
Meski pria itu sudah menjelaskannya dan memberitahuku beberapa kali mengenai dirinya, tapi aku baru memahami maksud dari perkataan dia saat ini, pantas saja sejak awal masuk dia terlihat memperhatikan aku dan dia bahkan mau membantuku untuk membawakan meja ke gudang.
Rupanya dia juga sama sepertiku, tapi aku masih merasa heran tentang ucapan peringatan yang dia katakan terhadapku dan ucapannya yang mengatakan bahwa aku tengah diincar oleh Mauren.
Aku langsung bertanya kepada dia untuk memastikan mumpung saat itu di kantin sedang sepi dan hanya ada kami berdua yang duduk di meja yang berada tepat di ujung kantin, serta tidak ada siapapun yang akan memperhatikan orang aneh sepertiku.
Aku mendekatkan kepalaku kepada pria asing itu yang tengah menikmati makanannya.
"Heh, syuttt....aku mau bertanya sesuatu kepadamu" ucapku mengatakannya dengan berbisik pelan,
Dia menatapku dan menghentikan makannya lalu dia berbicara menuruti cara aku berbisik pelan.
"Iya....ada apa? Cewek aneh" Bisik pria itu lagi seperti meledeki aku.
Aku langsung kembali duduk dengan tegak dan merasa kesal karena aku yakin dia pasti mengejekku barusan.
"CK...jangan coba-coba kau meledekku, atau aku akan menghajarmu kau tahu apa yang bisa kulakukan kepadamu kan?" Ancamku kepadanya dengan tatapan tajam yang menusuk,
__ADS_1
"Aishh...iya iya aku akan serius, cepat katakan mau apa kau, aku tidak punya banyak waktu" balasnya dengan kecut sambil terus melanjutkan makannya,
"Begini, aku ingin tahu apa maksudmu sebelumnya kenapa kau mengatakan bahwa aku sedang diincar oleh Mauren memangnya dia kenapa dan kau melarangku untuk tidak menempati bangku kosong di kelas itu, sebenarnya apa maksudmu?" Tanyaku kepadanya dengan serius dan penasaran,
Saat aku menanyakan mengenai hal itu mata pria tersebut seketika terbelalak dan dia langsung menarikku dengan paksa hingga terus menyeretku menjauh dari daerah kantin bahkan hingga keluar dari gedung sekolah, sampai aku merasa sedikit lelah sebab dia menyeretku terlalu keras.
"Hey...hey...lepaskan aku, apa yang kau lakukan?, Eughhh kau beraninya kau menyeretku!" Bentakku kepadanya dengan kesal dan langsung menghempaskan tangannya dengan kuat,
Dia masih terlihat begitu tenang-tenang saja meski aku sudah membentaknya dan tiba-tiba saja dia merangkul pundakku, mengalengkan tangannya begitu saja sambil membisikan sesuatu kepadaku.
"Jangan berbicara mengenai Mauren di sembarang tempat, jika tidak maka kau akan dalam masalah besar, makanya aku menarikmu kemari harusnya kau berterimakasih kepadaku" ucap pria itu masih dengan gayanya yang santai.
"Cepat katakan apa alasannya, jangan berbelit-belit terhadapku, apa kau tidak mengerti juga hah?" Bentakku kepadanya sambil mulai mengeluarkan taringku.
Dia pun mulai kesulitan menelan salivanya karena jelas dia bisa melihat kekuatanku yang meluap karena emosi pada dirinya, dia dengan cepat menjelaskannya kepadaku mengenai Mauren dan sebuah rahasia di kelas tersebut.
