Emely Sang Penakluk

Emely Sang Penakluk
Penjelasan Erebus


__ADS_3

Namun disaat membingungkan seperti itu bukan hanya Avan yang mendesak aku untuk bicara dan mengatakan semua kejadian yang sebenarnya saat itu, tapi Devano, Brox dan Arshaka juga menuntut hal yang sama dariku saat itu.


"Iya Emely katakan apa yang sebenarnya terjadi, kami semua mencemaskanmu dan ingin tahu yang sebenarnya" tambah Arshaka saat itu,


"Betul apa yang dikatakan Arshaka dan Avan bukankah kami semua berhak tahu semuanya dan kau sendiri yang mengatakan tidak boleh ada rahasia diantara tim kita" ujar Brox menimpali.


Aku pun dengan cepat menarik nafas panjang lalu membuangnya perlahan.


Aku menatap ke arah mereka satu persatu dengan tatapan yang lurus dan lekat hingga tatapanku berhenti pada Erebus yang benar-benar sangat tertunduk saat itu.


"Teman-teman ini mungkin sebuah kesalahan yang di buat oleh Erebus tapi aku juga belum mendengarkan penjelasan darinya sama sekali, sehingga aku sendiri tidak bisa mengatakan apapun yang sebenarnya sebab aku juga tidak tahu apa yang di sembunyikan Erebus sendiri padaku dan kita semua, tidakkah kita bisa mendengarkan penjelasan darinya dahulu, agar kalian bisa memahami dia ketika aku membicarakan kejadian yang sesungguhnya" ucapku kepada mereka sambil secara langsung mempersilahkan Erebus untuk menjelaskannya lebih dahulu.


Mereka semua langsung menatap heran kepadaku sedangkan Erebus tersenyum kecil kepadaku, wajah cemas yang sedari tadi terlihat begitu murung kini sudah sedikit berkurang dan dia sudah lebih berani mengangkat kepalanya lagi.


"Maksudnya apa Emely?" Tanya Devano dengan mengerutkan kedua alisnya kepadaku,


"Sudah kau dengarkan saja penjelasan dari Erebus sekarang nanti kau akan mengerti semuanya" balasku kepada Devano.


Aku tahu hanya Erebus yang bisa menjelaskan semuanya karena semua ini memang bersangkutan dan berhubungan jelas dengannya, sehingga aku pun memberikan kesempatan kepada dia agar menjelaskan semuanya secara nyata dan gamblang saat itu juga.


"Erebus aku jelaskan semuanya di hadapan kami semu, aku tidak akan menyelah dirimu begitupun dengan kami semua" ujarku mempersilahkan kepadanya.


Erebus mengangguk patuh dan dia mulai menarik nafas sesaat mempersiapkan dirinya sendiri sambil mulai bercerita secara perlahan.


"Begini Emely dan teman-teman disaat kalian sudah keluar dan pergi sesuai rencana yang dikatakan oleh Emely menuju ke perbatasan, aku sebenarnya sudah mempersiapkan rencanaku sendiri, bahkan aku tidak mengatakannya kepada Emely atau siapapun, aku sungguh memendam rencana itu sejak lama seorang diri, dan disaat Emely dan Vayu pergi juga, hingga giliranku tiba, aku tidak benar-benar langsung pergi ke perbatasan, tetapi aku justru malah pergi ke tempat kekuasaan para makhluk misterius itu" ucap Erebus yang tertahan sejenak.


Dan hal tersebut membuat semua rekan tim kami tersentak kaget membelalakkan matanya dengan lebar, mereka juga mengeratkan giginya dan merasa marah terhadap Erebus, namun mereka sama sekali tidak bisa melakukan apapun selain dari bersabar dan menahan emosi di dalam diri mereka sendiri, sebab aku sudah mengatakan kepada Erebus bahwa kami tidak akan menyelah dia saat bercerita saat itu.


Erebus juga terlihat sangat berat dan sulit ketika menceritakan semua itu namun walau begitu dia tetap melanjutkannya dengan perasaan penuh rasa bersalah dan tidak karuan.


