Emely Sang Penakluk

Emely Sang Penakluk
Melawan Dengan Kuat


__ADS_3

Saat aku mulai menaikkan kepalaku mata merah mulai kembali terlihat, kedua tangan yang aku kepalkan dengan kuat dan gigi yang aku kerutkan dengan hebat, sampai perlahan sayap api itu kembali muncul di belakang punggungku dengan kibaran apinya yang semakin besar dan menyala, tangan yang bak seperti memiliki urat dari panasnya lava perut bumi, aku mulai merasakan gejolak api dan amarah yang muncul dan terkumpul dalam jiwaku saat itu.


Aku tengadahkan kepalaku ke atas dan mulai menatap iblis jahat yang merupakan raja dari para iblis yakni Abaddon yang sangat kuat dan memiliki kekuatan tak tertandingi di muka bumi ini, mataku bisa melihat dengan jelas bahwa dia baru saja menyerang Erebus sampai dia juga jatuh menghantam bangunan tembok hingga rubuh begitu saja.


"Aaaakkkk....boom!" Suara Erebus yang jatuh menghantam salah satu gedung hotel yang tidak jauh dari bangunan rumahku saat itu, aku melihat dia yang terengah-engah berusaha bangkit sendiri dan segera aku terbang menghampirinya membantu Erebus untuk bangkit lalu mulai menggendong dia membawanya ke tempat yang lebih aman dimana Mbah Kerto berada dengan yang lainnya.


Sejauh ini sudah ada tigak korban yang jatuh oleh Erebus, Devano, Vayu dan Erebus, mereka bertiga adalah orang-orang yang baik dan sangat banyak membantu aku selama perjalanan ke dunia paralel untuk mencari seluruh teman-teman pemilik kekuatan elemen, hatiku marah dan kesal ketika melihat kondisi mereka yang nampak begitu sangat mengkhawatirkan.


Jeritan dan ringisan rasa sakit yang keluar dari mulut mereka sangatlah berdengung di telingaku, itu membuat hatiku sangat hancur dan sakit, aku semakin marah dan marah, apalagi ketika aku kembali saat itu dan ku lihat lagi dan lagi Erebus di penuhi dengan gelak tawa yang sangat menggelegar, dia terlihat sangat puas dan mengibaskan ekornya tersebut mengenai Avan yang saat itu tengah menjaga di bagian belakang dan berusaha menyerang Erebus lebih dekat kala itu.


Aku yang melihat itu segera terbang mendekatinya dengan sekencang yang aku bisa untuk menyelamatkan Avan dari serangan tersebut, namun sayangnya Erebus sialan itu dia juga melontarkan serangan dari tangannya kepadaku sehingga membuat waktuku terulur saat itu dan ekor iblis jahat itu berhasil menghempas tubuh Avan dengan sangat kuat membuat dia langsung terhempas ke belakang begitu jauh dan aku langsung saja terbang dengan sekencang-kencangnya menghampiri Avan juga berusaha untuk menangkap tubuhnya agar dia tidak menghantam pohon ataupun salah satu bangunan disana, sebab hal tersebut justru akan membuat tubuhnya semakin kesakitan dan lemah.


"Ohh....tidak Avan...awas di belakangmu!" Teriakku mencoba memberitahu dia saat itu.


Sayangnya semuanya benar-benar sudah terlambat, meski aku sudah mencoba dengan keras dan sekuat tenaga untuk memberitahu Avan dan mencoba untuk menyelamatkan dia, tetapi sayangnya semua itu sama sekali tidak berhasil, namun meski begitu untungnya aku berhasil meraih tangan Avan dan langsung aku tarik tangannya hingga Avan berhasil ku peluk dengan erat lalu aku langsung terbang ke atas dengan setinggi-tingginya.


"Emely terimakasih sudah menyelamatkan hidupku lagi aaaaahhh," ucap Avan sambil mengerang kesakitan saat itu.


