Emely Sang Penakluk

Emely Sang Penakluk
Bingung


__ADS_3

Aku merasa sangat kebingungan ketika mendengar jawaban dari Anita, dimana dia memberitahuku bahwa Keysa tidak mati dan tidak pula hidup, perkataannya barusan sangat ambigu dan sulit untuk diartikan sedangkan Devano tiba-tiba saja menyala ucapan Anita dengan wajah yang langsung berubah serius dan dipenuhi dengan emosi.


"Brakkk.....apa yang kau katakan jangan bicara omong kosong lagi, sudah jelas aku yang melihat secara langsung jasadnya, Keysa sudah meninggal!" Bentak Devano dengan menggebrak meja cukup kuat.


Aku sempat menaruh kecurigaan kepada Devano sebab dia memberikan reaksi yang tidak aku sangka, emosi yang dia perlihatkan seakan dia tidak mempercayai perkataan Anita dan dia terlihat begitu yakin tentang Keysa yang sudah meninggal dunia, karena melihat dia begitu emosi aku segera melerai mereka dan berusaha menetralkan suasana lagi.


"Cukup, Devano kau tidak bisa berbicara dengan emosi yang membeludak dalam dirimu, kontrol emosimu atau kau keluar dari rumahku!" Ancamku kepadanya.


Hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menahan Devano agar dia tidak terus memotong ucapanku dengan Anita, sebab aku sangat membutuhkan semua informasi yang Anita ketahui tanpa informasi yang lengkap aku jelas tidak bisa bertindak sembarang, dan aku takut membuat kesalahan, sebab Mauren terlihat begitu baik kepadaku sebelumnya dan perasaanku tentangnya tidak mungkin salah, sorot matanya disaat dia membantu mengobati lukaku di tribut itu terlihat begitu tulus dan nyata bahkan aku sama sekali tidak melihat ruh jahat ini.


Entah kenapa dia bisa tiba-tiba saja tidak terkendali, itulah yang sedari tadi aku cari tahu, maka dari itu aku terus menggali informasi sedalam mungkin dari Anita, aku berpikir mungkin aku bisa menyelamatkan Angel dari Mauren begitu pula dengan diri Mauren dari ruh jahat yang menggerogoti kesadaran jiwanya.


Devano yang mendapatkan ancaman dariku dia langsung kembali bersikap jauh lebih patuh dan dia tanpa mengatakan sepatah katapun, aku senang karena ancamanku berhasil terhadapnya, sehingga kini aku bisa berbicara dengan Anita dalam perasaan yang tenang serta tanpa pengganggu sepertinya.


"Anita tolong jelaskan maksud dari ucapanmu sebelumnya, kenapa kau berkata bahwa Keysa tidak mati dan tidak pula hidup, sedangkan aku mendengar rumor di sekolah bahwa yang meminta tumbal di bangku kosong itu adalah Keysa" ucapku terus mencari tahu secara lembut dan pelan,


"Rumor itu sama sekali tidak benar, sebab di lihat dari keadaan Keysa saat ini, dia tidak mungkin melakukan hal sejahat itu kepada beberapa siswa yang pernah duduk di bangkunya, bahkan dia tidak bisa bergerak dan matanya setengah tertutup, dia juga tidak memiliki kesadaran, jadi tidak mungkin dia terkait dalam masalah seperti ini" balas Anita dengan wajah memperlihatkan sebuah kepercayaan yang kuat.


Melihat bagaimana cara Anita mengatakan semua itu kepadaku aku mempercayainya dan bisa melihat sebuah kejujuran pada pupil matanya, sehingga kini aku mulai berpikir untuk menemui Keysa dengan begitu mungkin aku bisa mencari tahu alasan pertama yang membuat dia menyakiti Mauren bahkan sampai sempat membully nya.


"Baiklah aku percaya padamu Anita, tapi untuk memastikan semuanya dengan benar kita masih perlu pernyataan dari Keysa dan aku rasa hanya dia yang bisa menjawab alasannya membuat Mauren hingga melukai hatinya dan jadi Mauren yang seperti saat ini,"

__ADS_1


"Tapi Emely untuk bertemu dengan Keysa sangatlah sulit, dia adalah putri keluarga kaya raya dan terkenal di negara ini, ayahnya adalah ketua anggota dewan dia dijaga sangat ketat, tidak mungkin kita bisa menemuinya, apalagi menanyakan semua ini kepadanya" balas Angel menimpali.


