
“Aku hanya bisa mengambil inti binatang spiritual yang berada di tingkat biasa. Andai saja aku bisa lebih kuat, maka kemungkinan juga aku bisa melawan binatang spiritual di atasnya.” Ucap Lin Xuan usai dia membedah binatang beruang tersebut untuk mencari inti binatang tersebut.
Sebuah inti yang berbentuk kristal, dengan ukuran lebih kecil dari ukuran tangan kini berada di atas tangan Lin Xuan. Berwarna biru kehijauan dengan memancarkan energi qi yang bergejolak. Namun hanya sedikit saat Lin Xuan rasakan, bahkan kemungkinan ini tidak akan mampu untuk melakukan terobosan meskipun dalam satu bintang sekalipun.
Sehingga dia berniat untuk mencari binatang spiritual lebih banyak lagi. Masalahnya dia tidak memiliki cincin penyimpanan yang memudahkan dia untuk menyimpan sumber daya seperti ini.
Jadi rasanya serba salah bagi Lin Xuan. Tidak ada jalan lain selain melakukan kultivasi dengan menggunakan inti binatang spiritual satu persatu. Sayangnya itu akan sedikit bermasalah jika menggunakan cara seperti itu.
“Apakah aku harus kembali ke guru untuk menyimpan cincin penyimpanannya? Tapi rasanya itu sangat mustahil karena cincin penyimpanan seolah terikat jiwa dan tidak bisa di gunakan oleh orang lain.” Gumam Lin Xuan dengan sedikit berpikir. “Ahh, seandainya aku memilikinya sendiri.”
“Tapi membawa dua atau tiga inti binatang spiritual pastinya bukan masalah.” Sambungnya. Dimana saat ini dia sudah memutuskan untuk melakukan penyerapan menggunakan dua atau tiga binatang spiritual.
Sehingga saat ini dia berusaha untuk mencari binatang spiritual dengan mencari hawa keberadaan binatang spiritual di sekitar.
Sesekali Lin Xuan juga memetik buah-buahan untuk mengganjal rasa laparnya. Juga kekuatan energi fisik juga diperlukan agar dia kuat bertarung.
Andaikan dia sudah berada di ranah spirit severing, menahan lapar bukanlah hal yang sulit. Bahkan sangat jarang seorang kultivator ranah spirit severing mengisi perutnya. Mereka hanya makan jika mereka ingin atau tengah mengadakan jamuan tertentu.
Beberapa waktu kemudian, Lin Xuan akhirnya sudah merasa cukup untuk bertarung dengan binatang spiritual. Kali ini dia sudah memiliki tiga inti binatang spiritual yang berasal dari binatang spiritual biasa. Sehingga Lin Xuan sama sekali tidak kesulitan.
“Meskipun begitu, ini tidak menutup fakta bahwa kemungkinan tiga inti binatang ini hanya membantuku hingga naik satu bintang saja. itupun memerlukan waktu hingga tiga hari lamanya.” Gumam Lin Xuan dengan perasaan yang kurang puas.
“Aku harus segera mencari gua atau tempat yang bisa fokus untuk berkultivasi.”
Tapi sebelum itu, Lin Xuan menyeret seekor rusa yang baru saja dia bunuh setelah mendapatkan inti binatang tersebut. Masalahnya Lin Xuan ingin mengisi perutnya dengan sebuah daging agar dia bisa lebih semangat lagi.
__ADS_1
Sehingga di hari yang sore ini, sebelum mencari sebuah gua, Lin Xuan memasak daging rusa tersebut dengan bahan seadanya. Bahkan dia harus membuat api secara manual dengan menggunakan batu.
Walaupun rasanya hambar tanpa ada bumbu sedikitpun, Lin Xuan terlihat sangat senang. Sehingga membuat dirinya seolah rindu masakan Mei Lin walaupun baru saja meninggalkan gurunya dalam waktu satu hari.
“Tidak buruk juga, daging ini bisa meningkatkan stamina.”
Barulah dia mencari sebuah tempat untuk membantunya berkultivasi. Setidaknya sangat aman dari gangguan yang membuat dia gagal dalam berkonsentrasi.
Jika perlu maka dia harus melakukannya sebelum matahari terbenam. Karena saat matahari terbenam dan waktu mulai malam, justru akan sangat banyak binatang spiritual yang lebih aktif karena waktu yang sangat cocok untuk berburu binatang spiritual yang lebih lemah.
Hampir setengah jam Lin Xuan berkeliling, akhirnya dia menemukan sebuah tempat seperti sebuah gua yang berada di bawah pepohonan. Lebih tepatnya seperti sebuah tumpukan batu dengan mulut gua yang terlihat lebih lebar dan memiliki tingkat kemiringan.
