
Kami semua panik dan sangat kaget saat itu sehingga kami langsung berkumpul bersama dan saling mendekat, kami langsung mendekat hingga kami mulai terdesak satu sama lain, makhluk terlalu besar untuk kami semua dan cukup menyeramkan untuk di lihat sebab kami hanya bertiga saat ini di tambah Vayu dan aku juga tidak terlalu fit kami sudah mengeluarkan banyak energi sebelumnya sehingga energi kami juga tidak penuh saat ini.
"Emely apa yang harus kita lakukan sekarang, makhluk itu terlihat sangat marah sekarang" ucap Brox kepadaku saat itu.
Aku juga sangat bingung dan tidak tahu harus melakukan apa lagi, semua ini terlalu menakutkan dan aku terlalu merasa panik saat itu untuk bisa berpikir jernih dan mencari solusi dengan cepat.
"A..aku ..aku... Tidak tahu, kita sepertinya harus kabur sekarang" balasku sambil kesulitan menelan salivaku sendiri saat itu.
Disaat aku baru saja mengatakan kalimat tersebut tidak lama naga bayangan itu langsung saja terjun dari atas sana seperti akan menyantap kami hidup-hidup berbarengan sekaligus saat itu.
Aku dan yang lain langsung saja berteriak takut dan kaget karena naga itu akan menyerang kami secara tiba-tiba sehingga kami belum sempat untuk menghindar ataupun melemparkan kekuatan untuk menahannya saat itu.
"Emely diatas sana!" Ucap Vayu menunjuk ke atas,
"Aaarrkkkhhhhh" teriakku sangat kencang dan sangat kaget.
Sampai tiba-tiba saja aku melihat pemuda yang berhasil aku selamatkan dengan memberikan dia kelopak bunga dari ibunya Arshaka itu menolong kami, dia berdiri di depan kami semua dan seakan melindungi kami dengan membuka lebar kedua tangannya lalu berbicara dengan lantang menyuruh naga itu untuk berhenti.
Dan anehnya justru naga itu terlihat menurut kepadanya naga yang tadinya terlihat sangat ganas dan liar tiba-tiba saja berhenti menyerang kami dan menurut dengan semua perintah yang diucapkan oleh pemuda tersebut dengan begitu mudahnya.
"Berhenti! Kau jangan berani-beraninya menyerang mereka, ayo turun dan patuh lah denganku" ucap pemuda itu memerintah.
Naga tersebut langsung saja turun dengan perlahan dan pemuda itu pun kembali membentak naga tersebut di hadapan aku, Vayu dan Brox yang langsung terperangah dengan heran serta kedua mata yang terbuka lebar dengan kaget melihat pemuda itu bisa mengendalikan sang naga yang ganas dan liar sebelumnya.
"Wahh.... Apa yang terjadi?" Batinku berbicara memikirkan dengan bingung saat itu.
"Bagus, kau harus patuh padaku dasar naga bandel, apa lagi yang sudah kau makan, kenapa perutmu buncit seperti itu, aishh jangan bilang kau memakan manusia dari atas lagi, aahhh kau akan membuat aku menjadi buruan manusia jika kau terus memakan manusia seperti itu, cepat keluarkan mereka semua!" Ucap pemuda itu sambil mengusap kepala naga tersebut dengan lembut.
__ADS_1
Aku kaget melihatnya sekaligus kagum, sebab belum pernah aku melihat ada seseorang yang bisa mengendalikan naga seperti itu di tambah pemuda itu sama sekali tidak terlihat takut kepada naga itu dan dengan beraninya dia mengusap kepala naga tersebut padahal naga itu sangatlah besar bisa berkali kali lipat dari dirinya sendiri.
"Emely apa dia pengendali naga sungguhan?" Ucap Brox kepadaku dan langsung aku balas dengan menggelengkan kepala karena aku sendiri pun tidak mengenali pemuda tersebut.
Sampai tidak lama tiba-tiba saja naga itu seperti mengecil dengan perlahan lalu mengeluarkan sesuatu di dalam mulutnya hingga aku mulai melihat Devano keluar dari dalam mulut naga tersebut dan dia jatuh tersungkur ke tanah cukup keras, langsung di ikuti dengan Avan dan Arshaka yang terakhir, mereka terlihat memasang wajah yang kesal terutama Devano yang langsung memarahi naga tersebut.
"Brukk..... Aduhhh....dasar kau naga sialan beraninya kau memakan aku hidup-hidup seperti tadi aishhh....ah.....pakaianku jadi menjijikan sekarang" gerutu Devano setelah memarahi naga tersebut.
Aku segera berlari menghampiri Devano, Avan dan Arshaka, kami segera membantu mereka untuk bangkit berdiri namun tiba-tiba saja naga itu sudah langsung berubah menjadi kecil sama kecilnya dengan burung phoenix yang selalu hinggap di samping pundakku saat ini.
