Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 13


__ADS_3

Di Ruang Keluarga, sekitar pukul 17.59 p.m



Kevin


Aku tengah melihat-lihat desain di laptop ku, 2 jam lalu. Sekar mengirimkan desain - desain yang aku minta tadi siang, ia mengirimkan nya ke email ku.


Saat aku melihat nya dengan seksama, tak bisa di pungkiri aku langsung terpesona. "Astaga, gadis ini kreatif sekali..." gumam ku. Desain - desain yang di buat sekar terlihat sederhana namun berkelas, ada juga 2 desain yang nampak mewah.Ku akui, sekar memang pintar dalam bidang marketing, dia sangat tau bagaimana cara untuk memuaskan konsumen.


"Vinn.. " panggil ibu, kevin tersentak "Eh, suara ibu..". Setelah mendengar suara tadi, aku langsung mencari-cari batang hidung ibu. Ku edarkan pandangan ku segela sudut, namun ibu tak terlihat di mana pun.


"Vin, ibu ada di atas..!" teriak ibu, aku pun langsung mendongak untuk melihat sosok ibu yang tengah berdiri di tangga lantai atas. "Oh, ternyata ibu di sana. Kevin cari-cari juga, ayo turun ke bawah.. " ucap ku.


Ibu tersenyum, kemudian berjalan menuruni tangga. Ibu menghampiri ku, lalu ikut duduk di samping ku. Aku dan ibu saling pandang.


"Tadi, kamu lagi apa vin..?" ucap ibu penasaran.


"Engak, kevin ngak lagi ngapa-ngapin.Tadi alku cuma lagi ngelihat desain tempat acara resepsi nanti.. " ucap ku. Ibu terkejut, "Seriusan, mana coba ibu lihat. Ibu penasaran nih.. " ucap ibu.


Ku tunjukkan gambar desain yang ada di laptop kepada ibu. Ibu nampak antusias saat melihat nya, "Gimana bu, bagus ngak..?" ucap ku. "Bagus vin, cantik banget.." ucap ibu sambil melihat-lihat semua desain nya.


"Ibu mau pilih yang mana..?" ucap ku, "Desain nya bagus banget, vin. Ibu jadi bingung mau pilih yang mana..." ucap ibu. "Jangan ke lamaan ya, bu. Acara nya kan sebentar lagi, IO nya juga butuh waktu buat prepare.." ucap ku.


"His, bawel deh kamu. Ibu kan tadi bilang, ibu lagi bingung. Sabar dikit napa..!" ucap ibu. Ku hela nafas ku, "Terserah ibu aja deh, jangan lama tapi.. " ucap ku. "Iya, ya. Nama nya juga lagi mikir.." ucap ibu.


"Oh ya, bu. IO nya tadi ngasi saran, gimana kalau acara kita indoor outdoor. Jadi acara nya ngak di outdoor aja, tapi di indoor juga.. " ucap ku. Ibu melihat ku, "Bisa aja sih, tapi nanti butget nya mekar ngak ya.. ?" ucap ibu.


"Kalau ibu ngak mau keluar butget banyak - banyak. Mending pilih desain yang nomer 2, sederhana tapi klasik.. " ucap ku. "Yang ini..?" ucap ibu sambil menunjukkan desain di laptop ku. Aku mengangguk, "Ya, yang itu..!" ucap ku.


"Tapi, vin. Ibu kurang suka yang ini, kurang greger gitu. Ntar keluarga nya Lila mikir kalau ibu pelit nanti.. " ucap ibu. Aku menggelengkan kepala, "Terserah ibu deh, ibu, ibu kalau sudah urusan duit sama gengsi. Pasti, ngak ada ujung nya.." ucap ku, aku pun menyerah.

__ADS_1


Ibu tertawa, "Nama nya juga ibu, ibu vin. Wajar donk, kalau apa-apa tuh harus di perhitungkan. Kan, ini acara gede.. " ucap ibu. Ku kerlingkan kedua mata ku, "Terserah ibu, kevin ngak mau ikut campur. Toh, yang buat acara ibu.. " ucap ku.


"Kevin, kog gitu sih. Jangan ngambek donk, nanti ganteng nya ilang.." ucap ibu sambil mengoyah-goyah kan tubuh ku. "Bodo amat, pokok nya tinggal pilih aja. Nanti selebih nya jadi urusan kevin.." ucap ku.


"Iya, ya. Tapi jangan ngambek, ibu ngak suka ngelihat kamu ngambek.. " ucap ibu, ibu tiba-tiba mencubit pipi ku. "Aarggh.. " pekik ku.


"Ibuuu.. " ucap ku sambil mengusap wajah ku dengan tangan. Ku lirik ibu, ibu tertawa, aku merasa kesal melihat nya. "Seneng banget sih, nyubit pipi kevin.. " ucap ku sinis. "Biarin..!" ucap ibu. Aku menatap ibu malas, ku usap - usap bekas cubitan ibu tadi.


"Oh ya, vin. Gimana pas meeting tadi, kamu kenalkan sama IO nya..?" ucap ibu. Aku terdiam, tiba-tiba aku menjadi salting saat teringat meeting siang tadi. "Vin, kog kamu malah diem aja. Ibu lagi tanya juga.. " ucap ibu. Aku melihat ibu, lalu aku mengulas senyum.


