Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Giok Darah


__ADS_3

Lin Xuan menyusup ke kerumunan dan menyaksikan proses permainan dengan seksama. Pria itu akan melemparkan batu-batu besar tersebut ke udara, dan para pemain harus menebak batu mana yang mengandung giok murni. Jika tebakan mereka tepat, mereka akan mendapatkan penggandaan taruhan mereka, tetapi jika mereka salah, mereka akan kehilangan taruhan yaitu berupa uang untuk membeli batu tersebut.


Tapi, saat melihat tebakan batu yang ternyata menghasilkan batu biasa saat dipotong, semua orang tertawa begitu lebar. Serta Lin Xuan yang ikut tertawa saat melihatnya.


Lin Xuan segera pergi dari tempat tersebut, dia beranjak pada sebuah meja dengan puluhan batu dengan kualitas yang tampak biasa dari luar. Namun, tatapan Lin Xuan tertuju pada salah batu, yang rasanya terdapat aura yang tak biasa keluar dari batu tersebut.


Sehingga, dia memutuskan untuk mendatanginya. Yang mana melihat kedatangan Lin Xuan, seorang wanita menyambut dengan senyuman hangat. Tubuhnya terlihat begitu menggoda dengan paras cantik bagaikan batu giok yang terpancar.


“Nona, apakah batu ini di jual?” Tanya Lin Xuan kepada wanita tersebut.


“Tentu saja tuan. Tapi ini hanya batu buangan dan biasanya batu ini hanya digunakan sebagai perjudian biasa, dan kadang juga digunakan sebagai mainan.” Jawab wanita tersebut dengan suara yang cukup menggoda. Bahkan tatapannya seolah berusaha untuk memancing Lin Xuan.


Lin Xuan tidak peduli, bahkan secantik apapun wanita di depannya, dia tidak memiliki pikiran aneh-aneh. Sehingga membuat wanita tersebut hanya tersenyum pahit dan langsung putus asa karena remaja di depannya tidak terpengaruh sama sekali.


“Berapa harganya? Aku ingin membeli batu yang ini.” Tanya kembali Lin Xuan.


Dengan suara yang lebih menggoda lagi, wanita tersebut kembali merespon pertanyaan Lin Xuan. “Hanya 500 perak tuan. Kau bisa mengambil satu batu tersebut.”


“Hanya setengah koin emas? Baiklah, aku akan mengambil yang ini.” Kata Lin Xuan sambil menyerahkan satu koin emas kepada wanita tersebut.


“Tuan, tunggu di sini, aku akan mengambil ....”


“Tidak perlu, ambil untukmu. Selain itu, bisakah kau memotongnya untukku?”

__ADS_1


Wanita tersebut terkejut, mungkin karena dua hal. Di antaranya Lin Xuan yang menolak kembalian serta menyuruh memotong batu buangan. Padahal dia tahu bahwa semua batu yang ada di sini sudah dipilih dan dipilah oleh profesional sehingga dia yakin tidak ada yang tertinggal sedikitpun.


Tanpa menolak sedikitpun, dia ahirnya menurut dan memotong batunya menggunakan sebuah alat tersendiri dengan penuh hati-hati. Namun, siapa yang berpikir ternyata, sebuah cahaya hijau muncul secara merata, dengan aura yang begitu kuat saat batu itu terbelah.


Batu giok dengan kualitas tinggi ternyata benar-benar ada di batu buangan. Semua orang yang tak sengaja melihat itu, mereka semua langsung terkejut dan menghampiri meja tersebut dengan penuh antusias. Yang mana, mereka langsung membeli beberapa batu dengan har


Sedangkan Lin Xuan, dia mengambil batu giok nya sendiri. Dia tersenyum puas saat membeli dengan modal kecil, tapi dia bisa mendapatkan hasil yang cukup besar. Jadi dia tidak merasa sedikit rugi sedikitpun.


Ini semua tentang keberuntungan. Lagipula beberapa orang yang membeli batu buangan ini, ternyata saat dibelah, memang semuanya adalah batu buangan yang tidak memiliki kandungan giok sedikitpun. Sehingga, orang yang merasa dirugikan, mereka merasa cukup sinis.


