Emely Sang Penakluk

Emely Sang Penakluk
Memperlihatkan Kekuatan


__ADS_3

"Kau memang tidak tuli, tali kau keras kepala dan tidak mendengarkan ucapanku, itu membuatku mengkhawatirkan dirimu, jangan melakukan hal bodoh lagi!" Ucap dia membuat jantungku berdetak kencang.


Bayangkan saja wanita mana yang tidak akan terbawa perasaan di dalam suasana semacam ini dan di hadapan seorang pria yang tampan di tambah dia sangat keren sekali, dia mengkhawatirkan aku dan mengatakannya secara lantang, tentu saja aku meleleh karena aku juga seorang perempuan.


Sepertinya sampai saat ini hanya dia seseorang yang berani berkata membalikkan ucapanku dan melawan aku dengan perkataan seperti itu, memang sangat membuat hatiku terasa berbeda bahkan aku sekarang hanya bisa diam membisu dan mematung tanpa melakukan apapun sampai dia selesai membalut luka di tanganku dan aku hanya tetap diam saja dengan wajah yang masih merasa kebingungan dan heran tidak karuan.


"A..a..aahh.... bagaimana bisa ada seseorang yang berani membalikkan perkataanku dan melawanku secara langsung seperti itu, aishh....ini sangat menyebalkan" gerutuku sambil mengerutkan kedua alisku kuat.


Yang lebih membuatku kesal adalah, dia juga malah membalas ucapanku lagi dan itu sangat membuat aku kesal serta tidak bisa menahan emosi di dalam diriku lagi.


"Tentu saja ada, tidak ada siapapun yang tidak bisa mengalahkan siapapun, karena akan selalu ada langit diatas langit, ada kehidupan setelah kehidupan dan ada berbagai tempat juga kehidupan di dunia ini" balas dia membuatku sangat heran dengan ucapannya.


Padahalnya perkataan dia yang terakhir menggambarkan seakan dia mengetahui tentang seluruh mengenai dunia yang aneh ini dan seperti dia pernah berpetualang mengelilingi dunia.


"Heh...apa maksud dari ucapanmu yang terakhir, memangnya kau pernah melihat tempatnya secara nyata?" Tanyaku kepadanya,


"Tentu saja aku adalah angin dan aku adalah badai, aku topan, aku sering datang ke manapun aku ingin dan aku sudah sudah terbang ke beberapa tempat sejauh ini, termasuk tempat yang pernah aku kunjungi dan aku juga pernah bertemu denganmu sebelumnya, namun mungkin kau tidak akan menyadari hal itu" ujar dia keadaan.


Aku menatap dia dan membelalakkan mata sangat lebar lalu dalam beberapa detik ke depan aku langsung berjalan menghampirinya lagi dengan menyipitkan mataku untuk menyelidikinya.


Sebab perkataan yang keluar dari mulutnya itu sangat membingungkan untukku dan itu nampak seperti sebuah teka teki yang rumit dan aneh dalam kepalaku, aku bahkan tidak bisa memecahkannya.


"Hey jangan berbelit-belit denganku, katakan saja siapa kau sebenarnya dan apa maksud dari semua perkataanmu itu" ucapku mendesak dia,


"Kau sungguh ingin tahu siapa aku? Apa kau sudah yakin, dan bisa mempersiapkan dirimu?" Ucap dia yang malah balik bertanya kepadaku,

__ADS_1


"Te...te..tentu saja, aku sudah sangat penasaran sejak awal dan aku sudah mencurigaiku" balasku kepadanya,


"Hmm....baiklah, tapi sebelum itu aku ingin memberitahumu, aku sudah menunggumu di sini sangat lama, tapi kau baru datang sekarang itu membuatku sedikit bosan" ucap dia yang lagi-lagi membuatku sangat keheranan di buatnya.


Sampai tiba-tiba saja dia seperti memasang kuda-kuda dan kuda-kuda persiapan yang dia lakukan sama persis dengan yang dilakukan oleh aku juga ke tiga pria rekanku pemilik kekuatan elemen spiritual sihir lainnya, sehingga ketika melihat itu aku langsung terperangah menutup mulutku yang terbuka dengan kedua tangan dengan cepat.


Dan tiba-tiba saja, dia mengangkat tangannya ke atas hingga seketika badai pasir di atas saja mulai menghilang perlahan dan hingga kembali cerah lalu aku melihat dengan jelas badai pasir itu dia sedot dengan mulutnya sendiri, aku bahkan sampai jatuh tersentak ke belakang saking kagetnya melihat pemandangan yang berada di luar nalar seperti itu.


"O..o...oouhhh.....aaahhhh..Wow....di..dia...hebat!" Ucapku sambil jatuh tersungkur di tanah.


Aku kehabisan kata-kata ketika dia sudah berhasil menghisap semua badai yang sangat besar di luar sana, bahkan ketika aku kembali memeriksa ke atas sana, semuanya benar-benar sudah menghilang, awan kembali putih dan langit terlihat terang benderang, semua kekegalapannyang terjadi sebelumnya sudah hilang seketika aku aku melihat dengan jelas kumparan awan hitam yang membawa badai itu masuk seperti tersedot dengan kuat dan mengecil hingga masuk ke dalam mulutnya hanya dalam waktu beberapa saat saja.