Lin Xuan menatap ke atas. Memperhatikan sebuah pohon yang sangat tebal dengan tinggi yang sangat menjulang. Bisa dipastikan bahwa pohon ini memiliki umur ribuan kali lipat dibandingkan dengan umurnya.
Tidak menunggu lama, pada akhirnya Lin Xuan masuk ke dalam mulut gua tersebut. Rasanya sedikit curam dan licin karena kondisi gua yang sedikit lembab.
Tsssss
Desisan seekor ular terdengar di telinga Lin Xuan. Dia yang sudah akan merasa nyaman seketika langsung sedikit panik saat merasakan binatang spiritual yang lebih kuat darinya di dalam gua yang lebih dalam.
Suara gemuruh juga terdengar sangat nyaring di dalam gua ini. Lin Xuan bergegas untuk berdiri dan mengangkat pedangnya untuk berjaga-jaga.
Dia berpikir bahwa gua ini sama sekali tidak berpenghuni. Tapi siapa yang berpikir bahwa dia menghampiri sebuah malapetaka yang tidak dia kira sebelumnya? apalagi setelah Lin Xuan melihat ke asal suara, dia melihat seekor ular yang melesat ke arahnya.
Tentu saja Lin Xuan dengan sangat cepat berpindah tempat. Tapi kecepatan yang di lakukan di dalam gua yang terbatas ini membuat dia membentur sebuah dinding gua dengan sangat keras hingga membuat Lin Xuan mengalami sakit pada bagian punggungnya.
__ADS_1
“Aku benar-benar sangat ceroboh. aku harus keluar!”
Seekor ular berwarna hijau, dengan permata di dahinya yang berwarna hijau tua sebelumnya merasakan ada pengganggu di tempat persembunyiannya yang tidak lain adalah Lin Xuan. Ular tersebut benar-benar sangat besar, bahkan saat hendak menyerang Lin Xuan, tingginya hampir membentur langit-langit gua.
Di sisi lain pula ular hijau itu merupakan binatang spiritual menengah bintang 9 yang seolah akan menjadi binatang spiritual tingkat tinggi.
Sudah dipastikan bahwa Lin Xuan tidak akan bisa menghadapinya. Sehingga Lin Xuan berpikiran untuk segera lari atau nyawanya akan terancam begitu saja.
Tapi ular hijau itu sama sekali tidak membiarkan Lin Xuan itu pergi. Apa yang ular itu lakukan adalah melesat ke arah mulut gua dan membenturkan tubuh dan kepalanya di sisi mulut gua. Sehingga suara gemuruh terdengar yang menandakan bahwa gua ini seolah akan runtuh.
Lin Xuan berdecak kesal, terpaksa dia harus melawan ular ini saat mulut gua diblokir dan ditutup dengan sebuah reruntuhan akibat benturan ular tersebut. Sehingga dengan sedikit keberanian dia mundur sejenak dan memegang pedangnya kuat-kuat.
Untungnya cahaya matahari pada sore hari masih masuk ke celah-celah reruntuhan yang menutup gua. Sehingga Lin Xuan bisa merasa sangat beruntung akan hal yang seperti ini.
“Aku tidak mengganggumu! Aku hanya akan melakukan proses kultivasi di tempatmu.” Ucap Lin Xuan dengan suara yang lantang.
Ular hijau itu tidak memperdulikan apa yang Lin Xuan katakan. Dengan sangat cepat, ular itu melesat yang menandakan akan memberikan sebuah serangan kepada Lin Xuan.
Lin Xuan dengan menggunakan teknik sutra kecepatan, tiba-tiba dia bergerak ke arah tubuh ular tersebut dan berusaha untuk memotong menggunakan pedangnya.
Sayangnya ular itu terlihat sangat lincah, dimana dia mengibaskan ekornya untuk menyerang Lin Xuan. Sehingga membuat Lin Xuan membentur sebuah dinding untuk kedua kalinya.
Bahkan saat Lin Xuan terdiam sejenak, ular itu lagi-lagi mengibaskan ekornya ke arah Lin Xuan. Sehingga membuat Lin Xuan merasakan sebuah benturan yang sangat keras.
Gemuruh terdengar sekali lagi. Dan saat itu juga Lin Xuan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya karena mendapatkan sebuah serangan yang begitu berat.
__ADS_1
...****************...
Like nya bro. Beeeh ngelike doang gak akan membuat kalian kehilangan nyawa🥺