Emely Sang Penakluk

Emely Sang Penakluk
Di Bully


__ADS_3

"Haisss...sudahlah, yang penting aku tidak melakukan apa yang dia peringatkan, mungkin itu sesuatu yang seharusnya tidak aku ketahui, iya kan Pelik, ehh...Pelik kemana kau?, Dasar Pelik ini" gerutuku kesal karena Pelik sudah tiba-tiba menghilang tanpa aku sadari.


Entah sejak kapan Pelik menghilang mungkin sudah sejak beberapa saat yang lalu, aku tidak terlalu memikirkannya dan segera kembali ke kelas lalu aku menempatkan kursiku di bangku paling belakang bersampingan dengan bangku pria tadi yang membantuku membawakan meja.


"Terimakasih" ucapku kepada pria tersebut.


Dia hanya tetap bersikap dingin dan langsung duduk di kursinya lalu dia kembali tidur di atas mejanya seperti anak-anak malas pada umumnya, aku pun segera membersihkan meja yang baru saja aku bawa dari gudang karena itu sedikit berdebu.


Sedangkan tidak lama Mauren mulai memimpin kelas dan dia membagikan beberapa lembar kertas latihan yang harus diselesaikan olehku juga semua siswa di kelas tersebut, aku menerimanya namun entah kenapa aku merasa wajah Mauren sempat tersenyum sinis padaku, dan aku sempat kaget lalu mengedipkan mataku untuk memastikan tapi Mauren sudah berbalik membagikan kertas lainnya ke siswa lain.


"Ehh...apa tadi itu hanya penglihatan ku yang salah?" Ucapku pelan sambil menggaruk belakang kepalaku,


Tapi pria yang ada di sebelahku langsung saja berbicara kepadaku dengan nada bicara yang jutek dan dingin seperti biasanya, dia juga nampak misterius, hampir sama sepertiku yang tidak suka banyak bicara dengan teman-teman di sekitar.


"Kau tidak salah lihat dia memang seperti itu, dan dia menargetkan kau sekarang, sayangnya aku rasa dia akan salah sasaran kali ini" ucap pria itu sambil tersenyum kepadaku.


Aku sangat heran dan kebingungan dengan maksud dari pria itu dan aku langsung bertanya kepadanya.


"Apa maksudmu?, Kenapa dia menargetkan aku dan untuk apa dia mau menggangguku?" Tanyaku heran dan penasaran,

__ADS_1


"Karena kau anak istimewa, kau lahir di tanggal ganjil, bulan ganjil dan tahun yang ganjil iya kan?, Dan satu lagi tidak ada yang memperdulikan mu jika kau mati, kau tidak memiliki keluarga saat ini dan dengan wajahmu yang buruk rupa itu semua orang akan menjauhimu sama seperti teman-teman di kelas ini, jadi jika kau mati tidak akan ada yang mempermasalahkannya" ucap pria itu membuatku membelalakkan mata sangat kaget.


Pertama aku kaget karena dia bisa mengetahui tanggal lahir ku dengan tepat dan kedua dia juga mengetahui mengenai asal usulku bahwa aku tidak memiliki keluarga saat ini, tapi aku sedikit kesal karena dia mengataiku sebagai orang yang punya wajah buruk rupa, ya walaupun memang pada kenyataannya wajahku memiliki kelainan dengan banyaknya tanda lahir di sekujur tubuhku, tapi seharusnya dia tidak menghinaku secara gamblang seperti itu.


"Darimana kau mengetahui semua itu?" Tanyaku kepadanya lagi,


"Aku sama sepertimu gadis spesial dan aku juga hampir menjadi tumbalnya, sayangnya itu tidak akan berlaku kepada orang-orang seperti kita jadi kau santai saja, pria tampan yang selalu mengikutimu aku rasa dia menyukaimu" ucap pria itu lalu membalikkan kepalanya ke arah jendela dan dia langsung tidur begitu saja.


Aku kaget dan tidak bisa mempercayainya, aku takut dia hanya bercanda, karena nenek bilang orang-orang sepertiku sangatlah langka, hanya ada beberapa ratus orang yang tersebar di dunia dan rasanya sangat mustahil untuk bisa bertemu orang yang memiliki keahlian sama seperti diriku di kota besar seperti ini, terlebih lagi aku tidak mengikuti komunitas latihan khusus orang-orang yang memiliki keahlian istimewa sepertiku jadi jelas sekali aku tidak mengenal orang lain yang sama sepertiku.