"Bodoh, bertahanlah dan berhenti terlihat lemah seperti itu, kau pergilah ke tempat yang aman aku akan memberikan pelajaran berharga untuk iblis sialan ini," balasku kepada Avan sambil menurunkannya secara perlahan saat itu.


Aku segera menurunkan dia kakinya mulai menginjak tanah secara perlahan saat itu, Avan terlihat begitu lemah bahkan kini dia tidak mampu hanya untuk berdiri dan menopang tubuhnya sendiri saat itu, aku yang tadinya berniat meninggalkan dia disana menjadi tidak tega sebab dia bahkan tidak seimbang dalam berdirinya sendiri saat itu.

__ADS_1


"Avan...apa kau baik-baik saja?" Tanyaku mencemaskan dia,


"Aku baik-baik saja, sudah Emely cepat pergi bantu Arshaka dan Brox mereka akan benar-benar terluka parah jika kau tidak cepat membantu mereka, sekarang hanya tersisa kalian bertiga saja, cepat Emely!" Ucap Brox sambil mendorong tubuhku dan membuat dirinya jatuh saat itu karena terlepas dari peganganku.


Aku ingin membantunya namun Avan langsung saja membentak aku dengan sangat keras saat itu, matanya terbelalak menatap aku untuk pertama kalinya.


"Tapi Avan bagaimana denganmu, biarkan aku membawamu ke tempat yang aman dahulu dengan yang lainnya" ujarku kepadanya saat itu,


"Tidak Emely cepat kembali, sana pergi!" Bentak Avan kepadaku.


Membuat aku langsung saja terdiam dan menatap heran kepadanya, Avan terus mengusirku dan dia sendiri berjalan tertatih sendiri menjauh dari tempat tersebut dengan cepat.


Aku tahu dia menahan sakit dan aku tahu dia selalu mau berkorban apapun atas janjinya untuk dia tempati terhadap aku dan Devano, karena melihatnya yang seperti itu tiba-tiba saja air mata kembali jatuh secara perlahan dari pelupuk mataku dan dengan cepat aku menghapusnya sebab aku tahu menangis sama sekali tidak akan mengubah apapun di dalam keadaan seperti ini, segera aku berteriak dengan kencang sambil mengumpulkan kekuatan di dalam tubuhku saat itu dan terbang kembali melesat layaknya sebuah elang yang sangat tajam dalam terbang dan mengepakkan sayapku dengan kuat.


Serangan dari Emely tadi cukup kuat sampai membuat seorang raja iblis seperti Abaddon menjadi goyah dengan pertahanan dirinya sendiri, dinding pertahanan Abaddon berhasil di hancurkan olehku hanya dalam tiga kali serangan saja saat itu.


Aku masih belum bisa tenang sedikitpun meski saat itu Brox menyemangati aku begitu pula dengan Arshaka yang langsung mendekatiku dan berdiri tepat di bawahku saat itu, aku sama sekali belum bisa merasa tenang sedikitpun karena aku tahu serangan tadi masih belum ada apa-apanya di bandingkan diri Abaddon yang kuat dan selalu saja semakin kuat ketika semakin banyak orang yang menyimpan dendam yang menyakitkan dalam hatinya.


"Emely itu serangan yang cukup bagus, kita bisa mengalahkannya bersama, semangat Emely!" Ucap Brox kepadaku dari bahwa sama bersama dengan Erebus yang memberikan aku dukungan.


Aku hanya mengangguk pelan menanggapi ucapan semangat dari mereka saat itu dan kembali fokus menatap pada Abaddon yang lagi-lagi justru malah tertawa sangat lebar dan suaranya yang amat menggelegar saat itu.

__ADS_1


"Ahahahaha.....huahahaha...bagus...bagus sekali para manusia penguasa elemen, kalian baru saja membuat aku mendapatkan serangan kecil tetapi sudah puas seperti itu, sekarang giliranku rasakan ini ma usia menjengkelkan!" Balas Abaddon sambil menyerang Emely dengan kekuatan nya yang sangat dahsyat saat itu.