"Ya, aku kenal sama dia. Dan yang harus ibu tau, dia gadis yang kevin suka.. " ucap ku, ibu terkejut dan langsung menutup mulut nya dengan tangan. Aku merasa sedikit cemas, aku takut akan reaksi ibu.


"Astaga, jadi dia gadis yang kamu maksud..?" ucap ibu, aku mengangguk. Ibu tertawa, aku menatap nya heran. "Ya tuhan, ternyata dunia memang sempit ya, ibu sering loh ketemu sama dia. Dia juga anak dari sahabat lama ibu, tapi sayang banget ibu nya sudah meninggal..." ucap ibu.


Aku terkejut, "Ibu nya sudah ngak ada, astaga bu. Aku baru tau.. " ucap ku sambil menutup mulut ku dengan tangan. Ibu berhenti tertawa, "Iya, udah lama banget. Sekitar 20 tahun yang lalu.. " ucap ibu.


Saat ini aku tengah merasa sedih sekaligus bahagia, karena aku tau bahwa sekar adalah anak dari sahabat ibu. "Bu, aku masih boleh kan sama dia. Soal nya aku suka banget sama dia .." ucap ku dengan memohon.


Ibu tersenyum, "Tentu saja boleh, mau nikah sekarang juga boleh.. " ucap ibu. Aku tersenyum puas, "Syukurlah ibu masih setuju, makasih ya bu.. " ucap ku. "Iya, sama-sama vin.." ucap ibu.


Rio


...Coffee shop Tanamera, 18.45 a.m....



Brumm... Brumm...


Ckitt...


"Yo, kita ngopi di sini aja ya. Kopi nya enak, lo pasti suka.." ucap Ferdi sambil memarkirkan motor CB nya. Rio juga ikut memarkirkan motor Trail nya di samping motor Ferdi.

__ADS_1


Mata Rio masih tak lepas dari cafe tanamera, ia masih mengedarkan pandang nya ke segala arah, pandangan nya melihat-lihat setiap sudut cafe.


"Lo, kenapa yo. Sorry aja nih, cafe nya emang ngak sebagus tongkrongan lo. Tapi gue jamin deh, lo pasti ketagihan datang ke sini lagi.. " ucap Ferdi. Rio tersenyum sambil melepas kaitan helm nya. "Kelihatan nya lo yakin banget. Kalau omongan lo bener, gue yang traktir deh.. " ucap Rio.


"Asik, lo tenang aja. Omongan gue bisa di percaya kog.." ucap Ferdi. Rio dan Ferdi turun dari motor masing-masing, "Yuk, masuk ke dalam.. !" ucap Ferdi, Rio mengangguk.


Ferdi masuk ke dalam cafe terlebih dulu, Rio mengikuti nya dari belakang. Rio seketika terkejut, saat melihat sosok barista yang tengah meracik kopi di bagian pantri.


"Kemala, gue ngak salah lihat. Itu kan kemala..!" batin Rio.


Rio terdiam sesaat, ia tertegun melihat kemala.


Ferdi yang menyadari bahwa Rio tengah berdiam diri di ambang pintu, Ferdi pun berbalik dan menghampiri Rio. Ferdi menepuk bahu Rio, "Yo.. " ucap Ferdi, Rio tersadar. "Ah, iya.." ucap Rio.


"Lo ngelamun ya, ayo ke sana. Kita pesen kopi dulu.." ucap Ferdi, "Iya, ayo.." ucap Rio. Rio dan Ferdi menghampiri pantri dan berniat memesan kopi, sebelum mereka duduk di salah satu meja yang kosong.


Rio memandangi kemala, gadis itu masih belum menyadari kehadiran nya. "Bro, gue pesen kopi tanamera 1 ya.. " ucap ferdi kepada salah satu barista.


Kemala mendongakkan kepala nya, ia terkejut saat melihat Rio sudah berdiri di hadapan nya.


"Rio.. " ucap kemala lirih, Rio tersenyum. "Selamat malam, kita ketemu lagi.." ucap Rio, kemala tersenyum.


Rio melangkah kembali mendekati meja lalu duduk di kursi yang ada di hadapan kemala.


"Gue seneng, bisa ketemu sama lo lagi.. " ucap Rio to the point, kemala tersipu malu.


"Ya, aku juga.. " ucap kemala lirih, Rio puas mendengar balasan kemala. "Oh iya, yo. Kamu mau pesen kopi ngak..?" ucap kemala, Rio tersadar dari lamunan nya. "Iya, ya. Gue mau pesen, kalau boleh tau kopi yang paling enak di sini apa..?" ucap Rio.


"Kopi tanamera, yo. Kamu mau..?" ucap kemala.


"Ya udah, gue mau yang itu. Tapi jangan pakai gula ya.." ucap Rio sambil tersenyum. Kemala mengernyit, "Loh kenapa, kamu ngak suka gula ya..?" ucap kemala. Rio menggeleng, "Bukan nya ngak suka. Tapi bicara kayak gini sama lo, gue jadi ngerasain manis duluan... " ucap Rio.

__ADS_1


Oh ya, ini hitungan nya updatean besuk ya...!!. Jangan lupa mampir ke karya ku yang lain ya kak, judul nya Cinta Dalam Asa..!!



__ADS_2