Emely Sang Penakluk

Emely Sang Penakluk
Hampir Kalah


__ADS_3

Melihat mereka berbicara seperti itu dengan raut wajah yang sangat mencemaskan aku, sungguh membuat aku terharu tapi aku berusaha dengan keras agar tidak menurunkan air mataku di hadapan mereka, aku tahu apa yang dikatakan oleh mereka memang benar, tetapi aku tidak bisa membuat kedua sahabatku ini mengalami nasib buruk yang sama seperti ke empat temanku yang lainnya, sudah cukup bagiku melihat Devano tidak sadarkan diri, Vayu yang terkulai parah, Erebus yang hampir mati dan Avan yang sangat lemah, aku tidak ingin melihat salah satu diantara Arshaka dan Brox mengalami nasib yang sama seperti mereka, aku benar-benar tidak ingin mengulangi penyesalan yang sama.


Disaat aku sudah menguatkan diriku sendiri dan langsung bangkit menengadahkan kepalaku ke atas, mulai ku kepakan sayapku lagi dan aku fokuskan dirimu dengan segenap kekuatan yang menjalar terasa begitu panas mengalir dalam aliran darahku saat itu.


"Aaarrrkkkkk....." Teriakkan aku yang sangat keras mengeluarkan semua emosi yang tumbuh di dalam diriku untuk memperkuat kekuatan elemen apiku sendiri saat itu.


Hingga gumpalan kekuatan yang dahsyat mulai aku rasakan muncul di dalam diriku begitu cepat, hingga rasanya tubuhku terasa ingin medak saat itu, hingga ketika kekuatan di dalam tubuhku sudah aku rasa berada dalam level tertinggi langsung saja aku lemparkan dan aku arahkan tanganku kepada Abaddon saat itu hingga sebuah api besar yang menyala begitu merah langsung mengenai tangan Abaddon yang saat itu hendak menghindari serangan ku.


Brox dan Arshaka juga langsung menyingkir ke samping mereka berada di bawah karena sama sekali tidak bisa terbang seperti aku, tapi walau begitu mereka berdua tetap membantu aku dengan semua kekuatan yang mereka miliki dengan terus mengeluarkan serangan demi serangan kepada kaki iblis Abaddon tersebut berkali-kali dan itu terus saja mereka serang tanpa henti.


Meski mungkin serangan yang mereka berikan kepada Abaddon sama sekali tidak memberikan efek yang besar pada raja iblis yang biadab tersebut tetapi itu sudah mampu mengganggu fokus iblis tersebut sehingga aku bisa mencari titik kelemahannya sambil terus melemparkan serangan demi serangan yang sangat besar pada tubuhnya hingga dia mulai terlihat kewalahan sebab mendapatkan banyak serangan dariku saat itu.


"AAhhhh.....aaarrkkk...kau...rasakan ini aaarrkkhh..." Teriakkan Abaddon yang terlihat menahan sakit karena terkena serangan besar dariku pada bagian kaki juga tangannya hingga membuat dia hampir terjatuh saat itu.


Bahkan ekornya yang panjang tersebut sudah berhasil aku hancurkan hingga terputus dan terpisah dari tubuhnya, kini aku juga mulai menyerang kakinya, hanya itu yang bisa aku lakukan agar membuatnya tunduk dan jatuh tanpa bisa bergerak, setidaknya agar aku memiliki lebih banyak waktu untuk mencari titik lemahnya saat itu.


"Hua...ha!...ha!....ha!" Ucapku terus melontarkan serangan kepadanya.


"Zzz......sstttttt....." Suara serangan yang di berikan oleh sang putra mahkota membantuku dari atas,

__ADS_1


Aku sedikit kaget mihat kedatangannya, dia sudah pernah jatuh dan di kalahkan oleh Abaddon sebelumnya bahkan sampai tubuhnya menghantam sebuah bangunan hingga ambruk berantakan dan hancur tidak tersisa.


Tetapi tubuhnya cukup kuat sampai dia masih mempu untuk kembali datang membantu aku menghadapi raja iblis Abaddon tersebut.


"Kau...kenapa kau kemari, pergilah ini sangat berbahaya aku tidak ingin kau terluka kau adalah putra mahkota sang raja dari dunia Avan, aku tidak bisa membiarkanmu tewas dalam pertempuran ini!" Ucapku kepadanya dan menyuruh dia agar segera pergi dari sana.


Bukannya pergi dia justru malah semakin mendekati aku dengan tangannya yang terus melemparkan serangan tepat mengenai dada kanan iblis mengerikan tersebut.


"Dadanya... kelemahan sang raja iblis ada pada jantungnya, kau harus menyerang bagian jantungnya yang ada tepat di dadanya kau harus bisa mengenainya dengan tepat sasaran" ucap sang putra mahkota yang ternyata memberi tahu aku tentang kelemahan iblis Abaddon yang sangat kuat tersebut.


Aku membelalakkan mataku sekejap dan langsung mengangguk menanggapi ucapannya segera aku mendekati iblis Abaddon itu lebih dekat tetapi saat itu aku cukup ceroboh karena ternyata Abaddon mampu memulihkan dirinya sendiri dia menumbuhkan lagi ekor di belakang tubuhnya dengan cepat juga kakinya yang sempat terpotong sebelumya.


Dia menjadi lebih kuat dan tertawa menggelegar daripada sebelumnya, itu membuat aku sangat kaget di tambah ekor Abaddon yang tiba-tiba saja menyerang aku dari belakang tanpa sepengetahuan diriku.


Sampai ekor Abaddon yang sangat besar itu berhasil mengenai tubuhku hingga aku terhempas dalam jarak yang sangat jauh saat itu.