Aku baru tahu jika Keysa adalah putri dari keluarga yang sangat terpandang dan begitu berpengaruh di negara ini, tapi setelah aku pikirkan jika memang dia yang teahir dari keluarga kaya raya sakit seperti itu, mengapa mereka tidak bisa menyembuhkannya dengan cepat karena mereka memiliki banyak uang untuk menyewa para normal dan dokter paling hebat sekalipun.


Meski aku terus merasa penasaran dan memikirkan mengenai hal itu tetapi aku tidak mengatakan kebingungannya kepada mereka yang ada disana karena aku rasa mungkin penyakit Mauren adalah penyakit yang sulit disembuhkan oleh manusia biasa.


Sehingga akan menjadi hal wajar jika orang besar sepertinya tidak bisa menyembuhkan putrinya sendiri dari penyakit tersebut.


Kami semua terdiam membisu setelah mendengarkan semua cerita dari Anita, aku bingung harus memikirkan cara apa lagi agar bisa menemui Keysa setidaknya dia adalah satu-satunya jalan untuk kita bisa mengalahkan Mauren dan menyelamatkan Angel yang akan menjadi sasaran utamanya.


Aku terus berpikir keras hingga sebuah ide muncul dalam benakku.


"Angel apa kau tahu dimana Keysa di rawat saat ini?" Tanyaku dengan penasaran,


"Aishh..... Ini akan menjadi lebih sulit daripada solusi yang aku pikirkan" gerutuku pelan.


Tadinya aku berniat mengajak mereka untuk menyusup ke sana dan berusaha mengorek informasi dari Keysa, namun setelah mendengarkan betapa ketatnya penjagaan yang di berikan kedua orangtua Keysa, itu langsung membuatku down dan tidak bisa berpikir lagi.


Rencana yang aku pikirkan sebelumnya jelas sekali tidak akan berhasil apalagi hanya dengan orang-orang tidak pengalaman sepertiku ini, jangankan untuk melakukan tindakan yang penuh dengan resiko, aku saja belum mengetahui tentang inti kekuatan spiritualku yang tiba-tiba muncul saat aku melawan Mauren sebelumnya.


Aku hanya bisa kembali mengeluh dengan tertunduk lesu dan tidak tahu harus melakukan apa.

__ADS_1


"Sudah tenanglah Emely kita akan mencari solusinya bersama-sama" ucap Devano sambil merangkul pundakku.


Aku menatapnya tajam dan menekan perutnya dengan sikutku cukup keras hingga dia meringis kesakitan dan itu sepadan dengan apa yang baru saja dia lakukan kepadaku.


"Aaaw... Emely kenapa kau kasar sekali padaku, aku kan hanya ingin menenangkanku" ucap Devano sambil memegangi perutnya,


"CK....aku tidak butuh itu dari orang sepertimu" balasku sambil melemparkan tatapan sinis kepadanya.


Hingga tidak lama disaat kami semua tengah berpikir, tiba-tiba saja Pelik datang, dia muncul tepat di samping Anita yang duduk di hadapanku dan aku sangat marah ketika melihat Pelik yang baru kembali ke rumah selarut ini.


"Astaga....darimana saja kau ini, dasar makhluk tidak tahu diri, aku sudah menyelamatkan kau dari ruh jahat itu tapi kau malah meninggalkanku begitu saja seperti tadi!" Bentakku memarahinya secara langsung.


Aku lupa disana masih ada Anita dan Angel yang duduk di depanku sehingga mereka mengira aku memarahi mereka.


"E.. Emely ada apa denganmu, apa kau gila yang memarahi kita tanpa sebab" ucap Anita dengan wajah yang kebingungan.


Aku langsung tersadar sedangkan Devano dan Pelik malah tertawa melihatku seperti ini dan disangka sebagai orang gila oleh Anita.


"AA...tidak aku bukan memarahi kalian tapi aku memarahi makhluk yang ada di sampingmu Anita" ucapku menjelaskan.


Anita langsung membuka matanya lebar dan netra matanya yang tak kalah membesar dia terperanjat langsung berlari menghindar dari kursi itu dan beralih ke belakang tubuhku dengan ketakutan.

__ADS_1


"Aaarkhh.... Emely apa itu makhluk jahat, seperti apa wujudnya?, Apa dia sama berbahayanya dengan makhluk yang ada di tubuh Mauren?, Apa dia menargetkan aku?" Ucap Anita begitu panik tidak jelas.


Begitu juga dengan Angel yang sudah diam membeku tidak bisa melakukan apapun dengan wajah tak kalah ketakutan.


__ADS_2