Emely Sang Penakluk

Emely Sang Penakluk
Mencari Arshaka dan Devano


__ADS_3

Aku juga mengerti dan tahu bahwa pasti akan ada penghuni di hutan aneh seperti ini, tapi aku juga tidak mengerti dan sama sekali tidak bisa menemukan jejak apapun dari sebab menghilangnya Devano dan Arshaka sehingga sekarang aku harus lebih berjaga-jaga dengan kuat dan lebih teliti lagi dari sebelumnya sebab jika tidak begitu, aku khawatir yang lainnya juga akan menghilang sama seperti Devano dan Arshaka.


"Emely apa sebaiknya kita terbang saja, jika kita terbang dan mencarinya mereka dari atas mungkin kita bisa melihat semua dengan lebih jelas" ujar Vayu memberikan ide yang cukup bagus,


"Kau benar, kita sebaiknya terbang aja, mungkin itu akan lebih aman" balasku yang langsung menyetujui ide dari Vayu.


Aku dan Vayu segera memasang kuda kuda dimana Vayu mulai mengeluarkan pusingan angin di bawah kakinya sedangkan aku juga mulai mengeluarkan sayapku yang begitu gagah dan besar dengan api yang membara di sekelilingnya.


"Vayu kau bawa Brox dan aku akan bersama Avan" ucapku yang langsung di balas anggukan oleh Vayu saat itu.


Aku mengulurkan tangan pada Avan dan dia segera menerima uluran tanganku, sedangkan Vayu dan Brox sudah terbang lebih dulu, namun Avan seperti ragu-ragu saat menerima uluran tangan dariku kala itu.


Sehingga hal itu membuat aku sedikit merasa heran terhadapnya dan dengan cepat aku menarik tangannya hingga dia langsung memelukku dengan erat dan seperti tidak mempercayai aku yang mulai bersiap untuk terbang saat itu.


"Emely apa kau yakin kau bisa terbang dengan baik meski membawa aku bersamamu?" Tanya Avan kepadaku,


Sebenarnya saat itu aku juga tidak terlalu merasa yakin apa aku bisa melakukannya dengan baik atau tidak tetap itulah alasan mengapa aku memilih Avan yang ikut denganku karena jika jatuh dia bisa membuat balok es untuk hamparan tubuhnya nanti.


"Ehehe... Aku tidak terlalu yakin, makanya aku memilihmu untuk terbang denganku, sudah jangan khawatir berpegangan yang erat aku akan melakukan yang terbaik" ucapku kepadanya.


Avan langsung membelalakkan matanya sangat kaget dan dia berteriak sangat kencang ketika aku mulai mengepakkan sayap dan melesat terbang ke atas mendekati Vayu yang sudah menungguku sejak tadi.


Aku bahkan masih bisa merasakan sekujur tubuh Avan yang bergetar ketakutan sambil memelukku dengan begitu erat.


"Ahaha... Avan kita sudah diatas dan kau akan baik-baik saja, kenapa kau harus bergetar begitu sih" ucapku kepadanya.


Sampai perlahan Avan mau membuka mata dan sedikit melonggarkan pulangnya padaku kala itu.


"Be...be..benarkah, aahhh aku sangat lega sekali, baguslah Emely jika kau benar-benar sudah bisa terbang dengan baik, aku tidak perlu cemas lagi sekarang" ucap Avan yang mengusap dadanya dengan pelan.


Brox dan Vayu tidak tahan lagi saat mihat betapa konyolnya Avan saat itu sehingga mereka langsung saja menertawakan dia cukup puas sampai membuat seorang Avan menjadi kesal.


"Ahaha... Avan-Avan apa kamu tidak mempercayai orang sehebat Emely, jika aku dengannya aku akan dengan senang hati" ucap Brox meledeki Avan saat itu,


"Iya... Avan kau tidak perlu cemas akan jatuh Emely adalah yang terbaik kau akan selalu aman jika bersamanya kau hanya perlu yakin dengan hal itu" tambah Vayu memuji aku terlalu berlebihan.


"Apanya yang aman kedua teman kita saja sekarang hilang, apa kau pikir itu aman hah?" Balas Avan yang saat itu tengah kesal.


Aku merasa sangat bersalah dengan hilangnya Devano dan Arshaka aku merasa aku gagal untuk melindungi mereka berdua karena membiarkan mereka hilang begitu saja dalam sekejap dan aku tidak bisa menyadari hal itu sama sekali, sehingga mendengar ucapan Vayu dan Avan aku langsung merasa sangat sedih saat itu.

__ADS_1


Vayu yang memahami aku dia langsung memarahi Avan karena sudah berbicara seenaknya seperti itu.


"Avan kenapa kau tega sekali bicara seperti itu pada Emely, bagaimana pun dia sudah mengusahakan yang terbaik dan seharusnya keselamatan diri sendiri tidak perlu Emely juga yang bertanggung jawab bukan" balas Vayu saat itu sambil mengerutkan dahinya dengan kuat.