"Aku tahu kalian semua menahan emosi kepadaku dan pasti bertanya-tanya mengapa aku pergi ke kandang makhluk siluman keledai itu, tapi aku melakukan itu untuk mengambil buah emas ini, buah ini memiliki banyak khasiat bahkan buah ini bisa membuat siapapun yang memakannya menjadi lebih kuat dua kali lipat dari kekuatan dirinya yang sebelumnya, buah ini bisa menyembuhkan apapun dan bisa menghidupkan tumbuhan yang telah mati, tetapi buah ini juga bisa membuat siapapun yang memakannya menjadi merasa tenang, buah ini adalah obat dari segala jenis penyakit, bahkan sekelas kutukan saja akan sembuh dengan memakan buah emas ini, aku mengambilnya untuk berjaga-jaga dan aku tahu juga melihat dengan jelas bahwa Emely terkena kutukan, jadi aku pikir buah ini mungkin bisa menyembuhkan kutukan yang ada di tubuhnya, jadi aku berusaha mengambil buah ini sebanyak yang aku bisa untuk melawan Abaddon nantinya" tambah Erebus menjelaskan semuanya.

__ADS_1


Seketika aku termenung dan menatapnya dengan mata yang terharu juga berkaca-kaca saat itu, aku sudah membencinya bahkan aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan memaafkan perbuatanya barusan dengan cara yang mudah, aku sangat kesal dan hanyabisa bersikap layaknya seorang pemimpin dalam tim ini yang harus berlalu adik kepadanya, karena aku pikir dia hanya mementingkan dirinya sendiri saat itu, tetapi ketika mendengar penjelasan secara menyeluruh dari Erebus hatiku langsung saja tersentuh olehnya, aku benar-benar merasa bersalah atas dia karena aku sudah berpikiran dan menduga-duga hal lain terhadap dia.


Begitu pula dengan rekan timku yang lain, Devano terperangah saat mendengarnya dan Vayu juga terlihat sama kagetnya begitu juga dengan Avan yang tadi sempat sangat kesal juga mencurigai Erebus paling banyak.


"Aku segera menghampirinya dan mengucapkan banyak terimakasih kepada dia atas semua keperdulian yang dia berikan kepadaku.


"Erebus sebelumnya aku minta maaf jika aku sempat marah dan kesal kepadamu, tetapi aku juga berterima kasih atas keperdulianmu terhadap aku, aku sangat terharu dengan sikapmu itu namun aku juga tidak bisa menerima buah emas itu, aku senang dengan kondisi fisikku yang sekarang dan jika seandainya buah itu benar-benar bisa memusnahkan kutukan di tubuhku, aku tetap tidak akan memakannya karena ini adalah satu-satunya hal dimana ibuku bisa mengenali aku sebagai putri kandungnya jika seandainya nanti aku di pertemukan dengan dia oleh alam" ujarku kepadanya sambil tersenyum kecil.


"Erebus aku juga minta maaf karena sudah berperasangka tidak baik terhadapku" tambah Vayu saat itu.


"Aku juga Erebus dan kami semua meminta maaf kepadamu secara langsung" ujar Avan sekaligus mewakili semuanya dan kami menunduk kepada Erebus,


"Sudah teman-teman semua itu tidak masalah, aku sudah memaafkan kalian dan aku sangat berterima kasih kepada Emely karena dia telah menolong aku berkali-kali, seharusnya aku memang memberitahu kalian semua ketika akan melakukan sesuatu agar hal seperti ini tidak terjadi lagi, dan berkat Emely aku menyadari pentingnya komunikasi seperti saat ini, terimakasih Emely" balas Erebus terlihat tersenyum dengan tulus padaku.


Aku turut senang ketika melihat dia sudah bisa tersenyum kembali secerah itu dan terlihat begitu senang dengan dirinya yang bergabung dengan tim kami saat ini, aku pun segera mengajak mereka semua itu segera berangkat mencari jalan keluar untuk pergi ke dunia permukaan secepatnya.


