
Karena mendapatkan kalung itu, aku juga merasa sangat senang karena aku pikir ternyata ibu tidak membenciku separah itu, karena dia masih tetap melindungi aku walaupun hanya dengan sebuah tameng pelindung seperti ini.
"Pelik ini artinya ibuku menyayangiku kan, berarti dia tidak membenciku bukankah begitu Pelik?" Tanyaku pada Pelik untuk memastikan dengan sorot mata yang berkaca-kaca,
"Iya Emely, tentu saja ibunya sangat menyayangimu kau tahu yang sering dikatakan nenekmu sebelum kau tidur, yang membuangmu itu ayahmu bukan ibumu dan aku yakin ayahmu juga akan menyesal telah membuang putri secantik kamu" balas Pelik sambil memelukku.
Aku selalu senang selama berada di samping Pelik, dia pria yang paling baik yang pernah aku kenal dia memang selalu menjadi yang terbaik di hatiku, maka dari itu aku sangat menyayangimu walaupun dia bukan manusia sepertiku.
"Pelik aku sangat menyayangimu, bisakah kamu berjanji untuk tidak pernah meninggalkan aku?" Ucapku kepada Pelik dengan menahan sendu.
Aku berharap Pelik menjawab ucapku dengan sungguh-sungguh dan dengan cepat namun sayangnya saat aku meminta dia untuk berjanji kepadaku dia justru hanya terdiam.
Dan aku terus menatapnya dengan heran, dia tidak menjawab ucapanku dan hanya menatap kosong ke arah lain.
"Pelik ada apa denganmu tidak biasanya kamu seperti ini?" Tanyaku merasa cemas,
"Tidak papa aku baik baik saja, dan kau tidak perlu memintaku untuk berjanji, sebab aku sudah pasti akan selalu berada di sampingmu" balas Pelik sambil memelukku semakin erat.
__ADS_1
Aku bisa merasakannya dia mencintaiku sama seperti cintanya nenek yang begitu besar padaku, meski dia membenci ibu tapi aku tahu setiap malam nenek diam-diam menangis karena merindukan dan menyesali kutukan yang dia berikan kepada ibu atas kehadiranku dan wajah buruk rupa yang aku dapatkan sebab kutukan itu.
Aku tidak pernah menyalahkan nenek karena telah memberikan kutukan pada ibu lewat kelahiran ku, aku juga tidak pernah menyalahkan ibuku karena dia tidak berhasil mempertahankan aku.
Begitupun dengan ayahku, aku sama sekali tidak membencinya meski aku tahu dengan jelas dia yang membuangku dan bukan tidak mungkin dia akan tetap membenciku meski aku sudah tumbuh sebesar ini.
Setidaknya selama masih ada Pelik aku percaya bahwa aku tidak benar-benar sendirian di dunia ini dan aku masih bisa merasakan rasanya dicintai seseorang meskipun dia bukan manusia.
Disisi lain sebenarnya bukan tanpa alasan mengapa Pelik terdiam sejenak di saat Emely meminta dirinya untuk berjanji, akhir-akhir ini semenjak mereka datang ke kota itu Pelik mulai merasakan ada yang berbeda dengan dirinya, tangannya mulai memudar di beberapa waktu tertentu dan terkadang hilang begitu saja itu secara tiba-tiba sehingga membuatnya kebingungan dan selalu mencari tahu sendiri tentang penyebab terjadinya hal itu kepada dirinya.
Dia adalah seorang makhluk tapi kenapa dia masih bisa menghilang seperti itu tanpa kehendaknya dan itu terjadi hanya di sebagian anggota tubuhnya, hingga ketika Pelik mencari tahu lewat banyak buku yang dia baca dari peninggalan mbok Warni dia mulai menyadari sesuatu.
