Emely Sang Penakluk

Emely Sang Penakluk
Penjelasan


__ADS_3

Kami semua menatap dengan heran dan mata yang terbuka lebar terperangah merasa heran melihatnya, rasanya sangat kaget dan tidak menduga kenapa pemuda aneh itu bisa mengetahui masalah Abaddon dan kami yang memang akan datang ke tempat itu.


Dia terlihat tetap santai dan malah terus mengusap lembut naga yang sudah mengecil di tangannya, lalu bukannya segera menjawab aku tapi dia justru malah pergi begitu saja sambil mengajak kami semua untuk mengikutinya, dimana saat itu aku dan yang lain juga tidak tahu mereka akan pergi kemana sebenarnya.


"Ayo ikut aku jika kalian ingin tahu" ucapnya begitu saja bahkan tanpa menatap ke arah kami semua terlebih dahulu.


"Eh...eh....hey... Kau mau kemana? Tunggu kami!" Teriakku kepadanya.


Aku pun segera berlari menyusul dia untuk menghentikannya tapi dia berjalan cukup cepat hingga aku hanya bisa mengikutinya saja dengan rekan-rekanku yang lainnya.


Bukan hanya aku yang merasa kesal dan jengkel dengan sikap pemuda aneh tersebut namun rekan-rekanku yang lainnya juga merasakan hal yang sama mereka terus berteriak memanggil pemuda itu dan bertanya kepadanya karena pemuda itu justru malah terus berjalan di depan tanpa menghiraukan aku dan yang lainnya yang terus memanggil dia.


"Hey....kau sebenarnya mau membawa kami kemana, kenapa kau malah menuruni gunung ini, di bawah sana ada makhluk menyeramkan" ucap Vayu berteriak kepadanya,


"Iya...itu benar, bahkan dia sudah menusuk dirimu dengan panahnya bukan, kenapa kau malah membawa kami turun?" Tanyaku menambahkan,


Dia tidak menjawab sama sekali dan bahkan berbalik pun tidak, hingga dia berhenti dan tiba-tiba saja ketika tangannya menyentuh dindiing bukit tersebut, tiba-tiba saja nampak batu besar disana terbuka begitu saja secara perlahan, lalu dia mulai masuk ke dalam dan aku pun segera mengikutinya karena aku takut batu besar itu akan tertutup sebelum aku masuk dan takut kehilangan jejak pemuda tersebut.


Karena sejujurnya saat itu aku sudah mencurigai bahwa pemuda itulah orang terakhir yang kami cari, yang nantinya bisa membantu kami semua untuk melawan Abaddon di dunia permukaan dan menyelamatkan alam semesta juga seluruh dunia paralel yang pernah aku datangi bersama dengan Devano selama ini, rasanya aku sudah berhari-hari, ber minggu-minggu bahkan terasa seperti berbulan-bulan berkelana di dunia yang aneh dan terus saja berpindah-pindah dari dunia yang satu ke dunia lainnya, dan dengan banyaknya serangkaian peristiwa aneh juga menegangkan yang sudah dia lewati selama ini.


Sehingga dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut, dimana dia sudah sangat yakin dan merasa bahwa pemuda tersebutlah yang akan menjadi rekan terakhir bagi tim mereka semua yang akan memusnahkan Abaddon dari dunia ini untuk selamanya.


"Teman-teman ayo cepat kita ikuti dia masuk" ujarku langsung saja segera masuk ke dalam dengan terburu-buru dan di ikuti dengan yang lainnya.


Aku sangat kaget ketika kami semua baru saja sampai di dalam tempat yang ada di balik batu besar tadi tiba-tiba saja terdengar suara yang sangat gaduh di luar sana dan itu mirip seperti suara hentakkan kaki para manusia siluman keledai yang pernah kami temui sebelumnya, erangan suara keledai juga terdengar hingga ke dalam dan aku langsung menutup mulut dengan kedua tanganku ketika mendengar itu.