"Baiklah teman-teman ini adalah waktunya dimana kita harus mencari jalan keluar menuju dunia permukaan, kita sudah jatuh ke dasar bumi dan hanya ada satu hal yang bisa kita gunakan untuk pergi ke bagian permukaan bumi" ucapku sambil menatap serius ke arah mereka,


"Kita harus pergi ke tempat perut bumi yang paling berbahaya, dan aku berpikir gunung berapi yang membawa lava panas itu adalah kuncinya, kita harus mencari tahu di sekitar sana apakah ada dinding pembatas atau hal aneh semacamnya yang bisa mengantarkan kita ke dunia permukaan atau tidak" ucapku kepada mereka semua.


Mereka semua nampak saling tatap satu sama lain dengan kedua mata yang terbelalak lebar karena kaget mendengar ucapan dan ide dariku yang malah ingin pergi ke dalam gunung merapi yang terus saja mengeluarkan lahar panas dari terus menghancurkan semua hal di sekitarnya yang di lewati lava panas gunung Merapi tersebut.


"Emely apa kau yakin kita benar-benar harus kesana, disana itu sangatlah berbahaya dan panas bahkan aku tidak akan sanggup untuk benar-benar menginjakkan kaki di gunung tersebut" ucap Devano kepadaku,


"Devano, Avan dan teman-teman semua, kita tidak akan kenapa-kenapa jika pergi kesana, aku yakin kita akan selamat, apakah kalian tidak menyadari sesuatu ketika kita pertama kali datang ke tempat ini?" Tanyaku kepadanya


Aku memiliki pemikiran sendiri yang baru saja terlintas dalam kepalaku barusan, dimana aku dengan jelas seperti pernah melihat sebuah lubang hitam di atas langit tepat berada di atas gunung merapi yang tengah aktif dan mengeluarkan lava panas saat itu, bahkan ketika aku terguling dengan lava panas itu, aku merasa diriku seperti di guling oleh sesuatu hingga aku langsung saja terpental ke atas dengan jarak yang sangat jauh dan aku melesat terbang ke atas sangat tinggi hingga hampir mencapai lubang hitam tersebut.


Dan disaat aku hampir mengenai lubang hitam di langit gelap tersebut petaku menunjuk lurus ke arah lubang itu sehingga aku berpikir mungkin saja itu ada jalan keluar menuju dunia permukaan sebab arah yang lainnya mengarah ke hutan kala itu.


Jika arah yang satunya hilang dimana kami sudah menemukan Erebus sebagai pemilik kekuatan spiritual ke tujuh menggenapi kami semua, aku pun mulai berpikir mungkin arah petunjuk dari petas aneh itu adalah sebuah jalan keluar sesungguhnya menuju dunia permukaan.

__ADS_1


Aku menceritakan dan menjelaskan semua itu dengan sejelas-jelasnya kepada mereka semua hingga mereka terlihat menatap serius ke arahku dan mulai berpikir mengenai apa yang aku katakan barusan kepada mereka semua.


"Kalian harus mempercayai aku, kita bisa mencoba memeriksanya dahulu" ucapku dengan penuh keyakinan saat itu,


"Tapi Emely bukankah gunung berapi itu sangat berbahaya dan bagaimana cara kita bisa masuk ke dalam gunung berapi itu?" Tanya Arshaka kepadaku,


"Arshaka aku tahu kekhwatiran yang kau pikirkan, gunung merapi itu memang berbahaya jika untuk makhluk biasa tetapi tidak untuk pemilik kekuatan spiritual api sepertiku, aku bisa membuat sebuah tameng api untuk melindungi kalian semua dari suhu panas dan semua hal yang berhubungan dengan api dan lava disana dan jangan lupakan Avan, kita memiliki dia dengan kekuatan es di tangannya dimana dia bisa mendinginkan apapun, jadi kita akan aman disana" ucapku kepada mereka semua dan memulai rencana yang aku pikirkan sedari tadi.