Namun sampai saat ini dia belum bisa menyelesaikan masalahnya tersebut dia juga belum bisa menemukan keluarganya, sedangkan gejala di dalam dirinya terus saja terjadi, mbok Warni pernah mengatakan kepadanya bahwa dia akan hilang dari dunia dengan perlahan jika dia semakin dekat dengan kebenaran yang membuat dia sulit untuk sampai ke alam baka, dan dia tahu keluarganya sendiri yang membuat dia tidak bisa sampai ke alam baka seperti ruh makhluk lainnya maka dari itu Pelik semakin bersih keras untuk mencari keberadaan keluarganya secepat yang dia bisa.
Dan kini saat gejalanya muncul dia sangat bersemangat untuk mencari tahu terus menerus mengenai keberadaan keluarganya tetapi hatinya merasa begitu berat sebab dia mencemaskan Emely apalagi setelah Emely meminta dirinya untuk selalu ada di sampingnya, dia tahu dia tidak bisa mengabulkan hal tersebut sehingga Pelik lebih memilih untuk menghindari mengatakan janji tersebut kepada Emely dan mengalihkan ucapannya.
Dia juga sengaja menyembunyikan semua yang terjadi pada dirinya sebab dia tidak ingin menambah beban bagi Emely ataupun membuatnya sedih jika sampai Emely mengetahui bahwa dirinya akan segera pergi cepat atau lambat.
__ADS_1
"Maafkan aku Emely aku memang menyayangimu tapi aku bukan manusia sepertimu, kita memiliki takdir yang berbeda aku harus tetap pergi ke alam baka" gumam Pelik di dalam hatinya.
Itulah yang membuat Pelik memeluk Emely semakin erat, dia sadar akan siapa dirinya saat ini dan memang sampai kapanpun makhluk dan manusia tidak akan bisa terus hidup berdampingan.
Mereka memiliki wujud yang berbeda meskipun memiliki hati dan perasaan yang sama, namun semua itu tidak cukup untuk membuatnya bisa menentang takdir, sebab sang pemilik takdir tetaplah yang maha kuasa, Pelik terus memeluk Emely dan mengusap lembut kepalanya hingga Emely tertidur dalam dekapannya.
"Bodoh kau selalu tertidur dalam dekapanku, bagaimana jadinya jika nanti aku benar-benar pergi dari sampingmu" gerutu Pelik sambil tersenyum menahan sendu.
Dia mulai menggendong Emely dan memindahkannya ke ranjang lalu dia kembali menghilang untuk mencari tahu mengetahui keluarganya lagi.
Karena Pelik adalah makhluk dia tidak pernah beristirahat, tidak pernah makan dan memang tidak merasakan lapar dan rasa sakit pada wujudnya, yang tersisa pada dirinya hanya lah sebuah perasaan di dalam hatinya, itu yang bisa dimiliki setiap manusia ketika sudah menjadi makhluk, Pelik selalu ingin pergi ke alam baka, alam dimana semua makhluk dikumpulkan dan disanalah mereka akan mempertanggung jawabkan semua hal yang mereka lakukan selama hidupnya di dunia dan mereka akan berenkarnasi kembali menjadi orang yang jauh lebih baik sesuai dengan apa yang mereka harapkan atau mungkin ada yang mendapatkan karma atas kehidupannya yang lalu.
"Aku harus segera menemukan keluargaku dan membuat mereka segera mengikhlaskan kepergianku agar aku bisa cepat sampai di alam baka, dengan begitu aku bisa ber reinkarnasi secepatnya" ucap Pelik dengan penuh keteguhan.
Dia sudah menentukan jalan untuk dirinya sendiri di masa depan dan dia selalu ingin segera kembali menjadi manusia agar dia bisa menjalani hidup layaknya orang pada umumnya.
*****
__ADS_1
Pelik menyayangi Emely sejak dia melihat Emely kecil di bawa pulang oleh Mbok Warni, dia menyayangi bayi kecil yang imut itu karena bisa membuat dia berhenti bersedih atas takdirnya yang tidak bisa berjalan menuju alam baka.