar.


"Vin, kog sendirian aja di sini. Mana abang mu dan Lila..?" ucap ibu, kevin menoleh. "Eh, ibu..", "Kakak masih di kamar, istrihat mungkin.. " ucap kevin asal. "Oh.. " ucap ibu, kevin tersenyum sesaat dan kembali focus pada laptop nya.


"Yah, ibu mau nonton sinetron.." ucap ibu, ayah melirik ibu. "Ngak, lain kali aja kamu. Mas mau nonton bola.." ucap ayah sambil menekan angka pada remot. "Yeah, kog jadi bola sih. Ngak seru tau, yang lain napa..?" ucap ibu mengerutu. Ayah menggeleng, "Ngak mau.. " ucap ayah sambil mengejek ibu. Ibu menepuk pipi ayah pelan, ayah tertawa.


Selang beberapa saat..


Kevin membuka aplikasi whatsapp nya, terlihat sekar aktif 1 jam yang lalu. Kevin mulai mengetik sebuah pesan di layar ponsel nya, ia berniat mengirim chat untuk sekar.


Tak.. Tak.. Tak..


[My love, kamu lagi apa..?. Kamu baik-baik saja kan..?] dari kevin.

__ADS_1


[Udah makan belum..?, jangan lupa makan ya sayang..] dari kevin.


10 menit kemudian..


Kevin tengah menanti balasan chat dari sekar, ia sangat berharap sekar mau membalas pesan nya. Ting, satu pesan baru saja masuk ke ponsel kevin. Kevin sangat antusias dan dengan cepat membaca pesan itu.


[My love, maaf ya. Aku baru lihat ponsel, aku baik-baik saja, sayang. Aku baru saja pulang dari luar, maaf jadi membuat mu menunggu.. ] dari sekar.


Ting..


[Aku sudah makan tadi, kalau kamu. Sudah makan apa belum, My love..?] dari sekar.


Kevin tersenyum sambil membaca balasan dari sekar, rasa nya bahagia hingga kecemasan di hati nya memudar. Kevin mengetik balasan kembali.


Tak.. Tak.. Tak..


[Syukurlah, jika kamu baik-baik saja sayang. Aku senang mendengar nya..] dari kevin.


[Aku juga sudah makan tadi bersama keluarga ku, andai saja. Kamu ada di sini saat ini, astaga. Aku rindu lagi pada mu, sayang..] dari kevin.


Ting..


[Yeah, kenapa bisa begitu..?. Siang tadi kita sudah bertemu, kenapa rindu mu besar sekali ya hehe..] dari sekar.


[Tentu saja besar, kamu pemilik rindu nya. Ini semua salah mu ya hehe..] dari kevin.


Ting..


[Hehe.. kenapa aku?, aku diam saja dari tadi. Ini kamu yang salah, tapi aku suka. Kita sama - sama rindu ..] dari sekar.


[Aku mencintai mu...] dari kevin.


Ting..


[Aku juga, cinta.. ] dari sekar.


[Sangat cinta, hingga mungkin. Belum tentu kamu bisa membayangkan nya karena rasa cinta ku yang begitu dalam.. ] dari kevin.


5 menit kemudian...


Ting..


[Jangan meninggalkan ku ya, aku takut sendirian..] dari sekar.


Degh..


Kevin tertegun membaca balasan sekar, "Apa ini yang kamu fikirkan, apa kamu takut jika aku pergi..?" batin kevin.

__ADS_1


Tak.. Tak.. Tak..


[Meninggalkan mu adalah kerugian, aku tak mau rugi. Dan aku tak menyesal bertahan dengan mu, always forever with you..] dari kevin.


__ADS_2