Emely Sang Penakluk

Emely Sang Penakluk
Menyelamatkan Angel


__ADS_3

Memikirkannya saja sudah membuatku bergidik ngeri dan aku hanya bisa terus bersembunyi dan menjauhkan kontak mata dengannya, setelah melihat ruh Angel yang terperangkap di dalam setengah jiwanya aku sungguh merasa gemetar ketakutan.


Ini adalah pertama kalinya aku melihat ruh seseorang yang terperangkap dan masih bisa berteriak meminta tolong seperti itu di tambah barusan ruh murni tersebut sudah bertatap mata denganku.


Membuatku tidak berani untuk sekedar menaikkan kepalaku, hingga tiba-tiba saja aku merasakan aura yang sedikit berbeda dari belakang tubuhku dan saat aku perlahan membalikkan badan rupanya itu pria sialan yang duduk di samping mejaku.


"Heh, kenapa kau terus menunduk gemetar begitu?" Ucapnya mengagetkan aku,


"Aishh...kau? Apakah kau tidak bisa diam, menjauhlah dariku kau membuatku kesal saja!" Bentakku sambil mendorong tubuhnya cukup kuat.


Dia benar-benar membuatku sangat jengkel karena selalu mengganggu konsentrasi di dalam diriku, aku pun berusaha untuk menjauhkan diriku dari pria aneh itu juga, sebab aku merasa dia hanya bisa menggangguku saja.


"Dasar pria tidak jelas, menjauhlah kau dariku sangat menjengkelkan!" gerutuku kesal,


"Namaku Devano bukan pria tidak jelas namamu Emely kan senang bersampingan dengan orang yang sama anehnya denganku haha" balasnya membuatku sangat jengkel sekali.


Hingga tidak lama kemudian jam pelajaran sudah selesai dan Mauren keluar dari kelas lebih dulu di ikuti dengan Angel, Anita dan Alexa, aku berniat untuk mengikuti mereka juga, namun sayangnya tanganku di tahan lagi oleh pria sialan yang duduk di samping mejaku.


"Aishh...kau ini mau apa lagi sih, lepaskan tanganku!" Bentakku menghempaskan lengannya cukup kuat.


Dia selalu saja berusaha menahanku disaat aku hendak mengikuti Mauren dan berniat membantu Angel, dia seperti tidak terganggu dengan semua yang terjadi dan terus saja menahanku membuatku kesal sepanjang waktu namun kali ini dia memintaku untuk mendengarkan penjelasannya lagi.


"Kau tidak bisa menyelamatkan dia aku sudah pernah berusaha untuk menyelamatkan Keysha sebelumnya, namun aku juga gagal dan justru malah aku yang hampir mati di tangan Mauren, kau tidak bisa ikut campur dengan urusan orang lain terlebih manusia setengah makhluk seperti Mauren, itu sangat berbahaya" ucap pria itu memperingati aku lagi dan lagi.

__ADS_1


"Apa kau melihatnya juga, Angel masih hidup ini belum waktunya untuk meninggal, kau lihat tadi kan, ruhnya meminta tolong kepadaku aku tidak bisa mengabaikan itu, kau tahu kenapa tuhan memberikan anugerah ini kepadaku? Itu karena tuhan ingin aku menyelamatkan orang-orang seperti mereka, jika aku tidak melakukan apapun untuk apa memiliki kemampuan ini?" Ucapku memberikan pengertian kepadanya.


Pria itu pun terdiam sampai akhirnya dia menghembuskan nafas berat dan setuju untuk ikut membantuku dalam menyelamatkan Angel yang masih bisa kita tolong.


"Baiklah kau memang benar tapi setidaknya kita harus menyusun rencana terlebih dahulu, kau juga tidak bisa pergi sendirian aku akan ikut denganmu" ucap pria itu yang akhirnya mau membantu.


Aku senang karena dia mau membantuku dan tidak berusaha untuk menghentikanku lagi namun kini yang menjadi masalah adalah kami masih belum mendapatkan cara untuk menyelamatkan Angel, hingga tiba-tiba saja terdengar jeritan dari luar kelas yang sangat kencang.


