
Yuan Rong tidak bisa menahan serangan itu dengan baik. Sebuah gelombang yang menghempaskan area sekitar dengan penuh sinergi, bahkan mampu membuat dinding kawah bergetar. Bongkahan batu mulai berjatuhan ke arah lava dan memberikan dampak buruk.
Kawah bereaksi, memberikan sebuah ledakan perlahan yang semakin membesar. Yang mana ini mungkin memicu adanya sebuah erupsi yang akan terjadi sebentar lagi.
Tapi di sisi lain, Yuan Rong sudah berakhir. Dalam sekali serang yang diberikan oleh Lin Xuan, dia berubah menjadi debu karena tidak bisa menerima serangan lautan kematian dengan baik. Yang mana itu sebuah jurus sejati milik dewa kematian yang seharusnya bisa menghancurkan satu benua apabila dikeluarkan jarak yang cukup jauh.
Simpelnya jurus itu akan semakin melebar apabila jarak antara objek semakin jauh. Tak heran mengapa itu menjadi sebuah jurus mematikan bahkan jika dipegang oleh seorang kultivator spirit severing sekalipun.
Lin Xuan menghela napas lega, kali ini dia menatap Fen Jihyang yang menelan ludah secara kasar. Baginya patriark sekte itu harus bertanggung jawab juga seperti Yuan Rong. Persekutuan dengan aliran sesat penyembah naga itu tidak bisa untuk dimaklumi.
Meskipun pada akhirnya yang mereka sembah adalah peliharaan milik Lin Xuan yang dalam kehidupan masa lalu menyandang identitas sebagai seorang dewa kematian. Di sisi lain pula, dia ingin menggali jawaban untuk beberapa pertanyaan, tapi bukan untuk saat ini.
Karena sejatinya dia harus melawan seorang pemimpin dari sebuah sekte yang tega mengorbankan muridnya demi eksistensi sebuah sekte. Peringkat baginya adalah sebuah kehormatan, bahkan dia haus akan pengakuan dari pihak luar dan membuat sektenya harus berada di peringkat pertama.
Tapi itu seharusnya tidak luput dari tanggung jawab sekte pedang suci dan kuil emas. Dimana provokasi mereka dan menganggap bahwa sekte langit biru benar-benar lemah dibandingkan mereka. Jadi tidak heran patriarknya sendiri ingin sekali untuk menyingkirkan mereka.
Kembali kepada urusan nyata, dimana Lin Xuan berjalan dingin ke arah Fen Jihyang. Tatapan patriark itu terlihat penuh ketakutan. Karena jika Yuan Rong bisa dibunuh seperti itu, bagaimana dengan dirinya?
“Hentikan! Jika kau membunuhku sekte Langit Biru tidak akan memaafkanmu!” Ancam Fen Jihyang dengan suara yang penuh ketakutan. Gertakan giginya juga terdengar, tapi terkalahkan oleh suara langkah kaki yang semakin mundur dan semakin ke jurang lahar.
“Selama tidak ada yang mengetahuinya bukankah sebuah masalah bukan. Tidak ada yang hidup di tempat ini, bahkan semua anggota penyembah naga yang terluka berat, perlahan mereka mati dan kehilangan kehidupan mereka. Fen Jihyang, bukankah kau ingin sekali membunuhku?” Kata Lin Xuan dengan raut wajah penuh dengan kengerian.
__ADS_1
“Aneh sekali jika kau pernah menuduhku sebagai bagian dari sekte hitam, tapi nyatanya kau sendiri pengikut aliran penyembah naga timur. Tapi, bukankah ini sebuah pertunjukan yang begitu baik? Aku bukanlah orang yang tidak lupa cara berterima kasih. Karena berkat muridmu, yaitu Huang Yun yang kau jadikan sebagai tumbal, maka naga peliharaanku tidak akan bangkit dengan mudah.” Sambungnya.
“Sama saja!” Teriak Fen Jihyang, “Sialan, jika kau mengambil pecahan kristal itu beberapa tahun yang lalu, kau pasti akan melakukan cara yang sama yaitu menggunakan orang-orang sebagai tumbal. Bukankah itu tidak lebih buruk dari kami!”
“Memang, tapi yang kau gunakan sebagai tumbal adalah orang-orang tak bersalah. Yuan Rong juga menggunakan asosiasi pembunuh bayaran yang juga sekutumu di kota Jinling untuk mencari tumbal sebanyak-banyaknya. Tapi jika itu aku, maka orang-orang sepertimu yang akan kujadikan sebagai makanan lezat.” Jawab Lin Xuan dengan mengangkat sedikit ujung bibirnya.