Tidak berhenti begitu saja, Lin Xuan bergerak ke alat pemotong. Batu giok yang jelas sudah menunjukkan bahwa itu adalah giok murni. Namun kelakuannya membuat beberapa orang terkejut dan menganggap bahwa Lin Xuan adalah orang yang benar-benar gila.


“Tunggu, apa yang kau lakukan? Bodoh, apakah kau tidak mengerti bahwa itu sebuah batu berharga?”


“Hei, daripada kau membuangnya. Sebaiknya jual kepadaku!”


Namun, Lin Xuan tidak menghiraukan sama sekali ucapan mereka. Dan saat itu juga, sebuah cahaya kemerahan muncul, membuat orang-orang terdiam dan terus melihat apa yang sebenarnya terjadi.


“Tidak mungkin!”


Sebuah batu berwarna merah di dalam batu giok itu sendiri. Mengeluarkan sebuah aura yang cukup pekat yang membuat orang-orang terdiam seribu bahasa.


“Itu adalah giok darah! Apalagi di dalam giok sendiri. Giok di dalam giok adalah sesuatu yang begitu langka!” Teriak salah satu orang menjelaskan. “Setidaknya kejadian seperti itu pernah dilelang seharga 500 koin emas!”

__ADS_1


Lin Xuan tersenyum senang. Daripada dia menjadi bahan perhatian, Lin Xuan segera pergi dari tempat.


.......


Dalam posisi di hutan, Wue Yei berjalan dengan berhati-hati. Pada akhirnya dia sudah berada di kaki gunung Huanggua untuk menyelidiki tentang Yuan Rong. Namun, dia saat ini juga mengalami dilema untuk naik ke puncak dan melihat kebenarannya.


Di depannya terdapat sebuah gua. Yang kemungkinan menjadi sebuah markas milik Yuan Rong. Hatinya benar-benar penasaran, apa yang sebenarnya ada di dalam? Wajahnya penuh tanda tanya akan hal itu semua.


Dia berdiri di bibir gua setidaknya dia harus memasang kehati-hatian yang begitu berat. Dan, sangat kebetulan saat ini dia mendengarkan suara langkah kaki yang keluar. Apalagi langkah kaki itu hanya sendirian dan tak terdengar dua atau tiga orang. Sehingga membuat Wue Yei tersenyum jahat.


“Jika ingin masuk, bukankah lebih mudah menyamar menjadi seorang bawahan Yuan Rong?”


Tepat seorang wanita keluar dari mulut gua, dimana wanita itu menggunakan sebuah jubah hitam. Beruntung wanita itu juga sama sekali tidak merasakan keberadaan orang asing yang ada di luar. Sehingga saat dia benar-benar keluar, Wue Yei menyerangnya secara dadakan.


Pukulan yang begitu telak tepat pada perut dan juga titik dantian, tapi sangat halus sehingga tidak ada suara keributan yang terjadi. Sehingga membuat wanita yang diserang Wue Yei, kehilangan kesadarannya.


Kemudian Wue Yei menyeretnya jauh dari gua ini. Setidaknya tidak ada yang melihat seorang bawahan Yuan Rong tergeletak yang membuat kejadian tak diinginkan terjadi. Sehingga juga untuk memasang kewaspadaan, Wue Yei menyerang titik vital sehingga membuat wanita itu benar-benar mati.


Barulah, Wue Yei menggunakan jubah hitam tersebut. Menggunakan identitasnya sebagai bawahan Yuan Rong untuk melakukan hal yang begitu nekat hanya untuk memberikan sebuah informasi menarik seperti apa kata tuannya.


Wue Yei merasa bahwa kesempatan untuk menyelidiki markas Yuan Rong mungkin akan lebih mudah jika dia menyamar sebagai seorang bawahan. Dengan senyuman jahat di wajahnya, dia memutuskan untuk menggunakan trik ini untuk mendapatkan akses ke dalam gua.


Dengan cepat, Wue Yei mengganti pakaiannya dengan pakaian yang serupa dengan pengikut Yuan Rong. Dia memastikan setiap detailnya sesuai dan mempelajari gerakan dan tingkah laku mereka agar tampak meyakinkan.

__ADS_1


Setelah dia puas dengan penyamarannya, Wue Yei melangkah dengan percaya diri menuju pintu gua. Dia menyusup masuk dengan hati-hati, menghindari kecurigaan siapa pun yang mungkin berjaga di sana.


__ADS_2