"Astaga! A...a.. apa itu barusan makhluk keledai yang menyeramkan itu?" Tanya ku sambil menatap kepada yang lainnya,

__ADS_1


"Iya.... Aku juga mendengarnya" balas Brox dan Vayu saat itu.


Sedangkan Devano, Avan dan Arshaka mereka terlihat menatap kebingungan sebab mereka sama sekali belum pernah melihat makhluk menyeramkan yang kami maksud saat itu.


"Emely makhluk apa yang memiliki suara seperti keledai tadi, memangnya sangat menyeramkan yah?" Tanya Devano yang merasa sangat penasaran,


"Aishh... Sudah jangan dibicarakan lagi, itu sangat-sangat menyeramkan dan membuat aku jijik melihatnya, ahhh aku tidak ingin melihat makhluk seperti itu lagi" balasku kepadanya.


Aku sungguh sangat malah sekedar membayangkannya saja ataupun membicarakan makhluk seperti itu, sehingga aku langsung pergi mendekati pemuda itu yang terlihat diam berdiri di depan sebuah cermin yang cukup besar saat itu.


"Hey.... Apa kau membawa kami masuk ke sini karena kau sudah tahu bahwa makhluk menyeramkan itu akan datang ke atas bukit?" Tanyaku kepadanya,


"Itu benar, aku tahu segalanya tapi aku tidak tahu apapun jika itu di luar dari dunia ini" balasnya menatap kepadaku dan tersenyum,


"Kenapa bisa seperti itu?" Tanyaku lagi,


Aku mulai merasa aneh dan curiga kepadanya terlebih naganya itu malah memangsa ketiga temanku dan membuat aku kesulitan untuk menemukannya.


"Jika kau tahu kami semua datang pada saat itu, kenapa naga peliharaanmu malah memangsa rekan kami?" Tanya Vayu yang sangat penasaran dan tidak bisa menahan dirinya lagi saat itu,


"Karena memang itu sengaja aku lakukan, itu adalah bagian dari rencana ku semuanya, dan kalian jangan salah paham dahulu, aku bahkan belum menjelaskan semuanya mengenai dunia ini dan seberapa berbahaya nya dunia bawah ini" ujar dia yang menampakkan raut wajah sangat serius.


Bisa aku lihat dia awalnya terlihat cukup santai dan terus mengelus naga kecil yang ada di telapak tangannya tersebut, namun ketika dia mengatakan seberapa berbahayanya dunia itu, alisnya langsung mengerut dan terlihat cukup serius saat itu.


Aku bahkan cukup heran ketika melihat perubahan ekspresi di wajahnya yang bisa berubah secepat itu, dia juga berbalik dan menatap ke arah kami semua yang sedari tadi memang ada di belakangnya.


"Kenapa kau menatap kami semua seperti itu, memangnya apa yang salah dengan kami?" Tanya Devano dengan wajahnya yang menatap heran,

__ADS_1


"Kalian bodoh, kalian menggunakan kekuatan kalian di dunia bawah yang tandus dan tempatnya orang mati, dan kalian bertiga kalian orang pertama yang sudah melihat makhluk menyeramkan itu, mereka semua adalah titisan Abaddon dan anak buah paling setia Abaddon, apa kalian pikir mereka akan diam saja ketika mencium wangi dari kekuatan kalian?" Balas dia menatap ke arahku dengan membelalak matanya cukup lebar,


"Maksudmu.... Mereka sebenarnya memburu kami, bukan kau?" Tanyaku memastikan maksud dari ucapannya,


"Benar mereka makhluk menyeramkan itu sebenarnya memburu kalian maka dari itu aku menyuruh nagaku untuk melahap kalian semua namun karena kekuatan yang kalian miliki tentu saja nagaku tidak cukup sanggup menelan kalian semua dalam perut bayangannya, dia hanya bisa mengambil mereka bertiga karena saat itu mereka lah yang paling lemah keadaannya" balas pemuda tersebut kembali menjelaskan.