“Tapi ....”
“Tapi apa?” Potong Lin Xuan dengan tegas. Hanya saja suaranya tidak lagi di depan jauh. Melainkan tepat di depan mata Fen Jihyang. Mungkin hanya berjarak dari beberapa inchi. Terlebih lagi mata pedang Lin Xuan juga hanya satu inci saja saat Fen Jihyang sudah menyadarinya.
“Aghhhh!”
Fen Jihyang terdorong ke belakang. Tapi kedua mata dan hidung atasnya mengalami goresan pedang yang panas. Sehingga rasa sakitnya tepat pada luar dalam yang semua orang tidak ingin merasakan rasa sakit itu.
Pikirannya tidak percaya bahwa Lin Xuan bisa sekuat ini. Padahal saat pertama kali bertemu, pemuda ini merupakan seorang kultivator dengan ranah Core Formation. Tapi melihatnya secara langsung tidak mungkin dia berada di ranah Core Formation. Itu hanya pengalihan.
Sayangnya dia tidak percaya bahwa anak semuda itu menyandang kultivasi di atas Nascent Soul. Sehingga dia memiliki dilema pikiran yang membuatnya tidak bisa bernalar dengan jernih. Lagipula dia sudah dihadapkan dengan sebuah kematian, sehingga dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi bahkan hanya sekedar melihat.
Lin Xuan membantingnya di atas tanah. Sehingga Fen Jihyang memuntahkan seteguk darah segar. Tidak berhenti begitu saja, Lin Xuan menyerang titik vital atau dantian milik Fen Jihyang dengan kekuatan miliknya.
Aura kultivasi Fen Jihyang menghilang. Dia bukan lagi seorang kultivator karena dibuat cacat permanen. Itu membuat Fen Jihyang semakin berteriak tak karuan. Bahkan suaranya memenuhi dalam kawah.
__ADS_1
“Kau sekarang tak berguna lagi. Pergilah ke neraka!”
Lin Xuan menyeret Fen Jihyang lagi, tapi dia langsung melemparkannya ke dalam kawah yang meluap. Tidak berperasaan? Dia sama sekali tidak peduli, lagi pula Fen Jihyang juga tak berperasaan sehingga mengorbankan muridnya sendiri.
Semuanya telah berakhir, tapi masalahnya gunung ini akan terkena sebuah erupsi besar. Lin Xuan harus segera keluar dari tempat ini. Sehingga tanpa berpikir panjang dia membopong Wue Yei yang tengah pingsan, mungkin karena serangan dari Fen Jihyang.
..........................................
Di sisi lain pasukan kerajaan baru sampai di kaki gunung Huanggua. Mereka semakin merasakan suara gemuruh yang kuat seolah gunung akan marah besar. Bencana akan terjadi, itulah ketakutan yang mereka alami.
Sebenarnya jika sekedar erupsi itu bukan masalah bagi Xia Bao. Selama penasihat kerajaan bisa memang formasi, maka erupsi gunung akan tertahankan. Tapi semenjak tadi Xia Bao merasakan ancaman yang lebih besar dibandingkan hanya sekedar erupsi.
Tapi langkah mereka menjadi waspada, saat di malam hari mereka melihat ada seseorang yang tengah berjalan. Xia Bao merespon dengan memberi aba-aba agar semuanya berhenti tapi juga siap siaga karena mungkin ada sesuatu yang akan terjadi.
Saat Xia Bao menyipitkan matanya, tampaknya orang itu adalah seorang pria. Tapi orang itu tidak sendirian, melainkan membopong seseorang. Orang itu terluka, tapi yang dia bopong terluka lebih berat. Juga wajahnya dipenuhi oleh kekosongan seolah tidak menunjukkan ekspresi sesuatu.
“Li-Lin Xuan?”
Xia Bao menyadari saat orang itu mendekat. Wajah Xia Bao juga penuh penyesalan karena ternyata Lin Xuan lah yang menyelesaikan itu sendiri ketika orang kerajaan tidak ada yang mempercayainya.
“Kau, menyelesaikannya sendiri. Dan naga yang kau maksud ....”
__ADS_1
“Naga itu gagal dibangkitkan.” Potong Lin Xuan berbohong.