Avan menatap ke arahku dan dia langsung meminta maaf dengan wajahnya yang penuh rasa bersalah saat itu.


"Emely maafkan aku, aku tadi hanya terbawa emosi, aku tidak bermaksud mengatakan hal seburuk itu padamu" ucap Avan kepadaku,


"Tidak masalah, apa yang kau katakan memang benar, aku belum bisa menjadi pelindung yang baik untuk kalian semua dan sebaiknya sekarang kita fokus untuk mencari kedua rekan kita Arshaka dan Devano" balasku sambil tersenyum kepadanya.


Kami pun mulai terbang dan terus menyusuri hutan yang sangat luas itu, namun sudah berjam-jam lamanya aku dan Vayu terbang tidak ada yang bisa kita temukan di bawah sana ataupun sesuatu yang aneh dan mencurigakan.


Aku melihat ke arah Vayu yang terlihat sudah lelah dan aku tahu dia sudah mengeluarkan banyak sekali energinya sejak kemari malam, mulai dari menyelamatkan teman-teman, membantu aku bahkan sampai melatih aku untuk terbang.


"Vayu... Dia pasti sangat kelelahan, aku merasa bersalah padanya, apa sebaiknya kita hentikan dulu pencariannya?" Ucapku berbicara dengan Avan saat itu,


"Emely sebaiknya memang kita membiarkan Vayu untuk istirahat dahulu, aku takut dia akan kelelahan seperti kau sebelumnya jika terus memaksakan diri seperti itu" balas Avan yang aku anggukan dengan segera.


Aku terbang mendekati Vayu dan berteriak untuk menyuruhnya mendarat ke bawah.


"Vayu ayo turun dulu sebentar" teriakku padanya dan Vayu langsung mengangguk hingga dia turun ke bawah lebih dulu, di susul oleh aku dan Avan.


"Vayu aku tahu kau sudah melakukan semuanya terlalu banyak, jadi makanlah ini, ini akan membuat kamu lebih bertenaga lagi" ucapku sambil menyuapi buah itu kepadanya.


Vayu mengunyahnya dan mulai berangsur membaik saat itu, kami pun memutuskan untuk duduk mengistirahatkan diri kami terlebih dahulu disana.


"Vayu, sebaiknya kau istirahat dulu disini aku dan yang lainnya akan menunggu sampai kau benar-benar menjadi pulih, baru kita akan melanjutkan pencarian Arshaka dan Devano nantinya" ujarku kepadanya.


Namun Vayu menggelengkan kepala dan dia melarang aku untuk menunggui dia disana.


"Tidak Emely jangan cemaskan aku, kita harus segera mencari keberadaan Devano dan Arshaka, aku sangat takut mereka akan berada dalam bahaya, jika kita beristirahat dahulu di sini aku takut kita akan terlambat untuk menyelamatkan dia nantinya, sebaiknya kau pergilah mencari dia biarkan aku disini sendiri aku bisa menjaga diriku sendiri" ucap Vayu padaku.


Aku langsung menggelengkan kepala dengan cepat dan menggenggam tangannya dengan kuat, aku tidak bisa meninggalkan siapapun lagi diantara kita semua kali ini, karena aku tahu makhluk itu akan mengambil salah satu dari kita jika kita berpencar lagi seperti sebelumnya, atau ketika kita lengah sedikit saja.


"Tidak Vayu, aku tidak akan meninggalkan kamu, aku akan tetap disini menunggu kamu atau kita pergi bersama dan tidak sama sekali, aku tidak ingin kehilangan satu rekanku lagi terlebih itu kau, aku tidak ingin melakukan itu" ujarku membalasnya dengan mata yang berkaca-kaca,


Vayu hanya tersenyum kecil kepadaku lalu tangannya menggenggam tanganku balik dan yang satunya lagi mengusap pipiku dengan lembut.


"Emely seandainya aku di tangkap oleh makhluk misterius yang menangkan Devano dan Arshaka setidaknya aku juga bisa membantu mereka berdua dan bisa mengetahui mahkluk seperti apa yang mengganggu kita saat ini, kau harus pergi mencarinya aku mohon padamu Emely aku sangat mencemaskan Arshaka dan Devano, aku tahu kau juga sangat mencemaskan mereka bukan?" Balas Vayu yang terus saja mendesak aku untuk pergi mencari Devano dan Arshaka saat itu.

__ADS_1


Aku terus menggelengkan kepala karena aku tidak ingin meninggalkannya namun Vayu terus saja meyakinkan aku bahwa dia bisa menjaga dirinya sendiri, sampai tidak lama Brox menawarkan diri untuk menunggui Vayu disana dan menjaganya selagi aku tidak ada.