Kami semua perlahan mulai mengerti dengan semua yang dia jelaskan dan kami hanya bisa terus mendengarkan penjelasannya sampai dia mengatakan semua tentang hutan ini dan dunia bawah.


"Dan kalian tahu, aku adalah pengikut Abaddon dalam sejarah nenek moyangku dahulu, namun karena keturunanku menikah dengan manusia biasa kami keluar dan membuat klan sendiri yang kami namai sebagai klan bayangan, kami tinggal berpindah-pindah untuk menghindari makhluk itu dan Abaddon, dan kami sengaja menyembunyikan kekuatan kami dalam bayangan entah menghilangkannya atau merubahnya dalam bentuk hewan seperti naga yang aku miliki ini, dengan begitu tentu makhluk itu tidak akan bisa mencium adanya kekuatan pada diriku tapi pada kalian mereka sangat tertarik sebab kalian memiliki kekuatan yang beragam terutama kepada kau!" Ucapnya sambil menunjuk ke arah wajahku dengan sangat lurus saah itu.


Bahkan cara dia menunjuk wajahku itu sangat mengagetkan aku dan aku sungguh sangat takut dengan tatapannya tersebut.


Aku sampai tidak sengaja menelan salivaku sendiri dengan susah payah karena mendapatkan tatapan tajam dan menyeramkan darinya secara tiba-tiba seperti itu.


"Ta...ta..tapi jika memang mereka hanya mengejar kami kenapa malah kamu yang terkena panah dari mereka?" Tanyaku kepadanya lagi saat itu,


"Aku mengikuti kalian tanpa kalian sadari, dan malam itu mereka menemukan kalian bertiga, nagaku yang sudah kau serang tentu saja dia tidak mau lagi bekerjasama denganku bahkan tadi saja dia tidak ingin mengeluarkan ketiga temanmu dari perutnya, maka dari itu aku turun tangan, dan aku hanya bisa membantumu dengan mengalihkan fokus mereka, sampai akhirnya malah aku yang terkena serangan dari mereka, dan kau.... Kau malah datang menemui aku dan menyelamatkan aku, aku sangat takut saat itu, aku takut kita akan tertangkap karena bau darahku dan kekuatan darimu, tetapi kau cukup cerdik dan bisa membawa aku ke tempat yang aman" balas dia melanjutkannya.


Aku diam termenung menatapnya dengan perasaan yang tidak menentu, aku benar-benar tidak berpikir sampai ke arah sana, dan aku sama sekali tidak tahu bahwa di dunia tandus dan mati seperti ini bisa ada makhluk seperti itu bahkan ada dunia di dalam dunia, itu sangat membingungkan bagiku dan cukup untuk menguras akal sehatku saat ini.


"Jika begitu bagaimana caranya kita keluar dari sini sekarang?" Ujar Avan yang terlihat mulai panik,


"Tidak ada cara yang bisa kita lakukan untuk keluar dari sini, bahkan aku sudah mencoba berbagai cara berkali-kali, tapi hasilnya tetap nihil, aku tetap terperangkap di dunia yang menyebalkan ini" balas pemuda tersebut.


"Aku akan membawa kalian semua kembali, dan kau aku ingin kau ikut dengan kami menyerang Abaddon yang tengah mengacaukan dunia permukaan tempat aku tinggal, kau juga bisa tinggal disana dengan seluruh klan mu nantinya, kau akan aman jika tinggal disana dan kau hanya perlu membantu kami untuk keluar dari sini sekarang" ucapku kepadanya,


"Apakah kau bodoh atau tuli? Aku kan sudah bilang tidak ada cara untuk keluar dari dunia ini, kenapa kau tidak mengerti juga" balas dia terlihat jengkel kepadaku saat itu.

__ADS_1


Aku tertunduk lesu saat dia sudah bicara seperti itu kepadaku dengan wajahnya yang terlihat putus asa, tapi aku sendiri tidak bisa ikut berputus asa seperti dia, aku terus memikirkan cara agar bisa keluar dari dunia aneh dan menyeramkan tersebut.


__ADS_2