Emely Sang Penakluk

Emely Sang Penakluk
Berpura-pura


__ADS_3

Aku berlari ke arahnya dan memeluk dia dengan erat sama seperti yang biasa aku lakukan kepada Pelik ketika dia mencemaskan aku dan tidak mengijinkan aku pergi ke dunia ruh.


"Arshaka aku akan baik-baik saja, kau pergilah kesana" ucapku sambil melepaskan pelukan darinya,


"Aku akan menyelamatkan kamu secepatnya Emely, jika sesuatu sampai terjadi padamu" ucap dia dengan kembali memelukku dengan erat.


Aku mengangguk kepadanya dan langsung mendorong dia dengan pelan untuk segera pergi dari sana sebelum si manusia angin itu tiba di tempat tersebut.


Mereka pun segera membawa Arshaka pergi dari dekatku dan aku juga terus melambaikan tangan kepadanya menyuruh dia untuk segera pergi bersembunyi disana.


"Sudah....sana....ayo pergi aku akan baik-baik saja, jangan mengkhawatirkanku aku" ucapku kepadanya.


Hingga mereka sudah tidak terlihat aku pun mulai mengubah diriku sendiri hingga tertutup oleh pasir sampai di dadaku.


Aku pun mulai berteriak meminta tolong dan berpura-pura berusaha untuk melepaskan diri dari pasir tersebut.


"Eughh....tolong ...tolong....siapapun tolong aku, aku tertinggal oleh teman-temanku....tolong aku" teriakkanku yang meminta tolong dengan sangat keras dan begitu nyaring.


Meski tenggorokanku sedikit sakit dan aku beberapa kali terbatuk karena tenggorokanku terasa sakit sekali di buatnya sebab harus berteriak meminta tolong kepadanya saat itu.


"Ohok....ohok....aduh....kenapa tenggorokan ini tidak bisa diajak bekerja sama sih, ayolah jangan sakit begini" gerutuku merasa kesal sendiri.


Disisi lain Arshaimerasa tidak tega melihat Emely terlihat kesakitan seperti itu dia ingin menolongnya dan hampir saja membuat penyamaran gagal. Untungnya Devano dan Avan langsung menahan dia dengan cepat dan memegangi kedua tangan Arshaka sekuat tenaga sambil mengumpat mulutnya itu dengan kedua tangan mereka sehingga Arshaka bisa diam meski dia sendiri sangat mencemaskan Emely saat itu.


Hingga setelah aku berteriak beberapa kali lagi akhirnya si manusia angin itu datang juga melewati tempat tersebut sehingga aku langsung berpura-pura semakin terlihat lemas ketika dia melewati tempat tersebut.


"Aaa...aahhh..a.. aduh bagaimana aku harus keluar dari sini, aduh....tolong aku siapapun yang mendengar ku tolong aku" teriak aku lagi.

__ADS_1


Hingga tiba-tiba sebuah angin yang kencang datang menghampiriku bak seperti sebuah tornado sampai akhirnya angin itu semakin mengecil lalu menampakkan wujud pria itu lagi dan anginnya pun hilang, aku memang sudah tidak aneh lagi dengannya jadi aku terlihat biasa saja saat melihatnya berbeda dengan Devano, Avan dan Arshaka yang melihat pria itu, mereka semua langsung terbelalak lebar dan kagum karena melihat sebuah angin yang besar tiba-tiba saja bisa berubah menjadi sesosok manusia yang tampan seperti pria itu.


"Wahhh....ternyata Emely benar, dia adalah manusia penguasa elemen angin, dia hebat sekali" ujar Avan sangat kagum melihatnya,


"Benar anginnya terasa sampai kesini juga, wahhh....dia keren" tambah Arshaka yang sudah berhasil membebaskan diri,


"Aishh... Ada apa dengan kalian berdua, ingat yang menyelamatkan hidup kalian adalah aku harusnya kalian memujiku bukan pria angin yang tidak kalian kenali itu!" Bentak Devano yang justru merasa kesal dan iri karena dia tidak mendapatkan pujian yang sama dari kedua temannya itu.


Sedangkan aku terus melanjutkan aktingku di hadapan pria itu aku berusaha bersikap senatural mungkin agar dia percaya bahwa aku benar-benar terkubur dengan tidak sengaja di dalam pasir itu.


"Ahhh... akhirnya ada orang yang menemukan aku, hey kau cepat bantu aku keluar dari sini aku tidak bisa bernafas jika terus terperangkap disini" ucapku kepada pria itu,


Dia bukannya membantuku ataunsegera menolongku justru dia malah berjongkok mendekatiku dan dia mulai berbicara sinis padaku dengan wajah datarnya itu seperti biasanya.