"Emely awas!" Teriak sang putra mahkota, Arshaka juga Brox bersama saat itu.


Aku berbalik dan melihat ekor raja iblis itu mengarah ke arahku sampai tubuhku terus terhempas sangat keras dan begitu jauh, untungnya sayap hitam dengan kobaran api di punggungku bisa menyelamatkan aku dan membuat aku tidak sampai menghantam benda lain saat itu sehingga aku masih bisa merasa baik-baik saja meski sudah terkena serangan dari Abaddon saat itu.

__ADS_1


Sedangkan disisi lain Abaddon sendiri yang merasa dirinya telah berhasil mengalahkan Emely dia terlihat begitu puas dan sombong, tawanya terdengar semakin menggelegar dan dia juga langsung saja bisa melumpuhkan Arshaka, sang putra mahkota juga Brox dengan sekali serangannya saja saat itu.


Mereka bertiga langsung jatuh tersungkur ke tanah dengan sangat kuat hingga membuat mereka merasa kesulitan untuk bangkit lagi.


"Hahaha....rasakan itu, haha...itulah balasan karena kalian para makhluk menjengkelkan berani melawan aku dan mencoba untuk menghentikan diriku, maka rasakan balasan terakhir dariku, akan aku musnahkan semua pemilik kekuatan elemen di muka bumi ini hahah!" Teriak Abaddon sambil menatap langit yang membuat langit saat itu langsung berubah menjadi sangat gelap.


Langit yang tadinya terlihat sangat cepat hanya dengan banyaknya debu dari bangunan yang rusak akibat pertempuran diantara mereka kala itu, tetapi kini disaat Abaddon mengatakan kalimat nya untuk melenyapkan seluruh manusia yang memiliki kekuatan elemen dia mengarahkan kekuatan dirinya yang sangat dahsyat ke atas langit jingga berhasil membuat langit langsung berubah menjadi sangat gelap awan yang berwarna putih seketika menjadi awan gelap yang saat itu terlihat seperti awan mendung yang membawa air hujan.


Tetapi tidak hanya itu saja bahkan gelegaran petir mulai terdengar saat itu, sebuah lubang hitam yang perlahan membesar dari atas langit mulai terlihat sedikit demi sedikit dan semua benda yang ada disana berterbangan ke atas terlihat seperti tersedot masuk ke dalam lubang hitam yang di buat oleh Abaddon saat itu.


Aku yang mihat kejadian itu dari jarak cukup jauh dengan tempat dimana Abaddon berdiri aku sangat kaget dan aku sangat marah tidak terima ketika melihat seluruh temanku sudah di lumpuhkan oleh seorang raja iblis Abaddon yang sangat jahat dan kuat itu.


Hingga kini dia berniat memasukkan semua hal yang ada di muka bumi ini ke dalam lubang hitam yang dia buat di atas langit dengan kekuatan miliknya yang sangat kuat.


Tentu saja aku sangat marah dan merasa bahwa diriku sangat tidak berguna saat itu, tetapi rasa kemarahanku ketika bagaimana aku melihat dengan mata kepalaku sendiri di saat Abaddon mulai meraih Brox dari bawah yang terlihat masih memiliki sedikit energi di bandingkan rekanku yang lainnya yang sudah terlihat terkapar lemah dengan banyak luka dalam pada tubuh mereka saat itu. Terlihat jelas saat itu Abaddon langsung menangkap Brox dengan salah satu tangannya, dia yang memiliki tubuh bak seorang raksasa dengan tubuhnya yang semua terlihat hitam dengan bola mata yang merah tajam serta kuku tangannya yang juga terlihat berwarna hitam dan sangat panjang, rambutnya yang panjang sebahu juga tanduk merah di kepalanya yang terlihat menjulang sangat tajam dan tinggi, dia membawa Brox dan memegang Brox pada kepalan tangannya sendiri.


"Kau adalah pemilik elemen yang sangat menjengkelkan, sulit bagiku untuk menemukan dirimu yang bisa menghilang, sekarang aku akan benar-benar menghancurkan tubuhmu ini hingga kau benar-benar akan hancur seperti seekor cacing yang aku kepal dengan erat menggunakan tanganku sendiri, huahahaha..." Ucap Abaddon sambil terus saja mempererat tangannya yang mengepal memegangi Brox saat itu.


Aku bisa melihatnya dengan jelas betapa Brox sangat kesakitan dan aku tidak bisa terus melihatnya diam saja tanpa melakukan apapun, aku sangat marah dan semakin marah lebih dari sebelumnya, aku terbang melesat bak seperti sebuah kilat yang menyambar lalu aku langsung mengatakan serangan tepat mengenai salah satu tanduk milik Abaddon dan membuat tanduk itu pantah jatuh ke tanah lalu Abaddon terlihat sangat marah juga meringis kesakitan merasakan tanduk kesayangannya telah patas oleh seorang Emely yang merupakan pengusaha elemen api.

__ADS_1


"Aaarrrkkkk...tandukku tidak, siapa yang berani memotong tandukku!" Bentak Abaddon berbalik menatap ke arahku yang saat itu sudah berada tidak jauh di belakangnya.


Namun karena hal itu pula Abaddon berhasil aku kelabui dia melepaskan genggamannya dari Brox sehingga Brox bisa lepas dari Abaddon dan dia langsung saja di tangkap oleh sang putra mahkota dengan cepat lalu membawanya pergi ke tempat yang aman bergabung dengan yang lainnya, sedangkan kini aku sendiri yang berhadapan langsung dengan Abaddon si makhluk menyeramkan dan sangat kuat tersebut.


__ADS_2