Emely Sang Penakluk

Emely Sang Penakluk
Masa lalu


__ADS_3

Meski aku sedikit ragu dengan janji yang mereka katakan tetapi aku tetap harus menepati janjiku sendiri kepada mereka, setidaknya itu akan membuktikan bahwa aku tidak sama dengan mereka, aku menarik nafas panjang dan mulai menjelaskan tentang siapa aku sebenarnya dan apa yang terjadi dengan Mauren sebelumnya.


"Aku manusia sama seperti kalian tetapi aku terlahir dengan kekuatan spiritual yang tidak dimiliki manusia pada umumnya, orang jaman dulu memanggilku penyihir penakluk makhluk, dan yang terjadi dengan Mauren aku rasa dia telah dirasuki dan dikendalikan oleh ruh jahat yang terbentuk karena dendam di dalam hatinya, selebihnya aku juga tidak tahu mengapa dia bisa sampai sekuat tadi dan memiliki makhluk di belakang tubuhnya" ucapku menjelaskan.


Angel dan Anita terperangah membelalakkan mata mereka dengan sempurna lalu dengan wajah yang sedikit pucat mereka mulai bertanya kepadaku tentang sebuah kemungkinan.


"E... Emely apa kau tidak sedang membohongi kami?" Tanya Anita kepadaku,


"Apa kalian masih tidak mempercayai aku setelah melihat kejadian tadi?" Tanyaku balik terhadap mereka.


Angel dan Anita langsung tertunduk lesu, aku paham mereka kebingungan dan merasa cemas saat ini, tapi itulah kenyataan yang harus aku beritahu kepada mereka.


"Anita, Angel kalian bisa tinggal di rumahku jika kalian takut untuk pulang, beritahu orang tua kalian jika kalian menginap disini, aku hanya takut Mauren akan menargetkan kalian berdua ketika kalian jauh dariku, terlebih padamu Angel kau adalah sasaran utamanya" ucapku memberitahu dia.


Angel terlihat sangat kaget begitu juga dengan Anita.


"Emely tapi kenapa Mauren menargetkan aku, apa salahku padanya?, Selama ini aku bersamanya dan kami berteman baik, bahkan aku selalu mengalah untuk menjadi juara kelas demi dia" ucap Angel merasa sangat kesal dan heran,


"Bagaimana aku tahu tentang itu, hanya Mauren yang tahu alasannya menargetkanmu, tapi dugaanku semua ini pasti terjadi karena konflik diantara kalian, sebab ruh jahat hanya terbentuk dari dendam dan kebencian, aku juga bisa melihat sorot mata Mauren yang sangat membencimu Angel, dia ingin kau mati" ucapku mengungkapkannya.


Angel langsung bergetar hebat dia sangat ketakutan dan Anita langsung memeluknya untuk memberikan ketenangan dan perlindungan.


"Cukup Emely jangan ceritakan hal hal yang hanya akan membuat kami semakin ketakutan, semua ini tidak terjadi sebelum kau datang ke sekolah kami, mungkin saja ini terjadi karenamu bukan karena kami" ucap Anita dengan sorot mata tidak bersahabat kepadaku.


"Apa yang kau katakan Anita tidakkah kau berterimakasih kepada Emely yang sudah mau membantumu, bahkan dia menerima kalian di rumah ini, tapi kau malah menuduhnya seperti itu, dia yang sudah menyelamatkan kalian jangan lupakan itu!" Bentak Devano sangat keras,

__ADS_1


"Devano benar Anita... Jika bukan karena Emely aku mungkin sudah mati sia-sia oleh Mauren, atau mungkin aku akan bernasib sama seperti Keysa" ucap Angel menenangkan Anita.


Saat mendengar nama Keysa aku merasa nama itu tidak asing dan aku seperti pernah mendengarnya dari seseorang, dan entah kenapa aku merasa sangat penasaran dengan nama tersebut.


"Tunggu, Keysa?, Siapa dia dan apa maksud perkataanmu tentang yang terjadi kepada Keysa?" Tanyaku menyelidik.


Anita dan Angel saling tatap dan wajah mereka memperlihatkan ekspresi yang ketakutan dan cemas, namun berbeda dengan kecemasan yang sebelumnya, aku yakin sekali jika mereka menyembunyikan sesuatu kepadaku sehingga aku semakin merasa penasaran dengan orang bernama yang Keysa tersebut.


"Cepat beritahu aku, siapa Keysa itu?" Tanyaku lagi mendesaknya,


"Emely..." Ucap Devano hendak menahanku,


"Diam Devano aku berhak tahu siapa dia jika kita ingin menyelesaikan masalah ini, atau kalau tidak, aku juga tidak bisa terus memastikan Angel akan selamat dari sasaran Mauren" ucapku mengatakan yang sebenarnya.


Entah karena takut dengan keselamatannya atau hal lain, tiba-tiba saja Angel angkat bicara dia mulai membicarakan mengenai Keysa kepadaku.


Dia seperti menahan kesedihan yang mendalam dan air mata mulai mengalir dengan deras keluar dari pelupuk matanya, aku bahkan tidak tega melihatnya seperti itu sehingga aku tidak memaksakan dia untuk meneruskan ceritanya.


"Angel jika kau tidak sanggup untuk bercerita aku tidak akan memaksamu lagi" ucapku kepadanya.


