Emely Sang Penakluk

Emely Sang Penakluk
Penjelasan Kakek


__ADS_3

Aku meraba wajahku dan tiba-tiba saja kakek itu memberikan aku sebuah cermin yang aku sendiri tidak tahu darimana asal cermin tersebut.


"Lihatlah" ucap kakek itu sambil memberikan cerminnya kepadaku.


Aku mulai bercermin dan melihat wajahnya perlahan hingga aku sangat kaget dan refleks terperangah dengan mulut terbuka dan mata yang terbelalak sempurna.


"A..apa yang terjadi, bagaimana bisa wajahku menjadi bersih secara tiba-tiba?" Tanyaku dengan heran,


"Ini adalah gua kebenaran, dan pengabulan apa yang kau harapkan semuanya akan terjadi disini, seperti sebelumnya kau berkata disini gelap maka mereka memberikan cahaya, dan kau buruk rupa maka mereka akan menjadikanmu cantik jelita, itulah fungsi gua kebenaran dan pengabulan ini, gua ini akan memberikan hal-hal yang kalian inginkan meski kalian sendiri tidak pernah mengatakannya kepada siapapun di dunia ini" ujar kakek tersebut menjelaskan.


Aku hanya mengangguk mengerti bersama Devano, hingga dia terus mengajak kami berjalan ke depan dan tiba di sebuah ruangan yang di penuhi dengan banyak buku di sekelilingnya, rak buku yang menjulang tinggi dan luas dengan berbagai macam buku yang berjajar rapih di dalam tak tersebut, ada juga beberapa buku yang melayang di udara dan itu membuatku tidak henti-hentinya merasa kagum dan heran, semua yang ada disana terlihat di luar nalar dan sulit aku mengerti.


Bukan hanya aku yang kaget melihat semua buku tersebut tetapi Devano juga merasakan hal yang sama, kami duduk di depan sebuah meja yang panjang dan kakek itu mengambil sebuah buku dari atas kepalanya yang melayang lalu buku itu terbuka dengan sendirinya tepat saat jatuh di atas meja.


Aku menatapnya dengan kaget dan beberapa kali mengucek mataku dan memastikan bahwa semua yang aku lihat saat ini bukanlah sebuah mimpi.


"Lihat ini baik-baik dan dengarkan ucapanku" kata kakek tersebut berubah menjadi sangat serius.


Aku mengangguk bersamaan dengan Devano dan sang kakek mulai bercerita.


"Aku tahu kalian mencariku maka dari itu aku muncul di hadapan kalian dan membawa kalian ke gedung itu dengan cara yang tidak kalian sadari, kalian sudah melihat makhluk jahat yang memilih tubuh dan ruh teman kalian bukan?" Ucap kakek itu menatapku dan Devano bergantian.


"I..iya kek, namanya Mauren" balasku sedikit gugup,


"BENAR, AKU TAHU ITU!" bentak kakek tersebut membuatku terperanjat kaget.

__ADS_1


Aku sedikit kebingungan karena kakek itu sungguh terlihat menyeramkan dan misterius dia bahkan baru saja menjawab ucapanku dengan bentakkan yang sangat mengerikan.


"Harus kalian tahu yang tadi menyerang kota bukanlah teman kalian Mauren, melainkan Abaddon" ucap kakek tersebut sambil menunjuk pada sebuah gambar mengerikan di dalam halaman buku tersebut.


Aku bahkan kesulitan menelan salivaku dan langsung merinding ketakutan ketika melihat gambar yang sangat menyeramkan itu.


"A..a..Abaddon? Siapa dia kek?" Tanyaku dengan gugup dan menatap penuh keraguan,


"Dia adalah raja iblis yang paling kuat, dia memiliki kekuatan berbagai macam iblis di dunia ini, dia adalah iblis yang pernah membuat kekacauan di neraka dan memiliki banyak pengikut di dalamnya, dia terlahir dari api yang membara dan tumbuh sebab rasa sakit, kebencian juga dendam" ucap kakek itu dengan membulatkan matanya kepadaku.


Wajahnya terlalu dekat menatapku ketika menceritakan mengenai raja iblis tersebut, sehingga aku merasa sedikit tidak nyaman dan untunglah Devano mendorong kakeknya itu untuk kembali duduk di kursinya.


"Kek ..... Jauhkan wajahmu dari Emely, dia bisa mati ketakutan karena kau bercerita terlalu dekat" ucap Devano sambil mendorong bahu kakeknya pelan.


Aku dan Devano kaget terperanjat bersamaan.


Dia menatap kami sangat tajam dari sebelumnya dan kini dia berdiri dari kursinya juga berbicara membelakangi kami berdua.