"Emely ayo pergilah, Avan... Brox apa lagi yang kalian tunggu cepat bawa Emely pergi dari cari kedua teman kita secepatnya" ucap Vayu sambil mendorongku menjauh darinya,


"VAYU aku tidak akan pergi dan kau tidak bisa memaksa aku atau memerintahkan aku!" Bentak aku terbawa emosi karena dia terus mendesak aku seperti itu,


"Emang sabar, tenanglah bagaimana jika kau pergi dengan Avan saja biarkan aku yang akan menjaga Vayu disini, kau tahu keahlianku aku bisa menjaga Vayu tanpa makhluk itu ketahui aku bisa menyamar Emely kau tidak perlu mencemaskan kami terlalu banyak jika Vayu bersamaku" ucap Brox memberikan usulan.


Aku diam sejenak mengingat kekuatan yang dimiliki oleh Brox saat ini, dan aku baru saja memiliki ide yang menurutku akan berhasil untuk menangkap makhluk misterius di dalam hutan ini.


"Jangan Brox kau pergilah dengan mereka, biar aku sendiri disini" balas Vayu melarang Brox juga,


"Berhenti, aku punya ide yang jauh lebih bagus, kemari dan berkumpulah" ucapku sambil mendekatkan diri kepada mereka semua.


"A..apa? Kau yakin itu bisa berjalan lancar Emely?" Tanya Avan kepadaku,


"Iya, bagaimana jika kau dalam masalah nantinya?" Tambah Brox kepadaku.


Aku memegang tangan Avan dan Brox yang terlihat sangat cemas saat itu, aku berusaha meyakinkan mereka bahwa rencana yang aku buat ini akan berhasil untuk menangkap makhluk aneh yang tidak kasat mata seperti dia, lagi pula Brox juga tidak kasat mata kala itu.


"Brox.... Avan jika kalian melakukannya dengan benar maka semua akan berjalan dengan lancar, dan Avan kau tidak boleh terlihat mencurigakan, bersikaplah seka kau tengah terpisah dengan kami padahal aku dan yang lainnya ada di belakangmu, aku akan memperhatikan kamu dengan baik dan aku harus terus memegangi tanganku, dan ingat jika pegangannya lepas, kau harus meninggalkan jejak dengan kekuatan es yang kau miliki, rubahlah apapun yang kau lewati saat itu menjadi es apa kau mengerti?" Ucapku kepada Avan hingga dia mengangguk yakin sekarang.


"Ayu bersikap, Brox aku percaya denganmu dan aku sangat mengandalkan mu saat ini" ucapku dengan menatap penuh keyakinan dan kepercayaan kepada Brox.


"Aku akan berusaha melakukan yang terbaik Emely" balas Brox kepadaku.


Aku dan Vayu langsung memegangi tangan Brox dan kami mulai berjalan bersama sedangkan Avan memegangi tanganku saat itu, dia terasa sedikit gugup dan aku mengeratkan genggaman tangan dengannya sambil tersenyum dan mengangguk memberikan kekuatan dan keyakinan kepada Avan saat itu, hingga dia mengangguk pertanda sudah siap Brox pun mulai membuat aku dan Vayu menjadi tidak terlihat dalam hitungan detik sedangkan Avan mulai berjalan sambil berteriak berpura-pura memanggil namaku saat itu seakan dia benar-benar tersesat dan tertinggal seorang diri disana.


"Emely.... Dimana kalian hey....kalian meninggalkan aku, aishh... Dasar teman-teman bodoh, bagaimana bisa mereka meninggalkanku" gerutu Avan saat itu.


Sampai tidak lama sesuatu terlihat bergerak pelan seperti terkena hembusan angin di belakang Avan saat itu, aku langsung melihat dan memperhatikannya dengan teliti sampai tiba-tiba saja sebuah tangan yang berbentuk seperti bayangan muncul dengan cepat dari balik sebuah pohon yang cukup besar dan dia langsung menarik tubuh apa pergi bersamanya sehingga membuat pegangan tangan dia denganku terlepas dan aku lihat Avan berteriak meminta pertolongan padamu sambil langsung mengeluarkan kekuatan es yang dia miliki, dia mengubah beberapa pohon disana menjadi beku dan dingin.


Aku dan yang lainnya langsung saja mengejar jejak es yang Avan tinggalkan dan semua itu terjadi begitu cepat hingga aku tidak bisa mengejarnya hanya dengan berlari dan Brox terlihat mengejar jejak itu dengan cepat begitu pula dengan aku yang terbang di atas mengikutinya bersama Vayu karena Vayu masih lemah saat itu.


"Brox... Ayo kejar dia dan tahan dia di depan sana!" Teriakku dari atas kepada Brox.


Dia mengangguk dan langsung berlari secepat kilat sampai berhasil menahan dan memblokir makhluk yang mirip seperti bayangan itu.


Makhluk itu seketika melepaskan Avan dan dia langsung saja menghilang pada balik pohon yang hitam dan berada tidak jauh dari sana, selagi Avan berlari ke belakang Brox ayo langsung turun ke bawah dan berusaha memergoki mahkluk tersebut yang masih bersembunyi di balik pohon dan aku tadi sempat menyerangnya dengan api dari tanganku dan mengenai makhluk bayangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2