Setelah melihat kekuatannya yang luar biasa itu, aku pun mulai berpikir jika dia memiliki kekuatan menyedot apapun ke dalam mulutnya, sehingga aku segera bangkit dan mengatakannya secara gamblang kepada dia begitu saja tanpa rasa malu sedikitpun karena aku sudah sangat yakin dengan kekuatan spiritual yang dia miliki.


Bukannya menjawabku dia justru malah tertawa dengan menatap ke padaku memperlihatkan tatapan anehnya yang membuat aku sedikit terganggu dengannya.


"Fffttt...." Suara dia yang menahan tawa.


"Hey apa kau sedang menertawakan aku secara diam-diam, memangnya apa yang salah dengan perkataanku?" Ucapku sedikit meninggikan suara.


Jujur saja saat itu aku langsung merasa sangat tersinggung karena dia menertawakan aku secara langsung seperti itu dan berusaha menahan tawanya sendiri sehingga membuat aku semakin kesal, padahal jika dia tertawa dengan lepas sekalipun mungkin itu tidak akan membuatku tersinggung lebih banyak seperti ini, itu sangat membuatku berada di puncak kekesalan.


"Hey cepat jawab aku kenapa kau malah terus menahan tawa seperti itu? Memangnya ada yang lucu apa!" Tambahku lagi mulai semakin kesal.


"Ahaha....maafkan aku, barusan aku hanya terbawa suasana, lagi pula kenapa kau sangat lucu sekali" balas dia membuat pipiku merona.

__ADS_1


Semenjak memiliki kekuatan elemen api di dalam diriku aku semakin sulit untuk bersabar dan sulit mengendalikan emosi di dalam diriku sehingga aku selalu bisa memperlihatkan ekspresi atau reaksi yang jujur dalam diriku dengan apapun yang aku terima, seperti kondisi saat ini, dimana pipiku sudah mulai merona karena dia mengatakan aku lucu.


"Jangan mengatakan aku lucu sambil tertawa seperti itu, jika tidak pipiku akan terbakar karenamu!" Bentakku kepadanya.


Aku sengaja menghentikan itu sebelum semuanya terlambat, hingga dia pun akhirnya mau berhenti dan itu membuatku sedikit lebih membaik dengan cepat.


"Aaahhh....untunglah dia mau berhenti, jika tidak matilah aku, huhu pipiku yang malang maaf yah karena selalu menjadi korban" ucapku sambil mengusap lembut kedua pipiku sendiri,


"Begini, kau bilang kekuatan yang aku miliki adalah penyedotan, dan itu salah besar, kekuatan yang aku miliki sebenarnya bukan itu, dan aku adalah penguasa elemen angin, sehingga aku bisa mengendalikan topan, badai dan semua hal yang bersangkutan dengan angin, maka dari itu aku bisa menyedotnya karena itu adalah salah satu alternatif atau cara agar aku menghentikan badainitu dengan cepat menggunakan sihir" balas dia mulai menjelaskan.


Dan kini setelah dia memberikan penjelasan aku pun baru bisa mengerti dan memahaminya sehingga aku kembali merasa malu dan pipiku lagi-lagi mulai merona sedikit, aku pun dengan cepat menurunkan omosiku itu dengan menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan bahkan aku melakukannya sampai berkali kali.


Meskipun ada pria aneh tersebut di hadapanku dan terus menatapku dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Haaahh....jadi itu maksudb dari perkataanmu yang mengatakan kau adalah topan, badai dan lainnya, aahhhh...aku baru memahami perkataan yang satu itu" ujarku kepadanya setelah mereka lebih tenang dan santai.


"Yap dan akhirnya kau menyadari kalimatku itu, ternyata kau cukup pintar juga, baguslah jadi aku tidak perlu mengajarimu" balas dia kepadaku.


Padahal siapa juga yang akan meminta dia mengajar aku, elemen kekuatan sihir yang aku miliki juga tidak sama dengannya, itu tidak ada kaitannya sama sekali bagiku dan dia juga tidak bersama denganku selama ini, jadi bagiku ya tidak masalah karena akan selalu ada fase come and go, dimana semua orang yang bersama kita saat ini.


Entah itu teman, sahabat bahkan suadara sekalipun akan memiliki masanya dimana mereka tiba-tiba saja pergi meninggalkan kita dan kita terpisah, entah karena mengerjai mimpi masing-masing, atau ada yang harus menafkahi keluarganya, ada juga yang sibuk dengan pekerjaannya dan hal lainnya lagi.


Aku sedikit kesal dan risik dengan perkataannya yang terkesan sedikit sombong itu sehingga dengan cepat aku menjawabnya saat itu juga.


"Hey jangan ke gr an siapa juga yang akan meminta kau mengajariku, mangnya kau juga bisa apa aku tidak butuh ajaran apapun dari orang aneh sepertimu" balasku sambil menatapnya sinis dengan ujung mataku.

__ADS_1


__ADS_2