Aku sama sekali belum ada persiapan saat itu dan yang aku pikirkan hanyalah untuk melindungi kedua sahabatku Arshaka dan Brox segera aku turun ke bawah dan membuat dinding pelindung yang paling kokoh yang bisa aku lakukan, bukan hanya itu Arshaka juga melapisinya dengan pelindung dari tanah yang dia buat menjulang sangat tinggi melindungi kami bertiga dari serangan tanpa henti dari Abaddon saat itu.


Serangan dari Abaddon itu sangatlah dahsyat aku sendiri sama sekali belum pernah menemukan kekuatan sebesar ini, kekuatan hitam yang bercampur kemarahan yang sangat mencekam hingga dapat menghancurkan segalanya tersebut, aku sendiri merasa cemas dan terus berusaha menahan dinding proteksi pengaman yang aku buat dengan sekuat tenagaku saat itu.


"Aaaaakkkk..... Arshaka kita tidak bisa terus diam bersembunyi di balik dinding pelindung ini, aku akan keluar untuk melawannya dan kalian tetaplah di dalam sini" ujarku kepada mereka berdua saat itu.


Aku tahu dinding pelindung yang aku buat tetap tidak akan bertahan terus menerus jika Abaddon terus menyerang kami dengan serangannya yang sekuat itu, meski dinding pelindung ini di lapisisi dengan tanah milik Arshaka tetapi aku juga tahu seberapa kuat tekanan yang di berikan oleh Abaddon kepada dinding pelindung yang kami buat saat itu.


Sehingga bagiku memang tidak ada cara lain, sebelum dinding pelindung itu hancur dan mungkin kita bertiga yang ada di dalamnya akan ikut terluka bahkan terhempas dalam jarak yang sangat tidak terduga, maka lebih baik melawannya dan aku bisa mengalihkan perhatian Abaddon sejenak.


Agar Arshaka dan Brox bisa pergi melarikan diri dan melindungi yang lainnya dalam waktu yang singkat itu.


Disaat aku hendak pergi karena sudah memutuskan semua yang akan di lakukan saat itu, Arshaka dan Brox justru menahan tanganku secara bersamaan membuat aku langsung menatap mereka dengan menaikkan kedua alisku dan merasa cukup heran saat itu.


"Ada apa teman-teman" tanyaku kepada mereka saat itu.


"Emely itu terlalu berbahaya apa kau yakin bisa menanggung semuanya sendiri, aku takut terjadi sesuatu denganmu" balas Arshaka kepadaku dengan wajahnya yang terlihat jelas sekali memberikan reaksi kecemasan kepadaku saat itu.


"Iya Emely biarkan aku membantumu, biar kita bertiga bertarung sampai akhir, kembali bersama atau mati bersama itulah pilihannya" tambah Brox kepadaku samb menatapku dan tak kalah mengkhawatirkan aku dengan Arshaka saat itu.

__ADS_1


Melihat mereka berbicara seperti itu dengan raut wajah yang sangat mencemaskan aku, sungguh membuat aku terharu tapi aku berusaha dengan keras agar tidak menurunkan air mataku di hadapan mereka, aku tahu apa yang dikatakan oleh mereka memang benar, tetapi aku tidak bisa membuat kedua sahabatku ini mengalami nasib buruk yang sama seperti ke empat temanku yang lainnya, sudah cukup bagiku melihat Devano tidak sadarkan diri, Vayu yang terkulai parah, Erebus yang hampir mati dan Avan yang sangat lemah, aku tidak ingin melihat salah satu diantara Arshaka dan Brox mengalami nasib yang sama seperti mereka, aku benar-benar tidak ingin mengulangi penyesalan yang sama.


__ADS_2