
Aku sangat panik sekali, karena setahuku jika aura jahat sudah masuk ke dalam tubuh seseorang maka orang itu sudah dipilih untuk menjadi targetnya, satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkannya, hanya orang yang memberikan aura itu sendiri yang dapat mencabut pilihan tersebut, saat itu juga aku hendak berlari menghampiri Mauren dan kumpulan wanita itu.
Tetapi sayangnya tanganku ditahan oleh seseorang, saat aku berbalik rupanya itu adalah pria yang satu kelas denganku.
"Kau?, Lepaskan tanganku apa yang kau lakukan" bentakku kepadanya dengan keras.
Meski aku sudah berontak dan berusaha melepaskan diri darinya dia tetap tidak membiarkan aku lolos begitu saja, dia justru semakin mempererat pegangannya terhadapku, sehingga membuatku sangat jengkel dengan kelakuannya.
Aku terus berusaha untuk melepaskan genggaman tangannya dariku namun semua sudah terlambat gadis yang paling cantik diantara mereka sudah berdiri dengan sorot mata yang kosong dan dia berjalan melewati aku yang tengah bertengkar saling tarik menarik dengan pria sialan itu.
"Ohh...tidak....tidak...dia dalam bahaya, hey apa kau tidak lihat dia dalam bahaya kita harus menyelamatkannya, kita tidak mungkin diam saja melihat gadis itu mati konyol!" Bentakku kepada pria itu dengan mata yang aku buka dengan lebar.
Dia akhirnya melepaskan genggaman tangannya dariku dan dia mulai balik berani membentakku hingga menyudutkan aku.
"Kau bodoh, kau bahkan tidak tahu apapun mengenai Mauren dan misteri di kelas kita, bagaimana bisa kau akan menghentikannya dengan tangan kosong dan tanpa bekal seperti ini, apa kau cari mati!" Bentak pria itu sambil mengucek rambutnya kasar.
Aku berusaha mengatur emosi di dalam diriku dengan mengatur nafasku hingga akhirnya setelah tenang aku kembali bisa berfikir jernih dan aku mengerti apa yang pria itu katakan memang ada benarnya, aku tidak bisa melawan ruh jahat seperti Mauren hanya dengan sebuah keberanian dan tanpa persiapan seperti ini, yang ada dia justru akan menargetkan aku dan membunuhku karena dianggap ikut campur dalam urusannya.
__ADS_1
"Ckk....tapi kau tetap tidak bisa membiarkan dia terus melakukan hal salah seperti ini, jika dia terus melakukannya maka dia tidak akan menjadi manusia dan tidak bisa pulang ke alam baka, kau mengerti maksudku kan" balasku kepada pria itu dan dia pun mengangguk.
Aku sedikit tenang karena setidaknya dengan kejadian itu kini pria tersebut sedikit peduli dengan apa yang terjadi disekitarnya, aku pun segera menarik lengannya dan membawa dia untuk mengikuti kemana Mauren membawa gadis itu pergi, dan setelah aku mengikutinya rupanya mereka hanya pergi kembali ke kelas dan dia masih beraktivitas seperti biasanya.
"Aku rasa dia tidak mungkin mengambil nyawanya hari ini kan?" Ucapku bicara sendiri,
"Tidak, Mauren akan mengambil jiwa seseorang tepat di hari ulang tahunnya, itu yang selalu dia lakukan setiap tahun, dan dia akan menyuruh gadis pilihannya untuk duduk di bangku kosong ini, sehingga seakan-akan semua anak menganggap Keysa lah penyebab kematian teman-teman yang lain dan dia terlindung dari tuduhan yang dilakukan olehnya sendiri" balas pria itu membuatku kembali bergidik ngeri.