Setelah aku mengatakan hal tersebut barulah mereka semua mau mempercayai aku dan mengangguk menyetujui semua ucapanku, aku segera tersenyum dan mulai bersiap membuat tameng yang kuat dari api yang keluar dari tanganku, aku sekuat tenaga membuatnya dan melindungi mereka semua, hingga mereka semua terlihat seperti masuk ke dalam sebuah gelembung api yang cukup untuk tubuh mereka masing-masing dan ketika mereka berdekatan tameng bulat yang aku buat untuk melindungi diri mereka juga akan menyatu layaknya sebuah gelembung sungguhan yang bisa menyatu dan berubah menjadi satu gelembung yang besar ketika dua gelembung kecil disatukan.


Dan tameng itu benar-benar efisien untuk digunakan mereka yang memang akan bergerak secara bebas selama pergi ke gunung merapi itu.


Aku juga sudah menguji kekuatan tameng pelindung api ku dengan lava yang keluar dari tanganku dan aku coba untuk lemparkan ke arah Avan yang sudah menggunakan tameng pelindung apiku.


"Astaga... Emely kenapa kau malah mengarahkannya kepadaku aahh aku hampir saja jantungan barusan" ucap Avan sambil mengusap dadanya sangat kaget,


"Hehe.. maafkan aku Avan aku hanya menguji kekuatan tameng pelindung yang aku buat untukmu" ujarku kepadanya.


"Setidaknya kau harus memberikan aku aba-aba terlebih dahulu agar aku bisa bersiap-siap dan tidak kaget seperti tadi aahhh kau benar-benar" balas Avan yang masih saja terlihat kaget dan tidak terima dengan apa yang dilakukan olehku kepadanya.


Aku juga merasa sedikit tidak enak dengannya karena memang itu semua adalah kesalahanku sebab tidak memberikan aba-aba terlebih dahulu kepadanya, tapi memang semua yang aku lakukan barusan itu adalah refleks ku yang tidak bisa aku tahan sehingga aku melakukannya begitu saja.


Aku pun segera memalingkan pembicaraan agar Avan tidak terus menatapku dengan tatapan yang menyeramkannya itu.


"Baiklah kita semua sudah siap, ingat kalian bisa bergerak dan mengeluarkan kekuatan kalian dengan bebas sama seperti kalian tidak memakai tameng pelindungku hanya saja sesuatu yang dari luar tentu tidak akan bisa mengenai tubuh kalian, itu akan sangat aman, jadi kalian tidak perlu tahu atau cemas untuk masuk ke dalam gunung Merapi tersebut" ucapku kepada mereka.


Mereka semua langsung mengangguk mengerti dan kami segera pergi ke dekat gunung merapi itu, tapi saat kami sampai di dekatnya, gunung itu ternyata sudah tidak mengeluarkan lava panas lagi dari perutnya sehingga disana tidak terasa panas seperti sebelumnya, nampak gunung itu sudah kembali seperti semula dan tidak ada apapun yang keluar dari gunung tersebut, sehingga membuat kami semua terperangah kaget melihat gunung itu tiba-tiba saja sudah berubah menjadi seperti semula dan nampak baik-baik saja seperti tidak pernah terjadi kejadian yang sangat menyeramkan seperti sebelumnya.


"Ehhh.... Kenapa gunungnya menjadi seperti ini, bukankah gunung yang meletus akan membutuhkan banyak waktu untuk kembali ke keadaan semula, kenapa ini sudah seperti itu?" Tanya Devano berbicara dengan keheranan sendiri,


"Itu terjadi jika di duniamu saja di dunia bawah ini semuanya akan kembali seperti semula setelah mereka selesai dengan halnya, termasuk gunung itu, gunung ini adalah satu-satunya hal yang hidup di dunia bawah yang tandus sebab hanya gunung ini yang selalu meletus dalam beberapa jam sekali, tapi gunung ini memang akan segera kembali ke keadaan awal, itu hal biasa yang terjadi di dunia ini" balas Erebus menjelaskan.

__ADS_1


__ADS_2