"Aaaakkkh...tolong...lihat...diatas sana...tolong...." Teriak beberapa siswa di lantai bawah.


Mendengar teriakkan tersebut aku langsung panik dan segera berlari ke arah jendela.


Aku menatap ke bawah dan melihat begitu banyak mahasiswa yang berkumpul di bawah sana sambil menunjuk ke atas, aku pun langsung menengadahkan kepalaku ke atas bersamaan dengan pria tersebut.


Kulihat di atas sana berdiri Angel dengan wajah yang sudah pucat pasti dan aku melihat ruh nya yang menolak jiwanya sendiri dengan sangat jelas, aku sangat panik dan langsung bergegas berlari secepat yang aku bisa untuk naik ke atas atap sekolah agar bisa menghentikan Mauren.


"Buka....Mauren...buka...buk...buk...buk...


Mauren!" Teriakku sambil terus berusaha membuka pintu tersebut.


Semua yang aku lakukan sia-sia hingga akhirnya pria itu tiba dan aku segera memintanya agar cepat mendobrak pintu itu.


"Kau, cepat dobrak pintunya" ucapku meminta bantuan darinya.

__ADS_1


Bukannya cepat mendobrak pintu itu segera, dia justru malah diam mematung dengan nafasnya yang ngosngosan.


"Hey, apa lagi yang sedang kau tunggu?, Cepat dobrak pintunya sebelum terlambat!" Ucapku membentaknya dengan keras.


Dia pun mengangguk dan langsung mendobrak pintu itu dengan sekali tendangan langsung terbuka, tanpa basa basi lagi aku langsung berlari keluar dan menghentikan Mauren yang jelas aku lihat tengah menyorotkan aura hitam ke belakang tubuh Angel dengan wajahnya yang sinis dan menyeramkan.


Aku terbelalak kaget melihat wajah Mauren yang berubah menjadi wajah sosok perempuan tua yang tidak aku kenal.


"MAUREN HENTIKAN!" Bentakku membuat Mauren langsung melepaskan tindakannya pada Angel.


Dan saat itu juga Angel langsung terjatuh ke belakang dan di sanggah oleh pria teman sebelah bangku ku dengan cepat, untunglah saat itu aku tidak pergi sendirian sehingga ada yang membantuku untuk mengurusi Angel.


Sedangkan Mauren berbalik menatap kepadaku dengan wajahnya yang kembali berubah menjadi wajah cantiknya yang semula dan dia tersenyum menyeramkan kepadaku sambil berjalan pelan menghampiriku.


"Mauren sadarlah, ini bukan kau aku tahu ini bukan kau, kau gadis yang baik ini hanya dendam dan sebuah sihir, Mauren dengarkan aku....tolong sadarlah Mauren!" Bentakku sangat keras disaat Mauren sudah mulai berjalan sangat dekat dan mendesakku.


Dia tetap tidak sadar dan terus berjalan menghampiriku hingga tiba-tiba saja tangannya memanjang dan mencekik leherku dengan kuat, aku tidak bisa berontak karena dia mengangkat tubuhku ke atas dengan perlahan hingga kakiku tidak dapat menginjak lantai atap sekolah itu lagi.


"Eugghhh...eughh..Ma..mauu...." Ucapku berusaha melepaskan cengkraman tangan Mauren dari leherku.


Rasanya aku sudah hampir mati saat itu, namun untunglah Pelik datang di waktu yang tepat dan dia membantuku, hanya makhluk lah yang bisa melawan makhluk lain secara nyata, sehingga Pelik langsung muncul dan dia memotong tangan panjang Mauren yang mencekik leherku hingga tangan itu terpotong menjadi dua bagian dan tiba-tiba saja Mauren berteriak sangat kencang dengan suaranya yang mengerikan.


Dan itu tidak terdengar seperti suara seorang Mauren.

__ADS_1


"Aaarkhhhhh ......kauuu.....lihat nanti....arkkhhh tangankuuu" teriak seorang makhluk jahat yang ada dalam tubuh Mauren.


Aku jatuh ambruk ke lantai dengan lemas begitu pula dengan Mauren yang langsung tidak sadarkan diri.


__ADS_2