"Iya aku beri tahu kepada kau, Mauren bukan anak biasa dia dulu adalah siswa cerdas dan berprestasi namun penampilannya sangat culun aku masih ingat saat dia pertama kali masuk ke sekolah memakai rok pendek, kacamata bulat dan rambut yang dikucir tinggi, dia selalu di bully oleh anak-anak perempuan lain yang berpenampilan jauh lebih menarik, bahkan kau tahu dia sampai hampir mati di pukuli oleh mereka di dalam kamar mandi, namun yang lebih parahnya lagi, dia dipermalukan di depan kelas dengan mencoret wajahnya menggunakan cemi lalu mereka menanggalkan pakaiannya dengan paksa, dulu aku sendiri yang menolongnya saat kejadian itu" ucap pria itu menceritakan,
__ADS_1
Aku sudah sangat serius mendengarkan cerita darinya, tapi dia malah dengan santai meminum sebotol air yang dia bawa dari kantin sebelumnya, aku pun mendesak dia lagi agar cepat melanjutkan ceritanya itu.
"Hey...cepat lanjutkan ceritanya, kenapa kau membuatku semakin penasaran saja!" Bentakku kepadanya dengan memukul pundaknya cukup keras,
"Maka dari itu dia terobsesi untuk cantik bahkan sampai memakai susuk di tubuhnya dan dia belajar ilmu hitam untuk melawan para gadis yang membully nya namun dia belajar pada orang yang salah, gurunya itu adalah sebuah buku jadi dia tidak dapat mengendalikan apa yang sudah dia pelajari dan selalu meminta tumbal setiap tahun, kebanyakan korbannya adalah semua anak baru yang duduk di bangku kosong tempat siswa yang dulu pernah membully nya dan kau tahu anak-anak tadi yang menyenggol mu adalah geng yang pernah membully dia juga, sampai sekarang mereka masih bermusuhan" ujar pria itu melanjutkan ceritanya dan membuat aku bergidik ngeri ketika mendengar semua kebenaran tersebut.
Tidak aku sangka ternyata aura gelap yang aku lihat di belakang tubuh Mauren bukan berasal dari makhluk jahat melainkan dari ruh intinya sendiri yang sudah berubah menjadi ruh jahat bahkan sebelum dia meninggal dunia.
Aku langsung meninggalkan pria itu dan kembali ke kantin untuk mencari beberapa wanita yang tadi menyenggolku, aku tahu bahwa orang yang diincar Mauren bukanlah aku, dia hanya ingin dekat denganku untuk bisa menambah ilmunya, dia justru pasti akan menargetkan anak-anak perempuan itu yang pernah menyakitinya.
Jenis seperti ini sudah sering aku temui saat aku berada di sekolahku dahulu, hanya saja bedanya kali ini sebuah ruh yang berubah menjadi jahat, bukan karena makhluk yang merasuki jiwa manusia untuk balas dendam.
"Gawat, ini akan berbahaya mereka akan berada dalam bahaya setiap saat, aku harus menyelamatkan mereka setidaknya ini demi Mauren dan ruh intinya, dia tidak akan pernah bisa kembali ke alam baka jika ruhnya berubah sempurna menjadi ruh jahat, dia akan menjadi makhluk jahat yang terus berkeliaran di dunia dan akan terus menghantui manusia bahkan pada orang-orang yang tidak bersalah" gumamku memikirkan dampaknya.
Tadinya aku memang tidak ingin ikut campur, tetapi jika ini tentang keselamatan banyak orang maka aku harus turun tangan, aku akan menyelamatkan mereka meski mereka bukanlah orang yang baik dan meskipun mereka adalah penyebab terbentuknya Mauren yang sekarang.
Aku berlari secepat yang aku bisa dan terus mencari keberadaan anak anak pembully tersebut, hingga ketika aku sampai di kantin aku melihat Mauren yang tengah duduk bersama mereka dan mereka nampak begitu dekat seperti tidak ada permusuhan diantara mereka, namun dari belakang tubuh Mauren muncul aura jahat dan aura itu membentuk sebuah awan hitam yang pekat lalu mendekati salah satu tubuh wanita yang duduk di sampingnya dan aura itu masuk ke dalam jiwa wanita itu sampai membuat aku membelalakkan mataku sempurna ketika melihatnya.
__ADS_1
"Gawat.... perempuan itu dalam bahaya, apa yang harus aku lakukan untuk menyelamatkannya?" Gerutuku memikirkan dengan perasaan bingung.