"Hey....apa kau pikir aku bodoh? Cepat keluar sendiri atau aku yang akan menguburmu sungguhan!" Ucap dia yang ternyata mengetahui bahwa aku berbohong kepadanya.


Aku tersentak kaget dan melihat dia dengan mata yang terbuka lebar saat mengetahui ternyata dia tidak bisa di tipu dengan mudah, aku pun menyerah dan langsung berniat untuk keluar dari pasir itu, namun sialnya aku justru malah benar-benar terperangkap dalam pasir itu dan tidak bisa keluar dari sana dengan mudah.


"Ahhh.... Ternyata kau tahu, baiklah aku akan keluar dari sini sekarang" ucapkinsaat belum menyadari sesuatu yang aneh dengan pasir itu.


"E....e..ehhh...hah....ada apa ini? Hey....aku terjebak ini sungguh sulit aku tidak bisa membebaskan diriku sendiri dari sini....ahhh....aaa...tolong aku cepat, kenapa ini begini" ucap mulai panik.


Karenanya di saat aku bergerak dan berusaha keras untuk meloloskan diri dari pasir itu aku justru semakin tenggelam ke dalamnya dan pria itu langsung menatap aku dengan tatapan wajah yang serius.


"Ohh...tidak kau pasti berada di dalam pasir hisap, tenangkan dirimu dan ayo raih tanganku aku akan menyelamatkanmu" ujar dia sambil mengulurkan tangannya kepadaku.


Aku mengangguk dan segera berusaha untuk meraih tangannya hingga akhirnya dia berhasil menarik aku dari pasir hisap sialan itu setelah beberapa saat mengalami sebuah kesulitan.

__ADS_1


Sampai ketika dia menarikku sekaligus aku langsung jatuh menabrak tubuhnya dan dia langsung memelukku dengan erat sedangkan kami langsung berguling menuruni bukit pasir yang cukup tinggi itu sampai semua sekujur tubuhku penuh dengan pasir dan aku bahkan tidak bisa membuka mataku karena semua wajahku tertutupi oleh pasir bahkan beberapa pasir masuk ke dalam mulutku membuat aku sangat kesal dan ingin muntah di buatnya.


"Aaahhhhh....." Teriakku berguling menuruni bukit itu ke bawah,


"Hey....apa kau baik-baik saja?" Ucap pria angin itu yang langsung membantuku berdiri.


"Aaahh ...mataku aku kelilipan aaahhh ini perih sekali" balasku sambil memegangi mataku.


Aku meraih tangannya dan segera membersihkan wajahku dan mataku yang kelilipan oleh pasir itu sebelumnya hingga dia mulai membantuku dan meniupkan mataku yang kelilipan itu bahkan dia membantu aku membersihkan seluruh badanku dengan anginnya yang dia milikku.


"Diam disitu aku akan membantumu membersihkan semuanya" balas dia kepadaku.


Aku hanya mengangguk mengikuti perintahnya dan dia segera mengelilingi aku dengan anginnya dan dia juga membantu meniup mataku hingga aku tidak kelilipan lagi.


"Diam dan buka matamu yang lebar aku akan mengeluarkan serbuk pasirnya dari sana" ucap dia lagi.


Dan disaat dia baru saja selesai membantuku tiba-tiba saja teman-temanku datang ke sana menyusulku sambil langsung berteriak memelukku dengan erat sampai aku hampir saja kembali jatuh karena mereka memelukku aku secara tiba-tiba dan aku tidak bisa menahan bobot tubuh mereka yang memelukku, namun untungnya manusia angin itu dia menyanggah tubuhku dari belakang dengan tangannya sehingga aku tidak jatuh ke belakang saat itu.


"Emely.....huhu untunglah kau selama aku sangat mengkhawatirkanmu" ucap Devano memelukku sangat erat.


"Iya Emely aku juga sangat cemas denganmu, apa kau baik-baik saja?" Tambah Avan yang juga langsung memelukku.


Dan di tambah Arshaka yang memelukku sampai hampir jatuh ke belakang.


"Aku juga...." Ucapnya menambahkan lagi,


"A ...a....aahhh.....huh...untung saja, terimakasih sudah menahan tubuhku" ucapku kepadanya,

__ADS_1


Dan dia hanya membalas ucapanku itu dengan kedipan kedua matanya saja sekilas.


Dia bahkan memalingkan wajahnya juga dariku dan itu membuat aku sedikit merasa tidak enak dengannya hingga aku langsung membentak teman-temankunitu dengan keras dan menyuruh mereka agar segera melepaskan pelukannya kepadaku.


__ADS_2