"Kalian ini, aku sedang menceritakan makhluk paling berbahaya di dunia, tapi kalian malah membuatku kesal" ucap kakek itu terlihat merajuk.


Aku berusaha menghembuskan nafas untuk menetralkan nafas dan suasana hatiku, sudah berkali-kali dikagetkan oleh keadaan dan tingkah kakek itu yang sangat membingungkan, tapi hanya dia satu-satunya kunci dan jawaban dari semua keanehan yang terjadi padaku ini.


"Syutt.... Devano ayo kita minta maaf saja, lihat dia sepertinya marah pada kita" ucapku berbisik pada Devano yang duduk di sebelahku.


Setelah Devano mengangguk setuju kami pun segera meminta maaf pada kakek tersebut dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


"Kek...maafkan kami, Devano hanya mencemaskan aku, tolong lanjutkan ceritanya kami sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Mauren sebenarnya" ucapku meminta maaf lebih dulu,


"Iya kek, ayolah jangan mudah merajuk begitu, aku ini kan cucukmu, cucuk seorang para normal terhebat Mbah Kerto, mana mungkin kakek marah dengan cucuk kesayangannya sendiri bukan?" Ucap Devano sambil memegangi tangan kakeknya.


Aku kaget saat mendengar Devano menyebut dirinya cucuk dari seorang para normal terhebat Mbah Kerto, nama itu terdengar tidak asing di telingaku dan aku merasa seperti sering mendengarkan nama Mbah Kerto ini, sehingga aku mulai mencoba untuk mengingatnya selagi Devano membujuk kakeknya tersebut.


"Mbah Kerto? Kenapa aku merasa tidak asing dengan nama itu?" Gerutuku memikirkan.


Disaat aku tengah memikirkan akhirnya kakek itu sudah berhasil dibujuk oleh Devano dan dia mau melanjutkan lagi penjelasan serta ceritanya pada kami, dia kembali duduk di hadapanku dan Devano dan memulai ceritanya lagi.


"Ingat jangan memotong ceritaku lagi, jika tidak, aku tidak akan menjelaskan apapun lagi pada kalian berdua!" Ucap kakek tersebut yang aku balas anggukan dengan cepat.


"Temanmu Mauren telah banyak menderita rasa sakit dan penderitaan sehingga dendam itu muncul sedikit demi sedikit di dalam tubuhnya, dan sebenarnya temanmu itu sudah bukan manusia lagi dia adalah ruh yang sangat jahat dan menyamar sebagai manusia untuk membalaskan dendamnya, lebih parahnya lagi dia mengorbankan dirinya sendiri pada raja iblis dan meminta bantuan raja iblis itu untuk membalas dendam kepada orang yang menyakitinya, disisi lain raja iblis yang sudah di musnahkan sebelumnya kembali bangkit dan tumbuh karena banyaknya kebencian dari manusia termasuk temanmu yang ceroboh itu, dia memberikan jiwanya pada seorang raja iblis yang jahat hanya demi mendapatkan wajah cantik dan kedudukan tinggi di dunia sedangkan ruhnya sendiri dijadikan budak di dunia bawah" ucap kakek tersebut terlihat begitu kesal dan memegangi tongkatnya sangat erat.


Aku tidak menyangka ada jenis manusia yang seperti Mauren, dan bisa kulihat dengan jelas wajah kakek itu terlihat begitu kecewa dan sangat marah, namun dia tetap menahannya.


"Temanmu akan menjadi jalan dan sebab dari hancurnya keseimbangan dunia, dan tidak ada yang bisa menahannya bahkan ketika dendamnya sudah terbalaskan, sebab iblis yang telah menguasainya" ucap kakek itu lalu langsung terdiam.


Aku tidak bisa berbicara karena aku takut penjelasannya belum selesai namun setelah melihat kakek itu menghembuskan nafas begitu berat aku segera meraih tangannya yang ada diatas meja dan menggenggam tangan itu dengan lembut.


"Kek, aku tahu apa yang kamu khawatirkan, tapi aku ada disini bersama Devano, kita bisa menyelamatkan semuanya sebelum terlambat, aku sempat melihat ketulusan dalam sorot mata Mauren dan aku yakin masih ada kebaikan di dalam hatinya" ucapku mencoba menenangkan kakek tersebut.


Dia langsung menarik tangannya dengan kasar dan memberikan aku tatapan tajam.


"TIDAK ADA JANGAN KELUAR! Semua manusia hanya akan menjadi budak iblis itu, dan teman-temanmu juga akan bernasib sama dengan manusia lainnya yang terperangkap di dunia bawah yang dikuasai kerajaan iblis" balas kakek itu dengan wajahnya yang sangat serius.

__ADS_1


__ADS_2