Aku dan yang lainnya tidak menyadari kapan naga itu benar-benar mengecil dan kami semua langsung terperangah kebingungan melihat naga itu sudah ada di atas telapak tangan pria tersebut dan tengah di usap lembut olehnya.
"Ehhh.... Ke..kemana naga itu?" Ucap Avan yang kebingungan mencarinya,
"Dia ada disana" balasku sambil menunjuk ke arah telapak tangan pemuda aneh tersebut,
"Ehhh.... Ba..ba.. bagaimana bisa naga yang sebesar tadi bisa berubah sangat kecil seperti ulat bulu begitu?" Tanya Brox dengan heran melihatnya.
Aku segera menghampiri pemuda tersebut dan menatapnya dengan lekat, aku segera mendekati dia dan melihat naga yang ada di telapak tangannya tersebut.
"Naga ini? Apakah ini binatang spiritualmu? Apakah dia adalah inti kekuatan kau?" Ucapku mulai bertanya kepada pemuda tersebut.
Teman-temanku yang lainnya langsung terperangah kaget mendengar aku menanyakan hal tersebut kepada pemuda yang hampir tewas tersebut.
"A..apa? Tidak mungkin Emely apa yang kau katakan mana mungkin ada orang lain yang sekuat dirimu, dan bukankah hanya kau yang memiliki hewan spiritual, itu tidak mungkin sama bukan" ucap Devano yang langsung saja memotong ucapanku kepada pemuda tersebut.
Padahal saat itu pemuda tersebut baru juga hendak menjawab pertanyaan dariku dan dia sudah hampir membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan dariku kala itu.
__ADS_1
Aku sangat kesal karena Devano mengganggu aku disaat tengah berusaha mencari tahu dan menyelidiki semuanya sehingga aku langsung saja melemparkan tatapan yang tajam dan sinis kepadanya lalu menyuruh dia untuk segera diam sebelum aku akan memberikan dia sedikit kesakitan dengan apiku yang bisa kapan saja aku lemparkan kepadanya.
"Devano kau!....diamlah atau aku akan membakarmu!" Ucapku mengancamnya.
Devano langsung terdiam dan tangannya di tarik oleh Arshaka ke belakang dengan cepat agar tidak mengganggu apa yang tengah aku lakukan saat itu, setelah memberikan peringatan kepada Devano barulah aku kembali melirik ke arah pemuda tersebut yang masih terlihat asik mengusap lembut naga kecilnya dengan santai.
"Kau...jawablah pertanyaanku tadi, apakah kau memiliki kekuatan spiritual sama sepertiku dan yang lainnya?" Tanyaku kepadanya dia saat itu.
Aku sangat penasaran dan pemuda itu hanya menatapku dengan tatapan yang aneh dan sulit untuk aku ketahui artinya, dia hanya menatap dengan tatapan kosong dan sedikit sayu kepadaku, itu membuat aku semakin tidak sabar untuk menunggu dia menjawab pertanyaan dariku saat itu.
"Hey.... Cepat jawab aku kenapa kau malah diam saja? Apa kau tuli hah!" Bentakku yang sudah tidak bisa sabar lagi dalam menghadapinya,
"Apa kau sangat penasaran dengan kekuatan elemen spiritual seperti itu, sayangnya aku tidak tertarik dengan hal semacam itu dan kau salah jika datang kemari untuk menemuiku" balas dia yang seakan sudah tahu bahwa aku akan mendatangi dia hari ini.
Itu membuat aku semakin mencurigai dirinya dan aku terus saja menatap dengan tajam dan menyelidik kepadanya.
"Apa maksud dari ucapanmu itu, jadi kau pemilik elemen bayangan yang terakhir? Apa kau juga tahu bahwa aku memang akan datang ke tempat ini sebelumnya?" Tanyaku kepada dia dengan menyelidiki serius,
"Kau benar aku adalah pemilik elemen bayangan musuh dalam selimut dunia bawah, aku adalah keturunan asli penguasa dunia bawah sayangnya kami tidak sependapat dengan Abaddon, dan aku jelas sekali tidak sama dengannya, jadi sebaiknya kau pergi saja dari sini, tempat ini sangat berbahaya untuk orang luar, iblis itu akan terus mengejarmu jika sekali saja mereka mengetahui keberadaan kalian" ujarnya kepadaku.
Aku sama sekali belum memahami sepenuhnya apa yang dia maksudkan dari ucapannya tersebut.
Dia mengetahui mengenai aku yang akan datang ke tempat itu saat ini bahkan dia juga tahu tentang Abaddon padahal aku sama sekali belum membicarakan apapun kepadanya.
"Tunggu, darimana kau tahu semua itu, dan Abaddon mengapa kau mengenal dia?" Tanyaku kepadanya sangat penasaran.
Begitu juga dengan rekan-rekan ku yang lainnya mereka mendekatiku dan terus menatap penuh kepenasaranan terhadap pemuda aneh tersebut.
__ADS_1