Emely Sang Penakluk

Emely Sang Penakluk
Bergabungnya Vayu


__ADS_3

"Iya Emely aku juga sangat cemas denganmu, apa kau baik-baik saja?" Tambah Avan yang juga langsung memelukku.


Dan di tambah Arshaka yang memelukku sampai hampir jatuh ke belakang.


"Aku juga...." Ucapnya menambahkan lagi,


"A ...a....aahhh.....huh...untung saja, terimakasih sudah menahan tubuhku" ucapku kepadanya,


Dan dia hanya membalas ucapanku itu dengan kedipan kedua matanya saja sekilas.


Dia bahkan memalingkan wajahnya juga dariku dan itu membuat aku sedikit merasa tidak enak dengannya hingga aku langsung membentak teman-temankunitu dengan keras dan menyuruh mereka agar segera melepaskan pelukannya kepadaku.


"Aish.....hey....lepaskan aku! Kalian ini mau membuatku mati karena kehabisan nafas yah!" Bentakku sambil mendorong mereka semua sekuat tenagaku sampai mereka langsung melepaskan pelukan itu dariku.


Aku baru bisa bernafas lega setelah mereka sudah menjauh dariku dan tidak memelukku dengan erat lagi, aku juga baru bisa merasakan kembali sedikit tenang sekarang dan tatapan mereka bertiga langsung tertuju kepada manusia angin di sampingku.


Aku tahu saat itu manusia angin tersebut hendak pergi dan aku langsung menahan tangannya dengan kuat.


"Tunggu jangan pergi lagi! Aku susah payah memancingmu untuk menemui aku lagi kenapa kau selalu ingin pergi dan menjauh dari orang-orang?" Tanyaku kepadanya,


"Karena aku adalah angin aku tidak bisa diam di satu tempat saja" balas dia kepadaku,


"Tidak kau tidak sepenuhnya sebuah angin meskipun kau pemiliki kekuatan angin, kau lihat aku, aku adalah pemilik elemen api apakah kau pikir aku sepenuhnya hanya sebuah api yang bisa membakar semua hal di sekitarku, tapi aku tidak begitu, aku masih memiliki kesabaran dan rasa kasihan karena aku seorang manusia, begitu juga dengan teman-temanku yang lainnya" ucapku menghentikan dia dan berusaha untuk memberikan pengertian kepadanya.


Namun setelah aku menjelaskan itu dan membuat diriku sendiri sebagai perumpamaan dia tetap bisa menjawab ucapanku itu, dan memang hanya dia yang selalu bisa melawan ucapanku seperti itu.


"Tidak Emely jelas aku dan kamu berbeda aku tidak hidup di permukaan sepertimu yang bisa memiliki perasaan, aku tinggal di gurun yang sepi dan hanya seorang diri aku tidak memiliki siapapun jadi aku hanya akan tinggal disini selamanya hingga ada seseorang yang menggantikan aku nanti" balas dia kepadaku.

__ADS_1


Aku dengan cepat menggelengkan kepalaku dan aku tidak tahu lagi bagaimana cara untuk menghentikan dia dengan pemikirannya itu.


"Hey....dengarkan aku, aku adalah Emely aku seorang penakluk makhluk dan tidak ada makhluk apapun yang tidak bisa aku taklukkan termasuk dirimu, aku akan mengajari kau apa itu perasaan dan hari aku akan memberimu segalanya, bahkan rasa cinta sekalipun" ucapku kepadanya.


Hingga ketika aku mengatakan itu Devano, Avan dan Arshaka terbelalak membuka mulut dan mata mereka sangat lebar bersamaan hingga Devano dan Arshaka langsung menarik tanganku.


"Emely apa yang kau katakan apa kau sudah gila?" Bentak Devano kepadaku,


"Iya Emely cinta bukan sesuatu yang bisa kau ajarkan kepadanya, kau juga tidak bisa melakukan ini hanya untuk membuat dia bergabung dengan kita" tambah Arshaka kepadaku.


Aku langsung melepaskan tangan mereka secara perlahan dan segera menjelaskan pada mereka apa yang sebenarnya aku maksud tentang cinta yang aku bicarakan kepada manusia angin itu sebenarnya.


"Arshaka.... Devano ayolah aku tidak seceroboh itu, kalian pikir rasa kasih sayang diantara sahabat itu bukan cinta namanya, itu juga cinta, karena cinta adalah sebuah rasa yang hadir dan tumbuh dari rasa kasih sayang dan perhatian seseorang kepada orang lain, rasa dan segela sesuatu di saat aku menyayanginya dan kau bersedih untuknya, kalian mengkhawatirkanku dan kalian selalu ada di sampingku itulah cinta sesungguhnya" ujarku menjelaskan kepada mereka berdua.


Dan tanpa aku sadari penjelasanku saat itu ternyata juga di dengar oleh manusia angin itu sehingga dia tiba-tiba saja memelukku dengan erat lalu mengatakan setuju untuk ikut denganku.


"Hey....benarkah? Kau akan ikut denganku?" Tanyaku lagi kepadanya untuk memastikan,


"Iya aku akan ikut dengan kalian semua, aku juga ingin mendapatkan kasih sayang dan aku ingin merasakan apa itu cinta yang sudah kau sebutkan, aku pernah merasa takut saat kau terjatuh dari pelukanku saat terbang, aku juga mencemaskan dirimu disaat kau berada di pasir hisap saat itu, bahkan aku juga merasa sedih saat kau kelilipan barusan, apa itu artinya aku juga mencintaimu?" Ucap dia membuat aku langsung terbelalak lebar.


