
Pernahkah mendengar selintas saja atau barangkali membaca atau mungkin pernah melancong ke tempat yang dikenal sebagai Kota Musim Semi Abadi?
Jangan khawatir, tahu atau tidaknya saat ini tidaklah begitu penting. Yang pasti tempat ini ada dengan beragam keindahan warna-warni penghias dunia yang semerbak harumnya.
Katakan saja, Kunming. Ibu kota dari Provinsi Yunnan, Southwest China.
__ADS_1
Sepanjang tahun, bunga-bunga bagai tiada hentinya bermekaran. Di setiap jalanan, pinggiran trotoar atau bahkan gedung-gedung bangunan berpagar tembok akan terhiasi bunga-bunga hidup, memikat para pelancong tuk tak mungkin tak terpukau akan keindahan yang ditampilkan. Layaknya suatu penyambutan resmi nan meriah lengkap dengan tarian lambaiannya.
Tak heran, Kunming dijadikan sebagai kota yang memiliki pasar bunga terbesar di Asia. Yang setiap harinya memproduksi bunga dan mendistribusikannya ke sebagian besar wilayah di China, bahkan mungkin ke negara sekitar lainnya.
Namun, di balik keindahan kota ini, terselip suatu cerita yang tak lagi diketahui siapa pun. Orang-orang hanya sibuk akan keindahan dan kekaguman, melupakan apa yang menjadi titik penting yang melatarbelakangi hadirnya Kota Musim Semi Abadi ini. Atau barangkali, cerita ini dirahasiakan dan dibuat seolah-olah suatu dongeng pengantar tidur atau mitos belaka oleh mereka yang ingin menjaga kerapatan akan rahasia sesungguhnya.
__ADS_1
Oleh karena itu, untuk mengetahui sendiri apa yang terjadi sesungguhnya. Haruslah berani kembali ke masa di mana kota ini adalah kota normal yang belum dijuluki Kota Musim Semi Abadi. Hanya dengan begitu, pertanyaan pasti akan terjawab. Namun kembali lagi, ini bukanlah perjalanan waktu. Melainkan mengintip kembali waktu pada masa-masa jauh dari kata ‘modern’ ini.
Siap akan mengetahuinya?
Pun jika tidak siap, sudah terlambat tuk kembali tak melanjutkan. Karena inilah daya tarik dari sebuah cerita yang diberi judul ‘Eternal Spring’.
__ADS_1
...***...