Tidak aku sangka, Anita bersedia menggantikan Angel untuk melanjutkan ceritanya.


"Tidak Emely biar aku yang melanjutkan" balas Anita tiba-tiba,


Aku pun mempersilahkan dia selama dia sanggup untuk melakukannya.

__ADS_1


"Benar yang dikatakan oleh Angel, dulu aku dan Mauren tidak bersahabat bahkan kami tinggal di kelas yang berbeda, aku Alexa dan Angel duduk di kelas B sedangkan Mauren dan Keysa duduk di kelas A, mereka sama-sama pintar tetapi Mauren berpenampilan culun dan wajahnya dipenuhi dengan jerawat yang meradang, dokter bilang itu bukan jerawat biasa tetapi jerawat penyakit yang disebabkan oleh gen di dalam tubuhnya, Mauren menyembunyikan semua itu tetapi dia bercerita kepada Keysa sayangnya ada anak-anak lain yang mengetahui hal itu sebab Mauren menjatuhkan hasil tesnya di dalam kelas, seketika kabar mengenai dirinya yang penyakitan tersebar di seluruh penjuru sekolah, semua orang mulai menjauhinya dan membully dia habis-habisan, bahkan tidak sedikit yang melakukan kekerasan fisik kepadanya, dan hanya ada dua orang yang tidak menjauhi dia, itu adalah Mauren dan Devano" ucap Anita sambil menatap tajam dan sangat lekat kepada Devano.


Aku langsung menghentikan ceritanya itu dan teringat dengan perkataan yang pernah Devano katakan kepadaku di saat hari pertama aku masuk ke kelas tersebut.


"Tunggu, Devano? Orang ini?" Tanyaku memastikan dan ditanggapi anggukan oleh Anita.


"Oke aku akan mengurusimu nanti Devano, sekarang lanjutkan ceritamu Anita" ucapku menahan emosi kepada Devano.


"Iya Mauren diam-diam menyukai Devano aku mengetahuinya setelah kami berteman akhir-akhir ini, dia selalu memperhatikan Devano sejak lama, karena Devano bersikap baik dan menerima dia apa adanya, sehingga Mauren salah mengartikan kebaikan yang diberikan oleh Devano terhadapnya, sedangkan disisi lain Devano sangat dekat dengan Keysa banyak rumor di sekolah mengatakan mereka sebuah pasangan yang serasi, bahkan hari itu di namai dengan hati patah hati seluruh pria di sekolah kami, karena sosok kecantikan sekolah dikabarkan memiliki pasangan, orang itu adalah Devano, dari sana Mauren mulai menjauhi Keysa dan mereka bermusuhan, hingga entah kenapa Kesya mulai membully Mauren mereka menjadi musuh mulai saat itu sampai kabar Mauren yang hampir bunuh diri tersebar dimana-mana, tapi anehnya yang tertangkap memotong urat nadi ditangannya sendiri adalah Keysa, dia mencoba bunuh diri di dalam kelas tepat di bangku kosong yang ada di depan meja Devano, itu juga salah satu alasan tidak ada orang yang akan selama ketika duduk di bangku tersebut, mereka semua meninggal dengan cara yang sama urat nadi yang terputus karena dugaan mencoba bunuh diri tetapi wajah mereka berubah beku seperti es dan dingin" ucap Anita mengakhiri ceritanya dengan menghembuskan nafas berat.


Aku mengerti apa yang dirasakan oleh Anita dan Angel, mereka hanya sebagai penonton kala itu, tapi aku masih merasa heran dengan keberadaan Keysa saat ini, juga tentang kapan Anita dan Angel mulai bersahabat dekat dengan Mauren.


"Anita boleh aku menanyakan beberapa hal lagi kepadamu?" Tanyaku memintanya,


"Tanyakan saja" balas Anita dengan lesu,


"Maaf jika aku menyinggung mu, tapi kapan kau mulai dekat dengan Mauren dan apa kau ikut serta dalam membully Mauren kala itu?" Tanyaku kepadanya.


Lama sekali Anita terdiam, hingga aku pikir mungkin dia tidak ingin menjawabnya.


"Jika kau tida...." Ucapku terpotong karena Anita langsung menjawabnya dengan cepat.


"Iya aku ikut membully Mauren begitupun dengan Keysa, Angel dan Alexa tapi kami tidak pernah melakukan kekerasan fisik terhadapnya, aku tahu perbuatan kami itu salah tapi kami semua melakukan itu sebab Mauren yang lebih dulu salah paham, awalnya kami tidak membully dia, tapi dia selalu berpikir bahwa kami adalah biang keladi dari semuanya, padahal tidak sama sekali dan karena kesal dituduh seperti itu, kami malah melakukannya secara nyata. Aku tahu itu salah" ucap Anita tertunduk.


"Lalu dimana Keysa sekarang, apa dia sudah meninggal saat itu, dan apa meninggalnya sungguh karena dia mencoba bunuh diri atau ada hal ganjal lainnya?" Tanyaku semakin menyelidiki,

__ADS_1


"Tidak dia tidak meninggal, tapi dia juga tidak hidup seperti kita" balas Anita membuatku semakin heran dan mulai mengerutkan kedua alisku bersamaan.


__ADS_2