Saat dia mengatakan itu bak seperti anak sekolah dasar yang baru memahami sesuatu aku sungguh tidak bisa menjawabnya apalagi ini menyangkut masalah cinta dan perasaan, di satu sisi aku takut mempermainkan dia namun di sisi lain aku juga harus tetap menjelaskan yang sebenarnya kepada dia.


Tetapi saat itu aku masih belum cukup siap untuk menjelaskan semuanya karena aku juga takut dia akan menjadi salah paham dengan arti sesungguhnya yang aku maksudkan untuk dia.


Tapi di saat aku diam membisu tidak bisa menjawab pertanyaannya itu, Arshaka langsung menjawabnya untukku.


"Itu bisa saja terjadi, tapi ingat perasaan cintamu bukan hanya tumbuh pada Emely saja, tetap juga harus tumbuh kepada kami semua, baru itu bisa dikatakan cinta yang sejati, kisah cinta persahabatan yang sejati" ucap Arshaka menengahi.

__ADS_1


Aku merasa sangat terbantu olehnya dan aku menatap dia sambil tersenyum dengan lega dia juga mengedipkan sebelah matanya memberiku kode.


Aku sangat senang karena ada yang bisa membantuku disaat aku tidak tahu harus berkata apa saat itu, untungnya Arshaka memiliki otak yang sedikit encer di bandingkan satu orang yang mudah emosi itu dan satu orang lagi yang memang sekujur tubuhnya sudah Beko dengan es.


Mereka berdua memang tidak bisa diandalkan dan hanya bisa membuatku kesal juga menahan emosi sepanjang perjalanan.


Bahkan terkadang aku sering berpikir mengapa semesta bisa bisanya memberikan kekuatan spiritual kepada manusia seperti mereka berdua. Yang sakit begitu keras kepala dan sangat sulit di atur dan yang satunya justru begitu dingin bahkan dia tidak memperdulikan keadaan sekitar juga jarang ikut campur.


Meskipun sebenarnya mereka jika di satukan itu sangatlah bagus dan akan menjadi perpaduan yang luar biasa sebab si tukang rusuk di satukan dengan Avan yang dingin sehingga dia bisa terus mendinginkan Devano disaat dia kehilangan kendali atas dirinya sendiri dan itu pasti akan sangat membantu bagi banyak orang karena Devano selalu menjadi orang yang paling banyak bicara dan cerewetnya nyaris tiada hentinya.


Kini ketika pria angin itu sudah memutuskan dan mengangguk mengerti dengan perkataan terakhir yang di ucapankan oleh Arshaka dia pun mulai memperkenalkan dirinya kepada kami semua.


"Kenalkan namaku Vayu, nama itu di berikan oleh ibuku dahulu yang memiliki arti penguasa angin itulah kenapa aku di beri nama seperti itu" ucap dia memperkenalkan namanya,


Kami pun satu per satu memperkenalkan diri kepadanya dan segera memulai perjalanan yang selanjutnya hingga peta itu sudah mulai bercahaya dan menunjukkan jalan lagi pada kami, namun kali ini peta itu hanya menunjukkan jalan sekilas seperti cahaya itu akan semakin redup.


"Emely kenapa aku merasa petunjuk cahaya dari peta semakin kesini malah semakin redup ya? Atau itu hanya perasaanku saja?" Tanya Devano kepadaku.


"Sebenarnya aku juga memang merasakan hal yang sama denganmu tapi aku sendiri juga tidak tahu kenapa bisa terjadi seperti ini" balasku kepadanya.


Tapi aku segera mengabaikan hal itu karena kupikir mungkin itu adalah batas waktu untuk aku menemukan semua penguasa kekuatan elemen spiritual dimana masih ada dua lagi penguasa elemen spiritual yang harus kami temukan di dunia paralel ini.


"Sudahlah jangan terlalu memikirkan masalah cahaya ini yang penting kita harus segera mencari keberadaan dua penguasa kekuatan spiritual lagi, dengan begitu kita bisa segera kembali ke dunia permukaan dengan cepat dan segera melawan Abaddon" ucapku kepada mereka semua.


Kami pun mulai melakukan tos karena anggota tim kami sudah ada lima orang sekarang, aku hanya tinggal mencari dua orang pemilik kekuatan elemen spiritual lagi dan setelah itu aku bisa segera menyusun rencana dengan mereka semua untuk bisa kembali ke dunia permukaan lalunsegera menyelamatkan bumi ini dan kembali menjaga semua dunia paralel agar tetap seimbang dan semua orang yang ada dimanapun bisa segera merasakan kedamaian lagi, bukan di hantui dengan rasa takut seperti yang terjadi di dunia permukaan.


Aku tahu Abaddon sengaja mengincar dunia permukaan terlebih dahulu karena di sanalah terdapat banyak kebencian terjadi dan juga dia bisa memasuki jiwa seorang siswi yang sebenarnya sudah hampir meninggal itu, bahkan aku rasa mungkin Mauren sudah akan menjadi mayat hidup jika kamu tidak kunjung menyelamatkan jiwanya dari tangan Abaddon sebab jiwa dan ruh tidak bisa terpisah dalam waktu yang sangat lama seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2