Tapi pria di sampingku ini, dia telah mengetahui semuanya bahkan mungkin pria yang dia maksud adalah Pelik, dan bisa saja dia melihatnya saat tadi Pelik muncul tapi Pelik tidak mengatakan apapun kepadaku, dan aku hanya bisa kebingungan seorang diri di kelas.


"Hah?, Ada apa dengan orang-orang disini biasanya hanya aku seorang diri yang aneh kenapa bisa semua orang disini lebih aneh dariku, sebenarnya ada misteri apa di dalam sekolah mewah ini?" Gerutuku merasa pusing dan heran memikirkannya.


Aku tahu aku memang bodoh sejak dulu dalam masalah pelajaran apalagi bahasa Inggris itu hanya membuat kepalaku pusing tujuh keliling.


"Huaaa...akhirnya aku bisa beristirahat juga, apa yang harus aku makan ya kali ini?" Ucapku memikirkan makanan yang ingin aku ambil di kantin.


Aku segera mengantri dan disaat hendak mengantri tiba-tiba saja sekelompok wanita cantik menyenggolku dan mereka menerobos antrianku sehingga membuat aku kesal karena seharusnya tadi itu menjadi giliran diriku.

__ADS_1


"Ehh...awas...awas...minggir, kau buruk rupa!" Teriak seorang perempuan cantik dan mendorongku hingga aku hampir jatuh ke lantai,


"Hey, apa apaan kalian ini itu bagianku, seharusnya kau mengantri di belakangku, minggir!" Bentakku melawan mereka,


Mereka langsung mengerubungi aku dan mereka mulai mendorongku terus menerus hingga aku jatuh terduduk di lantai lalu seorang wanita yang sepertinya kedua geng dari kerumunan itu berjongkok di depanku dan memegang daguku dengan kuat.


"Dengan baik-baik gadis buruk rupa, kau tidak pantas masuk ke sekolah elit seperti ini, kau tahu dimana tempatmu?, Itu di sana...tong sampah ahahaha" ucap wanita itu membully aku habis habisan.


Aku hanya bisa menahan emosiku dengan mengepalkan kedua lenganku sangat kuat sedangkan mereka kembali menyerobot antrian dan tidak ada siapapun yang memarahi ataupun melawan mereka, aku sangat kesal hingga seorang pria menjulurkan tangannya kepadaku.


"Ayo berdiri" ucap pria yang sebelumnya membantuku membawa meja dari gudang,


"Kau.... terimakasih" balasku kepadanya sambil menerima uluran tangannya.


Lalu dia membawaku untuk duduk di salah satu meja dan dia pergi membawakan makanan untukku lalu memberikannya kepadaku begitu saja.


"Ini ayo makan, tempat orang-orang aneh seperti kita hanya disini harusnya kau tidak menghabiskan energi mu dengan manusia hina seperti mereka, sebentar lagi mereka juga akan mati di bantai" ucap pria itu dengan santai dan memakan makanannya di hadapanku.


Aku mengerutkan kedua alisku karena ini adalah pertama kalinya aku memiliki seseorang manusia yang mau duduk di satu meja denganku dan dia berbicara padaku, dia juga menolongku dua kali, aku semakin percaya dan yakin bahwa dia adalah orang yang memiliki keistimewaan sama denganku.

__ADS_1


"Aku sempat heran kenapa kau bisa baik padaku, tapi aku sekarang tahu ternyata kau sama denganku, terimakasih untuk makanannya" ucapku mulai berani bicara kepadanya,


"Haha...jadi sebelumnya kau tidak percaya jika aku sama sepertimu, kau memang aneh, tapi aku memang tidak sama denganmu keahlianmu itu murni bukan karena belajar sepertiku, jelas kau jauh lebih kuat dariku dan lagi sepertinya kita tidak benar-benar sama sebab aku ini berpenampilan tampan dan banyak wanita yang terpikat olehku sedangkan kau, haha kau buruk rupa dan tidak ada yang ingin dekat dengan wanita sepertimu di tambah kau pendiam, bodoh juga terlihat murung hahaha sangat menyedihkan" ucapnya mengejekku terus menerus.


__ADS_2