Sebelumnya aku sering menemui kasus-kasus mengenai balas dendam dan hal lainnya mengenai makhluk dan ruh tapi masalah kasus Mauren ini baru pertama kali aku temui dan ini jauh lebih menyeramkan dibanding bayanganku, Mauren terlalu ganas dan kejam akan sulit untukku menghadapinya, aku mungkin bisa mengendalikan Makhluk sekalipun itu makhluk jahat tetapi ruh? Aku tidak tahu apa aku bisa atau tidak, sebab ruh jahat milik Mauren masih memiliki jiwa dan hanya jiwanya sendiri yang dapat mengendalikannya.
Aku bingung harus melakukan apa dan untuk saat ini aku hanya bisa mengamatinya dari kejauhan dan terus berusaha agar dia tidak memperhatikan aku, begitu pula dengan pria yang duduk di samping mejaku.
Saat pelajaran kembali dimulai, semuanya sudah kembali normal dan Mauren berubah seperti Mauren yang aku kenal, dia ceria dan begitu aktif saat di kelas dia sama sekali tidak menampakkan kejahatan dan sifat buruknya dia benar-benar menggunakan topeng dengan sangat rapih hingga jam pelajaran selesai, Mauren memperkenalkan teman-temannya di depan kelas kepada semua orang.
"Hallo teman-teman semua aku ingin memperkenalkan rekan baruku sebagai panitia kecantikan di sekolah ini, aku sebagai ketua dan ini rekan-rekan ku, ada Anita, Alexa, dan Angel" ucap Mauren memperkenalkan teman-temannya.
Teman-teman di kelas menyapa mereka dengan gembira namun ada satu anak yang mengajukan pertanyaan kepada Angel.
__ADS_1
"Angel bukankah sebelumnya kau bilang kau yang menjadi ketua kelas sekaligus ketua kecantikan di sekolah yah, kau kan yang menggantikan Keysa, kenapa sekarang menjadi Mauren bukankah dulu kalian bermusuhan?" Tanya salah satu siswa tersebut.
Wajah Mauren memberikan sorot tidak senang dan Angel langsung menjawabnya dengan wajah datar tanpa ekspresi dan hanya sedikit senyum yang tergambar di wajahnya.
"Kami sahabat mulai sekarang, dan dia adalah ketuanya" ujar Angel dengan tatapan yang kosong.
Aku hanya memandangi mereka dengan heran karena tidak mengerti apa yang sebenarnya tengah terjadi diantara mereka ber empat, sebelumnya gadis bernama Angel itu, dia menyenggolku di kantin dan cara bicaranya tidak sedatar itu dia terlihat arogan dan sombong saat berbicara kepadaku sebelumnya tapi sekarang sikapnya berubah seperti terlihat bukan dia.
Hingga ketika sorot matanya bertemu dengan mataku tiba-tiba saja aku merasa seperti ada sosok lain yang terikat di salam jiwanya dan dia meminta tolong kepadaku.
"Tolong....tidak...tolong...aku, aku tidak bersalah....TOLONG!" teriak Angel kepadaku.
Aku langsung tersadar ketika aku memalingkan pandanganku darinya dan nafasku langsung terengah-engah karena aku merasa dengan melihat kejadian barusan energiku seperti sedikit terkuras, aku juga sangat kaget dan memegangi dadaku.
Aku bisa melihatnya dengan jelas barusan, bahwa orang yang aku lihat adalah ruh Angel yang asli, dia terkurung di dalam jiwanya sendiri dan tidak bisa menyatu dengan tubuhnya, jika itu terus berlangsung dalam waktu yang lama, lambat laun raganya juga akan membusuk dan dia akan mati seperti bangkai, sedangkan ruhnya akan terus terpenjara dengan ruh jahat dan itu pasti ruh Mauren.
Setelah kejadian itu aku tidak berani lagi melakukan kontak mata dengan Angel dan aku lebih memilih untuk terus menunduk dan berpura-pura tidak melihat kejadian barusan meskipun aku sangat syok dan takut ketika mengingatnya.
__ADS_1